
Klik.
Pintunya di kunci dari dalam.
Blasshhhhh. Rasanya kali ini rangga sudah merasa ada yang aneh dengan sikap Nasya.
" Kok di kunci?" lirih rangga.
Rangga jadi mondar - mandir di depan kamar. Dia merasa kebingungan. Ini sebenarnya ada apa dia marahnya kenapa? Tapi rangga mencoba tenang. Tidak mungkin dia berdiri seperti orang gila di depan pintu nungguin seseorang yang ternyata orangnya udah bobo. Rangga pun memutuskan untuk pergi ke kamar.
" Ini ... Beneran gue yang salah? Come on Nasya itu hany foto. Gue juga gak cinta sama Disya. Foti itu ucapan terima kasih atas maka siangnya. Ngeselin ya lama-lama makhluk yang bernama perempuan ini. Ribet. Harusnya saat ini gue yang marah. Niatnya gue yang mau balas dendam kenapa malah dia yang bikin gue kesel. Gak bisa di diemin ini anak merusak harga diri gue nih," gerutu rangga dengan masih mondar mandir di dalam kamar.
Dengan kekesalan yang agak membuncah dia pun menelpon Nasya yang sejatinya kini bersebelahan dengan dirinya. Nasya yang melihat telpon masuk dari suaminya itu mulai tersenyum jahil. Dia angkat dengan mode ngeselin.
" Kamu ngapain kunci-kunci pintu kamar flo segala. Nanti di kira sama mbak ada apa???" suara rangga agak di pertegas olehnya.
" Ya ... Biarin aja ngapain mikiran mbak. Kurang kerjaan amat apa aku yang mikirin si mbak," jawab Nasya ikut-ikutan sewot tapi di buat-buat olehnya supaya rangga makim kesal.
" Ngeselin amat sih kamu Sya. Apa alasannya kamu nutup pintu," ucap rangga semakin kesal.
" Ya ... Kan terserah aku dong mas. Mau di tutup mau di buka mau di kunciin juga. Toh, untuk apa aku di kamar mas gak guna aku di sana. Gak mau pegang juga kan ? Ya udah ngapain masih tanya-tanya," jawaban nasya membuat rangga semakin membuncah kesalnya.
" Nasya buka gak pintunya? Mau gue dobrak biar flo bangun nangis semalaman," ucap rangga sedikit mengancam.
" Ya ... Dobrak aja mas sekalian tetangga biar bangun semua!" jawabnya ikut kesal beneran.
__ADS_1
" Sya ... Jangan bercanda. Aku dobrak sungguhan kalau kamu gak keluar. Sumpah gak aku ampunin kamu bentar lagi kalau pintu sampe kubuka dengan cara lain," ancamnya sekali lagi. Dia benar-benar sudah gemas pada perempuan itu. Dia menahannya berbulan-bulan supaya tak menyentuhnya kali ini gadis itu ngeselin sekali.
" Biarin ... Terserah. Dasar resek banget!" srru Nasya dan menutupnya.
Nasya yang sudah menutup ponselnya langsung tertawa cekikikan seperti suara kuntilanak. Saking bahagianya ngerjain rangga. Nasya tahu jika disya memang menyukai lelaki itu. Tapi nasya juga tahu bahwa rangga bukanlah orang yang mudah jatuh cinta. Tapi hanya alasan inilah yang bisa membuat rangga menelponnya seperti saat ini.
" Anak ini ya bener-bener ngeselin. Awas aja bentar lagi aku buka tuh pintu. Jangan harap bisa kabur dari kamarku," sungut rangga kemudian bergegas mencari duplikatnya. Dia harus menemukannya supaya bisa memberi pelajaran pada istrinya itu.
15 menit dia mencari kunci itu akhirnya di temukan. Rangga pun mengkode si mbak set. Jam lagi ke kamar flo. Sesampainya rangga di depan kamar putrinya. Nasya yang sudah mencoba untuk memejamkan mata. Dia merasa ada yang mengangkat tubuhnya. Tapi dia merasa hanya sedang bermimpi. Jadi di teruskan tidurnya.
" Masuklah mbak temani flo," lirih rangga.
setelah si mbak masuk ke dalam kamar. Nasya yang merasa mendengar suara lirih rangga dan dia mulai merasakan ada pergerakan di antara tubuhnya. Dia mencoba membuka matanya. Namun hal itu malah membuat dirinya melotot karena kini sudah memasuki kamar rangga.
" Eh ... Ngapain mas ! Turunin gak? Main culik-culik aja gak sopan," kesalnya saat tubuhnya di boyong suaminya.
Rangga menaruh tubuh nasya di ranjang king size milikmnya. Nasya mulai mundur dari rangga dan mempercepat pergerakan ke belakang.
" Mau ... Apa kamu mas?" tanya nasya begidik ngeri saat rangga bersikap terlalu intens. Lelaki itu menjawab sekenanya. Karena dia tak bermaksud apa-apa.
" Aku kan sudah bilang tak akan mengampunimu sya," rangga mendekat untuk meraih dagu istrinya.
" Mas ... Biarkan aku pergi! Jangan seperti ini. wajahmu nampak seperti orang yang jahat. Minggirlah mas!" teriaknya. Namun suara itu menurun karena dia memang selalu berdebat semenjak tadi pagi dia sudah capek di tambah istrinya yang ngambek -ngambek gak jelas.
" Diamm," jawabnya dengan lembut. Dia pun diam seperti ada yang mnyuruh berhenti. Dia mendengar suaminya berdoa seraya memegang ubun-ubun. Nasya mendelik saat dia mengatakan doa bersetubuh dengan perempuan.
__ADS_1
" Mas ... Gak bener ini! Udah deh jangan gitu bikin aku takut," jawabanya itu memberikan sebuah pertanyaan pada nasya yang malam berfikir jika hal itu berhubungan dengan dia berharap dunia sekarang berhenti. Hatinya sudah tak aman saat ini.
Rangga yang awalnya hanya ingin membuat Nasya Kapok tapi saat ini rangga melupakannya. Dia tak ingin nasya berfikir bahwa dirinya sedang mencintai Disya karena hal itu bohong dan tidak mungkin. Seketika rangga menjadi kamar itu menyulap kamar tersebut menjadi romantis. Tak ada yang di planning tak ada yang memprediksi. Nasya yang baru tadi ngobrol dengan mbak wardah tentang mengguide mas rangga tapi malah tidak sesuai dengan prediksi. Ini malah mas rangga tak ikut dalam permainannya.
" Mas ... Lepaskan," lirih Nasya namun suara nasya terdengar sangat manja di telinga rangga saat ini. Rangga yang biasanya tersenyum kini jadu tersenyum dan mencium nasya dengan lemah lembut.
" Biarkan seperti ... " jawab rangga dengan nada lirih pula. Dia menikmati setiap pergerakan tubuh Nasya yang merespon dengan baik. Rangga tersenyum saat Nasya menikmatinya.
" Apakah senyaman itu sayang," suara serak itu membuyarkan fokus Nasya. Dia akhirnya sangatlah malu dengan perlakuan rangga saat ini.
" Jangan seperti ini mas," ujar Nasya sambil melengos ke arah samping.
Sumpah. Aku pengen ngumpat saat ini. Laki-laki yang memikili sebutan suami di hadapannya kini sangatlah menyebalkan. Dia berada dalam kungkungannya tapi masih sempat-sempatnya mengatakan hal yang membuat nasya badmood. Langsung hilang seketika rasa yang susah di artikan itu.
" Kenapa? Apakah aku sangat menyebalkan saat ini sayang," goda rangga pada nasya. Gadis itu menatap suaminya dengan tatapan jengkel.
" Minggir mas!" serunya dengan sarkas karena kesal sekali. Rangga jadi terkeke dengab sikapnya itu. Lucu.
" Yakin ? Tidak mau ku sentuh saat ini," godaan rangga kian menjengkelkan di telinga nasya saat ini.
" Lupakan! Aku ingin tidur minggir .. " kesal nasya.
.
.
__ADS_1
Ya elah thor gak jadi nih MP-nya ngeselin yak hahahah. Jangan lupa dukungan ya mkshhhhhh sayang. Love you so much.