
"S*al!!!"
"Akkhhhh!!"
PRAANGG...
Marisa melempar semua barang yang ada di depannya hingga hancur berantakan.
"Hentikan Marisa!! Jangan seperti ini!! Kamu sangat mengerikan jika seperti ini!!" Ucap Mirna dengan tajam.
Marisa masih memancarkan kemarahan dari matanya.
"Kenapa dia terus saja selamat Ma?? Sebenarnya ada berapa nyawa di dalam tubuhnya itu. Bahkan aku sudah melepaskan alat bantu napasnya tapi itu tetap saja tidak berhasil!!" Ucap Marisa dengan frustasi.
"Tenang Marisa, daripada kamu ngamuk kaya orang gila gini mendingan kita pikirkan cara lain!!"
"Apa lagi Ma?? Aku yakin setelah ini Elang akan mengirim penjaga untuk kamar Bella" Marisa memijit pangkal hidungnya.
Kini kalian tau jika orang misterius yang datang ke kamar Bella adalah Marisa. Dengan beraninya dia menyelinap masuk saat Elang pergi ke ruangan Dokter.
Dengan tega dan tanpa rasa kemanusiaan Marisa dengan wajah tanpa dosanya melepas ventilator milik Bella.
"Aku takut kalau Elang tau perbuatan ku ini Ma" Marisa mengigit kuku jarinya tak tenang.
"Kamu tenang saja sayang. Mama yakin dia tidak akan bisa menemukan siapa orang yang masuk ke dalam ruangan Bella itu"
"Mama janji ta Ma?? Apapun yang terjadi Mama harus melindungi ku" Ucap Marisa seraya memeluk Mirna dari samping.
"Pasti sayang, kamu anak mama satu-satunya. Apapun akan mama lakukan demi kamu!!" Ucap Mirna dengan kalimat yang tersirat dengan emosi.
-
-
-
"Apa maksudmu?? Apa lagi yang tidak aku tau sehingga kau kembali mengatakan itu padaku??"
Ruangan itu kembali terasa tegang saat Dito mulai menyalahkan Elang lagi.
Dito malah membuang mukanya ke arah lain, ia jengah menatap Elang yang sedang kebingungan itu.
"Mita, apa yang dia maksud. Jelaskan padaku!!" Tegas Elang.
"Bella sudah menyerahkan semua hartanya kepada tante Mirna"
"Apaa???" Sontak ucapan Mita kali ini membuat Elang dan Nadia terkejut.
"Kenapa Bunda tidak tau hal ini Mita. Kenapa Bella melakukan itu?? Susah payah dia mendapatkan haknya kembali tapi kenapa Bella menyerahkan pada mereka begitu saja??"
__ADS_1
"Maaf Bunda, Bella melarang Mita untuk mengatakan semuanya pada Bunda" Ucap Mita dengan rasa bersalahnya.
"Astaghfirullah anak ini" Rasanya kesal dan sedih di hati Nadia.
"Lalu apa alasannya Bella melakukan itu Mit!! Katakan yang jelas!!" Desak Elang.
"Sebelumnya kita sudah menangkap Santoso dan wanita simpanannya. Dia juga sudah berjanji akan memberikan bukti yang memberatkan Mirna. Tapi kita lengah, dia mereka berhasil melarikan diri" Jelas Dito yang masih tak mau menatap Elang.
"Mungkin setelah itu, Santoso menemui Mirna. Karena tak berselang lama Mirna menemui kami di butik Bella waktu itu"
Kini dito berlahan memutar tubuhnya, ia mulai mendekati Elang.
"Dan lo mau tau nggak betapa b*suknya wanita ular itu??" Tanya dito dengan suaranya yang pelan namun sangat berat.
Elang masih tetap diam, namun dia menunggu setiap kalimat yang keluar dari mulut Dito.
"Dia mengancam akan mencelakai Bunda dan juga lo kalau Bella berani menggali tentang kecelakaan orang tuanya lagi. Dan yang paling parah, Mirna meminta Bella menyerahkan semua harta peninggalan orang tuanya untuk menjamin keselamatan kalian"
Nadia syok sampai terhuyung ke belakang, ia tak menyangka jika Bella lagi-lagi berkorban untuk dirinya dan Elang.
Elang tak mampu bersuara lagi. Tangannya mengusap wajahnya dengan kasar. Yang jelas dirinya merasa malu, dia malu dengan istrinya itu. Dia tidak bisa membayangkan, apakah besok jika Bella membuka matanya dia mampu berdiri di depan Bella dengan segala penyesalannya.
"Dia dengan susah payah mendapatkan haknya kembali. Tapi hanya demi cinta butanya dia menukar semua hartanya dengan nyawamu" Ucapan Dito lagi-lagi bisa menyentil hati Elang.
Tiba-tiba Mita terkekeh di saat ketegangan itu masih melanda di ruangan itu.
Mita tersenyum sinis mantap Elang yang hanya diam dengan tatapan nanar. Ucapan Mita bagai sindiran yang tepat mengenai hatinya.
Banyak hal yang Elang tidak tau dari wanita yang di bencinya itu. Wanita itu sungguh pintar menyembunyikan semua kebenaran di balik topengnya.
"Jadi tolong Kak, bantulah Bella mengungkap kejahatan mereka. Bantulah mendapatkan kembali haknya" Mohon Mita pada Elang
Mita yakin jika Elang mau menggunakan kekuasaannya pasti hal yang mudah bagi seorang Elang bahuwirya untuk mengungkap kasus yang sudah puluhan tahun berlalu.
"Aku akan membantu Bella tanpa kamu memohon Mit. Mulai saat ini aku akan melindunginya. Menjaganya dengan sepenuh hatiku" Tekad Elang dengan kesungguhan di dalam hatinya.
"Lalu saat ini apa yang harus kita lakukan Dit??" Mita beralih pada Dito.
Dito menatap Elang dengan penuh arti.
"Apa?" Tanya Elang penuh selidik.
"Kayaknya hubungan lo sama Marisa bisa kita manfaatkan!!"
"Maksud lo?? Jangan aneh-aneh. Gue nggak mau berurusan lagi sama dia. Gue juga akan mengakhiri hubungan gue sama dia secepatnya"
Walaupun Elang belum mendapatkan bukti yang kuat, tapi hati kecil Elang mengatakan jika Marisa ada hubungannya dengan orang misterius itu.
"Jangan dulu!!" Sergah Dito.
__ADS_1
"Justru dengan kedekatan lo sama Marisa, lo bisa memanfaatkan dia. Gue tau ibunya licik tapi anaknya terlalu dungu"
"Maksud lo Dit??" Tanya Elang lagi.
"Gue yakin kita bisa mendapatkan informasi tentang Santoso dari Marisa. Termasuk rumah baru mereka. Gue rasa Santoso bersembunyi di sana. Mereka itu penggila harta, jadi kita bisa memecah mereka dengan iming-iming uang. Jika Santoso sudah bisa kita tarik, kita minta segala bukti yang dia punya. Maka lebih mudah kita menyeret Mirna ke dalam bui" Jelas Dito tengang segala rencananya.
"Terus gue harus gimana??" Elang terlihat pasrah dengan pria yang baru kemarin di kenalnya itu.
Dito tersenyum tipis pada Elang karena dengan mudahnya pria itu mau mengalah padanya.
"Lo harus tetap bersikap biasa saja di depan Marisa. Bersikaplah seolah lo belum tau apa-apa tentang kejahatan mereka"
"Mana gue bisa, gue orang yang nggak bisa-basi di hadapan orang yang gue nggak suka!!" Tolak Elang.
"Ayolah bro, demi cinta" Dito tersenyum mengejek pada Elang.
"S*alan lo!!" Umpat Elang pelan.
Mau tak mau akhirnya Elang menuruti usulan Dito. Mungkin ini jalan terbaik untuk mengungkap kejahatan mereka.
Ceklek..
"Mbak Mita, gimana keadaan Mbak Bella??"
Dua orang wanita tiba-tiba saja menerobos masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Kalian tenang dulu, nanti aku jelaskan" Ucap Mita pada kedua wanita itu yang terlihat sangat panik.
"Siapa lagi mereka?? Kenapa mereka mengenal Bella dan Mita??"
"Tunggu, sepertinya aku pernah melihat wanita berhijab ini. Tapi dimana ya??" Elang bertanya-tanya di dalam hatinya.
Di dalam sana Elang sepeti orang asing, karena hanya dirinya sendiri yang tidak mengenal orang-orang di sekitar Bella.
-
-
-
-
Hay hay hay.. Bella dan Elang kembali lagi
Maaf ya kalau beberapa episode belakangan ini alurnya lambat banget..
Tapi semoga kalian tetap suka ya..
Dan terimakasih banyak buat kalian yang selalu menunggu episode baru dari Bella yaa.. 😊
__ADS_1