
Nasya berusaha untuk bangun dari rebahannya. Namun reyhan masih tak bergeser sedikit pun dan dia masih setia dengan senyumannya.
" Minggir mas ..." lirih Nasya sekali lagi tanpa memandang suaminya. Rasanya jantungnya mau lepas sekarang juga.
" Iya ( Spontan), Eh, enggak mas ... Mana bisa aku cemburu pada kamu," jawab nasya meralat ucapannya sebelumnya.
" Dia ... Hanya dokter baru di rumah sakit sya. Aku tidak ada apapun dengannya. Itu hanya sekedar foto," jelas rangga pada istrinya yang masih diam saja. " Sya ... " panggilnya lagi.
" Iya .... Mas nasya ngerti . Tadi nasya hanya bercanda. Mana bisa kamu cinta sama orang lain lagi selain mbak rubi," jawabnya kemudian. Karena nasya tadi memang beneran pura-pura kesal padanya. Sedangkan dirinya paham jika reyhan tak mungkin kembali jatuh cinta.
" Sudah alih profesi?" tanya rangga masih dalam posisi yang sama.
" Mas bisa gak minggir, jangan kayak gini. Gerah nih mas bisa gak fokus denyut nadiku," ujar nasya yang mulai gusar.
" Memangnya aku menarik ya sya," klarifikasi rangga padanya. Namun kali ini nasya menatap suaminya.
" Mas jika tidak minggir aku beneran akan khilaf dan membuatmu menyesal sudah dalam posisi ini," ancam nasya dengan tatapan membunuh. Rangga hanya mengangkat alisnya untuk melihat apa yang dia lakukan. Untuk seperkian detik akhirnya Nasya mencium Rangga dengan beraninya.
Pemuda itu awalnya kaget. Namun dia mulai terbawa suasana. Semenjak pertemuannya dengan izdi di ancol. Mereka jadi sering melempar perhatian meskipun hanya beberapa kali.
Rangga kali ini memimpin adegan ciuman itu. Nasya jadi melotot saat rangga menjelajahi benda kenyal berwarna pink itu. Aroma lipstik yang tercampur dengan lipglos membuat rangga kian menikmatinya dan tak membiarkannya lolos sedetik pun.
" Mas cukup ... Jangan merambah kemana-mana. Bukankah kamu tidak ingin mengkhianati mbak rubi? Bukankah pernikahan ini juga bukan atas dasar cinta. Maka jangan lakukan jika akan merugikan sebelah pihak mas," omelnya panjang lebar.
" Tidakkah kamu mencintaiku?" tanya rangga.
" Kok tanya Nasya," jawab nasya yang terheran.
" Berikan aku hak atas dirimu terlebih dahulu. Setelah itu aku akan menceritakan semuanya padamu.
__ADS_1
" Hak yang mana mas?" tanya Nasya heran. Dia merasa heran dengan perubahan sikapnya ini.
" Semua yang ada pada dirimu sya. Semuanya berikanlah hak dan kewajiban itu padaku," jawabnya dengan mantap.
" Apa harus sekarang?" tanya Nasya nampak ragu.
" Tentu saja sya, aku merasa tak konsentrasi akhir-akhir ini. Aku butuh pelayananmu sya," suara seraknya menjadi khas malam ini.
Nasya yang mendengar jadi begidik ngeri. Pasalnya baru kali ini rangga mengutaraakan itu. Nasya masih menatap tak percaya pada rangga namun sejurus kemudian pemuda itu mencium nasya dengan mesranya.
Rembulan malam berpijak di waktu yang tepat. Saat sinarnya begitu indah, dua insan di sana tercipta untuk bersanding satu sama lain dengan kepedulian bahkan solidaritas. Nasya yang awalnya hanya orang lain kini malah menjadi orang terdekat. Itu hanya isapan jempol semata. Namun Allah benar-benar menjadikan gadis itu jodohnya saat ini.
Malam ini nuansa dingin merasuk dalam pori-pori kulit yang kini sedang bertelanjang dada. Rangga yang melihat nasya kedinginan di rumahnya sendiri mencoba menghaangatkan tubuh istrinya dengan sahu normal.
" Sya ... Bolehkah?" tanya rangga sedikit menghela nafas berat. Nasya pun bingung gimana. Tapi memang secara ilmiah rangga membutuhkan kontak fisik dengan istrinya. Nasya hanya mengangguk saja dia berharap makluk yang bernama suami itu besok tidak berubah-ubah lagi.
Malam yang kian larut membuat Rangga menikmati setiap inci dari yang namanya kenikmatan hakiki selama di dunia. Rasanya sungguh dia rasakan bagaimana nikmatnya bercinta dengan orang yang kita cintai bahkan dalam keadaan halal. Rangga memang bukan untuk yang pertama kalinya. Tapi kebahagiaan malam ini yang di saksikan oleh dinginnya malam, bintang yang bersinar bahkan dahan ranting dedaunan yang bergoyang mengikuti alunan setiap nada turut menyaksikan bagaimana rangga begitu menikmati kebersamaannya bersama sang istri.
" Mas ... Tadi gak pelan sih! Sakit nih," protes nasya dengan cemberut. Rangga yang tadinya udah khawatir aja jadi menepuk jidadnya karena di kira ada apa ternyata efek menjamah.
" Udah pelan kali sayang. Nanti mas kasih pereda nyeri deh. Yuk mas anterin ke kamar mandi bersih-bersih!" ajak rangga pada istrinya. Namun Nasya menolak karena masih sakit.
" Gak usah mas sekalian besok aja masih nyeri ini," jawab nasya tanpa malu.
" Udah pelan-pelan deh mas anternya," tanpa aba-aba Nasya sudah berada dalam gendongan rangga.
Ketika berada di kamar mandi....
Nasya memegang tangan suaminya saat ini. Rangga menoleh dengan wajah cool-nya itu. Nasya menatapnya dengan lekat untuk melihat dan mencari apa yang ingin di sampaikan.
__ADS_1
" Ada apa?" tanya rangga.
" Kenapa seberani ini melakukan hal itu? tidakkah menyesal melakukannya denganku. Aku bukan mbak rubi," ucap nasya pada suaminya. Rangga kemudian memegang pipi nasya yang halus dan cabi itu.
" Karena aku mencintaimu," jawaban rangga sukses membuat nasya melongo. Pemuda itu pun keluar dari kamar mandi membiarkan istrinya leluasa membersihkan diri. Dia tak ingin mengganggunya.
Demi apa nasya sangat bahagia dan bersemu merah saat suaminya itu menembak dirinya. Iya tepatnya dia menyatakan cinta di kamar mandi. Hahaha aneh. Gak ada tempat romantis. Semuanya jadi aksea sebuah kebahagiaan. Bagi dokter itu. Rangga mungkin sudah berkepala 3 tapi jiwa anak mudanya itu harus di asah biar tidak lekas tua.
15 menit.
25 menit
35 menit
55 menit
Rangga mulai gusar karena istrinya itu tak kunjung keluar dari kamar mandi. Dia mulai mengetuk pintunya.
" Sya ... Kamu baik-baik saja?" tanyanya sambil menengok ke arah dimana nasya berada.
" Sudah mas," jawabnya menyembul dari balik pintu. Rangga yang tak melihat orangnya langsung kaget kepalang bukan main.
" Sya kamu mau bunuh mas ya? Astaga jangan tiba-tiba menyembul. Mas kan jadi kaget," protes rangga namun di balas dengan ekspresi bingung.
" Lah ... Kan pak dokter gudangnya obat ngapain bingung tinggal ambil aja," jawab nasya kemudian mendorong rangga minggir. " Pergilah mandi mas!" seru Nasya kemudian. Rangga pun melenggang masuk kamar mandi dengan semangat. Dia yang tak suka bersolo karir akhirnya saat ini sudah meninggalkan status itu. Saking bahagianya dia sampai menjadi penyanyi dadakan kamar mandi. Nasya yang mendegar dari luar jadi heran.
" Semejak kapan Mas rangga jadi penyanyi kamar mandi. Ya Elah orang diam itu memang benar-benar aneh," monolognya sambik menggelengkan kepalanya.
.
__ADS_1
.
Sukses ya om rangga-nya pakai baju halal. Hehehe. Aku baru bisa up sebagai pengantar bubuk ya mksh pembaca. Semoga menghibur thank you... Jangan lupa vote, dukung pke like gift subscribe-nya.