Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 42


__ADS_3

Beberapa tahun lalu ...


Flash back on.


Kisah itu berawal karena intensitas bertemu antara rangga dan Disya. Rangga satu frekuensi dengan Disya. Gadis itu sangat terobsesi pada rangga namun Nasya dia kadang begitu tak peduli dengan Rangga. Karena sekali lagi pernikahan mereka terjadi karena Flo semata. Maka Nasya paham akan posisinya meskipun dirinya adalah istri sah rangga bahkan pemuda itu butuh kebutuhan batin pasti nasya siap karena secara hati nasya memang mencintai suaminya.


Malam itu? Dimana rangga frustasi karena Nasya tak memberikannya nafkah batin karena dia rasa rangga sudah menemukan perempuan yang di cintainya. Jadi, nasya memutuskan untuk pergi dari sisi mereka ( Flo dan Rangga). Pertengkaran hebat terjadi saat tengah malam.


Di kamar utama rangga ...


" Sya ... Aku menginginkannya malam ini!" seru rangga dengan parau.


" Aku tidak bisa melakukannya lagi mas. Bukankah kamu berjanji akan melepaskanku saat kamu menemukan tambatan hati yang baru?" tanya nasya dengan sangat sinis. Saat ini usia nasya sudah menginjak 22 tahun itu artinya sudah 2 tahun mereka bersama.


" Apa yang kamu katakan sya!" teriak rangga tak terima. Tiba-tiba saja nasya menghakiminya dengan hubungan entah apa.


Nasya memberikan ponselnya dia ijinkan rangga melihat foto-fotonya bersama Disya. Rangga mengernyitkan dahinya. Dia mulai tersenyum smirk pada istrinya.


" kamu cemburu padanya!" seru rangga mendekat.


" Diamlah di sana! Jangan mendekat mas. Bahkan saat ini aku sangat jijik padamu. Enyahlah dariku mas, rawatlah flo sendiri mulai besok. Aku akan pergi !" ujarnya kemudian ingin pergi namun rangga mencekal tangannya. Rangga membuat Nasya menikmati sekali lagi pergulatan panas mereka. Nasya tak bisa menghindar sedangkan hati ingin mengumpat tapi tubuhnya itu menikmati setiap sentuhan rangga tanpa sisa.


Malam ini rangga benar-benar membuatnya lelah. Rangga melakukannya 3 ronde karena ingin membuat nasya melupakan niatnya itu. Rangga bahkan tak melakukan apapun pada Disya gadis itu memang seperti ular. Selama ini rangga diam karena menganggapnya saudara Disya.


Namun semua perkiraan rangga salah. Saat sinar matahari tinggi sehingga membuat ruangan rangga panas karena sinar matahari yang masuk ke kamarnya. Rangga meraba-raba keberadaan nasya namun nihil. Rangga akhirnya membuka kelopak matanya. Betapa kaget saat nasya tak ada di sampingnya. Ya, gadis itu ninggal sebuah memo untuk rangga di atas nakas.


Rangga nampak frustasi dan mengacak-acak rambutnya serta mengusap wajahnya dengan kasar sekali.


" Nasya .... Arrrggghhhh!" Rangga melemparkan bantal ke bawah dengan marah.


...----------------...

__ADS_1


Mas .... Maafkan aku 2 tahun bukan waktu yang lama untuk kebersamaan kita. Tapi jika perempuan itu Disya maka tidak butuh waktu lama bagiku untuk meninggalkanmu. Aku bahkan tahu dia sangat terobsesi padamu. Lebih baik aku fokus pada karirku lagi.


Bahkan kamu merusak harga diriku saat aku ingin berpisah darimu mas. Kamu malah membuatku kelelaham semalaman. Tapi hal itu tak menyurutkanku untuk pergi dari kehidupan kalian. Sampaikan pada Flo mami sayang, tapi Disya juga tidak buruk untuk di jadikan seorang ibu.


Akhirnya mas aku lega bisa lepas darimu. Kadang cintaku ini membuatku ingin selalu membahagiankanmu tanpa memperdulikan perasaanku sendiri. Itu rasanya tersiksa mas. Tapi saat ini aku ingin mengikhlaskan hubungan kita.


Terima kasih sudah mau berumah tangga denganku yang idiot ini. Love you more mas.


...----------------...


Rangga terhenyak saat mengingat kejadian itu. Dia membelai rambut Nasya dengan lembut. Rangga bahagia saat mendapati nasya kembali dalam kehidupannya. Flo pun nampak menemukan kembali jiwanya. Rangga pun kembali menemukan nafasnya yang selama ini terasa berhenti. Disya mungkin ada di sampingnya tapi bukan dia yang rangga inginkan. Disya di rumahnya pun hanya sebagai suster Flo selama rangga mencari istrinya. Itu adalah hukuman Disya karena memisahkan dirinya dengan nasya. Merawat Flo dan menskors pekerjaannya dari rumah sakit sampai istrinya bisa di lacak.


" Bahkan kamu hanya memasak di dapur rasa bahagiaku sangat membuncah syah. Aku benar-benar frustasi saat kamu bilang tak ingin bersamaku. Kamu benar-benar ingin membunuhku saat itu," lirih rangga sambil menyibak anak rambutnya yang melintas di area mata istrinya.


Rangga pun ikut terlelap di samping istrinya. Dia bahkan merindukan pelukan ini. Ya, pelukan hangat seorang Nasya. Aroma tubuh dan aroma rambut yang sama sangat memabukkan serta menjadikannya obat tidur.


Pagi hari yang cerah menyinari ruangan rangga. Nasya mulai meliuk-liukkan tubuhnya sebelum membuka mata. Saat dia membuka matanya yang indah dan mendapati wajah suaminya yang kena bias sinar matahari pagi. Sangat tampan. Pemuda yang selama ini dia rindukan selama berada di sidney.


" Jika ingin katakan saja tak perlu sembunyi-sembunyi. Pasti kan ku beri," ucapnya sambil mata terpejam. Nasya menggeleng frustasi.


" Penipuan ... Dokter cabul!" seru nasya jengah dan ingin turun dari ranjang.


" Cabul sama istri sah-sah saja dong sayang. Dosanya jadi pahala daripada yang gak sah jadi dosa iya gak sih?" tanya rangga kemudian menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


" Terserah mas aja ... Selalu kalah omong jika sama kamu," jawab nasya ingin beranjak. Namun rangga mencegahnya.


" Mau kemana?" tanya rangga dengan menilisik istrinya.


" Masak mas ... Udah deh jangan pakai drama-drama korea lagi. Flo kasihan dia juga rindu sama maminya mas ... " jawab nasya pada suaminya.


" Sya ... Masih lama gak sih mens-nya? Beneran rindu," tanya rangga sambil mencebik dia tak pernah melakukannya lagi. Sudah puasa 3 tahun rasanya sesuatu.

__ADS_1


" Masih baru 2 hari mas paling 4-5 hari lagi," jawab nasya yang sudha beranjak. Nasya melihat suaminya mengacak-acak rambut frustasi.


" Nasya ... Nasya .... Kamu bener-bener ya paling bisa membuat aku frustasi!" seru rangga.


" Biarin!" jawabnya cuek.


Rangga pun bersiap sedang nasya sudah menyiapkan semuanya di meja makan.flo sudah siap dengan seragamnya. Mereka makan bersama layaknya keluarga bahagia tanpa ada masalahnya sebelumnya.


Saat mereka selesai mengantar Flo. Nasya menanyakan keberadaan Disya kemana. Rangga pun membawa istrinya ke suatu tempat. Nasya bingung mengapa suaminya membawa ke rumah sakit jiwa.


" Mas ... Siapa yang sakit?" tanyanya dengan menatap suaminya. Rangga menerawang sebentar keluar dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Maafkan aku sayang ... " lirih rangga.


" Kok maaf lagi. Kesalahan apalagi mas? Jangan membuat Nasya bingung," ucapnya panik.


" Ikutlah bersamaku sayang!" ajak Rangga pada istrinya. Mereka menyusuri koridor rumah sakit dengan diikuti rasa penasaran di hati Nasya.


Siapa yang sakit. Maafnya untuk apa? Dia benar-benar meresahkan jiwaku. Batin nasya.


Nampak rangga berbincang dengan dokter muda. Dia sambil manggut-manggut kemudian berjalan padaku.


" Silahkan dokter!" dia mempersilahkan kami masuk. Netraku bertemu dengan seorang gadis cantik yang membuatku berhenti bernafas saat melihatnya. Kakiku lemas persendianku terasa keluh.


.


.


.


Wah siapa ya yang di lihat oleh nasya???????????? Ikuti terus kisah mereka. Jangan lupa like.

__ADS_1


__ADS_2