Gadis Polos Kesayangan Tuan Al

Gadis Polos Kesayangan Tuan Al
37# Budak Cinta


__ADS_3

Delissa mencoba untuk membuka matanya. Dia sangat sulit untuk mengerakkan tubuhnya karna Aldyata memeluknya dengan sangat erat. Seakan tidak rela jika Delissa pergi darinya walaupun sebentar saja. Delissa menatap wajah tampan yang sedang tertidur dengan begitu lelapnya.


"Aww" gumam Delissa ketika merasakan sakit di area sensitifnya.


"Kenapa, Sayang" ucap Aldyanta khawatir.


Walaupun Delissa bergumam dengan sangat pelan tapi Aldyanta langsung saja terbangun. Bagaikan suami yang siap siaga kapanpun Adlyanta langsung saja terbangun dan memeriksa keadaan Delissa ketika mendengar rintihan istrinya.


"Tidak, apa apa kak" ucap Delissa mencoba bangkit dari tidurnya tapi dia merasakan sakit pada area sensitif dan juga pinggangnya.


Melihat raut wajah sang istri yang sedang menahan sakit Aldyanta langsung saja merasa bersalah. Semalam dia terlalu larut dalam hasratnya sehingga dia melakukannya beberapa kali walaupun ini yang pertama untuk Delissa.


"Maafkan kakak ya, Sayang. Kakak sudah membuatmu kesakitan seperti ini" ucap Aldyanta langsung saja memeluk istrinya sambil menciumi wajah sang istri.


"Tidak apa apa, Kak. Ini sudah tugasku menjadi istri kakak" ucap Delissa polos.


"Terima kasih ya, Sayang. Kakak janji akan jadi tukang pijit yang baik untukmu pagi ini"


"Kak, aku mandi dulu ya"


"Biar kakak mandikan" ucap Aldyanta langsung saja membawa tubuh polos Delissa kedalam gendongannya.


Aldyanta langsung saja membawa Delissa ke kamar mandi lalu membantunya membersihkan diri. Aldyanya terus saja menelan salivanya kasar ketika melihat tubub polos Delissa. Di tambah lagi dengan wajah Delissa yang malu malu membuat Aldyanta ingin sekali melahap istrinya itu.


"Kak, aku bisa mandi sendiri" ucap Delissa malu malu sambil mencoba menutup dada dan area sensitifnya mengunakan tangannya.


"Kamu kenapa malu sayang? aku sudah melihat semuanya. Bahkan, aku sudah menikmatinya. Kamu benar benar sangat nikmat, Sayang" ucap Aldyanta tersenyum lalu memegang dagu Delissa sehingga wajah mereka saling bertatapan.


"Nikmat, maksud kakak?" ucap Delissa bingung tak mengerti apa yang di maksud suaminya.

__ADS_1


"Tidak apa apa. Sudah sini biar kakak mandikan" ucap Aldyanta bingung karna tidak mengerti cara menjelaskannya kepada istri kecilnya itu.


Aldyanta langsung saja memandikan Delissa dengan sangat lembut. Walaupun awalnya malu malu tapi akhirnya Delissa terbiasa karna Aldyanta memperlakukannya dengan lembut dan penuh kesabaran.


"Kak"


"Hem"


"Apa kakak pernah melakukan ini kepada kak Vina?"


Mendengar ucapan Delissa, Aldyanta langsung saja menghentikan tugasnya yang sedang menyabuni Delissa. Dia langsung saja menatap wajah polos sang istri. Aldyanta bisa melihat sorot kecemburuan di mata Delissa.


"Tidak, aku tidak pernah menyentuh wanita selain dirimu. Bahkan aku tidak pernah mencintai wanita seperti aku mencintai dirimu. Jujur saja kamu adalah wanita pertama yang berhasil mengisi hatiku bahkan membuatku sangat tergila gila padamu. Sehingga aku rela menjadi budak cintamu"


"A...aku tidak pernah membuat kakak gila. Aku juga tidak pernah memperbudak kakak. A..apa karna dulu aku mengajak kakak berkebun" ucap Delissa gugup karna tidak mengeti maksud ucapan Aldyanta.


Mendengar ucapan Aldyanta, Delissa langsung saja cengegesan sambil mengaruk kepalanya yang masih di penuhi busa shampo. Melihat tingkah istrinya yang sangat mengemaskan Aldyanta langsung saja tersenyum kecil lalu mencubit hidung mancung istrinya pelan.


Aldyata langsung saja kembali menyambuni tubuh Delissa dengan sangat lembut. Benar saja Aldyanta seoerang CEO yang terkenal dingin dan arogant oleh orang orang sekitarnya ternyata bisa menjadi budak cinta untuk istrinya.


Aldyanta rela melakukan apapun asalkan Delissa bahagia dan merasa nyaman bersamanya. Dia tidak pernah merasa lelah untuk membuat istrinya bahagia.


"Sini biar aku gosok punggung kakak" ucap Delissa langsung saja menyabuni punggung Aldyanta.


"Yang depan, Sayang" ucap Aldyanta langsung saja membalikkan tubuhnya.


Delissa langsung saja tersenyum lalu menyabuni dada bidang Aldyanta. Delissa terus saja menyabuni dada suaminya sampai ke perutnya. Hingga akhirnya Delissa melihat milik Aldyanta yang bergelantungan mencoba untuk bangun dari tidurnya.


"Akhh" teriak Delissa langsung saja menutup matanya ketika melihat milik Aldyata bergerak gerak sendiri.

__ADS_1


"Kamu kenapa, sayang" ucap Aldyanta terkekeh kecil.


"Itu" Delissa langsung saja menunjuk ke milik Aldyanta sambil menutup matanya.


"Oh, ini. Dia sudah tidak sabar ingin masuk ke sarangnya. Tapi sayang sarangnya masih merasa sakit karna kelakuannya semalam" ucap Aldyanta tersenyum sambil memeluk tubuh polos Delissa yang masih di selimuti busa sabun.


"Kakak" ucap Delissa kesal ketika junior Aldyanta yang mulai menegang menyentuh kulitnya.


Aldyanta lengsung saja tersenyum kecil. Dia langsung saja menguyur Delissa dengan air untuk membersihkan busa sabun yang masih melekat di tubuh Delissa.


Setelah selesai bukan langsung mengeringkan tubuhnya Aldyanta malah mendorong pelan tubuh Delissa ke dinding kamar mandi.


"Apa milikmu masih sakit, Sayang?" ucap Aldyanta menatap Delissa dengan penuh hasrat.


Delissa merasakan deru napas Aldyanta yang tidak beraturan. Delissa hanya terdiam sambil menatal wajah Aldyanta yang terus saja menatapnya dengan penuh hasrat.


"Kita melakukannya lagi ya. Kakak janji akan memijit tubuhmu setelah ini"


Belum sempat Delissa menjawab Aldyanta langsung saja menepelkan bibirnya ke bibi Delissa lalu memperdalam ciuman mereka. Delissa merasakan hangat ketika tangan kekar Aldyanta menyentuh seluruh tubuhnya dengan sangat lembut.


Aldyabta menurunkan bibirnya menelusuri leher jenjang Delissa hingga akhirnya turun ke dada Delissa. Aldyanta langsung saja menabah tanda kepemilikannya di sana. Walaupun semalam di melukis tanda kepemilikan di sana tapi dia belun puas. Dia ingin memenuhi dada Delissa dengan lukisan indahnya sehingga tidak ada lagi temoat untuk orang lain di sana.


Delissa langsung saja mengeluarkan suara indahnya ketika Aldyanta terah menguasai tubuhnya. Mendengar itu Aldyanta langsung saja tersenyum. Dia langsung saja memasukkan juniornya dengan sangat lembut.


Seakan tidak ada lelahnya dua insan itu terus saja memadu kasih sehingga ruang kamar itu di penuhi dengan suara ******* keduanya. Setelah selesai Aldyanta langsung saja mencium lembut kening istrinya.


"Terima kasih sayang. Kau adalah canduku"


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2