Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 40


__ADS_3

Semenjak kepergian izdi dan istrinya ke desa tempat mereka berlabuh. Rangga benar-benar mengambil peran wardah sebagai kakak sekaligus sahabat bagi Nasya. Dia tak melewatkan sedikit pun momen bersama istrinya itu. Jika di katakan dia lupa misinya. Dia memang sudah melupakan misi itu semenjak menemukan kertas kecil di laci mejanya yang bertuliskan pesan untuknya dari rubi.


" Untuk suamiku tercinta,


Mas aku bahkan tidak tahu bisa mendampingimu sampai sejauh mana. Yang rubi tahu saat ini meskipun pernikahan kita berlangsung lama yang ku lihat kamu berusaha membahagianku tapi tidak dengan kebahagiaanmu. Rubi tidak tahu apa yang sedang berkecamuk dalam jiwamu. Yang jelas rubi lihat tak ada guratan bahagia dalam garis wajahmu. Entah perasaan rubi benar atau tidak. Tapi mas rangga tak menemukan jiwa itu pada diri rubi. Jika rubi tak ada suatu hari, carilah kebahagiaan yang sesungguhnya mas dambakan selama ini. Maafkan rubi yang selalu memaksakan kehendak. Maafkan rubi terlambat menyadari jika sampai detik ini mas rangga pun sesungguhnya tak mencintai rubi. Karena sesungguhnya pernikahan ini hanyalah atas dasar tanggung jawab dan tentang perasaab rubi. Tapi bukan kebahagiaanmu. Sekali lagi maafkan aku yang egois tentang hubungan kita mas. I Love you ....


Rubi."


Semenjak membaca secarik kertas berisikan isi hati rubi barulah rangga sadar bahwa dirinyalah yang telah menyakiti rubi secara tidak langsung. Bukanlah Nasya penyebab kematiannya. Saat itu juga rangga merasa bersalah pada nasya yang telah dia sudutkan. Dia merasa telah mengkambing hitamkan gadis itu atas perasaannya itu.


Di ruang kerjanya ...


" Mas .... Makan sahurlah sudah jam 3," ucap nasya di balik pintu. Gadis itu selalu sungkan jika rangga tak mengakrabinya. Entah karena takut atau karena tak mencintainya.


" Iya tunggulah sebentar," jawab rangga dari dalam dan bergegas keluar.


Rangga segera membuka pintunya. Dia tak menemukan sosok istrinya itu. Rangga menoleh ke sana kemari.


" Kenapa jadi horor begini sih?" tanya rangga lirih. " Tadi beneran deh kayaknya dengar suara Nasya. Tapi dia kan sekarang sedang di luar negeri ada fashion show. Wah, gila ... Halusinasi kayaknya lo ini rangga. Ini sih parah denger suaranya orangnya tak nampak," gerutunya dalam hati. Dia pun masuk ke ruang kerja lagi baru melangkah terdengar kembali.


" Mas ... Kok masuk lagi? Mau makan sahur jam berapa? " Suara itu jelas terdengar.


" Kayaknya halu aku ini," lirihnya tanpa menoleh. Nasya yang mendengar jadi geleng- geleng kepala. Dia mendekat dan menghampiri suaminya. Nasya segera berjinjit dan mencium pipinya.


" Gak lagi halu mas .... Nasya tak jadi pergi," ucapnya dan langsung menoleh ke arah nasya. Rangga berbalik dan menatap istri cantiknya dengan mimik wajah berbinar dan mata berkaca-kaca.


" Sya ... Beneran," ucap rangga sambil pegang sana- sini. Nasya mengernyitkan alis

__ADS_1


" Ye ... Modus. Pegang sana-sini semaunya. Udah ah ayo!" ajak nasya pada suaminya itu. karena tak mau menunggu terlalu lama akhirnya rangga dia menarik tangan suaminya menuju meja makan. Rangga yang melihat makanan lengkap di meja jadi di buat melongo.


" Sya ... Ini!" serunya dengan tak percaya.


" Apa? Ngelamunin apa sih mas? Sampai-sampai ndak balik ke kamar. Padahal nasya di kamar udah dari tadi loh. Kangen mbak rubi ya?" tebak nasya. Dia tahu bukan hanya dia seorang yang istrinya tapi ada mbak rubi yang telah memberikan putri di tengah-tengah mereka. Tiba-tiba saja rangga memeluknya.


" Jangan pernah berfikir untuk kabur dariku sya," bisiknya sambil memeluknya dengan suara serak khas bangun tidur.


" Enak aja ... Siapa juga yang mau ninggalin kamu mas? Udah jelas-jelas gawangnya di bobol. Meskipun kamu marah atau usir aku gak akan ya mas aku ninggalin kamu. Siapa juga yang mau sama barang bekas," jawaban nasya yang somplak membuat rangga mengo.


" Eh ... Sebentar sya. Kenapa idiotnya jadi keluar sih sya?! Aku ini pengen romantis-romantis. Gimana sih sya," cebik rangga menekuk wajahnya.


" Udah deh mas jangan kayak Flo .... Keburu imsak. Ayo segera makan!" seru nasya membuat rangga gemes.


Ya Allah istri gue kenapa gak peduli amat sih. Gue pengen romantis kayak izdi dan wardah. Nah, ini gue berasa udah kayak ondel-ondel. Mana dia bilang gak akan ninggalan gue karena gawangnya udah di bobol segala. Berarti bukan cinta dong. Ahhhh nasya bikin aku gemes. Jawabannya itu loh ngeselin. Reseeeee' .... Batin rangga.


" Ya tuhan pengen gue tabok mulut loh sya. Sumpah!" teriak rangga.


" Hahahahahahahah .... Udah kesel banget ya. Makanya mas jangan sok jaim gitu-lah sama istri. Kalau udah bucin gini siapa coba yang tanggung jawab. Gak enak kan. Sok jual mahal sih dari kemarin," ledek nasya yang membuat rangga melotot.


" Ngeselin ya adiknya azzam ini. Kayaknya mamak kamu dulu salah makan deh sya," jawab rangga sambil menelan makanannya.


" Biarin yang penting ... Jadinya cantik kayak nasya. Yang bisa bikin orang kayak mas bucin pake banget hahahah," tawa nasya pecah. Namun tak di pungkiri bahwa istrinya itu sangat cantik. Rangga akui jika dia memang sempat cinta padanya sebelum menikah dengan rubi.


Makan sahur di ramadhan yang sudah berjalan berhari-hari ini mengajarkan banyak hal untuk rangga. Flo yang sudah mulai besar membuat rangga bangga pada istrinya itu. Dia rela meskipun bolak balik demi menatap wajah nasya. Meskipun Disya setiap hari mencoba mendekatinya tapi hati tidak bisa bohong. Bahwa cinta tahu kemana dia harus kembali. Hanya saja dia kasihan jika Disya terlalu berlebihan padanya.


Seusai sholat shubuh rangga mendapati telpon dari sahabatnya ...

__ADS_1


" Asslamaulaikum ngga ... Gimana punya kabar? Nasya gimana udah hamil belum?" sapa izdi dari jauh sana.


" Waalaikumslaam ... Baik iz. Belumlah iz, aku masih masa penyesuaianlah jangan di buru-buru entar kabur anak orang. Hahahaa," tawa rangga pecah.


" Jangan lama-lama ngga. Segeralah menyusul! Oh ya kalian baik-baik saja kan? wardah khawatir karena lama tak kirim via pesan tdk di balas," tanya izdi nampak khawatir.


" Awalnya gak baik iz. Tapi karena otak idiotnya itu berjalan dengan baik akhirnya sekarang dia kembali ke rumha iz," kekeh rangga sambil tersenyum.


" What? Otak idiot apa hubungannta dengan kembali ke rumah?" tanya izdi lagi.


" Dia marah iz. Saat aku mengatakan bahwa aku tidak akan mencintainya karena rubi adalah yang terbaik. Meskipun kamu adalah istri sempurna saat ini bukan berarti aku akan bucin sama kamu," ucap izdi.


" Wah ... Parah kamu nggah udah nyakitin dia tuh," sesal izdi.


" Tetapi sejurus kemudian dia pergi iz. Aku galau tak menemukannya. Bahkan aku sudah memutari bandara dua kali. Tapi nihil iz," ucap rangga lesu.


" tiba-tiba jam 3 dini hari dia memanggilku dari luar. Aku mulai horor ini kan dia gak ada tapi suaranya kok ada. Wah fix sudah suara hantu. Tapi saat kehaluanku hilang aku menghambur ke pelukannya. Malu-malun gak sih. Bucin banget. mengerikan," jawab rangga agak detail.


" Ya ... Sudah alhamdulillah semangatlah jadi suami baik. Nanti kalau nasya buka ponsel tolong kabari ya di cari mbak wardah-nya," ucap izdi sebelum mengakhiri panggilan tekponnya.


" Siap 45 ... " jawab rangga semangat. Selain istri izdi adalah penyemangat dalan karir dan kehidupannya.


" Oke assalamulaikum .... "


" Waalaikumsalam ... "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Siap menemani pagi kalian ya readers. Jangan lupa dukungannya .... Maaciw.


__ADS_2