
Aldyanta yang melihat istrinya di seret seperti binatang di depannya langsung saja tidak terima. Dia langsung saja mendapatkan kekuatan yang luar biasa. Dia tidak lagi merasakan sakit di luka tubuhnya sedikit'pun.
Bukk....
Bukk...
Aldyanta langsung saja mengajar semua angota Frans dengan tangannya sendiri. Dia mengambil pisau yang Delissa tancapkan pada punggung salah satu angota Frans lalu, mengunakannya untuk membunuh satu persatu anggota Frans tanpa sisa.
Bukkkk....
Aldyanta langsung saja menendang Frans yang sedang menyeret Delissa layaknya binatang sehingga Frans langaung saja terjatuh tersungkur di tanah. Aldyata menatap keadaan Delissa yang sangat kacau akibat ulah Frans.
Beberapa bagian pakaian Delissa koyak, pergelangan tangan tangannya membiru akibat cengkraman Frans yang sangat kuat. Bahkan wajah sudut bibir Delissa masih mengeluarkan darah akibat tamparan Frans.
Melihat itu Aldyanta langsung saja menitikkan air matanya karna gagal melindungi Delissa. Dia merasa telah gagal sebagi suami yang seharusnya melindungi istrinya. Aldyanta langsung saja mengepalkan tangannya geram sambil menatap Frans yang berusah bangkit.
"Berani kau menyentuh istriku maka, akan ku pastikan kau akan mati di tanganku" ucap Aldyanta langsung saja kembali mengayunkan tendangannya.
Bukkkk....
Aldyanta langsung saja menendang perut Frans sehingga Frans langsung saja memuntahkan darah segar.
"Ini alibatnya kau menyentuh istriku"
Arghhh....
Teriak Frans ketika Adyanta mematahkan kedua tangannya dengan sekali hentakan.
"Ini akibatnya kau berani mengusikku"
Arghh....
__ADS_1
Teriak Frans ketika Aldyanta mematahkan kedua kakinya. Tak berhenti di situ Aldyanta mengambil pisau yang tadi dia gunakan untuk membunuh semua angota Frans lalu menusuk Frans berkali kali. Hingga akhirnya Frans menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya dengan sangat mengenaskan di tangan Aldyanta.
"Matilah kau!" teriak Aldyanta terus saja menusuk tubuh Fras walaupun Frans tidak bernyawa lagi.
"Tuan muda! Sudah hentikan. Semua sudah selesai" ucap Ervan tiba tiba datang bersama angotanya lalu mencoba menenangkan Aldyanta karna tubuh Ervan sudah hancur karna tusukan Aldyanta.
"Lepaskan aku!" ucap Aldyanta langsung saja menepis tangan Ervan yang berusaha menjauhkannya dari tubuh Ervan.
Aldyanta langsung saja menatap Delissa yang tergeletak lemas di atas tanah. Dia langsung saja berjalan mendekati Delissa lalu menyatuhkan tubuhnya tepat di depan Delissa.
"Maafkan aku! Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu" ucap Aldyanta lirih sambil mengelus wajah Delissa yang memerah karna tamparan Frans.
"Kakak tidak salah. Aku yang salah! Seharusnya aku tidak keluar tanpa pengawal. Karna aku kakak terluka" ucap Delissa gemetar sambil menyentuh tubuh Aldyanta yang di penuhi luka.
"Tidak! Kamu tidak salah. Apa kamu masih merasa panas?" ucap Aldyanta melihat mata Delissa yang semakin memerah akibat reaksi obat perangsang yang di berikan Frans yang semakin lama semakin membuat Delissa bergairah.
"Tidak apa apa! Aku bisa menahannya. Lebih baik kita obati luka kakak dulu"
"Tidak! Aku tidak bisa melihatmu merasakan sakit seperti ini. Aku bisa menahan rasa sakit karna luka di tubuhku tapi, aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini" ucap Aldyanta langsung saja membawa Delissa ke gendongannya.
"Aku rasa lebih baik kita membawa Nyonya ke penginapan saja Tuan" ucap Ervan tau apa yang ingin di lakukan Aldyanta karna dia tau jika Frans telah menaruh obat sialan itu ke tubuh Delissa.
"Tidak! Aku tidak bisa membiarkan istriku berlama lama merasakan sakit seperti ini. Kamu ikuti saja perintahku!" ucap Aldyanta tidak mau di bantah.
Mendengar perintah Aldyanta, Frans langsung saja menyuruh angotanya untuk membersihkan mayat yang ada di dalam gubuk itu. Setelah selesai Aldyanta langsung saja membawa Delissa kedalam gubuk itu lalu menutup pintu rapat rapat.
"Kakak setidaknya balut lukamu terlebih dahulu" ucap Delissa melihat lengan Aldyanta yang terus saja mengeluarkan darah.
Delissa langsung saja mengoyakkan ujung gaunnya lalu membalut luka Aldyanta. Walaupun tidak bisa mengobati luka Aldyanta setidaknya bisa menghentikan darah Aldyanta yang terus saja mengalir.
Aldyanta langsung saja membaringkan tubuh Delissa lalu mengalas kepalanya dengan kemejanya yang berlumuran darah. Dia langsung saja melakukan tugasnya dengan sangat hati hati karna tidak ingin tubuh Delissa sakit karna tempat mereka yang tidak nyaman.
__ADS_1
Sedangkan Ervan langsung saja menghubungi polisi. Sesuai perintah Aldyanta mereka tidak mau membuat masalah ini menjadi panjang. Apalagi dengan keberadaan Ringgo dan Vina yang masih bebas berkeliaran di luar sana.
Dengan meminta bantuan polisi maka akan di pastikan semua aset keluarga Dirgantara akan di tarik negara karna semua itu hasil dari penjualana barang barang ilegal. Tidak hanya itu dengan penemuan bukti pembuatan narkoba dan berbagai jenis barang haram lainnya di Villa itu maka, akan di pastikan Ringgo beserta seluruh pendukungnya akan membusuk di dalam jeruji besi.
"Tuan muda di mana?" ucap Jay dan Dewa ketika melihat Ervan kembali ke Villa seorang diri. Sedangkan para angotanya dia perintahkan untuk berjaga di sekitaran gubuk untuk berjaga jaga jika ada serangan musuh yang datang tiba tiba.
"Dia sedang mengobati nyonya muda" ucap Ervan singkat.
"Memangnya Nyonya muda kenapa? Apa dia terluka? Atau Frans sialan itu berhasil menyakitinya?" ucap Dewa langsung saja panik.
"Tidak! Nyonya tidak terluka parah. Dia hanya terluka sedikit saja"
"Jadi mengapa kau membiarkannya di obati oleh tuan muda di dalam hutan. Kenapa kau tidak membawanya ke rumah sakit?" ucap Jay.
"Soalnya hanya tuan muda yang bisa mengobatinya. Walaupun di bawa ke rumah sakit manapun tidak akan bisa"ucap Ervan binggung bagaimana cara menjelaskannya kepada Jay dan Dewa.
"Memangnya Nyonya muda sakit apa?" ucap Jay dan Dewa binggung.
Melihat kedua rekan kerjanya yang terus saja ingin tau Ervan langsung saja membuang napasnya kasar. Dia mencoba berpikir bagaimana caranya menjelaskan apa yang sedang terjadi kepada Delissa saat ini.
"Frans telah menaruh obat perangsang pada tubuh nyonya muda" ucap Ervan.
"Apa! Jadi tuan muda sedang mengobati nyonya muda dengan itu?" ucap Dewa langsung saja paham.
"Ha... Ha... Pantas saja kau pergi" ucap Jay langsung saja terkekeh geli.
"Sudah jangan banyak tanya. Lebih baik kalian bantu polisi untuk mengumpulkan semua barang bukti itu" ucap Ervan kesal.
"Siap, Bos" ucap Dewa dan Jay patuh.
Mereka langsung saja membantu para polisi untuk membereskan tempat itu dan menyusun semua barang bukti untuk mengungkap bisnis ilegal keluarga Dirgantara.
__ADS_1
Sedangkan Aldyanta dan Delissa masih memadu kasih di dalam gubuk tua itu. Walaupun tubuhnya terasa remuk tapi Aldyanta terus saja mencoba memuaskan istrinya. Setelah menumpahkan benih benihnya di dalam rahim Delissa dia langsung saja melemaskan tubuhnya dia atas Delissa. Aldyanta langsung saja menciumi seluruh wajah istrinya dengan begitu mesra.
Bersambung....