Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 44


__ADS_3

Nasya nampak Syok smendengar setengah dari perjalanan kisah suaminya dan Disya. Nasya tak menyangka perihal buruk terjadi pada kehiduapan Disya setelah mereka berpisah. Rangga menyentuh telapak tangan istrinya.


" Kita pulang sekarang!" seru rangga pada Nasya.


" Tapi mas ... Disya?" tanyanya agak mamong.


" Sudah ada dokter yang merawatnya sayang," jawab rangga memastikan untuk kesembuhan Disya. Nasya mengangguk patuh. Hatinya saat ini tak mampu di ajak untuk sekedar berkompromi saja.


Mereka pun melewati Hari ini dengan perasaan tak menentu. Jelas sekali nampak di wajah Nasya ada gurat penyesalan tentang keadaan Disya. Nasya yamg bersedih ingin rasanya menghubungi kakaknya.


Ketika berada di balkon rumah ...


" Kak ... Disya!" serunya sambil menangis.


" Biarkan semuanya berjalan Sya. Disya begitu bukan karena salahmu. Dia sendiri yang bermain api dalam kehidupanmu. Rangga tak bisa di salahkan sepenuhnya. Dia menginginkanmu sebagai istrinya bukan Disya. Kau pun salah meninggalkan suamimu tanpa mendengar alasannya," ujar azzam tanpa jeda. Dia tak ingin adiknya itu salah kaprah. Sudah cukup dia berempati pada Disya selama ini.


" Kak .... " lirih Nasya.


" Temuilah suamimu. Minta maaflah atas salahmu. Dia cukup sabar selama ini mencarimu. Bahkan dia rela mengeluarkan berapapun demi menemukanmu," nasihat AzzAm padanya.


Nasya pun mengakhiri panggilannya bersama azzam. Nasya menghela nafas berat. Dia kali ini yang salah. Rangga sudah berusaha demi dirinya. Dia masih menatap langit senja rumahnya. Namun ada tangan menyentuh pundaknya.


" Minumlah sayang ... " senyuman itu tampil di wajah suaminya yang selama ini sabar menantinya.


" Mas ... Jangan membuatku merasa bersalah. Kamu bahkan sangat baik sekali," jawab nasya sambil memegang tangan suaminya. Rangga kembali terkekeh mendengarnya.


" Tumben sekali gadisnya Mas Rangga ini ngomongnya manis. Udah beneran dewasa nih?" tanya rangga usil. Nasya manyun seketika membuat tawa rangga meledak.


Hahahahaha.

__ADS_1


Tawa itu sangatlah menawan. Nasya merasa bahagia saat menjadi bagian dari belahan jiwanya. Pemuda itu yang dulu sempat menghindarinya bahkan menjauhinya.


" Gadis darimana udah gol dari dulu juga," jawabnya lempeng. Rangga jadi menambah voltase tawanya yang selama ini di pendam.


" Love you sayang ... " godanya. Nasya mulai menatap aneh ke arah suaminya.


" Roman-romannya udah ada yang beres nih ya mas. Bulu kuduk udah mulai merinding ini," lirih nasya tapi rangga malah melotot.


" Mmm .... Di kira jargon demit kali suaminya. Masak iya di kira udah bikin bulu kuduk merinding aja. Yang bener dong sayang," rengek rangga pasa istrinya. Nasya kali ini menertawakan wajah suaminya yang sudah aneh sekali itu.


Rangga menggapai nasya. Dia memeluk erat istrinya itu. Mereka saling melepas rindu yang mendalam. Sementara putri mereka ada di rumah omahnya. Rangga ingin menikmati kembali waktunya bersama sang istri.


" Mas ... Maafin Nasya ya sudah sangat merepotkanmu. Selalu saja menemukan hal-hal yang membuatmu marah. Aku sebenarnya tak ingin seperti itu mas. Tapi aku entahlah pergi sebenarnya tak ingin tapi hatiku yang lainnya mengatakan bahwa aku sangat egois bahagia di atas ketidak sukaannya pada hubungan kita," ucapnya dengan menatap rangga. Suaminya itu hanya tersenyum.


" Kau benar-benar mengujiku gadis idiot. Tidak cukupkah kamu mengusikku dari awal pernikahan bersama rubi sampai akhirnya takdir menyatukan kita. Setelah aku menemukan kebahagiaan kau benar-benar tega pergi begitu saja tanpa memikirkan diriku yang kehilangan akal ini. Kenapa otakmu itu tidak pernah pandai dalam hal cinta. Mengesalkan. Bukankah kau membuat sangat marah?" tanya rangga setelah memprotes istrinya itu. Nasya tersenyum dan memeluk suaminya dengan mesra.


" Benarkah? Aku sudah mengusik hatimu semenjak menikah dengan mbak rubi?" tanya nasya tak percaya. Rangga menatapnya secara intens.


" Kali ini aku harus benar-benar meminta maaf pada mbak rubi karena membuatmu mengingatku saat bersamanya," ledek Nasya dengan mencibir. Rangga merengkuhnya dengan sangat mesra.


" Kau benar sayang ... Kau harus meminta maaf pada rubi. Hmmmm ... Sudah membuat suaminya terlibat skandal dalam hatinya dengan perempuan lain," jawabnya dengan menciumi istrinya.


Guyonan kedua insan itu menjadi harmonika dalam setiap keadaan. Sudah lama Rangga merindukan istrinya ini. Dia hanya ingin menikmati kebersamaannya dengan Nasya. Gadis itu benar-benar meninggalkannya hanya karena merasa tidak enak pada Disya. " Kata tidak enak" itu benar-benar menghancurkan rumah tangganya sementara waktu.


Tidak ada yang tersisa kala itu. Rangga mencoba bertahan dengan sisi gelapnya. Dia mencoba memahami keadaan yang dia jalani kala itu. Hanya saja dia berharap kebaikan dalam rumah tangganya. Dia membawa Disya ke rumah hanya ingin memperlihatkan padanya bahwa Nasya adalah nyonya rumah ini dan dia adalah satu-satunya wanita yang kini merajai hatinya.


...****************...


Flash back on ...

__ADS_1


Di kamar pribadi Rangga ..


Pemuda itu masih keluar dengan handuk piyamanya. Sedangkan di dalam kamar ada Disya yang tiba-tiba saja masuk dan membersihkan ruangannya. Rangga langsung melotot ke arah gadis itu.


" Apa yang kamu lakukan!!!" suara bariton itu memenuhi ruang kamar. Disya menatap pemuda itu dengan tersenyum manis.


" Aku membantumu membereskan kamar," jawabnya dengan bahagia. Disya mendekat namun kata-kata yang di lontarkan oleh Rangga nampak menyakiti hatinya sehingga dia mematung di tempat.


" Seperti pelacur! Benar-benar menggelikan. Ijazah boleh dokter tapi kelakuannya seperti tukang pijat di tikungan sana!" bentaknya sambil menutup pintu dengan keras.


Brakkkkkk.


Disya kaget dengan kata-kata yang di lontarkan oleh pemuda tampan itu. Disya meloloskan air matanya dengan sendirinya. Kakinya terasa berat tapi dia melangkah saja meskipun terseok- seok.


Apakah seperti ini rasanya tak diinginkan. Bahkan saat Nasya tak berada di sini saja dia masih membuatku tidak nyaman. Aku juga cantik bahkan aku lebih berprofesi di bandingkan nasya. Tapi kenapa dia begitu menyukai Nasya. Wajah kami pun tak jauh berbeda. Batin nasya dengan rasa iba dalam hatinya.


Setiap hari bahkan setiap saat selalu di tolak oleh pemuda itu. Sikapnya yang kasar tak pernah terfilter dengan baik. Bahkan ego-nya pun melukai hati Disya.


Saat Disya mengajak main Flo di ruang bermain nampak Rangga mendekati putrinya.


" Hay ... Sayangnya papa? Gimana kabarnya hari ini? Tanya rangga sambil mencium putrinya. Flo menggeleng sedih dan menjawab namun jawaban itu terasa kembali menambah luka.


" Enggak baik ... Mami belum balik ya pi? Papi jahat sih sama mami. Kan udah flo bilang jangan main kasar-kasar sama mami. Kesel tahu gak sih pi saat mami gak ada gini. Flo jadi kangen berat," jawabnya seperti anak yang sudah dewasa. Rangga hanya tersenyum kecut.


" Papi ... Pastikan mamimu kembali secepatnya! Jangan khawatir sayang," jawab rangga sambil melirik Disya yang telah menunduk dan kecewa.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa likeeee subscribe yaaaa makasihhhhh. Lama tak jumpa ya sama up-nya hihihi. Sorry ya. Author-nya aleman nih hihihi.


__ADS_2