Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 10


__ADS_3

Wanita yang tadi di cengkramnya menginjak kaki pria itu dengan sekuat tenaganya, mendapat serangan tiba-tiba saat konsentrasinya terbagi membuat si pria refleks melepaskan wanita itu.


Nayra yang tidak ingin menyianyiakan kesempatan dengan sigap menarik pria itu memutar tangan yang memegang senjata ke belakang mengambil kendali senjata itu. Wanita yang baru lepas dari penjahat tidak menyangka Nayra akan bergerak secepat itu bahkan dia belum sempat menjauh


" Jatuhkan senjatamu atau kepala bosmu saya pecahkan" Ujar Nayra dingin seolah mampu membekukan pria yang masih bingung berbuat apa.


Puummmmm


Nayra menembak ke arah lantai sebagai peringatan.


" Aku benci penolakan, dan aku tidak akan mengulangnya dua kali" Ucap Nayra tajam


Zahra yang melihat sisi lain dari Nayra yang ia kenal tidak sadar jika mulutnya ternganga dengan mata yang membulat sempurna itu hampir saja di kemasukan lalat seandainya kafe itu ada lalat yang berkeliaran.


" Apa yang kamu lakukan bodoh, cepat turunkan senjatamu" teriak laki-laki yang ditahan Nayra. Ia sadar Nayra bukanlah gadis sembarangan


Pria itu melemparkan senjatanya ke depan dengan ragu


" Kamu... ambil senjata itu" Nayra menyuruh wanita yang masih berdiri di sampingnya. wanita itu mengikuti perintah Nayra


" Buka pintu itu dan keluarlah terlebih dahulu" Tegas Nayra pada pria yang berdiri dekat pintu


Pria itu membuka pintu dan berjalan dengan pasrah untuk menyerahkan diri, diikuti Nayra yang membawa pria yang satunya lagi.


Polisi yang berada di luar seketika lega melihat kedua penjahat yang keluar tanpa membawa senjata dan tidak ada korban.


Seseorang yang sedari tadi tegang karna tahu apa yang dilakukan Nayra didalam seketika menghembuskan napas yang panjang, berlari ke arah Nayra


" Kamu tidak apa-apa Nay?" Tanyanya


" Nggak pa-pa Om, makasih untuk kepercayaannya" Ucap Nayra pada ayah Gio


Ayah Gio langsung memeluk Nayra, rasa sesak di dadanya seketika berkurang.


Bagaimana mungkin gadis 18 tahun ini bisa senekat itu. Batin ayah Gio


" Kita pulang sekarang nak" ucap ayah Gio melepaskan pelukannya


" Nayra....." Panggil Zahra yang sudah keluar dari dalam kafe


" Kamu nggak pa-pakan Nay? "


" Ngga Ra... kamu juga ngga pa-pakan? " Tanya Nayra yang di anggukin oleh Zahra yang masih menyisakan rasa takutnya, terlihat dari wajahnya yang masih pucat.

__ADS_1


" Om Nayra pulang sama Zahra ya"


" Baiklah, om akan ikut kalian dari belakang antar Zahra, nanti kamu pindah ke mobil om setelah mengantar Zahra" Ujar ayah Gio


" Ijin Dan.....pihak kepolisian ingin bertemu dengan nona ini" Anggota ayah Gio menyampaikan pesan sambil menunjuk Nayra


" Tidak ada yang harus dibahas" Ucap ayah Gio Dingin


" Siap Dan" Jawab anggota ayah Gio mengerti


Ayah Gio tidak ingin Nayra berurusan lagi dengan penjahat yang sudah berulang kali kabur dari tahanan itu. Dia tidak ingin melibatkan ponakananya lebih dalam lagi, mengingat siapa penjahat yang baru saja Nayra tangkap.


" Ayo kita pulang" Ajak Ayah Gio,,Nayra dan Zahrapun mengikuti ayah Gio ke arah mobil.


Ayah Gio mengikuti mobil Zahra dari belakang, dan setelah sampai Nayra berpindah ke mobil ayah Gio.


" Nayra kamu tidak apa-apakan? " Tanya ayah Gio dengan suara yang khawatir setelah Nayra duduk di dalam mobil.


" Nay nggak pa-pa om,buktinya sekarang Nayra disini sama om" Jawab Nayra menenangkan omnya.


" Lain kali jangan lakukan lagi" Ujar om Gio tegas


" Siap om" Jawab Nayra tanpa membantah karna Nayra tahu betapa khawatir ayah Gio.


Bagaimana bisa aku melakukan semuanya itu, aku sendiri belum percaya dengan yang aku lakukan. maafkan Nayra om telah membuat om khawatir. Batin Nayra


" Ayo turun Nay, sudah sampai" Tegur ayah Gio yang melihat Nayra masih melamun


" Eeeehhh ia om, maaf" Jawab Nayra


" Jangan dipikirkan, mulai sekarang om akan mengawasi kamu" Ucap om Gio


" Makasih om.... tapi Nayra ga pa-pa ko om" Jelas Nayra dengan wajah yang meyakinkan


" Ya sudah...ayo kita turun" Ajak om Gio diikuti Nayra


" Loh yah..... kenapa bisa pulang sama Nayra? bukannya tadi pergi sama Zahra" Tanya bu Fani saat Nayra dan ayah Gio masuk ke ruang keluarga


" Ada sedikit insiden tadi bu, di kafe tempat Nayra dan Zahra pergi" Jawab ayah Gio


" Inseden? " Tanya bu fani dengan muka yang langsung berubah khawatir


" Nanti ayah cerita, biarkan Nayra istirhat dulu" Ayah Gio menenangkan istrinya

__ADS_1


" Tante.... om.... Nayra ke kamar dulu ya" Pamit Nayra dengan tersenyum pada bu Fani seolah ingin memberitahukan pada tantenya dia baik-baik saja.


" Nanti tante bawakan minum dan cemilanmu ke kamar sayang" Ujar tante Fani saat melihat ponakannya terlihat baik-baik saja.


" Makasih tante" Nayrapun ke kamar untuk membersihkan badannya


***


Dikamar bu Fani sedang menunggu suaminya selesai mandi, dia penasaran ingin tahu apa yang terjadi dengan ponakaannya.


20 menit kemudian ayah Gio keluar dari kamar mandi melihat istrinya yang khawatir ayah Gio mendekati istrinya dan duduk di samping ranjang


" Tadi Nayra menangkap 2 orang penjahat yang kabur dari tahanan bu" Ucap ayah Gio


" Kok bisa Yah? trus Nayra di apakan sama mereka? apa tidak ada orang lain disana yah?kenapa harus Nayra?" Pertanyaan beruntun membuat ayah Gio menarik napas dalam-dalam


" Nayra berada di kafe, yang di sandera oleh penjahat itu, Nayra mengirimkan pesan ke ayah meminta ijin untuk menangani penjahat itu didalam...... awalnya ayah kaget kenapa sampai Nayra bisa berada disana" Jelas ayah Gio


" Kenapa ayah ijinkan Nayra yah? klo sampe Nayra kenapa-habislah kita sama kak Hadi yah"


" Nayra berjanji dia tidak akan terluka, dan dalam waktu 5 menit dia tidak bisa menangani penjahat itu maka ayah harus masuk menyelamatkannya" Jelas ayah Gio dengan suara yang berat, mengingat kembali kejadian yang membuat jantungnya hampir berhenti berdetak.


" Ayah juga takut terjadi sesuatu pada Nayra, tapi melihat dia yang begitu yakin bisa menangani penjahat itu, akhirnya ayah memilih percaya pada Nayra" Lanjut ayah Gio lagi


" Maafkan ayah bu" Ucap ayah Gio dan menarik istrinya kedalam pelukkannya untuk membuat tenang istrinya


",Ibu mau ke kamar Nayra dulu Yah" Ujar bu Fani setelah menenangkan perasaannya


" Ia bu" Jawab ayah Gio


" Mau ibu buatkan kopi? " Tawar bu Fani


" Boleh, tapi setelah dari kamar Nayra saja bu buatnya"


" Baiklah yah" Bu Fani meninggalkan kamar dan kedapur mengambil cemilan yang ia buat untuk ponakannya tidak lupa juga bu Fani membuatkan segelas susu buat Nayra.


*


*


*


*

__ADS_1


Makasih ya teman-teman, mohon dukungannya 🙏🙏😇😇


__ADS_2