
Jlepp...
Dewa langsung saja menusukkan pedangnya ke sapah satu pria yang mencoba mendekatinya.
Arghh...
Teriak pria itu meringis kesakitan ketika Dewa menarik pedangnya kembali. Tak cuman sekali bahkan Dewa menusuk perut pria itu berulang kali sehingga membuat darah pria itu mengenai wajah Dewa.
"Ha...ha...." setelah puas menusuk musuhnya dengan berutalnya Dewa langsung saja tertawa puas. Bahkan tawa Dewa terdengar begitu menyeramkan.
Dengan seketika tawa Dewa yang tadinya terdengar nyaring tiba tiba menghilang. Dia langsung saja menarap empat musuh yang tersisa di depannya. Dewa langsung saja mengayunkan pedangnya yang di penuhi noda darah.
Melihat temannya yang telah mati mengenaskan keempat pria itu langsung saja menatap Dewa dengan penuh kewaspadaan. Awalnya mereka menatap Dewa dengan tatapan meremehkan. Tapi, akhirnya mereka sadar jika pria di yang mereka anggap hanyalah bocah ingusan ternyata jauh lebih menyeramkan dari malaikat pencabut nyawa.
"Majulah! aku akan mencabut nyawa kalian satu persatu" ucap Dewa langsung saja melemparkan tatapan membunuhnya.
"Sialan! ayo kita serang dia" ucap keempat pria itu langsung saja menyerang Dewa secara bersamaan.
Mereka berempat menyerang Dewa secara brutalnya. Karna kalah jumlah awalnya Dewa kewalahan menghadapi keempat pria itu. Namun, akhirnya Dewa bisa menyeimpangi kekuatan mereka. Walaupun seorang diri Dewa tidak terlihat takut sedikitpun.
Jlepp...
Salah satu dari pria itu berhasil melukai lengan Dewa sehingga pedang yang ada di tangan Dewa langsung saja terjatuh. Dewa langsung saja merasakan perih di bagian lengannya karna luka yang dialaminya cukup dalam. Bahkan darah Dewa mengalir dengan derasnya dari luka itu.
"Sialan kau! akan aku cincang tanganmu itu" teriak Dewa penuh amarah sambil lalu menyerang keempat pria itu dengan brutalnya. Dewa tidak mau menghabiskan waktunya berlama lama menghadapi empat pecundang itu.
Dewa langsung saja menebas leher keempat pria itu satu persatu. Tiada ampun bagi setiap musuh yang dia temui. Dewa terus saja mengila dan menebas setiap musuh yang mendekatinya seperti menebas pohon pisang saja.
"Sial! mereka banyak sekali. Jay, Van cepatlah datang" gumam Dewa mulai kewalahan menghadapi musuh yang semakin lama semakin banyak saja.
Frans sengaja membuat pertahanan di beberapa tempat agar kelompok Dewa kewalahan. Dia menaruh semua angota terkuatnya di bagian dalam agar mereka dengan gampang mengalahkan kelompok Dewa yang sudah kelelahan.
__ADS_1
Sedangkan Aldyanta terus saja menyusup memasuki Villa. Dia terus saja berjalan mengikuti arahan yang telah Dewa berikan padanya. Namun, dia melihat Dewa dan para angotanya yang telah terluka menghadapi para musuh dari kejauhan.
"Dewa! bertahanlah. Aku akan segera membantumu" gumam Aldyanta melihat perjuangan Dewa dan seluruh anggotanya yang begitu keras untuk menyelamatkan istrinya.
Tidak mau usaha mereka sia sia Aldyanta langsung saja bergerak cepat. Setidaknya dia bisa menyelamatkan Delissa terlibih dahulu dari pria bejat seperti Frans.
Sedangkan Frans menatap pertempuran yang ada di bawah sambil tersenyum sinis. Dia melihat angota Aldyanta yang kalah jumlah dari angotanya. Dia merasa jika rencananya telah berhasil karna sudah memecah belah anggota Aldyanta.
Dia langsung saja berjalan mendekati Delisa yang masih pingsan. Dia melirik jam tangannya dan melihat jika sebentar lagi Delissa akan segera siuman. Frans langsung saja mengabil obat perangsang di dalam lacinya lalu menyuntikannya pada tubuh Delissa.
"Malam ini kita akan merayakan keberhasilanku, Sayang. Aku akan menghancurkan suamimu dan membunuhnya dengan tanganku sendiri. Setelah itu aku akan menguasai semua yang dia miliki termasuk dirimu, Sayang" ucap Frans sambil membelai lembut wajah Delissa.
Frans mencoba membelai rambut Delissa dan mengirum aroma rambut Delissa yang menurutnya sangat wangi. Sambil menunggu Delissa sadar Frans mencoba meraba tubuh indah Delissa. Namun, saat Frans mulai menyentuh perut Delissa, Delissa langsung saja tersadar dari pingsannya.
"Kak Frans" ucap Delissa refleks mendorong tubuh Frans.
"Kamu sudah sadar, Sayang" ucap Frans tersenyum melihat Delissa yang gelisah.
Karna sudah pernah melakukannya bersama Aldyanta, Delissa langsung sadar jika dia sedang berada di puncak gairah. Namun, dia tidak tau mengapa hal itu bisa terjadi.
"A... apa yang sudah kakak lakukan?" ucap Delissa mencoba memeriksa pakaiannya.
Dia langsung saja merasa lega karna pakaiannya masih utuh. Itu tandanya jika Frans belum melakukan apapun padanya.
"Kamu tenang saja, Sayang. Aku tidak akan melakukan apapun sebelum dirimu sadar. Aku ingin kamu juga menikmati malam ini sayang" ucap Frans tersenyum sinis sambil terus burusaha mendekati Delissa.
"Kakak jangan kurang ajar! atau aku akan melakukan hal yang buruk kepada kakak" ucap Delissa sambil meremas ujung gaunnya untuk mengontrol dirinya.
"Silahkan saja! karna aku tidak akan menyerah mendapatkan tubuh indahmu itu" ucap Frans langsung saja memeluk Delissa lalu menciumi wajahnya.
Bruk....
__ADS_1
Arghh...
Delissa yang memberontak langsung saja menendang aset berharga Frans. Frans langsung saja meringis kesakitan sambil memegang aset berharganya yang berdenyut denyut. Dengan cepat Delissa berlari kearah pintu keluar namun pintunya telah di kunci dan kuncinya ada pada Frans.
"Apa kamu mencari ini?" ucap Frans memperlihatkan kunci yang ada di tangannya.
"Berikan kunci itu kak" ucap Delissa dengan gemetar karna merasakan reaksi obat perangsang yang di berikan Frans semakin kuat.
"Aku memberikannya tapi..." ucap Frans langsung saja menarik lengan baju Delissa sehingga legan baju Delissa langsung saja terkoyak.
Delissa langsung saja menutup tubuhnya yang terlihat akibat ulah Frans. Frans langsung saja tersenyum lalu mencoba mendekati Delissa yang telah di kuasai gairah.
"Ayo, sayang. Kita nikmati saja permainan ini. Lagian suamimu tidak akan datang menyelamatkanmu" ucap Frans terus saja berusaha menyentuh Delissa.
"Tidak! Kak Al akan datang menyelamatkanku. Kau lihat saja dia akan menghukummu atas semua ini" ucap Delissa menatap Frans dengan penuh keberanian.
Dia yakin jika Aldyanta akan segera datang menyelamatkannya. Delissa terus saja memberontak hingga membuat Frans langsung saja hilang kendali.
Plakk...
Satu tamparan mendarat mulus di wajah Delissa sehingga Delissa langsung saja terjatuh tersungkur di lantai. Delissa mencoba menahan tangisnya sambil memegang wajahnya yang memanas akibat tamparan Frans.
Tak berhenti sampai di situ Frans langsung saja menyeret tubuh Delissa dan melemparnya ke atas ranjang. Frans langsung saja membuka satu persatu kancing bajunya sambil menatap Delissa dengan penuh gairah.
"Jangan kau sentuh aku!" teriak Delissa sambil terus saja memberontak.
Sekuat apapun Delissa memberontak tapi tidak mengehentikan aksi gila Frans. Dia tetap saja berusaha untuk menikmati tubuh Delissa.
Brukk...
"Beraninya kau!"
__ADS_1
Bersambung.....