Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 26


__ADS_3

Rangga masuk ke kamar putrinya dan mendekat ke arah nasya dia duduk di sampingnya. Gadis cantik itu sedang tidur terlelap bersama putrinya. Gadis di depannya itu kini sudah berusia 20 tahun di usianya yang muda ini dia menyabet S1 dengan sangat mudah. Dia menyelesaikan sekolah Menengah pertama dan Menengah atas dalam waktu singkat.


" Andaikam kamu datang di waktu yang tepat mungkin tidak akan begini ceritanya idiot," lirihnya. Rangga pun keluar dari ruangannya menuju ruang Cctv.


Sesampainya di ruangan Cctv ...


Rangga melihat aktivitas istrinya semalam bersama putrinya. Nampak nasya lelah namun dia meminta baby sitter untuk istirahat dan nasya melanjutkan menidurkan putri rangga. Tak berasa rangga menyunggingkan senyuman manis. Karena rangga merasa ada yang menyayangi putrinya itu.


" Setidaknya kamu berguna bagi putriku idiot. Kamu harus menjaganya seumur hidup," ucapnya.


Di ruangan baby ...


" Astaga aku ketiduran di sini. Mbak tolong nitip baby-nya ya," pinta nasya dia segera memperbaiki kuncirannya dan ketika dia berjalan dia merasa pusing dan mau jatuh tapi dia memegang tembok.


" Nyonya ... Tidak apa-apa?"


" Sedikit pusing. Ndak apa-apa mbak lanjutkan saja. Sebentar lagi juga baikan.

__ADS_1


Rangga yang sedari tadi mengamati pergerakan nasya, dia memutuskan untuk segera beranjak. Ada perasaan khawatir menjalar dalam hatinya apalagi dia seorang dokter.


Sesampainya di depan kamar rangga mengatur nafasnya. Dia tak ingin terlihat khawatir di depan gadis itu.


" Mbak ... Sudah mandi putri saya?" tanya rangga pada baby sitter.


" Sudah pak," jawabnya. Rangga mengedarkan pandangan mencari keberadaan istrinya tapi dia tak menemukannya.


" Mbak .... Nyonya kemana?" tanya rangga sedikit khawatir. Karena baru saja dia lihat di monitor jika istrinya itu bersandar di dinding.


" Tadi nyonya pusing tuan ... Tapi tetap berjalan ke kamar. Saya mau bantu tidak di perbolehkan tuan. Lebih penting si kecil daripada nyonya," jawabnya sedikit khawatir.


" Sya ... Kamu di dalam?" tanya rangga pada seseorang di dalam sana. Tapi tak menyahut. Rangga mencoba membuka pintunya namun terkunci. Akhirnya dia mengambil duplikat.


Rangfa masuk dengan keadaan panik. Walau bagaimana pun dia anak orang. Rangga melihat nasya tenggelam dalam bsk mandi yang berbusa. Rangga segera menariknya. Nasya melotot saat telanjang dada seperti ini ada rangga di hadapannya. Mereka berdua sama-sama panik dan berteriak laysknya seriosa.


" Aaaahhhhhhhh .... " teriak mereka berdua.

__ADS_1


" ngapain di sini ngga? Aku sedang gak pake baju sama sekali ini. tumbenan masuk perasan tadi udah di kunci deh," ucap nasya. Rangga mrnggeleng kepala karna malu


" wah udah gak bener .... Gadis ini. Dia gak merasa bersalah sama sekali. Wah bahaya anak ini," lirih rangga yang tak bisa di dengar oleh nasya.


" Kamu ngapain nenggelemin badan segala?" tanya rangga pura-pura gak malu.


" Kepalaku pusing lagi mau ke rendem aja. Capek pusing terus," ucapnya dengan guratan kesedihan tapi tidak dengan rangga dia malah sebaliknya.


" What ... Pusing ? Di tenggelemin? Emang ada ya teori seperti. Wah udah gila anak ini. Parah ternyata otakmu itu. Main gila aja sama pemikiranmu," jawab rangga kemudian.


" Gak usah bikin kaget dan rusuh-rusuh pagi ini deh. Bukannya minum obat malah mau cari mati," gerutu rangga nasya menggeleng. "Mandi yang bener," ucap rangga.


.


.


.

__ADS_1


Modus ... Yaga sih.


Jangan lupa like ,like sehare pergi biar tdk kentor ya"


__ADS_2