Gadis Munafik Milik Elang

Gadis Munafik Milik Elang
38


__ADS_3

"Mama sudah tidak sabar sayang, karena besok pagi kita akan mendapatkan kabar yang sangat membahagiakan" Ucap Marisa yang baru saja mendapatkan telepon dari seseorang.


"Mama benar. Kita harus siap-siap untuk menyaksikan huru hara yang akan kita lihat secara langsung. Apa perlu aku menyiapkan popcorn untuk teman kita nonton Ma?" Marisa tertawa mengejek.


Tentu saja mereka merencanakan sesuatu yang tidak baik. Mereka benar-benar tidak peduli mau itu buruk atau apapun, yang jelas jika sesuatu itu menguntungkan bagi mereka, pasti kedua orang itu melakukan dengan segala cara yang licik.


"Setelah ini berakhir, anak b*doh itu sudah tidak punya siapa-siapa lagi untuk tempat berlindung. Jika itu terjadi, bahkan kita bisa membuangnya begitu saja tanpa harus mengotori tangan kita!!"


"Mama benar, aku juga sudah muak untuk pura-pura bersikap manis padanya. Aku sudah tidak tahan selalu melihat dia disekitar kita!!"


Mereka berdua menghabiskan malam disebuah rumah mewah yang baru saja Mirna beli dari uang hasil merebut milik orang lain.


Dua manusia keji yang tidak tau malu rasanya pantas untuk menyebut mereka atau bahkan ada lagi julukan yang lebih cocok untuk mereka?


***


Suasana di butik Bella pagi ini berubah menjadi sedikit panik karena Bella yang terus-terusan mengeluarkan isi perutnya. Wajah putih mulusnya berubah menjadi pucat dengan bibir yang membiru karena perutnya sudah kosong namun perutnya masih terus saja bergejolak.


"Kita ke dokter aja yuk Bell, kenapa susah banget sih kamu di ajak ke rumah sakit!!"


Mita sudah lelah membujuk Bella yang keras kepala. Walau sudah lemas tak berdaya Bella masih saja menolak untuk pergi ke rumah sakit.


"Kau nggak papa Mit, palingan cuma asam lambungku aja yang naik"


Bella terduduk dengan tangannya sebagai penyangga kepalanya. Matanya terpejam merasakan pusing yang menyerang kepalanya.


"Nggak mungkin Bell, tadi lo udah makan sarapan yang gue bawain. Pasti ada yang nggak beres deh!!"


"Benar apa kata Mbak Mita itu Mbak, sebaiknya Mbak Bella ke dokter saja. Kita nggak tega lihat Mbak Bella seperti ini!" Ucap salah satu karyawan Bella.


"Kalian tidak usah khawatir, aku tidak papa. Sebaiknya kalian kembali pada pekerjaan kalian saja" Bella masih saja dengan pendiriannya.


"Baiklah kalau begitu, saya keluar dulu Mbak" Pamit karyawan Bella itu.


"Iya" Bella masih sempat membalasnya walau dengan mata yang tertutup dan tangan yang terus memijat pelipisnya.


BRAKKK...


Pintu yang baru saja tertutup itu kembali di buka dengan keras dari luar.


"Kak Elang kebetulan sekali, hari ini Bella tidak enak ba__"


Ucapan Mita terhenti saat Elang melemparkan beberapa kertas ke arah Bella hingg ada yang mengenai wajah pucat Bella.


"Apa maksud semua ini Bella? Apa ini tujuan sebenarnya kau menikah denganku?" Elang sudah menatap Bella dengan nyalang.


"APAKAH UNTUK INI???!!!!" Teriak Elang.


Bella yang tidak tau apa penyebab Elang semurka ini kemudian memungut kertas yang tadi di lempar ke arahnya.


Bella membaca satu demi satu kertas itu, hingga matanya terbelalak sempurna saat namanya tertera di dalam sana dengan sebuah tanda tangan yang jelas telah di palsukan oleh seseorang.


Wajah Bella berubah menjadi panik, dia takut untuk menghadapi kemarahan pria di depannya ini hanya karena sebuah kesalahan yang tidak ia lakukan.


"Aku tidak tau tentang ini semua!! Aku tidak melakukan semua ini, ini bukan tanda tanganku!!"

__ADS_1


Bella mencoba membela dirinya sendiri walau sudah jelas ada bukti yang telah Elang berikan.


"Jangan mencoba mengelak saat tanda tanganmu saja dengan jelas ada di sana. Lalu kesaksian pengacaraku yang mendapat ancaman dan sejumlah uang darimu, apa perlu aku bawa dia kemari HAH!!!"


"Apa saat kau meminta tandatangan di kator waktu itu adalah untuk ini? Makanya kau memastikan untuk aku membacanya terlebih dahulu? Tapi dengan bodohnya aku percaya begitu saja jika dokumen itu dari Mr.X"


Rasanya Bella sudah seperti di tusuk dengan belati tajam hanya karena Elang terus menatapnya dengan tatapan membunuhnya.


Mita merebut kertas yang berada di tangan Bella, ia sejak tadi bingung dengan apa yang membuat Elang semarah itu.


"Aku tidak pernah menginginkan hartamu sedikitpun. Tolong percaya padaku, ini semua bukan perbuatan ku. Aku juga tidak pernah sekalipun bertemu dengan pengacara mu. Pasti ada orang yang sengaja menjebak ku. Dan dokumen itu memang dari Mr.X. Kamu bisa menanyakan padanya jika tidak percaya"


Baru kali ini Bella memohon kepada seseorang dalam hidupnya. Baru kali ini pula Bella mengeluarkan air matanya di hadapan Elang secara terang-terangan.


Sungguh Bella di landa ketakutan yang amat dalam melihat Elang seperti ini di depannya. Bella yang biasanya kuat dan tak takut pada siapapun sudah lenyap dan hilang entah kemana.


"Ini bukan tanda tangan Bella Kak, aku yakin itu. Bella tidak pernah berniat mengambil semua hartamu"


Mita tau betul seperti apa sahabatnya itu. Lagi pula semua yang di lakukan Bella juga Mita tau. Dan Bella tidak pernah menyinggung untuk mendapatkan harta Elang meski seluruh hartanya sudah di kuras habis oleh Mirna.


"Kau tentu saja membelanya karena kau komplotannya. Kau hanya orang yang sengaja dia pelihara untuk membantunya dalam segala hal. Termasuk rencana licik kalian!!"


Elang terus memberikan tuduhan yang sama sekali tidak benar untuk Bella dan Mita.


"Kak aku mohon percaya padaku, aku tidak melakukan semua ini. Tolong cari tau pelaku yang sebenarnya. Atau beri aku waktu untuk membuktikannya padamu jika aku tidak bersalah"


Bella mendekati Elang ia ingin meraih tangan pria itu namun sudah lebih dulu di tepis dengan kasar oleh Elang.


"Aku tidak percaya jika kau sebusuk ini Bella!! Aku bahkan masih mempertahankan pernikahan ini walau aku tak menginginkannya!! Aku masih berharap kau akan merubah sikapmu seiring berjalannya waktu. Tapi apa??"


"Kau memang perempuan paling licik di dunia ini Bella. Aku yakin tante Mira pasti kecewa melihat anak yang dulu diberinya kasih sayang sekarang berubah menjadi monster yang sangat mengerikan"


Suara Elang yang tadi meneriaki Bella kini berubah menjadi suara yang telah lelah karena keputusasaan.


"Jika kau hanya menginginkan hartaku kenapa kau tidak bilang dari awal tentang tujuan yang selalu kau maksud itu. Aku bisa menyerahkannya padamu demi aku bisa terlepas dari perempuan seperti mu!!"


Elang menatap Bella dengan nanar. Keduanya sama-sama berlinang dengan air mata.


Elang menangisi dirinya yang bodoh karena terperangkap oleh rencana Bella, di tambah dirinya sudah mulai terjerat oleh pesona yang Bella miliki.


Sedangkan Bella menangisi Elang yang biasanya terlihat garang kini menangis di depannya. Terlebih lagi Elang yang sudah terhasut oleh rencana seseorang.


"Itu tidak benar!! Bukan itu tujuanku yang sebenarnya. Sungguh aku tidak pernah melakukan itu Kak. Aku mohon percaya padaku!!"


Bella benar-benar menolak dengan keras tuduhan itu. Ia tetap harus mendapatkan kebenarannya jika itu hanyalah surat palsu yang digunakan untuk menghancurkan mereka berdua.


"Aku sudah tidak peduli lagi dengan apa sebenarnya tujuan s*alanmu itu. Yang jelas aku sangat kecewa padamu!!"


Elang mengusap air mata dengan punggung tangannya.


"Bawalah semua harta yang kau mau itu, aku tidak sudi lagi mengambilnya darimu. Dan tunggu surat cerai yang akan ku kirimkan padamu!!"


Deg..


Jantung Bella seakan berhenti berdetak. Hatinya seperti di hantam batu yang sangat besar. Terasa sesak dan teramat sakit

__ADS_1


Elang meninggalkan Bella dengan rasa kecewa yang amat dalam di hatinya.


Pagi tadi saat dia sampai di kantor, tiba-tiba pengacaranya menyodorkan dokumen pemindahan aset atas nama dirinya kepada Bella selaku istri sahnya.


Tentu saja hal itu membuat Elang murka, di tambah lagi kesaksian pengacaranya yang menyebut Bella mengancam dan memberikan sebuah uang untuk tidak melaporkan kepada Elang terlebih dahulu sebelum semuanya selesai.


"Kak Elang tunggu!!"


Panggilan Kakak kembali terdengar di telinga Elang. Tapi itu sudah tidak bisa merubah hati Elang yang terlanjur kecewa.


"Kak Kau mohon dengarkan aku dulu!!"


Bella mengejar Elang dengan tubuhnya yang terasa berat.


Elang terus saja berjalan ke mobilnya tanpa menghiraukan wanita yang membuat hatinya terluka.


"Nino awaaassss!!"


Teriak seorang perempuan dari seberang jalan.


Elang mencoba melihat sekitarnya, apa yang membuat perempuan itu berteriak.


Pandangan Elang tertuju pada anak kecil yang sedang mengejar bolanya di tengah jalan.


Tanpa berpikir panjang Elang berlari ke tengah jalan saat melihat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi mulai mendekati bocah laki-laki berusia sekitar 4 tahun itu.


"AWAAASSSS!!!"


Teriak semua orang yang berada di sana.


Elang berhasil meraih bocah laki-laki itu di dekapannya namun naas.


BRAAAKKKKKK....


AAAAAAA....


-


-


-


-


-


Happy reading readers.


Jangan lupa like, komen dan subscribe untuk mendapatkan notifikasi update tiap harinya ya?


Sambil nunggu update besok baca juga karya ku yang lain.


CINTA TULUS KANIA


Semoga kalian suka. Terimakasih😚

__ADS_1


__ADS_2