Gadis Munafik Milik Elang

Gadis Munafik Milik Elang
44


__ADS_3

Mita melanjutkan acara mendongengnya.


"Bella bukanlah sosok yang kuat dan keras seperti yang kita lihat selama ini. Dia hanya wanita lemah yang juga butuh perlindungan. Tapi Bella tidak pernah menampakkan kelemahannya itu pada orang lain. Di membungkus semua itu dengan topengnya selama ini"


"Dia bersikap seperti itu hanya untuk melindungi dirinya sendiri. Membangun benteng kokoh untuk menutupi luka di hatinya"


Mita mengusap kembali air matanya dengan kasar. Ia kesal karena air mata itu tak mau berhenti juga.


"Semenjak kedua orang tuanya meninggal, semua orang menghinanya, menjauhinya bahkan mengatainya dengan kejam. Dia bingung harus kemana lagi mencari pembelaan jika bukan dirinya sendiri yang melindunginya. Mulai saat itu hatinya mulai membeku, tak mau terlihat lemah di mata siapapun. Tapi jika kita benar-benar mengenalnya. Kita akan tau bagaimana sifat aslinya walau dia masih menggunakan topeng di wajahnya itu"


"Bella terus bertahan dengan sikap dinginnya itu walau kerap mendapat hinaan dan cacian dari orang-orang yang tak mengenalnya, termasuk dirimu"


Elang mengangkat kepalanya. Melihat Nadia yang hanya menangis dalam diamnya. Serta Mita yang menatapnya dengan air mata yang sudah penuh di wajahnya.


Elang seperti orang linglung, antara menyesal dan kesal menjadi satu.


Dia menyesal telah begitu kasar dengan Bella. Bahkan tak terhitung lagi berapa kali Elang menyumpahi Bella.


Dan dia juga kesal karena baru mengetahui itu semua saat Bella sudah dalam kondisi seperti itu.


"Apalagi Bella harus bertahan di antara musuh dalam selimutnya. Bukan hanya hatinya yang terluka, tapi juga tubuhnya. Hanya karena harta, mereka terus berusaha menyingkirkan Bella"


"Tunggu Mita, menyingkirkan Bella demi harta itu apa maksudnya?" Tanya Elang.


"Apa kamu akan percaya jika yang selama ini yang meracuni Bella adalah mantan calon ibu mertuamu??"


"Apaaa??!!" Kaget Elang.


"Tidak mungkin Mit, dia sangat menyayangi Bella!!" Bantah Elang dengan menatap Mita tajam.


"Hahaha.. Itu yang kamu lihat, tapi tidak dengan kebenarannya!!" Mita tertawa sumbang.


"Selama ini Mereka bersikap baik hanya untuk menarik simpati orang-orang. Dengan begitu jika terjadi apa-apa dengan Bella, semua orang tidak akan mencurigainya" Jelas Nadia dengan suaranya yang sudah serak.


"Apa benar mereka sekejam itu Bunda??"


"Kamu memang menjalin hubungan bertahun-tahun dengan Marisa. Tapi kamu tidak mengenalnya dengan baik Lang" Tambah Nadia.


Apa selama ini Elang dibutakan oleh cintanya dengan Marisa sehingga tidak pernah melihat sisi buruk perempuan itu.


Atau karena mata Elang tertutup kebencian pada Bella hingga tak bisa membedakan mana yang baik dan tidak.


"Dan kenalkan ini Dito. Bukti dari kejahatan Mereka" Ucap Mita melihat ke arah Dito.

__ADS_1


Elang yang sangat penasaran dengan Dito mulai tertarik dan memalingkan kepalanya pada pria yang berprofesi sebagai dokter umum itu.


"Lalu apa hubungannya dia dengan Bella??" Tanya Elang pada Mita.


"Hubungannya adalah, Ayah ku dan orang tua Bella meninggal di tangan orang yang sama!!" Dito menjawab pertanyaan Elang sendiri, tanpa Mita hang menjelaskan.


"Apa lagi aku semakin tak mengerti??" Sungguh rasanya kepala Elang ingin pecah saat itu juga.


"Kak, kecelakaan orang tua Bella ternyata sudah di rencanakan. Itu bukan murni kecelakaan. Dan Ayah Dito adalah seorang polisi yang menemukan kejanggalan pada kecelakaan itu. Namun sayang, Santoso lebih dulu mengetahuinya. Sehingga Ayah Dito meninggal di tangan Santoso beserta semua barang bukti yang di bawa kabur oleh Santoso".


"Haha.. "


Kini tawa sumbang itu berasal dari Elang.


"Ternyata selama ini aku berpihak pada komplotan p*mbunuh!!"


"Saat itu aku mulai mencari keadilan untuk Ayahku. Tapi karena mereka sudah menyuap hakim dan pihak kepolisian, mereka membuat cerita seolah-olah Ayahku itu bunuh diri"


"Dari situ aku mulai mencari Bella. Aku memutuskan untuk memperjuangkan keadilan bagi orang tua kita"


Dito menjelaskan dengan tenang, dia masih duduk di sofa yang tadi tanpa bergeser sedikitpun.


"Kenapa kalian tidak mencoba melaporkan semua ini ke polisi lagi??" Tanya Elang heran.


Dito ingat saat ia melihat semua barang bukti yang menunjukkan kejahatan Mirna malah di bakar oleh seorang polisi hanya karena telah menerima uang yang sangat banyak.


"Lalu kenapa Bunda juga menyembunyikan ini dariku?? Kenapa Bunda tidak meminta bantuan ku??"


"Apa kamu akan percaya jika Bunda mengatakan itu. Melihat sikapmu pada Bella saja Bunda yakin kalau kamu menuduhnya berbohong!!" Tatap Nadia sengit.


Deg..


Elang menarik nafasnya. Sekarang semua orang seakan menghakiminya. Dia akui kalau dia salah karena terlalu percaya omongan orang dan sikap baik Marisa yang biasanya di tunjukkan padanya membuat Bella terlihat buruk di matanya.


"Lanjutkan Mit!!" Perintah Nadia.


"Sampai dimana Bella mendengar kabar tentang rencana pernikahanmu dengan Marisa. Dia memikirkan segala cara untuk mencegah pernikahan itu. Dia tidak mau melihat kamu menikahi orang seperti Marisa yang gila harta seperti ibunya. Marisa hanya mengincar harta mu saja"


Kini semua yang Bella simpan rapat-rapat mengalir satu per satu dari mulut Mita. Sebenarnya Mita sudah tidak tahan ingin mengatakan semuanya dari dulu. Karena Mita merasa kasihan pada Bella yang terus di pandang buruk oleh Elang.


"Tapi yang aku tau Marisa tidak seperti itu" Lirih Elang.


"Itu karena kamu tidak tau. Marisa bahkan mengkhianatimu dengan lelaki hidung belang di liar sana!!" Sentak Mita yang kesal karena Elang terlalu percaya pada kekasihnya itu.

__ADS_1


"Tapi___"


"Yang dikatakan Mita benar Lang, bahkan Bunda melihatnya sendiri!!" Sela Nadia.


Elang menggeleng tak percaya pada Nadia. Bahkan Bundanya itu juga merestui hubungannya dengan Marisa, tapi kenapa sekarang berkata seperti itu.


"Lalu kenapa Bunda merestui aku dan Marisa menikah?? Atau jangan-jangan Bunda terlibat dengan Bella saat malam itu??" Tanya Elang penuh selidik.


Nadia adalah orang yang menjunjung tinggu kehormatan wanita. Tapi Elang ingat Betul jika Nadia tidak marah sekalipun tentang hubungan satu malam itu. Nadia hanya menyuruh Elang untuk menikahi Bella.


"Iya, Bunda akui itu!!"


JEDERRRR.....


Kenyataan pahit harus kembali di terima Elang. Ternyata selama ini ibunya sendiri yang menjebak anaknya.


"Apa maksud Bunda melakukan semua itu?? Kalau Bunda tidak suka dengan Marisa katakan dengan baik-baik!! Kenapa harus membuat aku menikah dengan Bella!!" Emosi Elang mulai memuncak.


"Akhhhhh...." Elang mengacak rambutnya dengan kasar. Dia merasa di permainkan orang-orang terdekatnya.


"Apa kamu tidak sadar juga setelah semua ini terjadi?? Apa kamu tidak bisa melihat alasan mengapa Bella melakukan ini semua??"


Di dalam ruangan rumah sakit yang harusnya tenang itu justru menjadi tempat beradu mulut.


"Memangnya apa alasannya hah??" Tekan Elang pada Mita.


"Dia mencintaimu bodoh!!" Maki Mita. Ia tak peduli memaki Elang di depan ibunya.


"Tenang Mita!!" Dito berusaha meraih Mita yang bersiap memukul Elang.


Elang mematung dnegan tatapan kosong. Hatinya seperti di remas-remas di dalam sana. Jika Elang bisa rasanya ingin mengambilnya agar tidak terasa sakit.


"Nggak mungkin.. Itu nggak mungkin. Enggak!!" Lirih Elang di tengah air matanya yang mukai menganak sungai.


-


-


-


-


Happy reading readers, minta likenya boleh dong yaa😊

__ADS_1


__ADS_2