Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 41


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian ...


Pagi yang cerah ikut menyinari kediaman Rangga. Pemuda itu beberapa waktu lalu memilih hunian baru di kawasan yang sejuk. Putrinya Flo yang kini sudah berusia 5 tahun nampak sangatlah cantik. Nasya juga masih mengembangkan bisnisnya hingga mancanegara. Jika otaknya cerdas namun sisi buruknya sikapnya yang masih saja tak dewasa.


" Mi ... Adik buat flo mana?" tanya flo dengan menatap maminya. Sedangkan dokter rangga ada pasien di ruang prakteknya.


" Tanyakan papimu flo kenapa bisa seperti ini? Harusnya mami hamil kan ya flo," tanya balik Nasya. Flo yang penurut pergi ke ruang praktek papinya.


Dia berlari tak mengenal lelah. Sedangkan nasya tak merasa bersalah setelah mengatakan itu semua. Dia mendapati papinya sedang memeriksa pasien. Namun flo tetaplah flo penasarannya takkan terbayar saat tak ada yang bisa menjawab rasa kepo-nya.


" Piiii ..... !" teriak flo. Reflek saja rangga menoleh dan terang saja Flo membuat rangga tak bisa berkata sedangkan pasiennya hanya tersenyum.


" Ada apa flo? Papi sedang praktek ya sayang," bujuknya dengan berjongkok di depan putrinya.


" Piii ... Mana adeknya Flo? Kenapa mami bilang suruh tanya papi? Memangnya papi gak ajak mami buatin adik untuk Flo?" rengek flo membuat rangga melotot.


Ya ampun anakku flo sayang jangan ikutan mami idiotmu dong. Nasya kamu gimana ngurus satu putriku saja masih membuatku repot di saat praktek seperti ini. Batin rangga kesal pada nasya.


" Flo sayang ... Kan nunggu mami siap dulu kalau buat dedek lagi. Ya gak kan kasihan mami masih ngurusin kamu," senyum rangga terbit merasa menang. Namun jawaban flo malah membuat pasien rangga tertawa kecil.


" Mami bilang siap kok pi .... Kan apa katanya papi!" seru flo tak terima jika papinya menyalahkan mami Nasya.


" Oke ... Baik anak papi tersayang nanti papi buatin adik yang banyak buat Flo. Papi janji tapi sekarang flo ke mami ya sayang. Lihat tuh pasien papi banyak kasihan kan udah antre," ucap rangga memberi pengertian. Flo mengangguk paham.


" By ... Papi. Selamat bekerja papi-nya Flo!" serunya sambil berlari ke dalam rumah.


Rangga menggelengkan kepalanya dna kembali pada pasiennya.


" Putri anda selain cantik tapi juga cerdas dok! Kelak dia pasti menjadi kebanggaan anda," seru pasiennya. Rangga hanya tersenyum dan mengamini dalam hati.


Bagaimana tidak dia rasanya sangat malu karena ulah putrinya. Nasya benar-benar membuatnya malu di depan pasiennya.

__ADS_1


4 jam berlalu rangga telah menyelesaikan tugasnya merawat pasiennya. Tempat prakteknya pun ia tutup. Rangga masuk ke rumah dan langsung ke meja makan karena perutnya terasa lapar dan tenggorokannya haus. Namun lagi-lagi meja makan sudah siap dengan makanan khas istrinya dan minuman susu dan air putih.


" Sudah ku bilang sya jangan masak dan memberatkan tugasmu. Bukankah flo ingin memiliki adik?" tanya rangga sambil meneguk air mineralnya.


" Hanya seperti ini mas ... Mana mungkin menjadikan seseorang tak hamil. Kamu saja terlalu sibuk dengan pasienmu," keluh Nasya.


" Kok aku sya?" tanya rangga tak terima.


" kapan terakhir kali kamu menyentuhku?" tanya nasya menatap tajam suaminya.


Glek. Salivanya tertelan begitu saja.


" Sya ... Aku lupa. Apakah aku tidak pernah menyentuhmu selama ini?" tanya rangga menatap istrinya.


" Omong kosong ... Bodoh amat aku di sentuh olehmu atau tidak. Toh, bukan keinginanku dan perempuan tak begitu peduli dengan hal seperti itu. Tapi putrimu selalu bertanya kapan aku memberikannya adik. Aku pusing selalu di tanyakan hal yang sama, ku bilang saja tanyakan papimu. Bereskan tugasku menjawab," jawab nasya panjang lebar. Rangga bukan melupakan bahwa dia tak menyentuh nasya. Tapi saat dia ingin menyentuh nasya perasaan bersalah pada nasya datang begitu saja.


Rangga nampak menyuapkan sesendok dan melanjutkannya. Dia sudah menikmati makanan nasya. Rangga tak banyak bicara lagi. Selama 5 tahun menikah dengan Nasya rangga memang menyentuhnya beberapa kali. Bukan tanpa alasan dia melakukannya. Tapi dia selalu saja membuat nasya bersedih saat berhubungan dengannya.


" Aku ke kamar dulu ya. Biarkan di sana piringnya besok pagi aku cuci," ucap nasya yang nampak lesu. Namun saat nasya berbalik rangga sudah menarik tangan istrinya dan mengangkatnya dan mendudukkannya di meja makan.


" Lakukan apa mas?" tanya Nasya.


Rangga langsung memegang tengkuk istrinya dan mencium nasya namun pagutan itu berakhir saat rangga mulai menyesap leher istrinya.


" Hentikan! Mas," ucap nasya mendorong suaminya.


" Kenapa sya?" tanya rangga yang sudah mulai menginginkan Nasya.


" Lagi menstruasi ... Jadi tunggulah 1 minggu lagi!" seru nasya kemudian berlari ke kamarnya. Rangga melebarkan pupil matanya. Tidak percaya bahwa nasya menggodanya.


" Sya ... Wait! Jangan bohongi aku!" teriak rangga menyusul. Untung saja si Flo sudah tidur. Jika tidak bagaimana responnya melihat ayah -ibunya seperti itu.

__ADS_1


" Beneran mas ... Kemarilah!" seru nasya dari dalam kamar.


Ketika berada di dalam kamar rangga mencebik. Namun nasya tersenyum puas.


" Sya ... Harus ya menstruasi di saat Si Toleku bangun gini. Kasihan sya ... " rengek rangga.


" Biarin ... Di hemat aja Sp*rma-nya mas. Biar aku segera hamil. Emang enak di tolak alam gini. Daripada kemarin-kemarin istri si anggurin gak jelas," keluh nasya akhirnya.


Rangga yang melihat kekecewaan pada mata nasya langsung menarik gadis itu ke pelukannya. Rangga mengusap punggung istrinya dengan perlahan. Di mencium pucuk kepala nasya dengan penuh kasih sayang dan kerinduan mendalam.


" Maafkan aku sayang ... Kamu adalah segalanya sedangkan Disya hanyalah pemeran pengganti dirimu. Sungguh aku tak mencintainya sama sekali. Aku pun tak pernah menyentuhnya saat tinggal bersama," bisik rangga sambil menghujani nasya dengan banyak ciuman.


" Kamu ... Jahat sekali padaku mas. Setelah aku berjuang mendapatkan malam pertama kita. Aku masih harus berjuang lagi demi kamu karena kehadiran Disya. Aku merasa lelah mas bahkan kamu tak kunjung menceraikanku," ujar nasya memukul dada bidang Rangga


Rangga mempererat pelukannya.


" Aku benar-benar banyak salah padamu sayang. Disya yang berusaha mempengaruhiku namun aku tak terpengaruh. Hanya saja kamu nampak tak peduli maka aku meneruskan semuanya. Maafkan aku yang tak peka akan hatimu," lagi-lagi rangga meminta maaf atas kesalahan masa lalunya. Bukan hanya rubi namun kehadiran Disya pun menjadi pundi-pundi cobaan baginya.


Rangga menggendong istrinya ke ranjang. Dia ingin nasya beristirahat. Setelah kembali bersatu gadis itu tak banyak keluhan dan hal lain. Dia benar-benar menyibukkan dirinya dengan tugas seorang istri. Mengambil kerja praktek di rumah adalah ide rangga supaya bisa menjadi intim dengan nasya.


" Tidurlah sayang ... Aku akan menemanimu," ucap rangga.


" oke ... Tapi tangan itu kondisikan masa iya pegamg-pegang squisi-ku sih mas. Udah deh jangan pura-pura khilaf. Udha lepasin squisi-ku kasihan mulutku nanti bisa-bisa mendesah," ucapan nasya langsung membuat rangga tertawa teebahak-bahak. Masih saja istrinya itu bersikap seperti orang idiot di usianya yang sudah 25 tahun.


" Oke ... Oke ... " rangga mengangkat kedua tangannya.


.


.


.

__ADS_1


Wah, sebenarnya kisah tersembunyi apa ya yang telah terjadi beberapa tahun terakhir???? Apa hubungannya dengan Disya? Kenapa Nasya tak di sentuh sama sekali oleh rangga? Wah, yukkk ikuti cerita selanjutnya. Jangan lupa like, komen, subcribe, gift-nya.


Dukungan kalian adalah penyemangat author. thank you very much atas dukungnnya selama ini.


__ADS_2