
Dewa dan Fadli langsung saja membawa Ayu dan Nana kembali ke mension Aldyanta. Namun, saat ingin masuk memasuki mension Dewa dan Fadli tidak sengaja berpas pasan dengan Frans yang juga ingin keluar dari mension itu.
Dewa dan Fadli menatap Frans dengan penuh rasa penasaran. Sama seperti Aldyanta mereka juga merasa jika pernah bertemu dengan Frans di suatu tempat. Tapi, mereka tidak bisa mengingatnya sama sekali.
"Hai, Tante. Siapa Kakak tampan ini?" ucap Nana menyapa Vina yang berdiri di samping Frans.
"Aku bukan tantemu. Sejak kapan aku menikah dengan Ommu?" ucap Vina sinis.
"Kenalkan kakak, Kak Frans. Kakaknya Vina" ucap Frans tersenyum ramah.
"Kak ayo. Kakak tidak perlu memperdulikan manusia udik ini" ucap Vina langsung saja menarik tangan Frans.
"Maaf, Nyonya! Apa anda lupa jika mereka adalah adik ipar tuan muda? pemilik sah mension yang anda tempati ini!" ucap Dewa geram tidak terima dengan ucapan Vina.
"Baru jadi adik ipar Al saja sudah belagu. Aku yakin suatu saat Al akan meninggalkan istrinya yang kampungan itu lalu kembali kepadaku" ucap Vina penuh percaya diri.
"Buahahah.... Mimpi jangan terlalu tinggi, Nyonya. Nanti kalau jatuh pasti rasanya sangat sakit" ucap Dewa tertawa renyah mendengar ucapan Vina.
Melihat Dewa yang menertawainya Vina langsung saja mengepalkan tangannya geram. Dia langsung saja menarik Frans lalu pergi meninggalkan Dewa yang terus saja menertawainya.
"Aku heran kenapa ya ada manusia yang tak tau malu seperti dia" ucap Fadli tersenyum sambil mengelengkan kepalanya pelan.
"Sudahlah! tidak perlu memperdulikan orang gila itu. Lebih baik kita masuk sekarang" ucap Dewa langsung saja melangkahkan kakinya memasuki mension sambil terus saja terkekeh mengingat ucapan Vina tadi.
"Kak, kami langsung ke kamar ya" ucap Ayu dan Nana langsung saja berlari ke kamarnya.
Brukkk....
"Arghh... kalian jalan pakai mata gak, sih?" bentak Julia ketika Ayu dan Nana tidak sengaja menabraknya sehingga dia terjatuh.
"Nona kecil tidak apa apa?" ucap Dewa dan Fadli langsung saja membantu Ayu dan Nana untuk berdiri.
"Kami tidak apa apa, Kak" ucap Ayu dan Nana.
__ADS_1
"Nek, kami minta maaf ya. Kami tidak sengaja" ucap Ayu merasa bersalah karna sudah membuat Julia terjatuh.
"Kalian kira mension ini lapangan bola, apa? main lari larian sesuka hati kalian saja. Dasar bocah miskin tidak pernah melihat rumah besar dan mewah" bentak Julia sambil menunjuk ke wajah Ayu dan Nana.
"Heii! jaga mulut anda ya, Nyonya" bentak Dewa tidak terima dengan hinaan Julia keoada kedua Nona kecilnya.
"Berani kau meninggikan suaramu kepadaku? apa kau lupa kau hanya pembantu di sini" ucap Julia menatap tajam Dewa.
"Kami memang hanya orang miskin yang di bawa Kak Al ke sini. Tapi, kami tidak miskin etika seperti anda" ucap Ayu berani.
"Berani kau?" ucap Julia langsung saja mengankat tangannya hendak menapar Ayu.
Namun, Delissa datang tepat waktu. Dia langsung saja menangkap tangan julia lalu menepisnya dengan kasar.
"Apa anda tidak malu mengangkat tangan anda kepada anak kecil" ucap Delissa tidak terima dengan perlakuan Julia.
Delissa dan Aldyanta yang awalnya ingin keluar tiba tiba mendengar keributan dari ruang depan. Karna merasa penasaran mereka langsung saja mencari sumber keributan itu. Delissa langsung saja membulatkan matanya terkejut ketika melihat Julia memarahi kedua adiknya.
"Aku tidak akan mengangkat tanganku jika adikmu ini bisa jaga ucapannya" ucap Julia menatap tajam Delissa.
"Nona kecil tidak akan berbicara seperti itu jika anda tidak menghinanya duluan" ucap Dewa langsung saja membela Ayu.
"Salah mereka kenapa berlarian dan membuat aku terjatuh" ucap Julia tidak mau kalah.
"Ayu, Nana" ucap Delissa langsung saja meminta penjelasan kepada kedua adiknya.
"Maaf kak. Kami tadi berlari dan tidak melihat nenek ini jadi kami menabraknya" jelas Ayu menunduk.
"Sudahlah. Lain kali jika berlari lihat orang di depan kalian. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Sekarang minta maaf kepada Nenek sekarang" perintah Delissa.
"Tapi, Nyonya" ucap Dewa tidak terima jika nona kecilnya harus meminta maaf kepada nenek lampir itu.
"Mereka yang salah. Jadi mereka harus minta maaf. Mereka harus bertangung jawab atas apa yang telah mereka lakukan" ucap Delissa tidak mau di bantah.
__ADS_1
Mendengar ucapan Delissa, Dewa dan Fadli langsung saja diam menunduk. Sedangkan Aldyanta langsung saja menatap kagum istrinya. Delissa selalu mendidik kedua adiknya dengan sangat baik.
"Nek, kami minta maaf. Lain kali kami tidak akan berlarian lagi" ucap Ayu dan Nana langsung saja meminta maaf kepada Julia.
Namun, saat Ayu dan Nana ingin menyalim tangan Julia. Julia langsung saja menepis kasar tangan Ayu dan Nana. Melihat itu Delissa langsung saja membuang napasnya pelan. Ingin sekali dia menghajar wanita angkuh di deoannya itu. Namun, dia tidak bisa menunjukkan ketidak sopanannya di depan kedua adiknya.
"Sekarang kalian pergi ke kamar kalian lalu mandi" ucap Delissa membelai lembut rambut panjang kedua adiknya.
"Baik, Kak" ucap Ayu dan Nana patuh lalu pergi ke kamar mereka.
"Kalian berdua datang keruanganku sekarang juga" ucap Aldyanta lalu melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerjanya.
"Sayang, kamu bantu Ayu dan Nana dulu ya. Periksa tugas tugas sekolah mereka" ucao Aldyanta mengentikan langkahnya lalu menatap wajah sang istri yang hanya diam di tempatnya.
"Ia, kak" ucap Delissa patuh lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamar Ayu dan Nana.
Aldyanta menatap kepergian sang istri sambil tersenyum. Setelah itu dia mendekati Julia yang masih betah di tempatnya.
"Jika mama masih ingin tinggal di sini maka mama harus menjaga sikap mama kepada istri dan kedua adikku. Jika mama tidak busa melakukan itu maka pintu keluar terbuka lebar untuk mama" ucap Aldyanta menatap tajam Julia.
Jujur saja selama ini dia selalu menjaga kesopanannya kepada Julia. Walaupun dia mencurigai Julialah yang ada di belakanga kematian Mommy dan Deddynya. Namun, Aldyanta terus memegang erat pesan sang Deddy untuk menghormati Julia yang juga sudah menjadi mama tirinya.
Namun, kali ini kelakuan Julia sudah kelewatan batas. Dia berani mengangkat tangannya kepada kedua adik kesayangan Aldyanta. Kakak mana yang terima jika adiknya di hina bahkan hendak di tampar tepat di hadapannya sendiri.
Untung saja dia dan Delissa datang tepat waktu. Jika tidak tidak bisa di bayangkan apa yang akan terjadi pada tangan Julia jika dia sampai menampar adik kesayangan ketua klan mafia yang kejam seperti Aldyanta.
Bersambung....
hai semuanya...
maafnya karna Author upnya tidak teratur🙏🙏. Author minta maaf karna kerjaan di dunia nyata sangat padat😅. Author janji akan up teratur mulai tangan 1 nov nanti.
Terima kasih atas dukungan kalian semua🥰🥰
__ADS_1