
Saat Aldyanta telah berhasil menyusup ke Villa Aldyanta langsung saja menuju ke kamar tempat Delissa di tahan. Aldyanta langsung saja mengepalkan tangannya penuh emosi ketika melihat Frans berusaha melecehkan istrinya. Aldyanta langsung saja menarik bahu Frans lalu melayangkan tinjunya ke wajah Frans.
Brukkk....
"Beraninya kau menyentuh istriku" teriak Aldyanta langsung saja memukul Frans dengan membabi buta.
"Kak" ucap Delissa lirih sambil menahan gairahnya yang semakin memuncak.
"Sayang. Kamu tidak apa apa?" ucap Aldyanta langsung saja memeluk Delissa.
Namun, Aldyanta merasakan ada aura yang berbeda dari suhu tubuh Delissa. Dia menatap mata Delissa yang sedang menahan gairahnya. Namun, mata Aldyanta langsung saja membulat ketika melihat wajah Delissa yang memerah karna tamparan Frans.
Aldyanta langsung saja mengepalkan tanganya geram lalu mencoba membetulkan pakaian Delissa yang berantakan akibat ulah Frans. Tidak mau membuang kesempatan Frans langsung saja mencoba menyerang Aldyanta dari belakang.
Aldyanta yang menyadari serangan Frans langsung saja menangkap tangan Frans lalu menatapnya dengan begitu tajam. Aldyanta langsung saja mengeraskan rahangnya sambil menatap Frans dengan penuh kemarahan.
Brukkk.....
Aldyanta langsung saja melayangkan tinjunya ke wajah Frans sehingga Frans langsung saja jatuh tersungkur. Tidak terima dengan kekalahannya Frans langsung saja menyerang Aldyanta sehingga pertarungan sengit di antara mereka langsung terjadi.
"Kak! Tolong" ucap Delissa lirih karna tidak sanggup lagi menahan gairahnya.
Brakk...
Aldyanta langsung saja menghantam kepala Frans ke dinding. Frans yang merasakan sakit yang teramat pada kepalanya langsung saja lemas dan mencoba memangil bantuan. Melihat Delissa yang terus saja mencoba melepas pakaiannya Aldyanta memilih untuk menyelamatkan Delissa terlebih dahulu.
Aldyanta takut jika Delissa akan melepaskan semua pakaiannya dan kemungkinan besar akan membuat Delissa semakin berada dalam bahaya. Tak lupa Aldyanta langsung saja melakukan serangan terakhirnya dengan menedang kepala Frans sekuat mungkin. Setelah melihat Frans yang tergeletak lemas Aldyanta langsung saja membawa Delissa kedalam gendongannya.
Aldyanta membawa Delissa kabur melalui jalan masuknya tadi. Tidak lupa Aldyanta memberikan kode kepada Angotanya untuk menagkap Frans terlebih dahulu.
"Al awas kau! Aku tidak akan berhenti begitu saja" batin Frans mengepalkan tangannya geram sambil memegang kepalanya yang sempoyongan.
__ADS_1
Frans memegang kepalanya yang terus saja mengeluarkan darah akibat benturan keras yang membuat kepalanya bocor.
"Kalian kejar bajingan itu" ucap Frans kepada angotanya yang masuk ketika mendengar permintaaan bantuan dari Frans.
"Baik, Tuan" ucap para angota Frans langsung saja mengejar Aldyanta.
"Tuan, tidak apa apa?" ucap Andi panik ketika melihat kepala Frans yang terus saja mengeluarkan darah.
"Aku tidak apa apa. Aku mau kau membawa bidadariku kembali kepadaku" ucap Frans tetap saja ingin menginginkan tubuh Delissa.
"Baik, tuan. Tapi, lebih baik tuan bersembunyi terlebih dahulu" Andi langsung saja membawa Frans untuk berlindung.
Andi menatap kericuhan di luar dengan penuh rasa tidak percaya. Dia menatap begitu banyak mayat yang bertebaran di sekeliling Villa itu. Secara tidak langsung Andi mengakui strategi perang Aldyanta yang sangat menakjubkan. Walaupun mereka kalah jumlah tapi, angota Aldyanta tetap saja mengalahkan kekuatan mereka.
Andi berusaha membawa Frans dari pintu belakang. Jujur saja dia tidak mau mati sia sia di tangan angota Aldyanta yang kini telah mengila. Tapi, sebagai asisten pribadi sekaligus kepercayaan Frans, Andi juga harus mengutamakan keselamatan tuan mudanya itu.
Dor....
"Tuan, lebih baik tuan ke mobil terlebih dahulu" ucap Andi melihat Frans yang terus saja mengeluarkan darah di kepalanya.
"Aku tidak apa apa! Lebih baik kamu selesaikan saja mereka semua" ucap Frans langsung saja membuka bajunya lalu mengikat kepalanya yang bocor.
Frans langsung saja mengambil senapang angota Aldyanta yang telah tidak bernyawa lalu menembaki semua orang yang menghalangi jalannya. Hingga akhirnya Frans melihat beberapa orang yang sedang melindungi Aldyanta yang ingin kabur bersama Delissa.
"Delissa sayang aku akan menjemputmu" ucap Frans tersenyum sinis lalu mencoba mengejar Aldyanta yang berusaha kabur.
Dewa yang sudah kehabisan tenaga terus saja berusaha menghabisi setiap lawan yang ada di hadapannya. Terlebih lagi luka yang ada di lengan Dewa membuatnya semakin sulit mengerakkan tangannya.
Terlebih lagi para angota Frans yang dia temui semakin lama semakin kuat saja. Namun, Dewa tidak mauenyerah begitu saja dia harus kuat dan bisa mengalahkan seluruh musuhnya.
Jlepp....
__ADS_1
Satu sayatan berhasil mengenai punggung Dewa sehingga membuat amarahnya semakin memuncak. Namun, belum sempat Dewa melayangkan pedangnya angota Frans terlebih dahulu menyerangnya. Dewa yang sigap langsung saja menahan serangan musuh mengunakan pedangnya.
Karna kekuatan lawan yang masih sangat kuat Dewa mulai kelawahan. Dia terus saja berusaha melawan. Tapi, kekuatannya yang sudah mengurang Dewa langsung kewalahan. Lawanya berhasil menjatuhkan pedang Dewa hingga Dewa tidak memiliki alat untuk bertahan lagi.
"Saksikanlah kematianmu" ucap pria yang berdiri di depan Dewa sambil melayangkan pedangnya bersiap untuk menebas Dewa.
Dor....
Seseorang dari holikopter langsung saja melunsurkan pelurunya sehingga mengenai kepala pria yang ingin menebas Dewa. Dewa yang sadar dirinya selamat dari kematian langsung saja menatap pria yang masih berdiri di pintu holikopter sambil tersenyum menatapnya.
"Ervan! Kamu datang. Terima kasih kau adalah kakak terbaikku" gumam Dewa tersenyum ketika melihat bala bantuan telah datang.
Jay dan Ervan beserta seluruh angota mereka langsung saja turun dari holikopter. Mereka langsung saja membantu angota Dewa yang sudah kewalahan.
"Di mana tuan muda?" ucap Ervan mencoba membantu Dewa bangkit.
"Tuan muda sedang menyelamatkan nyonya muda" ucap Dewa.
"Tuan! Tuan muda pergi ke tengah hutan bersama nyonya muda. Tapi kami tidak bisa melindunginya karna angota Frans telah menyerang kami terlebih dahulu lalu mengejar tuan dan Nyonya muda" ucap salah satu kelompok yang bertugas menjaga Aldyanta.
"Baiklah! Kami akan membantu mereka. Bawa para angotamu yang masih kuat untuk bertempur untuk menyelamatkan tuan dan nyonya muda" ucap Ervan langsung saja menyiapkan senjata yang dia bawa.
"Itu bajingan yang menculik nyonya muda" ucap Jay melihat Frans yang berjalan memasuki hutan bersama beberapa pasukannya.
"Cepat kita bantu tuan muda! Kalian urus yang di sini" ucap Ervan langsung saja membawa beberpa angotanya yang sudah terkumpul untuk membantu Aldyanta.
Melihat para pasukan Ervan yang mencoba menyusul Aldyanta, Andi lasung saja mengerahkan pasukannya yang tersisa untuk menghalangi mereka.
Sedangkan Aldyanta terus saja membawa Delissa ke dalam hutan. Dia menatap nanar Delissa yang terus saja merengek kepanasan. Delissa beberapa kali mencoba merayu Aldyanta dengan mencoba membuka bajunya. Aldyanta terus saja menahan diri dan terus saja mencoba mencari persembunyian yang aman untuk mereka.
Bersambung.....
__ADS_1