Gadis Polos Kesayangan Tuan Al

Gadis Polos Kesayangan Tuan Al
39# Malam Pertama


__ADS_3

Dewa, Fadli dan Ervan langsung saja menarik napas lega ketika, melihat Ayu dan Nana sedang duduk di kantin sambil melahap sarapan mereka di temani pelayan yang di perintah Dewa tadi.


"Nona kecil sudah selesai mandinya?" ucap Dewa langsung saja menarik kursinya lalu duduk di samping Ayu.


"Sudah! Kak Dewa tiba tiba hilang" ucap Ayu kesal karna dia sedari tadi mencari keberadaan Dewa.


"Hehe... Maaf Nona" ucap Dewa cengengesan.


Ervan dan Fadli langsung saja duduk di kursi samping Dewa. Mereka langsung saja memesan sarapan untuk mereka masing masing.


"Kak, Kak Al dan Kak Delissa kemana? kenapa mereka belum keluar juga?" ucap Ayu.


"Mungkin mereka masih tidur. Maklum saja mereka kan sedang menikmati malam pertama" ucap Fadli asal sambil menyantap makanannya.


"Ha..ha.. kamu benar" ucap Dewa terkekeh tanpa menyadari jika Ayu dan Nana sedang mendengarkan pembicaraan mereka.


"Malam pertama apa kak?" tanya Ayu dan Nana bingung.


"Uhuk.. uhukk" mendengar pertanyaan Ayu dan Nana, Fadli dan Dewa langsung saja kesedak.


"Kenapa kakak kesedak? ayo minum" ucap Ayu langsung saja memberikan air minum untuk Dewa.


Dewa langsung saja menerima air mineral pemberian Ayu lalu menenggaknya sampai habis. Dewa dan Fadli langsung saja mengaruk kepala mereka yang tidak gatal. Mereka binggung bagaimana cara menjelaskannya kepada Ayu dan Nana.


"Kenapa kakak diam? Malam pertama itu apa?" ucap Ayu terus saja penasaran apa yang di bicarakan Dewa dan Fadli tadi.


"Sudah, Nona. Kalian habiskan saja sarapannya. Sebentar lagi Tuan dan Nyonya muda akan datang" ucap Ervan mengalihkan pembicaraan sambil menatap tajam Dewa dan Fadli.


"Baik, Kak" ucap Ayu dan Nana menganguk patuh lalu kembali menyantap makanan mereka.


Tak berselang lama Delissa dan Aldyanta datang menghampiri mereka. Dewa dan Fadli langsung saja saling memberi kode ketika melihat wajah Delissa yang nampak kelelahan. Sedangkan Aldyanta terus saja memancarkan kebahagiaan.


"Silahkan duduk Tuan, Nyonya" ucap Dewa cengengesan sambil menarik kursi untuk Delisa dan Aldyanta.


Melihat Dewa yang begitu perhatian Aldyanta langsung saja menatapnya penuh kewaspadaan. Tak biasanya Dewa seramah dan sebaik itu kepadanya.

__ADS_1


"Jika kamu meminta bonus maka maaf saya tidak bisa kabulkan" ucap Aldyanta langsung saja menebak apa yang ada di pikiran Dewa.


"Aku tidak meminta bonus dari Tuan muda. Aku hanya sedang berbaik hati saja" ucap Dewa santai sambil terus tersenyum menatap wajah sumriang Aldyanta.


"Kak, aku sudah sangat lapar" ucap Delissa memayunkan bibirnya karna perutnya sudah sangat keroncongan.


Bagaimana tidak di pagi hari Aldyanta sudah mengajaknya melakukan pergulatan panas di dalam kamar mandi dengan sangat lama.


Aldyanta langsung saja menyuruh Ervan untuk memesan makanan untuk mereka. Ervan langsung saja menganguk patuh lalu pergi memesan makanan untuk kedua majikannya itu.


"Kak, Kakak kemana saja? kenapa bangunnya lama sekali?" ucap Ayu penasaran karna tidak biasanya Delissa bangun selama itu.


"Em. Tidak apa apa. Kakak hanya kelelahan saja" ucap Delissa mencari alasan.


"Sudah, lebih baik kalian habiskan sarapannya. Setelah ini kita akan kembali ke mension" ucap Aldyanta.


Mendengar ucapan Aldyanta, Dewa dan Fadli langsung saja membulatkan matanya terkejut. Mereka langsung saja menghawatirkan keadaan Delissa dan juga kedua adiknya jika berada di mension bersama nenek lampir Julia dan Vina.


"Tapi, Tuan" ucap Dewa penuh kehawatiran.


Walaupun sebenarnya dia juga khawatir jika istri dan kedua adiknya tinggal satu rumah bersama ibu tirinya yang sangat kejam. Terlebih lagi Aldyanta sudah mengetahui apa yang telah di lakukan ibu dan adik tirinya kepadanya beberapa waktu lalu. Sehingga dia hampir mati pada kejadian itu.


Dewa dan Fadli langsung saja menatap kedua Nona kecilnya dan juga Nyonya muda mereka. Dewa langsung saja tersenyum seperti merencanakan sesuatu.


"Tuan, aku akan mengajari Nona kecil bela diri" ucap Dewa tersenyum.


Mendengar ucapan Dewa, Aldyanta langsung saja mengerutkan keningnya binggung sambil menatap Dewa.


"Aku setuju. Kita akan mengajari Nona kecil bela diri. Karna, walaupun kita menjaga mereka dengan sangat ketat. Pasti ada waktu kita lengah dan memberi celah pada lawan untuk menyerang. Jika Nona kecil bisa bela diri setidaknya mereka bisa melindungi diri mereka selagi kita tidak ada" ucap Fadli langsung saja menyetujui ucapan Dewa.


"Baiklah. Bagaimana Na, Yu?" tanya Aldyanta kepada Ayu dan Nana.


Walaupun dia sependapat dengan Dewa dan Fadli tapi dia tetap menyerahkan keputusan kepada Ayu dan Nana. Karna, Ayu dan Nanalah yang akan menjalaninya dia hanya bisa mendukung setiap keputusan kedua adiknya.


"Kami mau, Kak. Kak Dewa dan Kak Fadli yang akan mengajari kami kan?" ucap Ayu dan Nana semangat.

__ADS_1


"Tentu dong. Kami yang akan mengajari Nona kecil" ucap Dewa sumriang.


"Baiklah. Kalau begitu mulai besok kalian akan mengajarinya. Tapi ingat jangan sampai ada yang tau. Biar ini hanya rahasia kita" ucap Aldyanta waspada.


"Siap"


"Bagus"


"Siap apa, Tuan?" ucap Ervan tiba tiba datang bersama beberapa pelayan yang membawa pesanan.


"Siap untuk makan" ucap Dewa langsung saja mengambil makanan yang di bawa pelayan sebelum pelayan meletakkannya di atas meja.


Melihat tingkah Dewa, Pelayan itu langsung saja tersenyum. Bukan hanya tampan tapi Dewa sangat mengemaskan sehingga membuat pelayan itu langsung saja terpana.


"Kak, aku mau di suapin" ucap Ayu tiba tiba.


Mendengar ucapan Ayu, Dewa langsung saja menatapnya bingung. Dewa langsung saja menatap Aldyata dan Delissa sampai lupa mengunyah makanan yang memenuhi mulutnya.


"Yu, makan sendiri. Kak Dewa juga mau makan" ucap Delissa tegas.


Mendengar ucapan Delissa, Ayu langsung saja menunduk lesu sambil meletakkan kembali sendok yang ada di tangannya. Melihat itu Dewa langsung saja merasa iba. Dewa langsung saja mengambil piring Ayu dan menyuapinya dengan lembut.


"Sini, kakak suapin ya" ucap Dewa langsung saja menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Ayu.


"Kak Dewa tidak usah. Biarkan Ayu makan sendiri. Kakak juga pasti lapar" ucap Delissa merasa tidak enak.


"Tidak apa apa Nyonya. Apa Nyonya lupa jika aku sudah mengangap Nyonya dan Nona kecil sebagai saudara perempuanku. Jadi biarkan aku memanjakan kedua adik perempuanku ini" ucap Dewa memberikan suapannya kepada Ayu sambil membelai lembut puncak kepala Ayu dan Nana.


Mendengar itu Delissa langsung saja merasa tidak enak. Dia tidak mau jika kedua adiknya selalu merepotkan orang orang yang ada di sekitarnya. Namun, Aldyanta langsung saja mengengam tangan Delissa sambil menatapnya dengan lekat.


"Sudah, biarkan saja. Ayu dan Nana masih sangat kecil. Wajar saja jika mereka ingin di manja. Apa kamu juga mau di suap?" ucap Aldyanta tersenyum lalu menyuapi Delissa dengan lembut.


Awalnya Delissa malu malu tapi akhirnya dia menerima setiap suapan dari Aldyanta. Melihat kemesraan kedua majikannya itu Fadli dan Ervan hanya mampu menatap mereka dengan penuh kekesalan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2