Gadis Polos Kesayangan Tuan Al

Gadis Polos Kesayangan Tuan Al
61# Mencari Perlindungan


__ADS_3

"Apa! kenapa bisa angota kita yang kau kirim gagal semua?" teriak Frans frustasi setelah mendapat kabar dari asisten sekaligus wakil ketua geng Gaster Lord.


"Maaf, Tuan. Saya rasa Aldyanta bukanlah orang biasa yang seperti kita kira selama ini. Setelah saya selidiki dia juga memiliki klan mafia, Tuan. Tapi saya belum tau pasti apa nama klan mereka" jelas Andi yang telah mulai curiga dengan pergerakan angota Al yang begitu gesit dan bisa langsung meninggalkan jejak dengan seketika.


"Jangan katakan bahwa orang yang menyusup ke tempat perjual belian kita juga angota dari Al?"


"Saya belum tau pasti, tuan. Tapi saya curiga jika mereka adalah orang orang Al"


"Kurang hajar! Kita harus membuat strategi baru lagi untuk menghancurkan Al dan merebut seluruh hartanya"


"Baik, Tuan. Saya akan mencoba menyusun rencana agar bisa mengalahkan Al, Tuan"


"Tunggu dulu. Aku punya rencana bagus. Kita akan menyerang kelemahan Al. Tapi, jangan sampai kalian melukainya" ucap Frans tersenyum sinis.


"Baik, Tuan. Kami akan segera bertindak" ucap Andi langsung saja mengerti dengan ucapan Frans.


"Baiklah! Lakukan secepatnya. Kali ini aku yang akan turun tangan secara langsung. Kalian atur saja semuanya. Ingat aku tidak mau ada kegagalan lagi" ucap Frans sambil menghipaskan tangannya menyuruh Andi untuk langsung menyusun rencana.


"Baik, Tuan" ucap Andi menunduk hormat lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Frans.


Sepergian Andi, Frans langsung saja meraih laci mejanya lalu mengambil sebuah botol obat kecil. Dia langsung saja menatap botol obat itu sambil tersenyum puas.


"Sayang, aku sudah tidak sabar menikmati tubuh indahmu. Kamu yang sabar ya kita akan melewati malam panas yang sangat indah" gumam Frans sambil tersenyum puas.


*****


"Vina! Apa kamu sudah memberitau kakakmu? Mama takut Al akan melakukan hal buruk kepada Heri" ucap Julia khawatir.


"Mama tenang saja. Kakak akan segera bertindak" ucap Vina santai sambil terus memainkan gawainya.


"Suamimu sedang bertaruh nyawa saat ini. Tapi, kamu masih bisa santai seperti ini" ucap Julia kesal ketika melihat Vina masih santai saja. Padahal Heri sampai sekarang belum tau bagaimana keadaannya.


"Itu semua salah dia, Ma. Tugas sekecil itu saja bisa gagal"

__ADS_1


"Vina! Dia itu suamimu. Kenapa kamu bisa santai seperti itu" ucap Julia geram melihat sikap Vina yang biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu.


"Apa mama lupa jika mama juga sama sepertiku. Bahkan mama lebih parah membunuh suami mama sendiri" ucap Vina tidak terima dengan perkataan Julia.


"Jaga mulutmu Vina! Apa kau lupa jika tujuanku menikah dengan Deddy Al hanya agar kita bisa mudah masuk ke dalam keluarga mereka dan bisa menjalankan rencana kita dengan baik"


"Aku tidak perduli! Lebih baik mama pikirkan putra mama yang tidak berguna itu sendiri. Aku lelah mau mencairkan pikiranku dari omelan mama yang membuatku pusing" ucap Vina langsung saja mengambil tas selempangnya lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya.


"Dasar manusia iblis. Wanita tak punya hati. Bukan memikirkan keadaan suaminya malah lebih memilih untuk bersenang senang" oceh Julia frustasi.


Julia mencoba berpikir bagaimana cara agar dirinya selamat. Pasti Aldyanta akan segera bertindak apa lagi, setelah mendengar kabar jika orang orang suruhannya yang dia suruh untuk menculik Ayu dan Nana di kabarkan telah tertangkap oleh angota Aldyanta.


Bukan hanya menghawatirkan keadaan putranya. Kini Julia juga menghawatirkan keadaannya sendiri. Tak mau buang buang waktu Julia langsung saja mengambil barang barang berharganya lalu pergi keluar dari kediaman kusuma.


Julia langsung saja pergi menemui Ringgo untuk meminta perlindungan. Dia langsung saja pergi ke kediaman Dirgantara untuk menemui Ringgo. Melihat kedatangan Julia, Ringgo langsung saja menyambut hangat kedatangan besannya itu.


"Untuk apa kau kemari?" ucap Ringgo datar tanpa ekspresi.


"Untuk apa kau bilang. Kau pura pura gak tau apa memang gak tau apa apa?" ucap Julia kesal.


"Benar! Bukan hanya itu. Tapi, Al juga telah menangkap orang orang yang kita kirim untuk menculik kedua bocah itu"


"Aku sudah tau! Kau pasti ingin mencari perlindungan'kan?" ucap Ringgo langsung bisa menebak apa yang ada di pikiran Julia.


"Ia, aku takut Al akan segera menghabisiku. Aku curiga jika Al memiliki identitas yang dia sembunyikan selama ini"


"Tanpa kau katakan kami juga sudah mencurigainya. Putraku Frans telah mengirim seseorang untuk menyelidiki siapa sebenarnya Al. Sebelum itu kamu pergilah bersembuyi, untuk urusan putramu aku akan mencari cara sebab dia juga suami dari putriku"


"Baiklah! Aku percaya kepadamu" ucap Julia mempercayai semuanya kepada Ringgo.


"Ini bersembunyilah. Aku akan menyuruh orang orangku untuk melindundungimu" ucap Ringgo langsung saja melemparkan kunci apartement untuk Julia.


"Terima kasih" ucap Julia langsung saja mengambil kunci apartement yang di berikan Ringgo lalu melangkahkan kakinya keluar dari kediamaan Dirgantara.

__ADS_1


Tanpa Julia curigai ternyata Aldyanta telah mengirim orang orangnya untuk mengikuti Juliam Aldyanta tau jika Julia akan kabur setelah kejadiaan itu. Setelah melihat mobil yang di tumpangi Julia menjauh dari kediaman Dirgantara, orang suruhan Aldyanta langsung saja mengikuti mereka.


Sesampainya di tempat sepi orang orang Aldyanta langsung saja menyerang Julia dan juga seluruh pengawal yangbdi kirim Ringgo untuk melindunginya.


Dorr...Dorrr....


Suara tembakan bersahutan. Mobil yang di tumpangi Julia berhasil di hentikan para angota Aldyanta dengan cara menembak ban mobil itu.


Sstttt.... Brukk...


Mobil yang di tumpangi Julia langsung saja lepas kendali dan menabrak tiang pembatas jalan. Julia yang ketakutan langsung saja mencoba untuk kabur fan menyelamatkan dirinya.


"Kalian lindungi aku!" perintah Julia kepada pengawalnya yang masih hidup.


"Baik, Nyonya" ucap salah satu pengawalnya langsung saja memberi celah untuk Julia kabur.


Dorr... Dorr...


Arghh...


Tidak sempat kabur orang orang Aldyanta berhasil menembak kaki Julia sehingga dia tidak bisa lagi untuk kabur. Dengan cepat angotan Aldyanta membereskan semua orang yang menghalanginya lalu menyeret Julia ke markas besar mereka.


"Siapa kalian? Lepaskan aku" teriak Julia memberontak.


"Diam! Kau salah telah mencari masalah dengan tuan kami. Lihatlah kulit mulusmu ini akan segera jadi makanan serigala yang haus darah" ucap salah satu anggota Aldyanta sehingga membuat Julia langsung saja merinding ketakutan.


"Si... Siapa yang menyuruh kalian?" ucap Julia terus saja ingin tau siapa yang ingin membunuhnya.


"Aku!" suara dingin Aldyanta yang sangat menyeramkan membuat Julia langsung saja diam tak berkutik.


Dia menatap nanar tubuh tegap yang sangat mengerikan di depannya. Aldyanta terus saja menatap Julia dengan penuh kebencian. Dia ingin sekali mencincang tubuh wanita yang berstatus sebagai ibu tirinya itu hidup hidup.


"Kau telah membunuh kedua orang tuaku. Maka kau akan membayar semua perbuatanmu itu" ucap Aldyanta menatap Julia dengan tatapan iblisnya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2