Gadis Polos Kesayangan Tuan Al

Gadis Polos Kesayangan Tuan Al
52# Delissa Bidadariku


__ADS_3

Mendengar nama Delissa wanita pujaan hatinya Frans langsung saja memancarkan senyumannya. Setelah pertemuannya dengan Delissa, Frans mencoba mencari tau siapa Delissa yang sebenarnya.


"Siapa bidadari itu? apa dia pelayan di sana. Jika ia maka bawalah dia kepadaku. Aku akan menjadikannya ratu di istanaku" ucap Frans tersenyum sambil membayangkan wajah Delissa.


"Kali ini anda salah besar, Tuan. Mendapatkan wanita itu akan sangat sulit untuk anda dapatkan" ucap Andi langsung saja duduk di kursi tepat di depan Frans.


"Maksudmu?" ucap Frans binggung.


"Dia adalah nyonya muda keluarga kusuma. Istri Aldyanta Kusuma"


"Apa! jadi dia istri Al?" ucap Frans terkejut. Ternyata Delissa adalah istri Aldyanta.


"Ia, Tuan. Dia jugalah yang telah menyelamatkan dan merawat Aldyanta selama menghilang karna kecelakaan itu, Tuan"


"Delissa bidadariku. Ternyata kau sudah menjadi seorang istri. Tapi itu tidak akan menghalangiku untuk mendapatkanmu. Aku akan menghancurkan suamimu dan menjadikanmu milikku. Aku tidak sabar menjadikanmu berada di bawahku" ucap Frans tersenyum sinis sambil membayangkan dirinya menikmati tubuh Delissa.


Mendengar ucapan Frans, Andi hanya mampu tersenyum sambil mengeleng kecil. Dia tidak menyangka jika tuan mudanya itu telah teropsesi kepada istri dari musuh mereka sendiri.


Mendengar percakapan Frans dan Andi dari alat penyedot suara yang dia letakkan di meja Frans, Dewa langsung saja membulatkan matanya terkejut. Dewa dan Fadli langsung saja saling lempar pandang ketika mendengar Frans telah jatuh cinta dan ingin merebut Delissa dari Aldyanta.


"Nyonya muda dalam bahaya. Jangan sampai Frans yang gila wanita itu mendapatkan Nyonya Muda kita" ucap Dewa waspada karna mengetahui kelakuan bejat Frans yang selalu menjadikan wanita sebagai budak nafsunya semata.


"Jika Frans berhasil menyentuh Nyonya muda aku tidak berani membayangkan bagaimana reaksi Tuan Muda. Pasti semua iblis yang sedang bersemayam di dalam tubuhnya akan keluar semua" ucap Fadli sudah tau jika Aldyanta tidak akan membiarkan begitu saja orang orang yang berani menyentuh orang yang berarti di dalam hidupnya.


"Kamu benar. Tapi, lebih baik kita memberitau Ervan sekarang juga. Agar Ervan lebih memperketat penjagaan untuk Nyonya muda dan juga kedua Nona kecil. Kamu tau sendirikan jika Nyonya muda kita sangatlah polos. Pasti dia dengan mudah akan jatuh ke perangkap Frans yang licik itu" ucap Dewa mengingat keluguan dan juga kepolosan Delissa.


"Kamu benar. Ayo cepat" ucap Fadli langsung saja mengayunkan langkahnya. Mereka langsung saja pergi ke apartement Ervan yang berada di sebelah apartement mereka.


Ervan yang sedang bersantai sambil menatap indahnya rembulan langsung saja terkejut, ketika Dewa dan Fadli langsung saja masuk ke apartementnya tanpa permisi.


"Setan!" teriak Ervan terkejut ketika melihat Dewa dan Fadli tiba tiba ada di depannya.

__ADS_1


"Bangsat! kamu manusia setengah setan" ucap Fadli langsung saja menghidupkan lampu agar Ervan bisa melihat wajah mereka.


"Dasar bocah gila! apa tidak bisa kau ketuk pintu dulu? main nyelonong saja seperti orang tidak berpendidikan" oceh Ervan kesal sambil mengusap dadanya.


"Kamu sendiri ngapain bersemayam di ruangan gelap. Memangnya kamu lagi mikirin apa sih?" ucap Dewa langsung saja membaringkan tubuhnya di atas ranjang Ervan tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


"Aku sedang memikirkan cara untuk menendang kedua nenek lampir sekaligus orang yang paling menyebalkan si Heri itu dari mension utama" jelas Ervan.


"Itu mah gampang. Kamu serahkan saja kepadaku. Tapi aku punya imformasi lebih penting" ucap Dewa langsung saja menceritakan apa yang mereka dengar dari penbicaraan Frans dan Andi seditail mungkin.


"Apa! dia mau merebut nyonya muda dari tuan muda?" ucap Ervan terkejut mendengar penjelasan Dewa.


"Benar, Van. Dia telah terpesona dengan kecantikan nyonya muda saat mereka bertemu di mension" jelas Fadli.


"Itu tidak boleh terjadi. Kita akan memperingatkan Tuan Muda sekarang juga" ucap Ervan langsung saja melangkahkan kakinya keluar dari apartementnya.


"Kamu mau ke mana?" ucap Dewa langsung terbangun dari tidur santainya.


"Mau ke hiburan! mau ke mension utama lah!" ucap Ervan membuang napasnya kasar.


Di mension Kusuma.


Aldyanta sedang mengajari Ayu dan Nana mengerjakan tugas sekolah mereka. Aldyanta mengajari Ayu dan Nana dengan penuh kelembutan dan juga kasih sayang.


"Kak ini gimana?" ucap Nana memperlihatkan tugas penjumlahan.


"Gini kakak kasi Nana permen lima" ucap Aldyanta menyerahkan permen sebanyak lima ke Nana.


"Terus?" ucap Nana tidak mengerti.


"Kakak tambah lagi dengan memberi Nana permen tujuh lagi. Sekarang Nana punya berapa permen" ucap Aldyanta menyerahkan permen sebanyak tujuh lagi kepada Nana.

__ADS_1


Nana langsung saja menghitung semua permen yang ada di depannya dengan penuh semangat.


"Sebelas, Kak" ucap Nana setelah selesai menghitung semua permen yang di berikan Aldyanta.


"Kenapa bisa sebelas" ucap Aldyanta binggung sambil terus menghitung permen yang ada di meja.


Aldyanta langsung saja tersenyum ketika melihat Ayu sedang belajar dengan santainya, sambil memakan permen yang diberikan Aldyanta kepada Nana.


"Ayu kamu ambil permen Nana ya?" ucap Aldyanta mengelengkan kepalanya pelan.


"He...he Ia, Kak. Habisnya Nana biarin gitu aja" ucap Ayu terkekeh kecil.


"Kamu ini" Aldyanta langsung saja mencubit kecil hidung Ayu lalu tersenyum melihat tingkah kedua adiknya itu.


"Jadi gimana, Kak? jawabannya sebelas?" ucap Nana belum mengerti.


"Tidak! ayo kita ulangi lagi" ucap Aldyanta kembali menyerahkan permen ke Nana.


Nana langsung saja menghitungnya dengan teliti. Nana dan Ayu langsung saja mengerti setiap hal yang di ajari Aldyanta. Kedua bicah itu sangatlah pintar dan juga lucu sehingga membuat Aldyanta terus saja tersenyum melihat tingkah mereka.


"Kak, ayo minum dulu" ucap Delissa membawakan teh dan juga susu untuk suami dan juga kedua adiknya.


"Terima kasih, Sayang" ucap Aldyanta langsung saja menerima secangkir teh pemberian Delissa.


"Kak, lihat tugas sekolah kami sudah selesai" ucap Ayu dan Nana memperlihatkan tugas sekolah yang sudah mereka kerjakan bersama Aldyanta.


"Wah, adik adik kakak pintar sekali" ucap Delissa tersenyum ketikan melihat tugas kedua adiknya yang mereka kerjakan dengan benar.


"Ia, Kak. Kak Al yang ajarin" ucap Ayu dan Nana langsung saja memeluk Aldyanta yang telah menjadi sosok ayah dan kakak laki laki untuk mereka.


"Kak hanya membimbing kalian. Kalian memang sangat pintar. Kakak berjanji akan memberikan pendidikan yang bagus untuk kalian. Agar kelak kedua adik kesayangan kakak ini bisa menjadi kebangaan kakak" ucap Aldyanta langsung saja membalas pelukan kedua adiknya.

__ADS_1


Delissa langsung saja tersenyum melihat kasih sayang suaminya kepadanya dan juga kedua adiknya. Semenjak kehadiran Aldyanta dia tidak pernah lagi merasa seorang diri. Dia merasa sosok sang ayah yang telah lama meninggal ada di dalam diri Aldyanta.


Bersambung....


__ADS_2