Gadis Polos Kesayangan Tuan Al

Gadis Polos Kesayangan Tuan Al
46# Frans Dirgantara


__ADS_3

Seharian Delissa memilih untuk mendiamkan Aldyanta sehingga membuat Aldyanta kalitipungan. Aldyanta terus saja mencoba membujuk Delissa. Namun, Delissa hanya diam sambil menyibukkan diri.


"Sayang! kamu boleh memarahiku. Kamu juga boleh memukulku sesuka hatimu. Tapi, aku mohon jangan diam seperti ini" ucap Aldyanta mengacak acak rambutnya frustasi.


"Maaf aku paling tidak suka di bohongi. Jadi jangan salahkan aku jika aku belum bisa memaafkan kakak" ucap Delissa menatap tajam Aldyanta.


Apapun alasannya berbohong itu tetap saja salah. Tidak seharusnya Aldyanta berbohong agar Delissa tidak jadi pergi bersama Heri. Seharusnya Aldyanta menceritakannya dengan baik baik. Bukankah pasangan suami istri itu harus saling terbuka dan tidak boleh ada yang di tutup tutupi.


"Maafkan aku, Sayang. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Aldyanta langsung saja duduk lemas di kaki Delissa sambil mengengam tangan Delissa dan menciuminya lembut.


Aldyanta terus saja berdiam di kaki Delissa sambil memeluk erat kaki Delissa sehingga Delissa tidak bisa lagi bergerak.


"Ia, aku maafin kakak" ucap Delissa membuang napasnya kasar.


Mau tidak mau dia harus memaafkan suaminya itu. Jika tidak Aldyanta akan selalu mengikutinya kemanapun. Di tambah lagi dengan Aldyanta yang duduk bersimouh di kakinya membuat hati Delissa langsung saja tidak enak.


"Kamu memaafkanku, Sayang?" ucap Aldyanta langsung saja berdiri.


Aldyanta langsung saja mengengam tangan Delissa lalu menciuminya dengan lembut. Aldyanta terus saja tersenyum bahagia ketika mendengat jika Delissa mau memaafkannya.


"Ia, Tapi awas aku mau menyiram bunga di taman" ucap Delissa mengingat jika dia belum menyiram bunga di taman.


"Kenapa kamu harus capek capek, sayang. Di sini kan ada tukang kebun" ucap Aldyanta melihat Delissa yang terus saja turun tangan menguris mensionnya. Padahal di sana sudah ada banyak pelayan dengan tugas mereka masing masing.


"Aku hanya merasa jenuh jika harus berdiam diri terus. Lagian jika banyak bergerak akan baik untuk kesehatan" ucap Delissa yang memang tidak bisa diam.


Delissa terus saja mencari pekerjaan yang bisa di lakukan. Karna sudah jadi kebiasaannya yang selalu sibuk, sehingga dia tidak bisa berdiam diri tanpa mengerjakan apapun.


"Ya sudah, tidak apa apa kok, Sayang. Yang pentinh kamu jangan terlalu lelah ya" ucap Aldyanta tersenyum karna dia tau sifat Delissa yang perkerja keras.

__ADS_1


"Siap, Bos" ucap Delissa tersenyum manis.


Aldyanta langsung saja mencubit kecil hidung Delissa sambil terkekeh kecil.


"Aw! sakit!" ucap Delissa memayunkan bibirnya sambil memegang hidungnya sedangkan tangannya yang satu memekul tangan Aldyanta pelan.


"Sudah, kamu siram bunga kesayanganmu itu. Tapi ingat kamu harus hati hati ya. Karna mension ini tidak seaman yang kamu kira" ucap Aldyanta.


"Maksudnya?" ucap Delissa bingung.


"Nanti kakak akan menceritakan semuanya. Kamu akan di awasi beberapa penjaga. Kakak ada pekerjaan yang kakak urus sebentar" ucap Aldyanta yang memang sudah memberikan pengawasan sangat ketat kepada istrinya.


Mendengar ucapan Aldyanta, Delissa langsung saja menganguk mengerti. Walaupun dia tidak tau apa maksud dari perkataan suaminya. Tapi, Delissa bisa tau jika ada kejangalan antara hubungan Aldyanta dengan ibu dan juga adik tirinya.


******


Sebuah mobil sport berwarna hitam memasuki area mension keluarga kusuma. Mobil itu parkir dengan sangat mulus di depan mension keluarga kusuma. Hingga akhirnya seorang pria gagah dan tampan keluar dari mobil itu.


Namun, tiba tiba dia menghentikan langkahnya lalu membuka kacamatanya. Pria itu melihat sosok wanita cantik yang sedang menyirami bunga sambil tersenyum bahagianya. Pria itu terus saja menatap kagum kecantikan wanita itu yang masih alami. Di tambah lagi dengan senyuman yang terus terpancar di wajah wanita itu membuat kecantikannya semakin terpancar.


Delissa, wanita itu adalah Delissa. Delissa sedang menyirami bunga bunga kesayangannya dengan penuh kebahagiaan. Karna terlalu asik menyirami bunga bunganya dia sampai tidak sadar jika dia sedang di perhatikan seorang pria.


Namun, tiba tiba air yang mengalir dari selang yang di pengang Delissa mati. Delissa mencoba untuk mengetuk ngetuk selang itu sambil berguman sendiri.


Melihat tingkah Delissa pria itu langsung saja tersenyum. Karna merasa ada yang menganjal di bawah tapak sepatunya pria itu langsung saja melihat kebawah. Pria itu melihat jika dia menginjak selang air sehingga membuat air itu berhenti mengalir. Pria itu langsung saja mengangkat kakinya lalu.


"Ahh!" teriak Delissa ketika air itu tiba tiba kembali mengalir dan menyiram wajah Delissa hingga basah kuyup.


"Nona tidak apa apa?" ucap Pria itu langsung saja menarik selang di tangan Delissa.

__ADS_1


"Ti..tidak! aku tidak apa apa" ucap Delissa memperhatiakan pria yang ada di depannya dari atas sampai bawah.


"Maaf tadi aku tidak sengaja menginjak selangnya" ucap pria itu cengengesan sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jadi kakak yang membuat airnya berhenti?" ucap Delissa menunjuk ke pria itu dengan wajah cemberutnya.


"He..he.. Maaf kakak tidak sengaja" ucap pria itu terkekeh kecil.


"Kak Frans" ucap Vina tiba tiba lalu berlari ke arah Frans dan langsung memeluknya dengan erat.


"Hai, bagaimana kabarmu?" ucap Frans langsung saja mengelus puncak kepala Vina.


"Aku baik baik saja, Kak. Kakak lihat sendirikan. Kakak kenapa datang kemari tidak mengabari aku terlebih dahulu? Bukankah kakak sedang berada di luar kota?"


"Jika kakak memberitaumu itu bukan kejutan namanya. Kakak sengaja kembali hanya untuk melihat adik kesayangan kakak yang cantik ini" ucap Frans mencubit kecil hidung Vina.


"Ayo, masuk, Kak. Kakak pasti bawa oleh oleh kan?" ucap Vina bahagia.


"Ia, kakak membawakan banyak oleh oleh untukmu" Frans langsung saja merangkul Vina.


"Nona saya masuk duluan ya" ucap Frans tersenyum ramah kepada Delissa.


Delissa langsung saja tersenyum menganguk. Frans dan Vina langsung saja berjalan beriringan memasuki mension Aldyanta. Setelah kepergian Vina dan Frans, Delissa kembali melanjutkan pekerjaannya menyirami bunga bunga kesayangannya.


Sambil melangkahkan kakinya Frans terus saja melirik Delissa sambil tersenyum. Kecantikan Delissa yang penuh keteduhan ternyata busa meluluhkan hati Frans pada pandangan pertama.


Frans Dirgantara adalah putra tunggal keluarga Dirgantara. Dia adalah kakak Vina yang kini menjadi istri Heri Kusuma. Frans adalah pria dingin dan arogant. Dia terkenal dengan julukan pria es karna wajah datarnya. Bahkan begitu banyak wanita yang mengantri untuk mengambil hatinya.


Keluarga Dirgantara adalah keluarga terkaya nomor dua di kota mereka. Sedangkan, keluarga Kusuma berhasil menduduki keluarga terkaya nomor satu di kota mereka.

__ADS_1


Namun, karna ketamakannya Ringgo terus ingin merebut harta keluarga Kusuma agar dia bisa menjadi penguasa nomor satu di kota itu. Namun, siapa sangka Delissa bisa meluluhkan hati Frans pada pandangan pertama.


Bersambung....


__ADS_2