Gadis Munafik Milik Elang

Gadis Munafik Milik Elang
71. Obsesi Cinta Tuan Psycho


__ADS_3


BRAKKK....


"Apa maksud semua ini!!" Gadis cantik berusia 24 tahun itu melemparkan sebuah map berisi surat perjanjian ke atas meja. Dimana seorang pria berwajah tampan dengan tatapannya yang menghujam duduk di belakang meja itu.


"Maaf Tuan, saya sudah melarangnya masuk tapi dia tetap memaksa" Ucap asisten pria itu.


"Tidak papa, kau keluarlah" Ucap pria itu pada asistennya.


Pria dengan perawakan tinggi dan tegap, serta badannya yang berotot itu bangkit dari kursi kebesarannya. Tersenyum miring kemudian mulai mendekati Diandra.


"Sepertinya kamu sudah membaca isinya hingga membuatmu repot-repot datang kesini. Sudah tidak sabar ingin menjadi milikku rupanya"


Seringaian licik muncul pada bibir padat yang membuat pemiliknya semakin tampan itu.


"Cih.. Aku tidak sudi!!"

__ADS_1


Ucap Diandra membuang mukanya, karena enggan menatap sosok yang sangat ia benci itu.


"Sudi atau tidak sudi, mau atau tidak mau, aku tidak peduli tentang penolakan mu itu. Yang jelas besok kita akan tetap menikah" Pria itu sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Diandra tadi. Dia justru semakin ingin memiliki wanita dengan paras bak bidadari itu.


"Aku tetap menolak semua yang sudah di sepakati di dalam surat itu. Ini hidupku jadi tidak ada yang berhak mengaturnya termasuk dirimu!!"


Diandra mengepalkan tangannya sebagai luapan emosinya. Matanya sudah penajam dengan rahangnya yang mengeras, namun semua itu sama sekali tidak memudarkan kecantikan alami yang dimilikinya.


"Kalau begitu lihat sendri apa yang akan terjadi pada Ayahmu dan perusahaanya. Bukankah Ayahmu adalah satu-satunya yang kamu miliki di dunia ini?? Ayahmu sudah menyerahkan mu padaku sebagai pelumas semua hutang-hutangnya dengan surat perjanjian itu. Jadi kamu tidak punya kuasa lagi untuk menolak "


Pria itu memang mengancam tapi dengan nada bicaranya yang tetap rendah tak tersulut amarah sama sekali. Hanya senyuman liciknya yang terlihat berkali-kali.


"Terimakasih kasih karena sudah mengakui jika aku tampan secata tidak langsung. Segera persiapkan dirimu untuk pernikahan kita besok Dee" Pria itu mengedipkan satu matanya kepada Diandra.


Dengan kemarahan yang sudah di tumpuk sejak tadi pagi melihat surat perjanjian itu. Diandra mengayunkan tas selempang yang bawanya hingga mengenai akrilik kaca yang bertuliskan nama si pria yang akan menikahinya itu.


PYAAARRRR...

__ADS_1


Nama Sadewa Bahuwirya di kaca itu sidah tidak utuh lagi. Sudah hancur berkeping-keping karena menghantam lantai.


Tidak ada ekspresi terkejut sama sekali atas tindakan yang telah di lakukan Diandra itu. Dewa, si pemilik nama itu hanya tersenyum tipis menatap calon istrinya itu.


"Aku membencimu!!" Desis Diandra.


"Aku mencintaimu Dee. Kamu harus menikah denganku, kamu hanya milikku!!" Ucap Dewa menekankan suaranya di setiap kata.


"Aku tidak sudi menikah dengan i*lis sepertimu!! Kau tidak mencintaiku, kau hanya terobsesi padaku!!" Suara Diandra mulai meninggi.


"Terserah apa katamu. Yang jelas aku tidak akan pernah melepaskan mu. Ayahmu akan menerima akibatnya jika kamu berani melawanku!!" Kali ini Dewa benar-benar mulai menunjukkan aura gelapnya di depan Diandra.


Diandra akui jika dia sedikit bergidik melihat wajah Dewa yang mulai menyeramkan itu. Tapi dia tidak mau terlihat lemah dari pria yang jelas-jelas ingin merusak hidupnya itu.


"Kenapa kau terus menggunakan kekuasaan untuk mendapatkan apa yang kau mau??" Ucap Diandra dengan suara yang sudah menurun.


"Karena hanya itu yang bisa membuatmu menjadi milikku Dee" Lagi-lagi senyuman yang menurut Diandra sangat menjijikan itu Dewa tunjukkan untuk dirinya.

__ADS_1


"Dasar psycho!!" Umpatan terakhir itu yang Diandra ucapakan sebelum dia menyerah untuk pergi dari ruangan itu.


JANGAN LUPA MAMPIR YA.. TERIMAKASIH🥰


__ADS_2