Gadis Idiot Dokter Rangga

Gadis Idiot Dokter Rangga
GIDR 45


__ADS_3

Flashback Off ...


" Sayang ... Tidakkah kamu ingin memberi flo seorang adik?" tanya rangga menatap istrinya dengan menggoda.


" Hentikan tatapan itu sangat menggelikan. Aku bahkan tidak tertarik," jawab nasya kembali mode lama.


Rangga yang mendengar penuturan istrinya jadi mengo. Dia semakin percaya dia nasya-nya. Gadis itu benar-benar tidak peduli dengan rangga seperti dulu kala.


" Wah, pelecehan kamu sayang. Suami setampan ini kamu bilang tidak tertarik. Katarak sungguhan kamu ini," ledek rangga dengan kesal. Nampak nasya terkekeh mendengarnya.


" Udah tua pak ... Jangan pake rayuan palsu. Pasti ujung-ujungnya ranjang. Adegan panas dan orang dewasa lakukan," ejek Nasya pada suaminya.


" Lah ... Kumat deh. Di kira nyonya nasya ini masih 20 tahun lagi. Udah lebih ibuk sadar," ledek rangga kembali. Nasya memutar bola matanya malas.


" Tapi aku masih Glow up dong mas rangga sayang," jawab nasya sambil mengedipkan matanya membuat rangga terkekeh.


" Hmmm ... Mulai genit dianya hahahahaha," tawa rangga pecah saat itu juga. Nasya masih saja menekuni sesuatu yang ada di tangannya itu. Rangga tak begitu memperhatikan apa itu, dia segera beranjak ke kamar mandi.


Seusai rangga keluar dari kamar mandi dia sangat kaget melihat istrinya menggunakan lingerie berwarna merah yang kian membuat kulit putihnya bercahaya. Rangga menelan salivanya sendiri dengan susah payah. Nampak nasya mendekati suaminya itu yang terlihat gugup.


" Ganteng ... Kok diem? Bukannya tadi udah menggebu pengen sesuatu," goda nasya dengan berani sekali. Tubuh nasya kian hari makin seksi saja di mata rangga.


jemari nasya bergerak menyentuh bidang dada rangga rangga sudah dag dig der Daia hahahahha. Lakok nyampe sponsor sabun detergen gini ya wkwkwk.


" Apakah yang di bawa sudah tidak muat? Bukankah sangat lama sekali tak menemukan alat untuk menyalurkannya mas," suara Nasya terasa menggoda di telinga rangga kali ini.


" Takkan ku biarkan kamu tidur malam ini sayang!" teriak rangga langsung menggendong istrinya dengan bersemangat dan menjatuhkannya di ranjang.

__ADS_1


" Aaahhhh mas geli!" teriak nasya ketika rangga sudah memulai aksinya. Rangga jadi terkekeh.


" Belajar darimana kamu ini gaya rayuan seperti ini. Aku suka sekali gayamu saat ini lebih menantang," ujar rangga sambil menyesap ceruk lehee istrinya. Aroma yang selama ini di rindukan oleh dirinya. Disya benar-benar membuat dirinya kehilangan nasya beberapa tahun. Disya benar-benar membuatnya gila kala itu. Tanpa ampun pun rangga memperlakukan Disya seperti bukan perempuan. Rangga menganggapnya benalu di setiap saat.


Malam ini rangga kembali bisa menyentuh istrinya dengan bebas. Apalagi saat Nasya dengan beraninya menawarkan diri dengan sukarela. Rasanya dia menemukan surga dunia yang telah hilang beberapa saat dari hidupnya. Keindahan ciptaan Allah yang kini hadir di depannya membuat rangfa tak hisa berkata. Maha indah ciptaan Allah dalam membuat bentuk. Seperti rangkaian bunga yang sepadu padan seras antara satu dengan yang lain. Ya merekah jika sudah waktunya. Timer-nya pas dengan takdir yang du gariskan oleh_NYA.


" Aahhhh ... Cukup mas! Ini sudah yang kelima. Aku bisa kehabisan oksigen jika di teruskan. Please! Kita masih memiliki banyak waktu," keluh Nasya kali ini. Dia kewalahan menghadapi ganasnya suaminya. Entah karena selama ini tak tersalurkan atau bagaimana.


" Maaf sayang .. Kan buka puasa setelah sekian tahun. Jadi sangat bahagia sampai melupakan jika kamu lelah. Thank you ... Semoga benihku segera bersemayam di sini," ucap rangga sambil mencium perut rata Nasya dengan bahagia.


" Aamiin ya robbal alamin ... " jawab nasya dengan bahagia. Saat mendengar rangga ingin memiliki anak darinya itu adalah hal yang sangat membahagiakan sekali.


Rangga dan nasya kembali beristirahat. Mereka benar-benar menikmati masanya dengan baik. Sudah cukup rangga kehilangan dan tak diinginkan oleh beberapa perempuan dalam kehidupannya. Kali ini dia takkan membiarkan rangga kehilangan siapapun dalam kehidupannya. Kecuali mautlah yang memisahkan kehidupannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Cantik. Pantas saja kau membuatku gusar setelah menikah dengan Rubi. Kau bahkan mencuri hatiku di H-1 pernikahanku dengan mama Flo. Jahat bukan kau ini???" lirih rangga dengan memainkan anak rambut di wajah istrinya.


" Siapa suruh mas kau itu terlalu jatuh cinta padaku. Untung saja mbak rubi tak menggantungmu di monas. Dia begitu sabar menghadapi sikap kekanakanmu itu. Melelahkan," cibir nasya dengan pura-pura mencebik. Rangga mulai gemes dengan sikap istrinya.


" Mulai ya ? pandai bicara ... Apakah banyak sekali yang kamu pelajari selama jauh dariku hah? Jawablah? Rupa-rupanya saat ini istriku ini lebih cerdas dari biasanya.


" Enak saja .... Emang udah cerdas dari dulu pak!" seru nasya sambil berdiri ingin ke kamar mandi. Namun bibir mungil nasya mengeluh sakit saat akan berjalan.


" Ahhh ... Ini sakit mas!" teriaknya. Rangga segera berlari mendekati istrinya.


" Mana mungkin sakit sekali? Kita sudha melakukannya dulu. Ini yang kesekian kalinya sayang," jawabnya dengan panik menatap ke arah bawah.

__ADS_1


" kamu melakukannya tidak pelan mas. Entah buru-buru kemana kamu ini," cebiknya saat kesusahan berjalan. Rangga kemudian menggendong istrinya.


" Mas bantu ya!" pinta rangga. Nasya mengangguk setuju. Dia tak ingin berjalan seperti siput. Ini sangat tidak nyaman lengket-lengket. Rangga menaruh istrinya di dalam bathup. Rangga juga memasukkan wewangian aroma therapi kesukaan istrinya.


" Mas ... Keluarlah! Aku akan bersihkan sendiri," pinta nasya yang masih saja sungkan pada suaminya itu.


" Tidak apa-apa. Mas bantu ... Kamu nikmatilah airnya biar tubuhmu rileks sayang," jawab rangga sambil memijat istrinya dalam bathup. Ya, rangga belajar dari sahabatnya izdi tentang membahagiakan istri. Dia benar-benar ingin membahagiakan nasya dengan kemampuan yang dia miliki.


Nasya memegang tangan suaminya.


" Mas ... Jangan! Mana ada suami yang melakukan hal ini. Jangan membuatku dosa," ucap nasya sambil menunduk perlahan. Rangga mengangkat dagu istrinya dengan lembut.


" Aku melakukannya karena aku mencintaimu lebih dari siapapun saat ini dan seterusnya. Jangan sungkan aku hanya memberikan hakmu karena kamu sudah memenuhi kewajban istri dnegan sangat baik," jawab rangga sambil memeluk istrinya dengan mesra.


Dari arah pintu luar kamar ...


" Papa! Good morning ... " teriak seseorang di luar sana. Rangga menatap istrinya.


" Putrimu sudah memanggilku. Ijinkan aku menemuinya," pamit rangga. Nasya terkekeh dengan sikap suaminya itu tapi nasya mengangguk mengiyakan setiap kata yang kelaur dari lisan rangga itu.


Ketika berada di luar ...


" Morning my little angel ... Why Honey?" tanya rangga dengan mengangkatnya. Flo mendorong ayahnya kesal.


" Why???? Are you sad? Ngeseli nih papi. Flo udah kesiangan pa! Please deh ada kursus balet dong!" protes Flo dengan kerasnya. Namun Flo jadi melotot saat melihat seorang perempuan menggunakan handuk kimono keluar dari kamar mandi berjalan ke arah mereka.


" Mami!" teriak Flo.

__ADS_1


__ADS_2