Gadis Munafik Milik Elang

Gadis Munafik Milik Elang
54


__ADS_3

"Apa Bunda?? Elang ke sana sekarang!!"


Elang segera berlari menghampiri mobilnya. Mencap pedal gas dengan sangat kuat hingga menimbulkan bunyi decitan akibat gesekan ban mobilnya dengan aspal.


Dia sudah tidak sabar lagi ingin ke rumah sakit saat Bundanya mengabarkan tentang Bella yang sudah mendapatkan kesadarannya.


Jarak rumah sakit yang lumayan jauh mampu di tempuh Elang hanya dengan waktu sekejap saja.


Kaki panjangnya melangkah dengan lebar di lorong rumah sakit itu. Tak peduli tatapan kekaguman dari kaum hawa yang di lewatinya, pria dengan ketampanan yang hakiki itu terus berjalan dengan cepat.


Elang sudah sampai di depan pintu itu. Pintu ruangan yang menyembunyikan seseorang yang dicintainya di dalam sana.


Tapi dia justru terdiam di depan pintu itu, tidak seperti tadi yang dengan buru-buru ingin samapi di sana. Saat ini Elang justru ragu untuk membuka pintu itu.


Elang akui dirinya takut, dia takut jika Bella di dalam sana tidak bisa menerimanya. Takut jika Bella masih menatapnya dengan tatapan datar itu.


Jika dulu Elang akan membalas Bella dengan tatapan tajamnya, kini Elang justru ketakutan hanya untuk sekedar melihat Bella dari kejauhan.


Ceklek..


Pintu yang terbuka dari dalam membuat Elang terkejut hingga reflek memundurkan satu langkahnya.


"Kak Elang??" Ucap Mita membuat perhatian orang di dalam sana teralihkan.


Elang tak menyahut Mita, tatapan matanya justru langsung mengarah ke dalam. Melihat sesuatu di dalam sana yang menjadi tujuannya dari tadi.


Sudah kepalang tanggung, mau mundur juga sudah terlambat. Elang mengukuhkan hatinya untuk membawa kakinya melangkah ke dalam.


Dengan tatapan yang tak lepas kepada sosok yang duduk bersandar di ranjang Elang terus melangkah maju.


Deg..


Tatapan mereka bertemu. Namun kali ini sungguh berbeda. Semuanya berbeda dalam segala hal.


Elang yang dulu selalu menguliti Bella dengan matanya yang tajam seperti Elang. Kini berubah teduh dan lembut.


Sedangkan Bella, dapat Elang lihat dengan jelas jika mata itu sungguh buka mata milik Bella yang dulu.


"Kamu sudah datang Lang??" Tanya Nadia yang berada di samping Bella. Mengambil alih tempat Elang beberapa hari ini.


Angguk Elang dengan senyuman kecil.


Elang semakin dekat pada Bella. Mereka masih saling diam. Saling beradu pikiran melalui sorot mata mereka masing-masing.

__ADS_1


"Kalau begitu, tolong temani istrimu dulu. Bunda mau susul Mita ke depan dulu" Nadia ingin memberikan ruang untuk Elang. Apalagi dia tau bagaimana perasaan Elang selama beberapa hari ini.


"Iya Bunda" Jawab Elang tanpa mengalihkan perhatiannya dari Bella yang saat ini duduk tertunduk, setelah beberapa detik yang lalu Bella memutuskan kontak mata mereka.


Elang menggeser kursi yang sempat di duduki Nadia tadi agar lebih dekat dengan Bella.


Pria yang berstatus sebagai suami Bella itu kini sudah duduk menghadap istrinya. Elang menelisik setiap inci wajah istrinya yang cantik itu.


Perban yang tadi masih membungkus kepalanya kini sudah di buka. Rambut panjang hitamnya terlihat sedikit berantakan namun tidak mengurangi kecantikannya. Alat-alat yang terpasang di tubuh ramping itu juga kini sudah hilang entah ke mana.


Bella yang merasa di perhatikan dari tadi akhirnya menggerakkan kepalanya ke samping. Memberanikan diri untuk melihat suami yang tidak dilihatnya selama tidur panjangnya.


Bella mengulas sebuah senyuman yang belum pernah dia berikan pada Elang.


Dan Elang ingat betul itu senyuman yang sama persis seperti saat Elang bertemu Bella di dalam mimpi. Elang kembali terpesona dengan senyum cantik itu.


"Ara" Panggil Elang dengan lembut. Akhirnya satu kata bisa lolos juga dari bibir Elang.


"Jangan panggil aku seperti itu. Aku tidak suka" Tolak Bella dengan lembut. Sungguh kini Elang benar-benar melihat Bella yang ada di dalam mimpi itu. Bella yang penuh kelembutan di setiap tutur katanya.


"Tapi kenapa??"


"Karena dia sudah pergi, yang ada kini hanya Bella. Wanita yang di benci semua orang" Bella mengulas sedikit senyuman di akhir kalimatnya.


"Tidak perlu, kamu tidak salah kenapa harus minta maaf" Bella menyela kalimat Elang.


"Dan kenapa kamu ada di sini?? Bukankah kamu membenciku??" Tidak ada kata kasar dari semua kalimat Bella di atas.


"Tidak, aku tidak membencimu. Aku minta maaf karena selama ini selalu mengatakan itu padamu" Elang terus menggeleng untuk menyangkal pertanyaan Bella itu.


"Ara aku"


"Sudah ku katakan, jangan panggil aku seperti itu" Cegah Bella lagi.


"Baiklah. Bella aku minta maaf untuk semua kesalahanku. Aku sudah terlalu dalam menyakitimu. Aku mohon maafkan aku" Mata milik Elang sudah mulai memerah.


Bella menggeleng pelan.


"Kamu tidak salah. Aku yang salah. Kamu pantas membenciku, aku pantas di perlakukan seperti itu. Jadi kamu tidak usah minta maaf"


"Tidak Bella, akulah yang b**ngsek. Aku yang telah banyak menyakiti kamu. Aku tidak tau semua tentang dirimu tapi, dengan angkuhnya aku selalu menghinamu" Tutur Elang dengan penuh penyesalan.


"Sudah aku katakan aku yang salah" Kekeh Bella.

__ADS_1


Elang mulai geram. Dia tersulut emosi dengan perkataan Bella yang selalu menyangkal semua pengakuan Elang.


"Iya memang kamu yang salah!!" Bentak Elang yang membuat Bella tersentak.


"Kamu yang salah karena menyembunyikan semuanya dariku!! Kamu yang salah karena telah membuatku selalu berpikiran buruk tentang kamu!! Apa salahnya jika kamu mengatakan yang sejujurnya?? Kenapa kamu harus menutupi semuanya dengan sikap munafik mu itu!!" Ucap Elang dengan suara yang keras tepat di samping Bella.


Elang mengusap air matanya yang mengalir karena rasa sesak di dadanya selama ini akhirnya tersampaikan di depan orangnya langsung.


"Aku minta maaf" Lirih Bella tertunduk.


Elang melihat air mata yang menetes melewati hidung mancung Bella. Seketika dia tersadar dengan apa yang saja dia lakukan.


Dia baru saja meminta maaf tapi justru sikap menyeramkan itu kembali lagi di perlihatkan di depan Bella.


"Maaf Bella, aku tidak bermaksud membentak mu. Aku hanya"


"Tidak papa, aku mengerti. Aku memang pantas selalu di perlakukan sepeti ini" Ucap Bella dengan suara bergetar. Dia terus menunduk menyembunyikan air matanya.


"Tidak, kamu tidak pantas menerima sikapku ini. Kamu istriku Bella. Kamu wanita baik. Semua yang aku katakan selama ini hanyalah sampah yang tidak pantas untuk wanita sepertimu"


"Kenapa kamu berubah seperti ini??" Tanya Bella dengan wajah yang masih dia sembunyikan.


"Berubah bagaimana maksud kamu??" Elang kembali mengusap air matanya yang terus keluar.


Bella mengangkat kepalanya, dengan wajahnya yang bergelimang air mata, dia memberanikan menghadap suaminya.


"Kenapa kamu bersikap seperti ini. Sikapmu, kata-katamu, kenapa semua berubah?? Lihatlah dengan benar, aku ini Bella. Aku wanita yang kamu benci"


"Sudah, bahkan sudah dari dulu aku melihatmu. Dan asal kamu tau, kamu memang wanita yang aku benci tapi kamu juga wanita yang sangat aku cintai!!" Tegas Elang di depan wajah Bella.


-


-


-


-


Apa yang di lalukan Bella setelah ini ya??


Setelah dia tau perasaan Elang yang sesungguhnya..


Bikin penasaran nggak sih??

__ADS_1


Berikan like dan komentar kalian ya😊


__ADS_2