
Ketika membuka matanya Delissa langsung saja terkejut melihat Aldyanta yabg tidur di sampingnya. Delissa menatap Aldyanta yang terbaring lemas dengan wajah pucatnya.
"Kak, kakak kenapa?" ucap Delissa khawatir sambik memeriksa suhu tubuh Aldyanta.
"Hem.... Kakak tidak apa apa" ucap Aldyanta lirih.
"Tidak apa apa bagaimana? lihat wajah kakak pucat sekali"
"Ini kepala kakak sakit"
"Akan aku ambilkan obat ya kak" ucao Delissa langsung turun dari ranjang mereka.
"Tidak usah, Sayang" ucap Aldyanta menahan tangan Delissa.
"Kenapa? kakak lagi sakit. Jadi harus minum obat"
"Kakak ingin makan bubur"
"Baiklah, kakak tunggu di sini ya. Biar aku buat buburnya dulu" ucap Delissa panik lalu melangkah keluar kamarnya.
Setelah melihat Delissa keluar dari kamarnya, Aldyanta langsung saja terkekeh geli. Dia langsung saja bangkit dari tidurnya lalu menatap wajahnya di cermin.
"Ternyata bocah itu bisa di andalkan juga" ucap Aldyanta tersenyum menatap hasil kerja Dewa yang melukis wajahnya.
Dewa sengaja memakaikan bedak di wajah Aldyanta agar terlihat pucat. Hasilnya sangat sempurna sama persis seperti wajah orang sakit beneran. Hingga membuat Delissa langsung saja yakin jika Aldyanta sakit betulan.
Aldyanta langsung saja duduk bersandar di atas ranjang sambil menunggu kedatangan Delissa. Namun, tiba tiba dia terkejut melihat Vina menetrobos masuk ke kamarnya.
"Al kamu sakit?" ucap Vina cemas langsung saja memeriksa suhu tubuh Aldyanta.
"Kamu! ngapain kamu masuk ke kamarku?" bentak Aldyanta langsung saja menepis tangan Vina.
Aldyanta langsung saja panik. Dia takut jika Delissa melihat Vina masuk ke dalam kamarnya maka Delissa akan marah kepadanya.
"Aku mendengar jika kamu sakit. Aku merasa sangat khawatir. Itu makanya aku langsung datang untuk memeriksamu" ucap Vina lirih.
"Sekarang lebih baik kamu keluar dari kamarku" ucap Aldyanta menatap tajam Vina.
"Ta..tapi Al" ucap Vina dengan mata berkaca kaca.
"Keluar!" bentak Aldyanta semakin keras hingga terdengar ke penjuru mension.
Mendengar teriakan Aldyanta, Heri dan Julia langsung saja berlari ke kamar Aldyanta. Delissa yang telah selesai memasak bubur untuk Aldyanta, langsung saja panik dan berlari kecil sambil membawa bubur yang dia masak bersama beberapa pelayan.
__ADS_1
"Ada apa? kenapa kamu berteriak Al?" ucap Julia ketika melihat Aldyanta berdiri di depan Vina dengan raut wajah penuh amarah.
"Ma, aku hanya ingin memastikan keadaan Al. Tapi dia langsung membentakku" ucap Vina lirih dengan raut wajah penuh kesedihan.
"Kamu tidak perlu memeriksa keadaan suamiku. Karna itu tugasku sebagai istrinya" ucap Delissa tiba tiba datang dengan nampan berisi bubur dan teh hangat utuk Aldyanta.
"Sayang" ucap Aldyanta ketika melihat keberanian Delissa.
"Kita kan keluarga jadi wajar saja aku merasa khawatir jika ada keluarga kita yang sakit" ucap Vina menatap tajam Delissa.
"Kamu juga seorang istrikan? Tapi, kamu lebih mementingkan keadaan suami orang lain dari pada suamimu sendiri. Lihat suamimu saja mau pergi kerja tapi kamu tidah mengurus pakaiannya dan lebih memilih memeriksa keadaan suami orang" ucap Delissa melihat pakaian Heri yang masih berantakan.
"Aku akan membantunya nanti" ucap Vina kesal lalu menghampiri Heri.
"Ayo, sayang" ucap Vina langsung saja merangkul tangan suaminya berharap Aldyanta cemburu dengan kemesraannya dengan Heri.
"Del, apa kamu tidak jadi ke kampung halamanmu? aku sebentar lagi mau berangkat" ucap Heri.
"Maaf, Kak. Sepertinya lain kali saja. Aku harus merawat suamiku yang sedang sakit" ucap Delissa.
"Biar mama yang merawat Al, Del. Jika kamu mau pergi, pergi sajalah" ucap Julia meyakinkan.
"Maaf, Ma. Lain kali saja" ucap Delissa.
"Bukannya kamu sangat ingin pergi ke kampungmu? Al akan aman bersama Mama"
"Ia, Ma. Aku akan mengantar Delissa ke kampung halamannya lain waktu" ucap Aldyanta membantu Delissa.
"Tapi, nak"
"Tidak apa apa, Ma. Aku juga ingin pergi ke kampung Delissa" ucap Aldyanta.
"Ya sudah. Jika itu keputisan kalian. Mama keluar dulu ya" ucap Julia mengalah dan membawa Heri dan Vina keluar dari kamar Aldyanta.
Setelah kepergian orang yang paling menyebalkan itu Aldyanta langsung saja memasang wajah memelasnya. Dia langsung saja cemberut terlebih dahulu sebelum Delissa memarahinya.
"Kenapa kamu biarkan wanita sinting itu masuk ke kamar kita. Untuk saja tadi aku berpakaian lengkap. Jika tidak, bagaimana jadinya? apa kamu ingin dia melihat tubuh seksi suamimu ini" ucap Aldyanta memasang wajah gambeknya.
"A..aku tidak tau jika dia ke kamar kita, Sayang" ucap Delissa langsung saj duduk di tepi ranjang.
Mendengar kata sayang dari Delissa, Aldyanta langsung saja membulatkan matanya sambil tersenyum lebar.
"Apa kamu bilang tadi? coba ulangi sekali lagi"
__ADS_1
"Aku tidak tau dia ke kamar kita" ucap Delissa bingung.
"Bukan yang itu. Di akhir kalimat yang kamu ucapkan tadi"
"Yang mana?"
"Yang di akhir kalimatmu tadi lho sayang"
Delissa mencoba berpikir sambil mengetuk daggunga mengunakan jarinya. Tanpa Delissa sadari tingkah polosnya itu membuat Aldyanta langsung saja gemas seketika. Aldyanta langsung saja terkekeh lalu menarik Delissa ke atas ranjang mereka.
"Eh, kakak mau ngapain?" ucap Delissa ketika melihat Aldyanta kini berada si atasnya.
"Mau sarapan" ucap Aldyanta mulai menjelajahi tubuh Delissa.
"Sarapan?" ucap Delissa binggung.
"Ia, aku mau sarapan lebih pagi ini"
"Kakak mau sarapan apa lagi? itu udah aku buatkan bubur untuk kakak"
"Aku mau sarapan kamu, Sayang" ucap Aldyanta sambil menatap Delissa dengan penuh hasrat.
"Kakak mau makan aku? jangan dagingku gak enak" ucap Delissa langsung saja ketakutan.
Aldyanta langsung saja menghentikan aksinya lalu menatap wajah Delissa yang ketakutan. Seketika dia langsung saja tertawa sambil memegangi perutnya.
"Kakak kenapa tertawa" ucap Delissa binggung.
"Ha..ha.. Tidak apa apa. Lagian siapa yang mau makan kamu sih, Sayang. Suamimu ini bukan sumanto yang suka makan orang" ucap Aldyanta menahan tawanya.
"Tapi tadi kakak bilang" ucap Delissa memayunkan bibirnya.
"Ok. Kakak mau sarapan ini, Sayang" ucap Aldyanta mencium bibir Delissa sambil memegang area sensitif Delissa.
"Apa!" ucap Delissa langsung saja mundur sambil menutupi area sensitifnya.
"Kamu kenapa lagi, Sayang?"
"Kakak gak boleh makan ini" ucap Delissa waspada.
"Ha..ha.. kamu ini" ucap Aldyanta tertawa sambil menarik Delissa.
"Biar kutunjukkan secara langsung aku mau sarapan apa" ucap Aldyanta tersenyum sinis lalu menjelajahi tubuh Delissa.
__ADS_1
Aldyanta langsung saja melepaskan seluruh pakaian yang melekat pada tubuh Delissa dan juga dirinya, sehingga keduanya dalam keadaan polos. Aldyanta langsung saja melancarkan aksinya. Sepasang pengantin baru itu langsung saja larut dalam permainan panas mereka di pagi hari.
Bersambung.....