
Dewa langsung saja melangkahkan kakinya menuju ruangan pertemuan Fadli dengan agen narkoba sekaligus ketua pengawal yang melakukan perjagaan di tempat hiburan itu.
Benar saja di luar ruangan sudah ada beberapa angota Dewa yang menyamar sebagai penjaga tempat hiburan malam itu. Mereka langsung saja memberikan kode agar Dewa segera masuk. Dewa langsung saja masuk ke ruangan itu dan melihat Fadli telah hampir menyelesaikan tugasnya.
"Apa para sampah itu sudah di selesaikan?" ucap Dewa melihat Fadli sedang berdiri di jendela.
"Sudah, sekarang kita keluar dari sini. Pastikan tidak ada jejak yang kita tinggalkan. Dan pastikan seluruh angota kita keluar dari tempat ini dengan selamat" ucap Fadli kepada salah satu angotanya .
"Baik, Tuan" ucap anggota mereka langsung saja keluar dari ruangan itu lalu mengerakkan seluruh angota yang masih terpencar dalam tempat hiburan itu untuk segera keluar.
"Apa kamu mau mengadu nyali, Dew" ucap Fadli tersenyum sinis menatap ke bawah jendela.
"Siapa takut" ucap Dewa penuh percaya diri langsung saja bersiap untuk terjun bebas dari lantai gedung itu.
"Ha... ha... Lets go" ucap Fadli langsung saja menyuruh Dewa untuk meloncat. Dengan hitungan ke tiga Dewa langsung saja terjut bebas dari lantai lima.
"Wau... keren" ucap Dewa tersenyum puas ketika dia telah berhasil melakuakan pendaratan dengan mulus.
Dewa langsung saja mengerakkan tangannya menyuruh Fadli untuk segera meloncat dari atas sana. Fadli langsung saja mengikuti jejak Dewa lalu terjun bebas dari atas sana.
"Gila! kita akan mencobanya lain waktu" ucap Fadli tersenyum puas ketika berhasil melakukan pendaratan dengan sangat mulus.
Melihat tingkah kedua bos mereka, semua anggota mereka yang ada di sana hanya mampu mengelengkan kepalanya pelan. Namun, mereka tidak bisa protes sedikitpun karna mereka masih sangat menyayangi propesi mereka sebagai anggota klan mafia Dragon yang sangat di takuti.
Setelah semua orang telah behasil melakukan pendaratan. Para angota Dewa dan Fadli langsung saja membereskan tempat itu tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Mereka langsung saja pergi meninggalkan tempat itu sebelum para musuh mengetahui mereka telah kehilangan salah satu angota mereka.
Setelah memastikan semua angotanya telah berhasil keluar dengan selamat Dewa dan Fadli langsung saja melajukan mobil mereka ke markas besar. Mereka langsung saja mengurung para musuh yang berhasil mereka tangkap ke ruang tahanan.
"Apa kita menggali imformasi terlebih dahulu dari mereka?" ucap Dewa menatap tajam beberapa pengawal tempat hiburan malam itu sekaligus ketua mereka.
"Silahkan saja. Aku serangkan semuanya kepadamu" ucap Fadli memilih untuk duduk santai sambil menyaksikan kegilaan Dewa.
"Baiklah" ucap Dewa langsung saja membunyikan tulang tulang lehernya, lalu menatap tajam beberapa orang pria yang sedang menunduk ketakutan di depannya.
__ADS_1
"Apa kau ada hubungan dengan ketua gangster Lord?" ucap Dewa mencekram wajah ketua para pengawal itu.
"Ti.. tidak" ucap pria itu ketakutan.
"Ho... tidak ya" ucap Dewa mengambil pisau belati kesayangannya lalu
Jlep... jlep....
Dewa langsung saja menusuk pisau itu berulang kali kepada pria yang ada tepat di samping ketua pengawal itu. Darah yang merhasil mengenai wajah Dewa langsung saja membuat Dewa menyeringakan senyuman mematikannya.
"Apa kau ingin seperti dia" ucap Dewa mengerakkan pisau yang di penuhi noda darah itu ke wajah ketua pengawal itu.
"Ti..tidak, Tuan" ucap pria itu ketakutan.
"Jadi apa hubunganmu dengannya?"
"Sa... saya hanya angotanya yang bertugas untuk memasarkan semua jenis narkoba dan berbagai jenis barang haram lainnya kepada agen agen yang ada di kota ini, Tuan" jelas pria itu bersimpuh di kaki Dewa.
"Sudah pasti kau mengenalnya! katakan siapa dia?" ucap Dewa menarik kerah baju pria itu.
Bughh....
Satu tinju yang begitu keras langsung saja mendarat di wajah pria itu sehingga membuatnya jatuh tersungkur dan mengeluarkan darah segar.
"Tidak mungkin kamu tidak mengetahuinya! katakan siapa dia!" Teriak Dewa tepat di wajah pria itu sehingga membuat pria itu langsung saja ketakutan setengah mati.
"Jika kau ingin mengetahuinya maka tangkap saja orang yang mengelola tempat hiburan malam itu. Karna hanya dialah yang bisa bertemu dengan bos besar. Kami hanya menuruti semua printahnya" ucap pria itu jujur.
"Sial! kita menangkap orang yang salah" ucap Dewa frustasi langsung saja melempar tubuh pria itu ke lantai.
"Apa yang harus kita lakukan?" ucap Fadli langsung saja bangkit dari duduknya. Dia bisa membiarkan rencana yang telah mereka siapkan secara matang gagal begitu saja.
"Kamu tenang saja. Kita tunggu rencanaku. Jika rencana yang aku buat juga gagal maka siap siap kita akan menyusup kembali ke sana. Namun, kali ini kita akan semakin sulit karna mereka pasti akan lebih waspada lagi" ucap Dewa mengepalkan tangannya geram.
__ADS_1
"Jadi bagaimana dengan mereka?" ucap Fadli melihat para pria yang sedang peringkuk ketakutan di depannya.
"Kita serahkan saja dia kepada Jay" ucap Dewa memerintahkan Jay yang sebagai orang kepercayaannya di klan itu untuk membereskan semua pecundang itu.
"Terus kita ke mana?" ucap Fadli tidak tau apa yang harus dia lakukan.
"Kita akan mendengarkan pertunjukan yang sangat menarik malam ini" ucap Dewa santai membayangkan bagaimana reaksi Frans ketika mengetahui salah satu angotanya berhasil mereka culik.
"Maksudmu?" ucap Fadli tidak mengerti.
"Jangan banyak bertanya. Lebih baik kau ikut aku sekarang" ucap Dewa langsung saja melangkahkan kakinya meningalkan Fadli.
Mau tak mau Fadli langsung saja mengikuti langkah Dewa karna dia juga penasaran dengan rencana yang tepah Dewa lakukan.
Sedangkan di tempat hiburan malam milik papanya Frans sedang memarahi para penjaga karna angotanya berhasil di culik di dalam wilayahnya sendiri.
"Kenapa para penyusup itu bisa masuk ke dengan mudah? Apa yang kalian lakukan? ha!" Teriak Frans memarahi para penjaga.
"Maaf, Tuan. Mereka mengunakan identitas langanan tetap kita. Jadi kami tidak menyadari jika mereka sebenarnya penyusup" jelas salah satu penjaga.
"Kurang ajar! periksa semua cctv jangan ada sedikitpun yang terlewatkan" ucap Frans menatap para penjaganya dengan penuh amarah.
"Ba.... baik, Tuan" ucap para penjaga langsung saja pergi meninggalkan Frans yang masih saja mengamuk.
"Sial! siapa yang berani menyusup ke wilayahku?" terak Frans frustasi.
Di saat Frans sedang melampiaskan kemarahannya. Seorang pria berbadan tegap dan juga terlihat sangat menyeramkan datang menghampirinya.
"Kenapa Tuan terlihat sangat frustasi?" ucap Andi wakil ketua gaster lord sekaligus kepercayaan Frans.
"Ada penyusup yang berhasil masuk ke wilayah kita dan dia berhasil mencilik beberapa angota kit" jelas Frans mengepalkan tangannya geram.
"Tuan tidak perlu memikirkan itu. Aku punya imformasi yang sangat bagus tentang Delissa wanita pujaan hati, Tuan" ucap Andi terseyum sinis sambil meyerahkan sebuah dokument yang berisi identitas Delissa.
__ADS_1
Bersambung....