
Aldyanta langsung saja terenyum ketika melihat Delissa sedang duduk di tepi ranjang. Aldyanta langsung saja mendekatinya lalu duduk di samping Delissa.
"Apa kamu sudah makan?" ucap Aldyanta mengingat Delissa belum ada makan apapun sedari tadi.
"Belum. Aku lapar, Kak" ucap Delissa memegang perutnya yang sudah keroncongan karna belum makan sedari tadi.
"Aku akan memesan makanan untuk kita ya" ucap Aldyanta langsung saja menghubungi Ervan untuk membelikan makanan untuk mereka.
Mendengar ucapan Aldyanta, Delissa langsung saja menganguk patuh. Dia terus saja menatap Aldyanta yang sedang berbicara dengan Ervan melalui sambungan telepon.
"Kakak mau mandi?" ucap Delissa setelah melihat Aldyanta telah selesai berbicara dengan Ervan.
"Baiklah kakak mandi dulu ya. Nanti kamu tidak bergairah ketika mencium bau badan kakak" ucap Aldyanta tersenyum mengoda Delissa.
Mendengar ucapan Aldyanta, Delissa hanya diam menatap Aldyanta bingung sambil mengerutkan keningnya. Delissa tidak mengerti apa yang di maksud Aldyanta.
"Sudahlah, Kakak mandi dulu ya" ucap Aldyanta mengerti dengan kebingungan Delissa.
Aldyanta langsung saja mencium kening Delissa lau berjalan kedalam kamar mandi. Aldyanta membersihkan dirinya dengan sangat bersih. Bahkan dia memakai sabun yang sangat banyak agar Delissa menyukai tubuhnya yang wangi.
"Malam ini akan jadi malam terindahmu Al, Kamu jangan buat malu ya junior" ucap Aldyanta berbicara sendiri dengan miliknya yang sedang tertidur.
Aldyanta langsung saja mengambik handungnya lalu melilitkannya di pinggangnya. Tak lupa Aldyanta menatap dirinya di pantulan cermin lalu menyisir rambutnya dengan jarinya.
Setelah memastikan jika dirinya sudah tampan, Walaupun sebenarnya dia sudah tampan sejak lahir. Aldyanta langsung saja keluar dari kamar mandi.
Akhhh...
Teriak Delissa langsung saja menutup matanya ketika melihat pemandangan yang merusak mata polosnya. Bukannya malu karna Delissa melihat dada kekarnya, Aldyanta malah mendekati Delissa lalu membuka mata Delissa yang di tutupi kedua tangannya.
"Sayang, kenapa kamu malu seperti itu? apa kamu tidak suka" ucap Aldyanta tersenyum.
"Kakak pakai bajunya" ucap Delissa terus saja memalingkan wajahnya.
"Sayang, apa kamu lupa jika kita sudah menikah. Jadi malam ini" ucap Aldyanta tersenyun sambil memegang dagu Delissa sehingga membuat mata mereka saling bertatapan.
__ADS_1
"Malam ini?" ucap Delissa binggung.
Melihat kebingungan Delissa, Aldyanta langsung saja tersenyum. Dia mengerti jika Delissa masih sangat muda bahkan umurnya masih belasan tahun. Jadi Delissa masih sangat polos jika mengenai masalah itu.
"Malam pertama kita, Sayang. Apa kamu siap?" ucap Aldyanta langsung saja mencium bibir Delissa dengan lembut.
Ketika merasakan benda kenyal itu menempel di bibirnya, Delissa langsung saja merasakan kehangatan yang sangat luar biasa. Delissa langsung saja memejamkan matanya mencoba menikmati permainan Aldyanta.
Melihat itu Aldyanta langsung saja tersenyun lalu melingkarkan tangannya di pinggang Delissa sehingga membuat tubuh mereka langsung saja menempel. Aldyanta langsung saja memperdalam ciuman mereka singga membuat Delissa langsung saja terbuai.
Namun, saat mereka masih menikmati indahnya ciuman mereka tiba tiba Ervan langsung saja masuk kedalam kamar mereka tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Astaga naga" ucap Ervan terkejut lalu memalingakan wajahnya dari penampakan yang sangat mengangu imannya itu.
"Kak Ervan" ucap Delissa langsung saja gugup lalu mendorong tubuh Aldyanta menjauh darinya.
"Ini makanannya, Tuan" ucap Ervan langsung saja meletakkan makanan pesanan Aldyanta lalu langsung kabur mencari keamanan dari amukan Tuan mudanya itu.
"Sial, kenapa nasibku sangat sial. Punya anak buah seperti mereka. Awas aja kau nanti Van" batin Aldyanta penuh kekesalan karna Ervan telah merusak kenikmatannya.
"Ayo kita makan. Nanti kamu tidak punya tenaga" ucap Aldyanta langsung saja menarik tangan Delissa lalu duduk di sofa.
"Memangnya kenapa, Kak?" ucap Delissa terus saja tidak mengerti.
"Kamu makan saja. Nanti kakak akan kasih tau alasannya" ucap Aldyanta tersenyum nakal lalu menyuapi Delissa.
Delissa langsung saja menerima suapan dari Aldyanta. Aldyanta menyuapi Delissa dengan sangat lembut sambil sesekali menyuapkan makan untuknya sendiri. Hingga makanan mereka habis tanpa sisa.
Melihat Delissa yang makan begitu banyak, Aldyanta langsung saja tersenyum lalu menyenderkan tubuhnya di senderan sofa.
"Sayang"
"Em"
"Kamu sudah memikirkan kita akan punya anak berapa?" ucap Aldyanta langsung saja membayangkan jika dia memiliki anak bersama Delissa.
__ADS_1
"Anak?" ucap Delissa bingung.
"Ia, Sayang. Kamu mau punya anak berapa?"
Mendengar ucapan Aldyanta, Delissa langsunh saja bingung. Karna dia sama sekali belum memikirkan soal anak bersama Aldyanta.
"Kenapa kamu diam, Sayang? apa kamu belum memikirkannya?"
Mendengar pertanyaan Aldyanta, Delissa langsung saja mengelengkan kepalanya pelan.
"Ya, sudah tidak apa apa. Kita lakukan prosesnya saja terlebih dahulu" ucap Aldyanta langsung saja mengendong tubuh Delissa lalu meletakkannya di atas ranjang mereka.
"Proses?" ucap Delissa bingung.
Namun, tidak ada jawaban sama sekali oleh Aldyanta. Dia langsung saja mengukung tubuh Delissa lalu menatapnya dengan penuh hasrat. Aldyanta yang telah di kuasai gairah langsung saja mencium bibir Delissa dengan sangat lembut.
Berlahan Aldyanta ******* bibir Delissa dan memperdalam c***an mereka. Delissa yang terbuai dengan permaianan Aldyanta langsung saja merasakan gairah yang berbeda pada tubuhnya.
Tak hanya itu Aldyanta juga menjajah tubuh Delissa dengan mengunakan tangan kekarnya. Setelah puas bermain dengan bibir Delissa Aldyanta langsung saja menurunkan ciumannya ke leher jenjang Delissa.
Dia langsung saja mencumbui leher jenjang Delissa lalu meninggalkan jejak kepemilikannya di sana. Hingga akhirnya Aldyanta langsung saja melepas seluruh pakaian Delissa. Aldyanta langsung saja menatap tubuh indah Delissa dengan penuh hasrat.
"Tubuhmu sangat indah, Sayang" bisik Aldyanta lalu melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya dan melemparkannya ke sembarang arah.
Delissa yang sadar jika dirinya tidak lagi mengunakan sehelai benangpun, langsung saja refleks menutup area sensitifnya dan juga dadanya mengunakan tangannya. Melihat itu Aldyanta langsung saja terkekeh geli.
"Sayang, kamu tidak usah malu. Karna mulai malam ini kita akan sering sering melakukan ini" ucap Aldyanta kembali mencium bibir Delissa.
Adyanta terus saja menjelajahi tubuh Delissa hingga membuat Delissa langsung saja terbuai dalan kenikmatan. Setelah melihat Delissa terbuai dalam permainannya Aldyanta langsung saja bersiap untuk melaksanakan tugasnya.
Aldyanta melakukan tugasnya dengan sangat lembut. Senyum di wajah Aldyanta langsung saja mengembang ketika dia berhasil memasuki ruang sempit itu. Delissa yang merasaka sakit di area sensitifnya langsung saja memeluk Aldyanta dengan kuat.
Melihat Delissa yang kesakitan, Aldyanta langsung saja kembali mencium bibir Delissa lalu memperdalam ****** mereka. Tak terasa air mata Delissa lolos dari sudut matanya ketika Aldyanta berhasil membobol mahkotanya.
Aldyanta langsung saja melakukab tugasnya dengan sangat lembut hingga akhirnya Delissa melupakan rasa sakitnya. Malam yang sangat indah untuk pasangan pengantin baru itu.
__ADS_1
Malam pemersatuan cinta mereka, malam terindah yang akan membawa kebahagiaan pada keduanya. Keduanya langsung saja larut dalam kenikmatan yang membuat cinta mereka semakin erat.
Bersambung.....