Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 47


__ADS_3

Fashion pagi ini yang kerjasama dengan berbagai desainer dan pemilik mall berjalan dengan sukses serta lancar. Dress yang di kenakan nurse laku keras mencapai 1000 orderan dengan berbagai macam warna gradasi. Nasya sangat bahagia karena baginya nurse yang di bawa suaminya sangatlah membawa hoki.


" Thank you sayang ... " ucap nasya sambil mencium sekilas pipi suaminya. Rangga bersorak bahagia dalam hatinya. Sekali lagi dia di berikan kesempatan membantu kesuksesan istrinya.


" You' re Welcome honey," jawabnya sambil melingkar di pinggang ramping nasya.


Di ruang ganti ...


" Benar-benar bisa di andalkan! Thank you nurse," ucap sahabat nasya saat mendampingi nurse di sana.


" Sama-sama mbak," jawab nurse ikut bahagia. nurse tak bisa membanggakan dirinya. Nyatanya dress buatan istri dokter rangga memang sangatlah bagus dan nyaman saat di kenakan jadi jika terjual fantastis itu sangat luar biasa. 1000 pcs bukanlah sedikit. Itu membutuhkab waktu yang lama.


Saat nurse menghampiri kedua pasangan serasi itu. Nasya menaMpilkan senyum cantiknya.


" Nurse ... Kirimlah nomer rekeningmu," gadis itu mengiyakan ucapan nasya. Tak berapa lama notifikasi masuk nasya segera berdiri bersama suaminya.


" Thank's ... " bisik nasya kemudian pergi. Nurse membuka notif masuknya setelah dokter rangga dan nasya pergi.


" What??? Sekali jalan, ini salah pasti nona itu salah tf. Kenapa sebanyak ini bukankah biasanya berkisar 750 -5 juta saja," gumamnya. " ini 20 juta banyak sekali. Thank you nona dan dokter rangga," harunya saat mendapatkan honor cuma-cuma menurutnya.


Dalam perjalanan pulang rangga menelpon pak supir untuk mengantar putrinya mengambil les semua mapel yang dia tempuh di sekolah. Supaya flo memiliki banyak teman. Itulah alasan kenapa rangga membaurkan dengan banyak kalangan.


" Sayang ... Kita kunjungi kamar presidental suite milikku di hotel dekat sini," ajak rangga. Nasya mengkerut.


" untuk apa mas? Kita pulang saja," ajak nasya.


" Saat ini aku menginginkanmu sayang," suara rangga suda terdengar berat. Nasya kembali menggelengkan kepalanya dengan malas. Rangga benar-benar buka puasa tanpa batas bahkan tidak tahu waktu.


Namun tak ada penolakan dari sang istri. Rangga melajukan mobilnya menuju hotel milik keluarga. Nasya pun menghubungi sahabatnya jika dia tak bisa menemani menghadle pesanan 1000pcs-nya. Sahabatnya hanya berdecih di seberang sana.


" Ck. Kalian ini benar-bemar seperti pengantin baru. Tak mengenal waktu sama sekali. Dulu aja bodo amat sekarang udah kemana-mana kayak perangko," lirih sahabat nasya.


" Namanya juga balik ABG lagi sayang," jawab suaminya.


" Kita dong lagi yangg ... honeymoon," rengeknya pada sang suami ingin seperti nasya.

__ADS_1


" Lupakan kita sudah harus fokus sama anak-anak," jawabnya dengan terkekeh.


" Jahat banget," jawabnya sebal.


Hari ini hari kedua dimana mereka kembali di persatukan kembali dalam jalinan suami istri yang sempat terpisahkan karena kesalahpahaman dan perempuan lain yang tak lain adalah saudaranya sendiri. Rangga takkan melepaskan kembali sang istri. Cukup baginya tidak mengetahui pemikirannya selama ini. Sehingga membuat nasya berpikir untuk meninggalkannya dengan flo dengan teganya. Saat ini rangga fokus ingin menghamili istrinya itu supaya dia tak kabur lagi. Hahahah.


" Mas ... Aku rindu mbak wardah. Bagaimana kabar mereka ya!" serunya menatap sendu ke arah suaminya. " Pasti menyenangkan sekali kehidupan mereka setelah ujian awal saat menikah dulu," lanjut nasya. Rangga tersenyum dan menelpon seseorang di sanaa.


♧ Assalamualaikum ustadz dokter ...


♧ Waalaikumsalam dokter rangga, wah ... Tumben inget kalau punya teman di desa,


♧ Iya ... Ustadz sorry sibuk sekaligus depresi habis kehilangan istri ustadz.


♧ Kalian bertengkar lagi? Ayolah rangga sudahi kekanakan kalian, dimana nasya?


♧ Ini ada ... Baru balikan pak ustadz kasihan kan temanmu ini puasa 3 tahun.


♧ Kurang lama itu dokter. Ini bicaralah dengan istriku bagikan ponselmu pada Nasya.


♧ Oke ... UstadZ. Ini yang bicaralah dengan kakakmu tercinta.


♡ Hai adik kakak sayang ...


♡ Hai mbakkk, nasya rindu padamu.


♡ mbak juga rindu sya. Bagaimana sudah berbaikan dengan suamimu?


♡ Sudah mbak. Bagaimana kabarnya mbak dan anak-anak?


♡ Alhamdulillah baik sya. Kalau ada waktu bermainlah kemari dengan putrimu. Oh ya jangan lupa segera kasih dia adik. Flo sudah besar sya jangan biarkan dia sendirian saja


♡ Iya mbak sedang di usahakan


♡ Bohong ... Dia bahkan tidak berniat memberikan adik pada Flo ( Sahut rangga yang membuat mata nasya melotot)

__ADS_1


♡ hahahah ... Kalian ini masih sama saja. Baiklah kami harus segera pergi lain kali kita sambung ya sya, mas rangga


♡ Oke mbak ( siap wardah) sahut rangga kembali


♡ Assalamualaikum


♡ Waalaikumsalam


Mereka pun mengakhiri perbincangan itu dengan perasaan senang.


" Kenapa senyum-senyum?" tanya nasya sengaja membuat rangga bingung.


" Kenapa bagaimana maksudnya. Ngomong yang jelas dong yang ... " protesnya.


" Apakah mas masih menyukai mbak wardah?" goda nasya dengan membuat rangga sedikit melotot.


" Jangan mulai ... Nanti ku jawab mewek kamu," jawab rangga sekaliam menggoda. Nasya langsung cemberut seketika.


" Jadi bener masih suka mbak wardah?" tanya wardah sedikit memelas.


" kalau iya kenapa? Kalau gak apa untungnya buat aku yang ... " tanya rangga kini mengernyitkan alisnya.


" Hmmm ... Rasanya aku kesal jika kamu mengatakan bahwa masih menyukainya. Aku cemburu jika kamu masih saja mengagumi mbak wardah," keluh nasya pada rangga. Rangga memeluk istrinya dengan senang hati.


" Maka jangan menanyakan tentang hal yang membuatmu bersedih. Untuk apa aku masih memendam perasaan padanya? Di sini sudah ada yang melayaniku. Mana mungkin aku tertarik pada istri orang," goda rangga pada istrinya.


" Ah ... Mas ini masih saja melawak di saat seperti ini," kesal nasya.


" Aku bukan melawak. Bahkan aku tertarik karena kau menggoda mataku saat di rumah sakit waktu itu. Pandai sekali menggoda Ck. Memamerkan keindahan di dalam kaosnya," goda rangga sekali lagi.


" Mas ... Rangga! Aku gak sengaja waktu itu, Mas rangga saja yang matanya terlalu jelalatan. Cobalah diingat lagi," cebik nasya tak terima dengan ucapan rangga.


" Terserah kau sajalah yang. Yang jwlas saat ini I love you forever. Jangan bertanya lagi okee. Kita pulang sekarang! Sebelum putri kita mengamuk," ucap rangga sambil menarik tangan istrinya keluar dari suite room itu.


Suasana senja di sore hari membuat kedua insan yang sedang di mabuk asmara untuk yang kedua kalinya. Tak henti-hentinya rangga menggenggam tangan istrinya dan beberapa kali menciumnya.

__ADS_1


" Berjanjilah tidak akan pernah meninggalkanku yang ... Kita mulai semuanya dari awal lagi," ucap rangga dengan menatap istrinya sesekali. Nasya mengangguk sambil tersenyum.


" Iya mas ... Maafkan aku yang kala itu egois pada kalian berdua. Aku masih labil saat itu mas maaf ya!" pinta nasya sambil raut wajah kekanakannya. Rangga jadi terkekeh di buatnya.


__ADS_2