Gadis Polos Kesayangan Tuan Al

Gadis Polos Kesayangan Tuan Al
62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya


__ADS_3

Tuan, maaf saya lupa jika sebentar lagi kita akan ada jamuan makan malam bersama salah satu rekan bisnis kita" ucap Ervan mengingat jika mereka ada jamuan makan malam bersama salah satu rekan bisnis mereka.


"Bersyukurlah! karna tuhan masih memberimu kesempatan" ucap Aldyanta dingin sambil menatap Julia yang pucat ketakutan.


"Awasi wanita ini. Jangan sampai dia kabur" ucap Aldyanta menatap Jay lalu melangkahkan kakinya keluar dari tahanan itu.


Melihat Aldyanta keluar Ervan langsung saja memberi perintah kepada Jay akan apa aaja yang akan dia lakukan kepada Julia dan juga pengawalnya yang berhasil mereka tahan. Setelah selesai Ervan langsung saja melangkahkan kakinya mengejar Aldyanta yang mulai berjalan sedikit jauh.


"Tuan!" teriak Ervan mencoba mengejar Aldyanta.


"Hem" ucap Aldyanta singkat lalu menghentikan langkahnya.


"Apa anda yakin keluar dengan penampilan seperti itu?" ucap Ervan menunjuk ke kemeja Aldyanta yang di penuhi noda darah.


"Oh, ia! aku sampai lupa. Aku akan membersihkan tubuhku terlebih dahulu" ucap Aldyanta langsung saja melangkahkan kakinya ke subuah ruangan khusus dia buat untuk ruang perserihatannya selama berada di markasnya.


Aldyanta langsung saja berjalan ke kamar mandi lalu membersihkan tubuhnya dengan sangat bersih. Bahkan dia sampai menghabiskan satu botol sabun karna takut jika Delissa akan mencium bau amis darah pada tubuhnya.


Setelah memastikan dirinya telah bersih, Aldyanta langsung saja melangkahkan kakinya keluar. Dia langsung saja berjalan keluar markasnya di ikuti oleh Ervan di belakangnya.


"Van, kita ke rumah sakit dulu" perintah Aldyanta karna sudah merindukan istrinya tercinta.


"Baik, Tuan" tanpa banyak tanya Ervan langsung saja menurut lalu melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Setelah menepuh perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit tempat Ayu di rawat. Aldyanta langsung saja memperhatikan daerah sekitar rumah sakit itu.

__ADS_1


Benar saja Dewa dan Fadli telah menepatkan angota mereka di setiap sudut rumah sakit. Bahkan mereka tidak memberikan celah sedikitpun untuk penyusup bisa masuk ke rumah sakit itu. Aldyanta langsung saja tersenyum lega karna dia merasa keberaan istri dan kedua adiknya aman di rumah sakit itu.


Aldyanta langsung saja berjalan menuju ruang rawat Ayu. Melihat sosok pengusaha yang paling di segani di penjuru kota para tamu, suster dan dokter yang di lewati Aldyanta langsung saja menunduk hormat kepadanya.


Aldyanta terus saja berjalan melewati mereka semua dengan eksptesi dinginnya. Ervan yang melihat tingkah tuan mudanya yang sangat irit senyum Ervan hanya mampu mengelengkan kepalanya pelan. Ervan sesekali melemparkan senyuman kepada orang orang yang menunduk memberi hormat kepada mereka. Bagi Ervan sebagai sesama manusia kita berhak untuk saling menghormati dan menghargai.


Sesampainya di ruang rawat Ayu, Aldyanta langsung saja melemparkan senyumannya ketika melihat Delissa yang datang menyambutnya. Melihat ekspresi wajah Aldyanta yang langsung berubah drastis Ervan langsung saja tersenyum kecil sambil mengeleng pelan.


"Seganas ganasnya singa di luar sana ternyata bisa jinak juga jika berhadapan dengan pawangnya" batin Ervan tersenyum.


"Kakak! kakak sudah pulang. Ayo duduk. Aku siapkan air mandinya ya" ucap Delissa langsung saja mendudukkan Aldyanta di sofa.


"Tidak usah, Sayang. Aku sudah mandi. Kalian sudah makan?" ucap Aldyanta menatap Ayu dan Nana yang sedang bermain di atas bangsal Ayu.


"Jadi, putri kecil kakak ini mau makan apa?" ucap Aldyanta langsung saja berjalan mendekati bangsal Ayu.


"Aku mau makan apa saja. Asalkan jangan dari rumah sakit ini" ucap Ayu tersenyum.


"Baiklah! kakak akan segera memesan makanan untukmu. Tapi, harus di habiskan ya. Biar cepat besar" ucap Aldyanta tersenyum sambil menoel hidung mancung Ayu.


"Pasti, Kak" ucao Ayu langsung saja semangat empat lima.


"Van, kamu jaga kedua adikku. Aku mau bicara duli bersama istriku" ucap Aldyanta langsung saja berjalan menuju ke ruang inap tamu yang di sediakan di samping kamar Ayu sambil mengandeng tangan Delissa.


Melihat Aldyanta yang langsung saja mengandeng tangannya Delissa langsung saja pasrah lalu mengikuti langkah Aldyanta. Sesampainya di ruangan itu Aldyanta langsung saja menghepaskan bokongnya untuk duduk di ranjang. Delissa langsung saja duduk di samping Aldyanta sambil mengerutkan keningnya binggung.

__ADS_1


"Ada apa?" ucap Delissa penasaran melihat Aldyanta terus diam.


"Apa tadi pagi Frans datang ke mension kita?" ucap Aldyanta menata Delissa dengan lekat.


"Ia" ucap Delissa jujur.


"Apa kamu bertemu dengannya?"


Mendengar pertanyaan Aldyanta, Delissa langsung saja cengengesan sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ia, dia tadi menyelamatkanku" jelas Delissa jujur apa adanya.


"Menyelamatkanmu? Apa kamu baik baik saja?" ucap Aldyanta langsung saja khawatir lalu memeriksa seluruh tubuh Delissa.


"Aku baik baik saja kok kak"


"Jadi! dia membantumu untuk apa?"


"Tadi saat aku mau masak ayam goreng tiba tiba minyak yang aku tuang ke kuali panas tiba tiba meletup. Di saat itu Kak Ervan datang san melindungiku dari letupan minyak itu" jelas Delissa langsung saja menceritakannya dengan detail.


"Siapa yang menyuruhmu untuk masak?" ucao Aldyanta langsung saja tau siapa dalang dari kejadian yang hampir meluakai istri kesayangannya itu.


"Mama dan Kak Vina" ucap Delissa jujur.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2