Gadis Polos Kesayangan Tuan Al

Gadis Polos Kesayangan Tuan Al
55# Minyak Panas


__ADS_3

Delissa langsung saja mengantarkan suaminya sampai ke depan pintu utama. Tak lupa sebelum berangkat Aldyanta mencium kening sang istri terlebih dahulu dan juga memberikan pengawalan yang ketat kepada sang istri.


"Dasar si wanita kampun itu sudah seperti putri raja saja. Di mension saja di berikan pengawalan seketat itu oleh Aldyanta" ucap Vina sinis ketika melihat beberapa pengawal yang terus mengawasi Delissa.


"Karna Al merasa jika dia tidak aman di rumah ini" ucap Julia langsung tau apa yang ada di pikiran Aldyanta.


"Maksud mama, Al mulai mencurigai kita?"


"Benar sekali. Mama melihat jika Al semakin sudah curiga. Itu makanya suruh suamimu itu untuk bertindak cepat"


"Oohh. Kalau itu mama tenang saja, suamiku tercinta sudah membereskan semuanya. Hanya tinggal sedikit lagi perusahaan itu akan menjadi milik kita" ucap Vina tersenyum sinis.


"Mama harap kali ini tidak gagal"


"Tapi, aku ada rencana yang lebih bagus"


"Apa?" ucap Julia langsung saja binggung.


"Mama ikut denganku" ucap Vina langsung saja tersenyum sinis lalu melangkahkan kakinya menemui Delissa. Julia yang penasaran dengan rencana Vina langsung saja mengikuti langkah Vina menemui Delissa.


"Del, kamu sibuk?" ucap Vina mengetuk pintu kamar Delissa.


"Tidak, Kak. Ada apa?" ucap Delissa langsung saja membuka pintu kamarnya.


"Mama sangat ingin makan ayam goreng tapi koki di rumah ini sedang keluar. Sedangkan kakak tidak bisa memasak" ucap Vina memberikan kode ke Julia.


"Ia, Del. Mama mau makan ayam goreng, tapi mama gak bisa masaknya. Kamu kan menantu mama tolong masakin ya" ucap Julia langsung sajanmemasang wajah memelasnya.


Melihat sikap Julia dan Vina, Delissa langsung saja mengerutkan keningnya binggung. Ucapan sang suami yang mengatakan dirinya harus menjaga jarak dengan kedua wanita di depannya kembali tergiang di telinganya.


"Kamu mau ya, Del" ucap Julia menatap Delissa penuh permohonan.


"Baik, Ma. Delissa akan memasaknya" ucap Delissa langsung saja menepis pikiran pikiran kotornya.

__ADS_1


Lagi pula hanya memasak, pekerjaan itu tidaka kan membahayakan Delissa. Delissa langsung saja melangkahkan kakinya ke dapur. Melihat Delissa yang telah pergi ke dapur Vina langsung saja tersenyum sinis.


"Memangnya apa yang kamu rencanakan?" ucap Julia penasaran.


"Mama lihat saja nanti. Ayo" ucap Vina langsung saja menarik tangan mertuanya menuju dapur.


Mereka bersembunyi di balik dingding sambil melihat apa yang terjadi kepada Delissa nantinya. Delissa langsung saja mengambil ayam yang ada di kulkas lalu menyiapkan semua bumbunya. Setelah semua di siapkan Delissa langsung saja menghidupkan kompor gas lalu, menuangkan minyak goreng ke wajan yang telah dia panaskan.


"Del, awas" Frans yang melihat minyak goreng itu menyiprat langsung saja melindungi Delisa dari cipratan minyak panas itu.


"Kak Frans" ucap Delissa gugup karna melihat punggung Frans yang terkena cipratan minyak panas. Frans langsung saja mematikan kompor gas itu sambil melindungi dirinya dari cipratan minyak panas.


"Kamu tidak apa apa?" ucap Frans sambil menahan panas di punggungnya karna terkena cipratan minyak panas.


"Aku tidak apa apa. Tapi, punggung kakak"


"Tidak apa apa. Hanya perlu di oles salep saja pasti langsung sembuh" ucap Frans sambil melirik Vina dan Julia yang memperhatikan mereka dari kejauhan.


"Ayo, Kak. Biar aku obati" ucap Delissa membawa Frans ke ruang tamu lalu mengambil kotak P3K.


"Vin, sepertinya kakakmu sangat marah. Apa yang harus kita lakukan?" ucap Julia merasakan aura kemarahan dari Frans.


"Aku tidak tau. Mama sih ingin sekali mengerjai wanita kampung itu" ucap Vina melimpahkan semuanya ke Julia.


"Kok mama, sih? bukananya kamu yang merencanakan ini semua?" ucap Julia membela diri.


"Sudahlah! lebih baik kita pergi dari sini. Sebelum kakak semakin marah" ucap Vina langsung saja menarik tangan Julia untuk pergi dari sana.


Sedangkan Delissa langsung saja duduk di samping Frans sambil mengambil obat untuk luka Frans.


"Kak, buka kemejanya. Biar aku obati" ucap Delissa.


Frans langsung saja menurut. Dia langsung saja membuka satu persatu kancing kemejanya hingga memperlihatkan dada bidangnya. Delissa hanya menunduk tidak mau menatap ke arah Frans. Karna dia tidak mau melihat dada orang lain selain dada suaminya yang sangat mengoda.

__ADS_1


"Perlihatkan punggung kakak"


"Baiklah" ucap Frans langsung saja memengungi Delissa.


Delissa melihat punggung putih Frans yang di penuhi bintik bintik merah karna terkena cipratan minyak panas tadi. Tak mau banyak pikir Delissa langsung saja mengoleskan salep ke punggung Frans.


Frans langsung saja tersenyum ketika merasakan tangan mulus Delissa menyentuh punggungnya. Dia ingin sekali mengengam tangan itu lalu memeluk Delissa dengan erat. Namun, Frans berusaha untuk menahan dirinya. Dia tidak mau jika kecerobohannya membuantnya semakin susah untuk mendapatkan Delissa.


"Sudah, Kak" ucap Delissa setelah selesai mengobati lukan Frans.


"Terima kasih" ucap Frans tersenyum sambil menahan perih di punggungnya.


"Aku yang harusnya berterima kasih karna kakak melindungiku dari cipratan minyak panas tadi"


"Tapi, kenapa bisa itu tadi terjadi?" ucap Frans merasakan ada kejangalan di balik kejadian di dapur tadi.


"Aku tidak tau, Kak. Padahal wajannya kering tidak ada airnya. Tapi, kenapa minyaknya bisa seperti tadi" Jelas Delissa juga merasa binggung.


"Tapi, kenapa kamu memasak. Apa Al tidak memiliki koki?"


"Tadi mama memintaku memasak ayam goreng karna koki lagi pergi"


Mendengar penjelasan Delissa, Frans semakin yakim jika adiknya ada di balik kejadian tadi. Dia langsung saja mengeraskan rahangnya penuh amarah. Dia tidak tau apa yang terjadi pada Delissa tadi jika dia tidak datang tepat waktu. Melihat cipratan minyak yang cukup besar sudah di pastikan kulit Delissa akan melepuh jika terkena cipratan minyak tadi.


"Tapi, kakak kenapa bisa menolongku tadi?" ucap Delissa penasaran.


"Tadi kakak ingin menemui Vina. Kakak tanya ke penjaga katanya Vina ada di kamar. Tapi, saat kakak mau ke kamar Vina kakak melihatmu sedang memasak di dapur" jelas Frans berbohong.


Dia memang datang ke mension Aldyanta untuk menemui Vina. Tapi, itu cuma alasan semata dia ingin melihat Delissa yang telah berhasil mengisi hatinya. Namun, saat memasuki mension Frans melihat gerak gerik Julia dan Vina yang mencurigakan.


Frans juga melihat area sekitar sana yang sepi dari penjagaan. Frans yang curiga langsung saja melihat apa yang sedang di perhatikan Julia da Vina.


Benar saja Frans, melihat jika minyak goreng yang di tuangkan Delissa ke wajan ada campuran airnya. Frans yang melihat itu langsung saja mengejar Delissa dan berhasil melindungi Delissa dari cipratan minyak panas itu.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2