
Rangga pun dengan pelan-pelan membawa istrinya ke kamar untuk istirahat. Saat ini rangga terpaksa harus memberinya obat penenang lagi. Karena nasya sempat histeris.
Rangga segera memeriksa istrinya dan memberikan obat penenang supaya gadis itu beristirahat. Rangga kemudian ke balkon untuk menelpon seseorang.
" Kenapa kamu datang ke apartemen kakak?" tanya rangga pada farish melalui ponselnya yang lama tak menjawab. Dia aneh melihat gadis cantik sepertinya dalam keadaan buruk demikian.
" Kak ... Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menakutinya. Aku benar-benar tidak percaya jika dia memiliki traumatic seperti itu," jawabnya dengan lirih. Rangga hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan lega. Akhirnya farish tak menganggapnya sebelah mata.
" Baiklah ... Untuk kali ini kakak maklumi. Karena tugas kakak sebenarnya menyembuhkannya tapi kakak sendiri sedang enggan dekat dengannya. Tapi dia istri kakak farish," jawab rangga namun dia tak menanggapinya.
" Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya farish sedikit khawatir.
" Sudah kakak kasih obat penenang supaya beristirahat," jawab rangga sebelum mengakhirinya.
...****************...
Apakah aku keterlaluan sekali padanya. Tapi aku tak berniat membuatnya memgingat trauma itu dan aku pun tidak tahu jika dia memiliki suatu hal yang di takuti di masa lampau-nya. Batin farish merasa bersalah pada gadis itu.
Di dapur ...
Rangga menyiapkan buah-buahan untuk istrinya. Dia rela capek-capek di dapur dan bolos kerja demi istrinya yang sakit saat ini.
Nasya mungkin bukan prioritasnya tapi gadis itu adalah istrinya dan ibu bagi putrinya saat ini. Mau tidak mau rangga harus mengembalikan kewarasan gadis itu seperti sedia kala. Jika tidak bisa berbahaya bagi putrinya. Rangga kemudianmembawa buah-buahan itu ke kamar. Rangga meletakkan irisan buah-buahan yang dia bawa.
" Makanlah! Supaya tenagamu segera pulih. Maafkan aku tadi aku berikan beberapa dosis untuk menenangkanmu," ucap rangga tanpa menatap ke arah nasya.
" Bahkan ... Suamiku sendiri saja enggan menatapku. Hanya orang lain yang mesum yang menginginkanku," jawab nasya dengan miris.
" Akan membunuh mereka yang berani-beraninya menyentuhmu," jawab rangga singkat. Nasya jadi terkekeh.
__ADS_1
" Mana mungkin kamu bisa membunuh mereka jika kamu saja sibuk dengan duniamu sendiri. Jangan mengatakan hal yang tak bisa kamu lakukan," ejek nasya pada suaminya.
" Makanlah ... Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu," jawab rangga membuat gadis itu tertawa sumbang.
" Aku sedang tidak ingin," jawab nasya sambil membenahi posisinya untuk kembali berbaring. Namun siapa sangka rangga mengambil irisan buah dia ambil dengan mulut dan menarik nasya serta memasukkan ke mulutnya.
" Apa yang kamu lakukan !" teriak nasya dengan kesal. Karena rangga selalu seenaknya sendiri.
" Makan sekarang atau aku akan menyuapimu dengan mulutku ini sampai potongan buah itu habis," ancam rangga dengan sangat kesal. Akhirmya dengan sangat terpaksa nasya memakannya perlahan.
" Selalu semaunya sendiri," gerutu nasya yang bisa di dengar oleh rangga.
" Jangan berbicara satu lagi atau kalau tidak kamu akan menyesal telah mengatakannya. Makanlah dengan benar. Gunakan mulutmu itu untuk makan jangan menggerutu tidak jelas," jawab rangga sambil membaca buku di kursi.
" Sebel ... Salah lagi. Ngapain juga di nikahin mending di rumah juga. Gak ada yang ganggu bisa kerja ke butik," selorohnya dengan lirih supaya suaminya gak dengar. Nasya juga langsung menutup tubuhnya dengan selimut. Dia sagat kesal iya. Rangga begitu jeli terhadap aktivitasnya.
Saat nasya sedang asik dengan pikirannya. Tiba-tiba tubuhnya seakan - akan ada yang menarik dari belakang. Ternyata rangga yang melakukannya saat nasya mau mengatakan sesuatu.
Rangga lagi-lagi tanpa permisi lelaki dewasa itu mencium istrinya tanpa permisi. Nasya mencoba mendorong suaminya tapi rangga malah menikmati ciuman sepihak itu. Nasya pun menyerah untuk menyingkirkan tubuh suaminya. Hingga akhirnya rangga sendiri yang menyelesaikannya.
" Sudah ku katakan akan ku buat kamu menyesal jika mengatakan sesuatu lagi. Ini adalah peringatan untukmu. Lain kali jika aku mengatakan sebuah peringatan padamu masih kamu langgar. Aku pastikan kamu habis di atas ranjang ini," jawab rangga yang membuat nasya menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Rangga kemudian berlalu ke kamar mandi.
Dia benar-benar sudah gila. Dia melakukan ciuman sepihak. Tanpa meminta ijin main serobot. Untung saja aku ingat dia suami kalau bukan udah aku gigit tadi. Ngeselin. Dokter cabul nikah maksa nyium juga maksa. Jangan sampe gituan pun maksa. Ngeri. Kayaknya aku harus nge-rem mulut ini. Bisa-bisa aku habis di embat sama dia. Batin nasya sambil tidur kembali.
Di kamar mandi ...
" Ngapain tadi pake acara nge-kiss dia segala. Lagian hasrat ini kenapa gak bisa di pendam sih. Keterlaluan hati ini. Jaim dong ngga jangan main serobot. Pasti kamu udah di kirain mesum sama dia. Hmmmm ... Gadis itu memang selalu bisa membuat takhluk hati ini. Tapi, sayang sekali ada hal lain yang membuat kami berjarak," monolog rangga di kamar mandi.
Hari ini kebersamaan mereka membuat situasi canggung. Rangga namun mencoba bersikap biasa setelah kejadian itu. Tapi nasya benar-benar tak bersuara. Dia khawatir laki-laki itu bertindak aneh-aneh lagi. Rangga sesekali juga melirik nasya.
Apa dia tidak ingin beranjak. Batin rangga.
__ADS_1
Sedang nasya sudah ingin keluar dari ruangannya. Dia memberanikan diri mengatakan suatu hal pada suaminya.
" Ngga ... Aku mau lihat putrimu ya?" tanya nasya dengan perlahan.
" Panggil aku mas. Aku ini suamimu bukan temanmu," protes rangga. Padahal sedari kemarin dia tak peenah memprotes segala panggilannya. Nasya oun mengangguk khawatir kejadian tadi terulang lagi.
" Iya ... M..as," jawabnya gugup.
" Pergilah ... Tapi jangan lama-lama. Kamu pun butuh istirahat penuh. Tadi kamu lupa sudah membuat dirimu dalam keadaan apa," jawab rangga mengingatkan.
" iya mas ... Hanya sebentar," jawabnya kemudian dan berlalu dari sna.
Nasya berlari keluar ke kamar si kecil.
" Bagaimana mbak keadaannya sekarang?" tanya nasya dengan mengelus-elus pipi flo. Ya rangga memberikan nama gadis kecil itu ' Zilvana Florencia Khan'. Rangga sangat menyayangi flora. Tapi dia memberikan pengawasan flora pada nasya. Itu artinya rangga percaya atas dirinya. Nasya sangat bahagia jika pemuda itu percaya padanya.
" Alhamdulillah tidak rewel nyonya. Saya permisi membuat susu dan mencuci ini ya nyonya," pamit samg baby sitter. Nasya mengangguk sambil tersenyum. Dia pun pergi dari kamar itu.
" Flo ... Jika sudah besar jadilah teman mami ya sayang. Papamu itu ngeselin flo, mami di buat kesel melulu. Mau kan ya flo?" nasya mencoba mengajak flo berkomunikasi. Si kecil flo nampak tersenyum bahagia.
" Maafin mami ya flo meskipun bukan mama kandung flo mami pasti menyayangimu flo. Mamamu itu orang baik flo bahkan dia lebih baik daripada papamu yang nyebelin itu," nasya berdecak kesal pada papa si bayi.
"Bagus ya udah kasih notif buruk ke flo tentang papanya. Mana ada mami yang kayak gitu. Flo ... Boleh ya papi hukum mamimu ini dengan cara papi," seloroh rangga yang tiba- tiba datang ke ruangan itu. Nasya jadi kaget dengan sahutannya.
" Eh .... !" seru nasya saat mendapat tatapan tajam dari suaminya.
.
.
Wehhhh, baru bisa up lagi kakak2ku semua. Salam kenal. Thank you sayanggkuuuu. Jangan lupa dukungannya untuk author ya! Dukungan kalian adl motivasi terbesar bagi kami. Makasih banyak sehat selalu untuk pembaca. Untuk author juga supaya bisa ngencengin updatenya.
__ADS_1