
Setelah tiba di rumah sakit Bella langsung di bawa ke ruang persalinan karena ternyata jalan lahirnya sudah pembukaan lengkap.
Rasa khawatir begitu jelas di wajah Elang, bahkan rasanya tidak sanggup untuk menemani Bella di dalam ruangan itu.
"Kamu nggak usah takut Kak, aku yakin aku pasti bisa. Aku dan anak kita pasti selamat. Asal kamu temani aku, pasti akan terasa mudah untukku" Bella meringis menahan sakit karena dorongan dari dalam. Sepertinya memang anaknya tidak sabaran untuk segera keluar.
"Iya sayang, aku akan selalu di sini menemanimu, menggenggam tanganmu. Aku percaya sama kamu" Elang mencium kening Bella dengan penuh cinta. Dengan doa yang selalu di panjatkan di dalam hatinya. Elang memasrahkan semuanya kepada Sang Pencipta.
Dengan dua kali mengejan, Bella akhirnya bisa mendengarkan tangisan bayi yang merdu di telinganya. Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki itu begitu mirip dengan Elang.
Bella memandangi Elang yang nampak memandang haru pada anaknya yang saat ini sedang di bersihkan.
"Kak" Panggilan Bella itu memutus pandangan Elang pada buah hatinya itu.
"Iya kenapa sayang?? Ada yang sakit??"
"Tidak, tapi kamu lihat sendiri kan?? Ketakutan kamu itu tidak berarti apa-apa. Aku berhasil melahirkan anak kita dengan sehat" Ucap Bella dengan lembut dan air mata yang tidak dapat di tahan lagi jika mengingat betapa Elang menjaganya dengan sangat ketat saat hamil.
"Terimakasih karena kamu sudah menjagaku dan anak kita selama kehamilan ku. Aku tidak pernah merasa terganggu sedikitpun dengan semua peraturan kamu waktu itu. Justru aku senang karena kamu sangat memperhatikanku" Suasana haru jelas sekali terlihat di antara sepasang orang tua baru itu.
"Aku yang harusnya terimakasih sayang, kamu lagi-lagi mempertaruhkan nyawamu demi kebahagiaanku, demi anak kita" Elang memeluk istrinya yang masih terbaring itu.
"Aku melakukan itu juga demi kebahagiaanku sendiri. Karena melihatmu bahagia adalah kebahagiaanku" Kalimat cinta itu membuat Elang mensyukuri takdir cinta mereka yang di awali dengan jebakan satu malam Bella itu.
Bila akhirnya akan sebahagia ini, dia rela dan ikhlas menerima rencana Bella itu tanpa bantahan sekalipun.
-
-
Kehadiran bayi tampan itu di sambut bahagia oleh Nadia dan sahabat-sahabat Bella. Terbukti saat ini bayi itu tidak bisa tidur nyenyak gara-gara mereka selalu mengganggu tidurnya.
Bayi yang belum tau apa-apa itu menjadi rebutan mereka yang ingin menggendongnya.
"Sudah cukup!! Kalian mengganggu tidur nyenyak anakku!! Lebih baik kalian pulang saja!!" Elang menatap sengit pada Mita, Rayan dan Dito.
Mereka sudah dewasa tapi seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru. Sementara Bella hanya tersenyum melihat Elang yang sangat protektif menjaga bayinya. Bahkan tadi Elang memarahi Rayan yang memegang bayinya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
Bella kira sikap over protektif Elang itu hanya untuk menjaganya saat hamil saja tapi ternyata masih berlanjut sampai bayi mereka lahir. Bahkan saat ini lebih parah lagi.
"Santai dong bro, bentar lagi juga gue buat sendiri. Itung-itung belajar dulu" Ucap Rayan melirik Mita yang tertunduk malu.
"Hah?? Maksudnya kalian mau nikah??" Ucap Bella yang tau arti dari ucapan Rayan itu.
"Iya, aku udah ajak Mita ketemu Mama. Dan rencananya bulan depan kita akan menikah" Ucap Rayan dengan yakin.
"Wah selamat ya Mita, akhirnya kamu akan menyusul Bella juga" Nadia yang begitu mengenal Mita turut bahagia. Dia menghambur memeluk Mita yang sudah ia anggap seperti Bella, anaknya sendiri.
__ADS_1
"Terimakasih Bunda" Mita terharu sekali melihat kasih sayang Nadia padanya. Dia sama sekali bukan siapa-siapa bagi Bella dan Nadia. Tapi mereka tidak pernah menganggap Mita orang lain.
"Jadi udah tobat beneran lo??" Sindir Elang pada Rayan yang notabennya adalah playboy kelas kakap.
"Itu masa lalu Lang. Gue juga harus punya masa depan dan hanya Mita bisa menerima masa lalu gue dengan tulus. Gue nggak mau melepas wanita seperti Mita, gue yakin Mita yang terbaik buat gue"
Rayan meraih tangan Mita dan menggenggamnya di depan keluarga bahagia itu. Kini Mita dan Rayan tidak malu lagi memperlihatkan kemesraan mereka.
"Rayan, aku minta sama kamu. Jangan kecewakan Mita, dia sudah menerima baik buruknya dirimu. Jadi aku mohon, jika kamu benar-benar mencintai Mita, jangan pernah sakiti dia. Cintai dia dengan tulus dan jangan sampai mengecewakannya. Aku tau Mita dari dulu. Dia tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun karena dia tidak percaya diri dengan status sosialnya. Jadi jika Mita sudah berani membuka hatinya untuk mu tolong jaga baik-baik"
Bukan Rayan yang terharu tapi justru Elang yang tersentuh dengan ucapan Bella itu. Elang langsung memeluk istrinya, betapa beruntungnya Elang karena mendapatkan istri berhati mulia seperti Bella.
"Iya Bella, kamu percayakan sahabat kamu ini sama aku. Aku memang nggak janji dalam hubungan kita nanti akan berjalan mulus, tapi aku akan selalu berusaha untuk tidak akan pernah mengecewakan Mita" Balas Rayan dengan menatap manik mata Mita yang sudah mulai berair.
"Udah ah, ngapain jadi pada cengeng begini. Kalian enak ada yang peluk-peluk. Lah gue??" Protes Dito, dia adalah pria tanpa pasangan sendiri di dalam ruangan itu.
"Kamu bisa peluk Bunda Dito" Ucap Nadia bercanda.
"Maaf Bunda, tapi Dito maunya yang muda dan kinyis-kinyis. Kalau Bunda mikirin cucunya aja sana" Dito membalas candaan Nadia yang di sambut gelak tawa dari semua orang di ruangan itu.
"Kak Elang" Ucap Bella saat semua orang kembali fokus pada bayi kecil di pangkuan Mita.
"Ada apa sayang??"
"Kamu mau kasih nama anak kita siapa??" Elang sampai lupa jika dia belum memberikan nama untuk jagoan kecilnya itu.
"Galak amat ni Bapak baru" Dengus Rayan.
Elang tidak mempedulikan ucapan Rayan, dia tetap mengambil anaknya dari pangkuan Mita, lalu membawanya mendekat pada Bella.
"Lihat Bella, anak kita tampan sekali" Elang terus mengagumi maha karya Tuhan itu.
"Iya, dia tampan seperti kamu" Ucap Bella membelai pipi lembut bayinya.
"Aku akan memberinya nama Sadewa bahuwirya. Sadewa memiliki sifat rajin dan bijaksana dan bahuwirya dari nama belakangku yang berarti kekuasaan yang di berikan kepada anak laki-laki. Dengan harapan kelak dia akan tumbuh menjadi pria yang hidup dengan kekuasaannya tapi bijaksana dalam semua tindakannya"
"Bagus aku suka Kak, namanya mengangkat besarnya namamu. Elang adalah nama yang sangat kuat dan besar menurutku"
"Bunda setuju dengan nama itu Lang. Kita panggil dia Dewa. Boleh kan??" Tanya Nadia.
"Boleh Bunda, nama panggilannya Dewa" Jelas Elang pada semua orang yang ada di sana.
"Hay Dewa anak Papa yang tampan. Selamat datang ke dunia, kelak kamu pasti akan menjadi pria dewasa yang tampan dan digilai banyak wanita" Sontak saja ucapan itu membuat Bella mendelik pada Elang.
"Tentu saja tidak playboy seperti Rayan dong" Ucap Elang yang gelagapan mencari pembelaan.
"Enak aja gue di bawa-bawa!!" Ketus Rayan tidak terima.
__ADS_1
"Doain anak itu yang baik-baik, jangan kaya gitu" Ucap Bella dengan lembut.
"Iya-iya sayang, maaf ya. Tapi di dalam hatiku tentu saja banyak doa yang baik untuk anak kita ini"
Bella mengambil alih anaknya dari gendongan Elang.
"Iya aku tau, kamu Papanya, dan pasti doa kamu yang paling terbaik untuk Dewa" Senyum yang meneduhkan kembali Elang dapat dari Bella.
"Terimakasih sayang, terimakasih untuk semuanya. Semua yang kamu berikan kepadaku tidak bisa aku balas satu per satu. Tapi aku hanya bisa mencurahkan cinta ini sepenuhnya hanya untuk kamu dan anak kita. Terimakasih juga karena telah bersedia hidup bersamaku. Kamu selalu membuatku merasa paling beruntung di dunia ini. Aku mencintaimu Arabella. Sangat mencintaimu" Elang menatap Bella dengan seluruh cinta di dalam hatinya.
"Aku juga mencintaimu Kak Elang"
-
-
-
-
-
Sekuat apapun menutupi luka di dalam hati kita, semua itu tidak akan pernah berarti jika sudah berhadapan dengan orang yang kita cintai.
-
-
Katakanlah jika cinta itu buta sampai membutakan segalanya tidak hanya mata, tapi hati dan pikiran kita. Apapun yang bisa membuat orang yang kita cintai bahagia, pasti kita akan melakukan segalanya meski harus bertaruh nyawa, dan semua itu hanya demi satu kata berjuta makna yaitu, CINTA.
-
-
-
-
-
Hay.. Hay.. Hay.. Kita sudah sampai di penghujung cerita Bella dan Elang nih..
Terimakasih banyak buat kalian yang udah setia menemani karya ini dari awal sampai akhir..
Dan terimakasih juga untuk like dan komentar kalian yang sangat membangun..
Sampai jumpa di karya othor selanjutnya..🥰🥰🥰🥰
__ADS_1