
Setelah mendengar cerita sang istri Aldyanta pangsung saja murka. Dia langsung saja memerintahkan orang orangnya untuk mencari keberadaan Vina. Karna tau jika anak buah Aldyanta mencarinya Vina langsung saja kabur dan mencari perlindungan kepada Ringgo dan Frans.
"Sudah! Kamu jangan keluar dari sekitar rumah. Deddy akan memperketat penjagaan untukmu" ucap Ringgo menatap Vina yang sedang ketakutan di depannya.
Bagaimana tidak. Dia telah di kejar kejar oleh anak buah Aldyanta. Untung saja saat itu Ringgo ada di sekitar lokasi kejadian sehingga dia dengan cepat bisa membantu putrinya.
"Maaf, Tuan. Nyonya Julia dan beberapa pengawal yang kita kirim bersamanya telah di bawa oleh beberapa orang misterius, Tuan" ucap salah satu angota Ringgo yang mendapat kabar jika Julia dan beberapa pengawalnya telah di serang di jalanan yang sepi. Bahkan mereka semua di bawa pergi oleh orang orang yang menyerang mereka.
"Apa! Siapa yang menyerang mereka. Bagaimana mungkin mereka bisa langsung kalah begitu saja" ucap Ringgo frustasi karna angotanya yang telah banyak menjadi korban.
Bahkan sudah banyak angotanya yang berhasil di tangkap oleh Aldyanta. Pertahanan mereka yang sangat kecil karna angota mereka semakin hari semakin berkurang, membuat Ringgo semakin penasaran dengan orang yang terus menyerangnya secara diam diam.
"Sa... Saya tidak tau, Tuan. Tapi saya sudah mencari bukti tentang pergerakan mereka sepertinya mereka adalah orang orang dari klan Mafia Dragon, Tuan"
"Apa! Sekarang kumpulkan seluruh angota kita yang ada di luar maupun di dalam kota ini. Pastikan seluruh angota kita berkumpul" ucap Ringgo langsung saja keringat dingin mendengar nama klan mafia yang sangat mengerikan itu.
"Baik, Tuan" ucap pria itu langsung saja menunduk hormat lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Ringgo yang masih di kuasai amarah.
Ringgo tidak pernah menyangka dia akan berhadapan dengan klan mafia yang sangat kejam itu. Padahal dia selalu menjaga jarak agar tidak mengusik klan mafia yang sangat menakutkan ini. Tapi, kenapa sekarang klan itu malah menyerangnya secara diam diam.
"Apa Al ada hubungannya dengan klan mafia itu, Ded?" ucap Vina mengingat pria yang menyerangnya tadi.
"Kenapa kamu berpikir seperti itu?" ucap Ringgo mengerutkan keningnya binggung.
"Karna yang mengejarku tadi tidak ada satupun dari pengawal keluarga Kusuma. Tapi, aku yakin jika itu adalah orang orang suruhan Al"
"Kamu tenang saja. Biar Deddy dan Kakakmu yang akan mengurus semuanya"
"Baik, Ded. Aku mau istirahat dulu"
"Baiklah! Deddy harap kamu jangan keluar dulu. Karna mereka pasti akan selalu mencari celah agar bisa menangkapmu"
__ADS_1
"Ia, Ded" ucap Vina langsung saja melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Setelah kepergian Vina, Ringgo langsung saja pergi ke ruang kerjanya. Dia mencoba mengotak atik leptopnya untuk mencari tau identitas Aldyanta yang sebenarnya. Cukup lama dia menatap layar leptopnya namun hasilnya nihil. Dia tidak dapat menemukan satupun identitas yang tersembunyi dari Aldyanta.
Ringgo terus saja berpikir keras bagaimana caranya untuk mendapatkan imformasi tentang klan mafia yang paling di takuti di penjuru kota itu. Apa benar jika klan mafia itu ada hubungannya dengan Aldyanta. Tapi, bagaimana mungkin karna sepengetahuan Ringgo Aldyanta hanyalah pemuda biasa yang terus sibuk dengan dunia bisnis. Bahkan dia tidak melihat sisi kekejaman dan aura gelap yang terpancar dari wajah Aldyanta.
"Deddy sedang apa?" ucap Frans tiba tiba masuk ke ruangan Ringgo.
"Apa kamu tau jika sudah banyak angota kita yang di tangkap oleh klan mafia Dragons?" ucap Ringgo tetap pokus ke layar leptopnya.
"Apa? Bagaimana mungkin?" ucap Frans yang tidak tau apa apa.
"Apa saja pekerjaanmu sehingga kau tidak tau masalah sebesar ini?" ucap Ringgo penuh kekesalan.
"Aku tau jika semua angota yang kita kirim untuk mengusik keluarga kusuma telah hilang begitu saja. Tapi, apa sangkutannya dengan klan itu?"
"Itulah yang Deddy sedang pikirkan. Deddy curiga jika Al dan klan itu ada hubungan"
Mendengar ucapan Frans, Ringgo langsung saja menatapnya sambil mengerutkan keningnya binggung. Dia langsung saja berpikir apa yang ada di dalam pikiran putranya itu.
"Jika ketua klan mafia itu ada hubungannya dengan Al maka dia aka segera keluar jika kita mengusik kelemahan Al" ucap Frans tersenyum sinis.
"Maksudmu apa?" ucap Ringgo masih tidak mengerti.
"Aku sudah mengatur rencana untuk menculik istri kesayangan Al. Aku lihat jika wanita itu sangatlah polos. Jadi sangat mudah bagi kita untuk memanfaatkannya"
Mendengar ucapan Frans, Ringgo langsung saja tersenyum kecil. Dia langsung saja setuju dengan ide yang di berikan putranya itu. Jika mereka berhasil menculik Delissa maka meteka akan dengan mudah mengancam Al dan memberitau siapa ketua klan mafia Dragons yang sebenarnya.
"Aku serahkan semuanya kepadamu. Deddy tidak mau lagi ada yang namanya kegagalan"
"Baik, Ded. Aku akan segera menjalankan rencanaku. Dan untuk Vina deddy harus memperketat penjagaan kepadanya. Karna Al akan segera mengejarnya" ucap Aldyanta mengingat kejadian di mension utama keluarkan Kusuma.
__ADS_1
"Baiklah" ucap Ringgo langsung saja menganguk mengerti.
Setelah selesai berbincang dengan Ringgo, Frans pangsung saja melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Ringgo. Dia langsung saja pergi untuk memantau Delissa di sekitaran rumah sakit.
Dia berjaga dengan beberapa angotanya dari kejauhan agar angota Aldyanta yang sedang berjag tidak curiga. Frans melihat penjagaan yang begitu ketat di rumah sakit itu membuatnya sangat sulit untuk menyelinap masuk. Tak mau mundur Frans memilih untuk diam sambil memantau dari kejauhan berharap Delissa keluar dari rumah sakit itu seorang diri.
Sedangkan di dalam rumah sakit Delissa sedang menjaga Ayu yang masih lemah. Dia terus saja menatap kepala adiknya yang di balut oleh perban.
"Kak, Aku haus" ucap Ayu tiba tiba bangun.
"Tunggu sebentar ya" ucap Delissa langsung saja meraih botol minuman di sampinganya.
Tapi, sayangnya botol minuman itu kosong. Delissa langsung saja berjalan keluar berharap ada pengawal yang berjaga di depan. Tapi, Delissa tidak melihat siapapun.
"kak Dewa sama kak Fadli kemana ya? Mungkin mereka sedang istirahat. Baiklah aku akan membeli minuman ke luar" gumam Delissa ketika tidak melihat sosok Dewa dan Fadli di sekitar ruangannya.
Delissa langsung saja berpamitan kepada Ayu dan Nana lalu mengambil dompetnya dan berjalan keluar ruangan Ayu seorang diri. Dia berjalan menelusuri koridor rumah sakit seorang diri.
"Maaf, sus. Apa di sekitar sini ada mini market?" ucap Delissa beetanya kepada seorang suster yang dia lewati.
"Ada Nyonya. Nyonya berjalan aja keluar, nanti di sebelah kiri sekitar seratus meter dari rumah sakit ini ada mini market, Nyonya" jelas Suster itu.
"Baiklah. Terima kasih ya, Sus" ucap Delissa langsung saja berjalan mengikuti arahan suster itu seorang diri.
Karna terlalu banyak orang yang berlalu lalang para pengawal Al yang berjaga di luar tidak menyadari kehadiran Delissa. Sehingga Delissa keluar dari rumah sakit tanpa ada pengawasan dari mereka.
Bersambung.....
Haii semua... Sambil nunggu up jangan lupa mapir di karya mama reni ya. Ceritanya sangat seru di jamin kalian akan suka🥰🥰
__ADS_1