
Ayu dan Nana langsung saja menyambut kedatangan Aldyanta dan Delissa di depan rumah sakit. Mereka langsung saja menagis ketika melihat Aldyanta yang bertelanjang dada dan berlumuran darah mengendong Deliasa memasuki rumah sakit.
"Kakak! Kak Delissa kenapa?" ucap Nana dan Ayu langsung saja mendekati Aldyanta.
"Kakak kalian tidak apa apa! Kalian tenang dulu ya" ucap Aldyanta lemas karna luka di tubuhnya cukup parah.
Walaupun tubuhnya terasa remuk tapi Aldyanta tetap berusaha kuat ketika melihat Delissa yang pingsan setelah berhubungan badan dengannya. Aldyanta bahkan tidak merasa sakit sedikitpun walau luka di tubuhnya cukup parah. Yang ada di pikiran Aldyanta saat ini hanyalah keadaan istrinya saja.
"Nona kecil kalian tenang dulu ya. Biar dokter yang memeriksa keadaan nyonya muda teelebih dahulu" ucap Fadli langsung saja menenangkan Ayu dan Nana yang terus saja menangis.
Melihat Aldyanta beserta angotannya datang dengan berlumuran darah semua suster dan dokter langsung saja berhamburan keluar untuk memberi pertolongan kepada mereka.
"Utamakan keselamatan istriku terlebih dulu" perintah Aldyanta langsung saja meletakkan tubuh Delissa di bangsal dorong.
"Baik tuan muda" ucap dokter lalu membawa Delissa ke ruang ICU.
Aldyanta beserta seluruh angotanya langsung saja menunggu di ruang tunggu. Sedangkan Fadli dan Dewa terus saja menenangkan Ayu dan Nana yang terus menangis karna menghawatirkan keadaan Delissa..
"Nona kecil tenang saja, Nyonya muda pasti baik baik saja. Apa kalian lupa jika nyonya muda adalah wanita yang kuat. Pasti dia akan bisa melewati semua ini" ucap Dewa mencoba menghapus air mata Ayu.
"Lihat! Kak Dewa juga terluka. Lebih baik kakak mengobati luka kakak terlebih dahulu" ucap Ayu melihat luka di lengan Dewa.
"Ia, Dew. Lebih baik kamu obati dulu lukamu" ucap Ervan yang melihat luka di lengan Dewa yang terus saja mengeluarkan darah.
"Aku baik baik saja. Kalian tenang saja. Ini hanya luka kecil" ucap Dewa.
__ADS_1
"Lebih baik kamu obati saja lukamu terlebih dulu. Biarkan kami yang menunggu di sini" ucap Aldyanta membuka suara.
"Kakak juga terluka. Lebih baik kakak juga obati luka kakak dulu. Nana yakin jika Kak Delissa melihatnya pasti dia akan sangat sedih" ucap Nana melihat luka di tubuh Aldyanta yang cukup parah.
"Nona kecil benar, Tuan. Lebih baik tuan obati luka tuan terlebih dulu. Biar kami yang menunggu nyonya muda di sini" ucap Ervan dan Fadli meyakinkan Aldyanta.
"Ia, Kak. Lebih baik kakak obati luka kakak terlebih dulu. Jika Kak Delissa melihatnya pasti dia akan merasa sedih" ucap Ayu kembali.
Karna semua orang menyuruhnya untyk mengobati lukanya akhirnya Aldyanta mengalah. Dia dan Dewa langsung saja pergi ke ruang rawat untuk mengobati luka mereka. Para Dokter yang tersisa langsung saja memberi perawatan terbaik kepada Aldyanta dan Dewa.
Karna luka tusukan pada lengan mereka cukup parah dokter langsung saja menjahit luka mereka dan memberikan obat agar darah mereka berhenti mengalir. Selama proses pengobatan Aldyanta tidak merasakan perih sedikitpun. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah keadaan Delissa istrinya yang saat ini berada di ruang ICU.
"Sudah, Tuan. Ini obatnya, tuan minum secara teratur ya" ucap Dokter yang menangani Aldyanta.
"Bagaimana keadaan istriku?" ucap Aldyanta kepada dokter yang menangani Delissa.
"Istri anda baik baik saja, Tuan. Hanya saja dia mengalami sedikit trauma akan kejadian tadi. Tapi, ada satu hal lagi tuan" ucap Dokter itu.
"Satu lagi apa? Lakukan yang terbaik untuk istriku. Aku akan memberikan berapa uangpun yang kau minta agar istriku bisa selamat" ucap Aldyanta langsung saja khawatir karna dokter itu tidak langsung menyelesaikan ucapannya.
"Tidak, Tuan. Ini bukan tentang keadaan nyonya muda. Tapi soal bayi dalam kandungannya" ucap Dokter itu to the point.
"Apa! Bayi dalam kandungannya. Jadi istriku hamil?" ucap Aldyanta langsung saja tersenyum bahagia.
Seketika khawatirannya tiba tiba menghilang. Dia langsung saja merasa sangat bahagia sambil menatap Delissa yang masih terbaring lemah di atas bangsal. Berlahan air mata Aldyanta membasahi wajahnya. Bukan air mata kesedihan tapi air mata kebahagiaan karna dia mendapatkan hadiah yang sangat istimewa setelah masalah yang datang menimpanya.
__ADS_1
"Ia, tuan. Nyonya muda sedang hamil. Tapi, kondisi janinnya sangat lemah. Apa lagi dengan obat yang telah masuk ke tubuh nyonya membuat keadaan bayi anda semakin melemah" jelas dokter itu kembali.
"Lakukan yang terbaik untuk anak dan istriku. Jika perlu kamu berikan pengobatan terbaik di rumah sakit ini untuk mereka" ucap Aldyanta tegas.
"Baik, Tuan" ucap Dokter itu patuh lalu pergi melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Delissa.
"Jadi kakak hamil? Jadi kami akan punya adik?" ucap Ayu dan Nana semangat.
"Ia, Sayang. Kalian akan punya keponakan. Jadi kalian harus jaga kak Delissa dengan baik ya" ucap Aldyanta langsung saja tersenyum.
"Horee... Kami akan punya keponakan! Kami janji tidak akan nakal agar Kak Delissa dan adik bayi dalam perutnya baik baik saja" ucap Ayu dan Nana semangat.
"Apa? Jadi nyonya muda hami?" ucap Jay, Dewa, Ervan dan Fadli yang mendengar ucapan Ayiu dan Nana.
"Ia, Delissa sedang hamil" ucap Aldyanta tersenyum.
"Wah! Selamat tuan muda. Sebentar lagi tuan muda akan menjadi ayah" ucap mereka langsung saja memberi selamat kepada Aldyanta.
Seketika ketegangan yang sedari tadi mereka alami langsung saja menghilang seketika. Mereka semua langsung saja merasa bahagia mendengar berita kehamilan Delissa. Bahkan para angota Dragons yang kendengar itu juga langsung mersa bahagia setelah mendengar berita kehamilan nyonya muda mereka.
Bahkan mereka yang berada di rumah sakit langsung saja berbondong bondong memberikan selamat kepada Aldyanta. Melihat kebahagiaan dan perhatian seluruh angotanya Aldyanta langsung saja merasa sangat bahagia. Bahkan dia juga menjawab ucapan selamat dari angotanya dengan memeluk seluruh angotanya satu persatu.
Aldyanta memang sangat ramah dan peduli kepada setiap angota dan karyawannya. Sebab itu para angotan dan Karyawan Aldyanta merasa sangat bersyukur karna memiliki majikan seperti Aldyanta.
Bersambung....
__ADS_1