
"Apa yang terjadi Dokter?? Jangan membuat saya habis kesabaran!!" Tekan Elang karena Dokter itu tak kunjung bersuara.
Dokter itu hanya menggeleng lemah dengan tangannya yang menepuk bahu tegap milik Elang yang mulai lemah.
"Tidak, itu tidak mungkin!!"
"Apa yang terjadi Kak??" Mita datang dengan firasat yang sudah tidak baik di tambah melihat Elang yang sudah mulai terlihat gusar di hadapan Dokter.
Tanpa mempedulikan Dokter itu lagi Elang berjalan cepat masuk ke dalam ruangan.
Di sana beberapa orang perawat sudah bersiap melepas alat bantu di badan Bella.
"Jangan!! Jangan di lepas dulu, istri saya masih hidup!!" Cegah Elang pada mereka.
"Tapi Pak"
"Suster, saya mohon beri kami waktu sebentar" Ucap Mita dengan tangan yang memohon di depan dada.
"Bella" Lirihnya dengan air mata yang sudah banjir.
"Sayang bangun sayang!!" Alam menyentuh tangan Bella yang masih terasa hangat di tangannya.
"Jangan tinggalkan aku seperti ini!!" Elang sudah tergugu di samping Bella.
"Kenapa kamu tega sama aku!! Aku baru menyadari perasaanku tapi kamu malah meninggalkanku seperti ini. Apa kamu sama sekali tidak ingin hidup dengan pria sepertiku??" Seandainya ini bukan di rumah sakit pasti Elang sudah berteriak melampiaskan rasa sakit di hatinya.
"Aku memang salah telah menyuruhmu pergi. Tapi sungguh itu bukan dari lubuk hatiku. Seandainya benar aku memintamu pergi, bukan pergi seperti ini yang aku inginkan. Maafkan aku sayang"
Elang memeluk tubuh yang mulai terlihat kurus itu. Menangis sesenggukan di sana.
"Kembalilah sayang, aku mohon. Aku sangat mencintaimu" Bisik Elang di telinga Bella.
"Jangan tinggalkan aku" Alam mencium kening Bella dengan sangat dalam.
"Bella aku mohon kembalilah. Masih banyak yang harus kamu selesaikan. Jangan tinggalkan dunia ini di saat penjahat itu bahagia, jangan sia-siakan pengorbanan kamu selama ini dengan sia-sia" Batin mita.
"Kakak mencintaimu Ara" Elang kembali berbisik di badan yang sudah tidak bernyawa itu.
π»π»π»π»
Bella berdiri di tengah padang ilalang yang tengah berbunga dengan angin yang meniupnya sehingga bergerak dengan indah mengikuti irama angin.
"Bella!!"
Bella sangat mengenali suara lembut itu.
"Mama, Papa??"
Bella berlari menghampiri dua orang yang sangat dirindukannya itu.
Dengan segala kerinduannya, Bella merengkuh kedua orang tuanya itu dalam satu pelukannya.
__ADS_1
"Mama, Papa aku sangat merindukan kalian. Akhirnya setelah sekian lama kita bisa bertemu lagi" Ucap Bella dengan senyum yang sangat cantik.
"Kami juga merindukan kamu sayang" Mira mengusap lembut rambut panjang milik Bella.
"Lalu, apa kalian datang untuk menjemput ku??" Tanya Bella dengan mata yang berbinar.
Kedua orang tuanya itu hanya diam dengan senyuman di wajah mereka masing-masing.
Bella beru sadar jika dari tadi Mamanya menggandeng anak perempuan yang sangat cantik dengan rambut panjang dan boneka kecil di tangannya.
"Pa, Ma dia siapa??" Tanya Bella pada Mira.
Bella melihat wajah gadis kecil itu seperti seseorang yang di kenalnya.
"Dia adalah peri kecil yang kamu kirim untuk kita. Dan kelak dia yang akan menjemputmu Nak" Ucap Papa Bella.
"Maksud Papa?? Bella tidak mengerti" Tanya Bella yang kebingungan.
"Kelak kamu akan tau Nak" Ucap Papa Bella lagi.
"Kenapa dia cantik sekali?" Bella menoel pipi gadis kecil itu karena gemas.
"Iya, dia cantik sepertimu" Ucap Mira.
"Ara!!"
Bella kembali menoleh lada sumber suara yang memanggilnya jauh di belakang.
"Ayo pulang!! Kamu harus ikut aku pulang??" Ucap suara itu lagi tanpa Bella bisa melihat orang itu ada di mana.
"Aku suamimu!! Ayo kita pulang sayang. Aku mencintaimu!!"
"Suami?? Aku tidak punya suami" Balas Bella dengan suara yang keras.
"Papa, Mama, suara siapa itu?? Kenapa dia mengaku sebagai suamiku??" Bella kembali menatap orang taunya.
"Dia orang yang membutuhkan kamu sayang. Dia orang yang akan melindungi mu, memberimu kebahagiaan dan memberikan cinta yang utuh hanya untuk kamu" Ucap Mira dengan lembut.
"Tapi Ma, aku hanya ingin bersama kalian. Aku takut sendirian di sana. Di sana aku kesepian, aku tidak punya siapa-siapa lagi. Mereka semua jahat Ma" Isak Bella di bahu Mira.
"Sayang, Papa dan Mama selalu di hati kamu. Kami tidak pernah meninggalkanmu. Belum saatnya kamu pergi bersama kami. Pulanglah Nak, ada seseorang yang menunggu kepulangan mu" Nasehat Satya pada putrinya itu.
"Tapi Pa"
"Ara!!"
Panggil suara itu lagi, tapi kali ini Bella bisa melihat sosok pria melambaikan tangannya dari kejauhan.
Pria itu semakin mendekat, hingga mulai terlihat paras tampan dengan hidung mancung dan kulit yang putih bersih.
"Pulang lah Nak, nanti kita akan bertemu lagi. Dia yang akan menjemputmu saat ini. Dan kelak gadis ini yang akan menjemputmu" Satya memegang kedua bahu Bella.
__ADS_1
"Kelak, kenapa tidak sekarang saja, bukankah kalian akan menjemput ku??
"Belum saatnya Bella. Mulai sekarang hiduplah dengan bahagia. Jangan pernah terpuruk dengan masa lalu. Kami sudah bahagia disini. Maka kamu juga harus bahagia"
"Papa, Mama. Bella mau ikut kalian saja" Lirih Kania dengan tangisnya.
"Ara, ayo kita pulang sayang. Kakak menunggumu, Kakak sangat mencintaimu. Kakak mohon kembalilah" Pria itu terus memohon dari jarak yang lumayan jauh namun suaranya terdengar jelas di telinga Bella.
"Maaf aku tidak bisa, aku ingin ikut kedua orang tuaku" Ucap Bella dengan sedih. Padahal dia sendiri tidak tau siapa pria itu.
Bella berbalik mengejar orang tuanya dan gadis kecil itu yang terus melambaikan tangannya pada Bella.
"Papa, Mama tunggu!!"
"Ara!! Jangan tinggalkan aku!!" Sura pria itu menghentikan langkah Bella.
"Maaf, sebaiknya kamu pulang saja. Aku harus pergi" Bella kembali melangkah mengejar orang tuanya yang mulai menjauh.
"Kembalilah sayang, aku mohon. Aku sangat mencintaimu"
Bella menghentikan langkahnya lagi, suara pria itu terdengar sangat dekat sekali di telinga Bella, hingga mampu menyentuh tepat di hati Bella.
Bella kembali melihat pria yang sudah berjarak jauh darinya itu.
Pria itu berlutut dari kejauhan.
"Jangan tinggalkan aku" Lagi-lagi bisikan itu tepat di telinga Bella. Bahkan tak mungkin jika pria yang jauh di sana itu mampu mengirimkan suaranya sampai sedekat itu walau tertiup angin.
Bella terdiam di antara dua pilihan, kedua orang tuanya, atau pria yang sedang berlutut memohon pada dirinya itu.
π»π»π»π»
"Maaf Pak kita harus segera melepas alat bantu di tubuh pasien" Ucap salah satu perawat itu lagi.
Mereka rasa sudah cukup mereka memberikan waktu pada Elang untuk mengucapkan salam perpisahan pada istrinya itu.
"Tidak Sus, saya yakin istri saya pasti kembali. Dia tidak akan pergi secepat ini!! Dia sangat mencintai saya, tidak mungkin dia tega meninggalkan saya!!" Ucap Elang dengan nanar.
"Sudah Kak, kamu harus ikhlas" Ucap Mita menghentikan Elang yang semakin terlihat tak terkontrol.
"Tidak Mit, aku yakin Bella kan kembali demi aku"
"Tapi Pak"
Tit.. Ti.. Tit.. Tit.. Tit..
-
-
-
__ADS_1
-
Happy reading semuanyaπ