
" Silahkan dokter!" dia mempersilahkan kami masuk. Netraku bertemu dengan seorang gadis cantik yang membuatku berhenti bernafas saat melihatnya. Kakiku lemas persendianku terasa keluh.
" Sayang ... Ayo!" ajak Rangga yang memeluk istrinya.
Nasya menatap tak percaya yang ada di depan matanya. Nasya menatap wajah cantik itu dengan tatapan mata sendu dan tak memiliki gairah kehidupan dalam dirinya. Nasya menyentuh pundah gadis itu. Sejenak gadis itu menatap Nasya matanya berkaca-kaca.
" Kak ... Apa ... Kah ka ... Mu melihat Nasya-ku!" serunya diikuti tawa menyeramkan.
Deg.
Hati nasya sakit saat gadis di hadapannya ini tak ingat dirinya sama sekali. Nasya mendekat dengan hati-hati karena dokter mengatakan bahwa gadis ini memiliki rasa bersalah yang amat dalam.
" Dis .... Aku datang. Kamu kenapa? Apa yang terjadi? Mana gelar doktermu saudaraku," ucap nasya iba. Perempuan itu tak menghiraukan perkataan nasya dia asik menatapi wajah nasya dalam bentuk foto. Namun gadis itu tak menatap nasya lagi setelah tertawa. Foto yang d bawa Disya adalah foto mereka saat kecil.
" Bagaimana bisa kak aku menyukai laki-laki yang menjadi suamimu. Bahkan aku tak memikirkanmu lagi sebagai saudara kembar. Kita di pisahkan karena aku cemburu padamu kak. Kamu pun rela tak menyapaku demi kebahagiaanku," gerutu Disya yang menatap foto itu. Sumpah demi apa nasya tidak tahan melihat saudara kembarnya ini seperti demikian. Nasya lari dari ruangan itu. Rangga menyusul dengan tanda tanya di hatinya.
" Sya ... Dia? Apakah saudara kembarmu? Tapi kenapa bisa? Kalian tidak sama," ucap Rangga padanya.
" Panjang ceritanya mas. Nanti aku akan ceritakan perlahan. Tapi ceritakan padaku mas kenapa Nasya seperti itu," nasya sudah rak bisa menahan rasa penasarannya. Mana mungkin seorang dokter spesialis berakhir seperti ini. Bukankah harusnya dia baik-baik saja.
" Maafkan aku sya ... Perlakuanku padanya memang kurang baik saat kamu pergi. Disya mungkin terbiasa dengan sikapku yang humble. Namun saat itu sudah menyangkut keluargaku siapapun aku tak akan mentolerir. Kata dokter dia depresi karena tertekan.
" Apakah kamu sejahat itu mas?" tanya nasya mengambang. Rangga mengangguk pasti.
" Aku sudah mengatakan padamu waktu itu jangan meninggalkanku. Namun kamu meninggalkanku seorang diri setelah kita bercinta semalaman. Bahkan kamu tak memberikan kesempatan padaku untuk menjelaskan. Pada saat itulah awal keburukan terjadi pada Disya.
...----------------...
__ADS_1
3 Tahun lalu ...
Rumah sakit milik rangga nampak ramai pasien. Disya pun nampak sibuk oleh pasien-pasiennya. Rangga menatapnya dengan nanar. Dia memanggil bagian kepegawaian untuk ke ruangannya.
" Bisakah kamu mengatur rute kerja dokter Disya ke rumahku? Biarkan dia merawat putriku," ucap dokter rangga dengan dingin dan tanpa tersenyum. Siapapun yang berada di posisi orang tersebut pasti mengangguk iya. Satu karena sang direktur kedua karena tatapannya yang kurang bersahabat pada sekitar.
" Bisa ... Dokter. Terus untuk pekerjaannya di rumah sakit bagaimana dok?" tanya sang pegawai.
" Buat dia resign dari rumah sakit. Aku tidak bisa mempekerjakan wanita ular di rumah sakit ini. Cepat laksanakan jangan menunda apapun!" perintah rangga bagaikan sebuah kewajiban. Sang pegawai mengerti jika itu artinya dokter Disya sudah melakukan kesalahan.
" Baik ... Permisi dokter!" pamitnya kemudian.
Hari ini adalah hari dimana Disya di berhentikan dari rumah sakit milik rangga. Sebenarnya semua dokter tak paham dengan keputusan sang direktur tapi mereka yakin rangga memiliki alasan mengapa dia melakukan hal ini.
Di ruangan kepegawaian ...
" Saya pak ... Ada apa ya?" tanya Disya dengan serius. Pak anwar mencoba tersenyum untuk menanggapi Disya.
" Saya hanya menyampaikan perihal ini ( menyodorkan 2 amplop sekaligus ). Bacalah dengan seksama. Jika ingin bertanya maka bisa di tanyakan langsung pada pak direktur ya!" seru pak anwar. Disya mengangguk paham dan tersenyum serta berpamitan keluar untuk ke ruangannya.
Disya berjalan ke arah ruangannya dengan deg-degkan. Kenapa ada surat untuknya. Dia membukanya ketika berada di dalam ruangan. Surat pertama ada cek dengan jumlah yang tidak kecil dan tertuliskan Pesangon Resign. Mata Disya terbelalak saat melihat cek itu. Dia segera membuka amplop kedua. Di sana menjelaskan bahwa di keluarkan dari rumah sakit dan di pindah kerjakan di rumah pak Rangga sebagai pengasuh putrinya yang masih balita. Senyum itu pun antara di dua pilihan. Yang pertama dia akan tinggal di rumah rangga yang kedua dia harus meninggalkan rumah sakit. tapi yang jelas ini bukanlah sebuah pilihan namun sudah final.
" Baiklah kak ... Jika ini yang kamu inginkan," lirih Disya sambil tersenyum.
Sore hari Disya berkunjung ke rumah rangga yang berada di kawasan elit kota. Rumah yang tak begitu besar namum nyaman di tempati.
" Masuklah!" seru rangga pada gadis itu. Disya berjalan mengikuti masuk rangga. Ketika sampai di ruang tamu. " Duduklah!" seru rangga dengan tatapan tajam tanpa senyum.
__ADS_1
" Terima kasih kak," jawabnya kemudian duduk.
" Kamu tahu mengapa saya pindah kemari dan harus memberhentikanmu?" tanya Rangga dengan dingin.
" Untuk merawat putri semata wayangmu. Mungkin karena istrimu tak sanggup maka kakak butuh bantuanku," jawabnya dengan tanpa rasa bersalah sama sekali.
" Apa yang kamu lakukan pada istriku Disya? Selama ini aku sudah berbuat baik padamu dalam hal apapun. Apakah ini balasanmu untukku? Benarkah aku harus menyesal mengenalmu Disy?" tanya rangga dengan mata beekaca-kaca.
" Kak .... " ucap Disya parau. Dia melihat rangga kecewa padanya.
" Aku menyesal pernah mengenalmu Disy. Kau tahu aku butuh waktu tidak sebentar untuk bersatu dengannya. Aku bahkan membuatnya menderita sangat lama. Saat aku mulai membahagiakannya kenapa kamu malah menghancurkannya Dis. Apakah itu yang di namakan saudara?" ( Rangga menghapus air matanya) raut wajah rangga berubah saat setelah menghapus air matanya.
" Kak ... Aku cemburu pada kalian. Aku yang mencintaimu lebih dulu bukan Nasya. Percayalah aku tak ada maksud lain!" seru Disya yang sudah menangis di hadapan rangga. Namun laki-laki itu menatapnya dengan sinis.
" Nona Disya tugasmu di sini hanyalah merawat putriku dengan baik sampai ibunya aku temukan. Jangan melampaui batasmu. Jangan membuatku bertindak kasar padamu. Ingatlah lain kali jangan membuat jebakan murahan yang kau kirimkan pada istriku," ucap Rangga kemudian berdiri serta pergi dari hadapannya. Beruntung rangga tak memperjang masalah adegan sur dalam foto tersebut.
" Kak ku mohon jangan bersikap seperti ini! Disya cinta sama kakak," Disya memegang kaki rangga.
" Lepaskan ! Aku harus beristirahat," dengan teganya rangga mendorong Disya dari kakinya hingga gadis itu tersungkur. Disya nampak menangis namun empati rangga sirna begitu saja. Rangga benar-benar muak dengan para perempuam di dekatnya. Baginya Nasya sudah cukup baik menjaga harga dirinya meskipun dia mencintai rangga semenjak dulu tapi dia tak pernah berusaha merusak hubungannya dengan rubi. Malah sebaliknya nasya lah yang berupaya menolong rubi saat itu namun di salah artikan oleh rangga.
" Aku merindukanmu sayang ... Lihatlah gadis itu dia akan membayar semua kesedihanmu dan ketidak berdayaanku serta rasa kehilangan yang di alami oleh flo," lirihnya sambil menaiki tangga tanpa memperdulikan Disya yang menangis.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, komen, subscrice. Thank you ......