Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 49


__ADS_3

Ciko keluar dari dalam ruangan dengan senyum lebar karena hasil ujiannya tuntas dengan nilai sempurna.


" Sudah selesai?" Tanya sahabatnya yang penasaran dengan hasilnya


" Sudah, dan aku tinggal mempersiapkan diri untuk wisuda" Ciko begitu bahagia menyampaikan hal itu pada semua sahabatnya .


" Selamat kak" Cika memberikan selamat diikuti Nayra.


" Congratulation dear" Zahra memberikan buket yang ditangannya pada Ciko.


" Thanks honey" Ciko memberikan senyum terbaiknya pada sang kekasih hati saat menerima buket.


Ciko mengambil beberapa foto bersama teman-teman dan juga adiknya yang sudah setia menunggunya.


" Kita makan siang, aku traktir hari ini kalian yang tentukan tempatnya" Ciko mengajak semua yang sudah menemaninya untuk makan siang bersama, karena malam nanti ia akan makan malam bersama keluarganya.


" Kak kami bertiga ngga ikut ya ada urusan kak, sampe ketemu sebentar malam" Pamit Cika yang sudah sepakat dengan Nayra dan Zahra mereka ingin makan bertiga saja tidak ingin mengganggu Ciko dan teman-temannya. Sebentar malam baru giliran mereka yang akan di traktir.


" Ya sudah hati-hati" Balas Ciko.


Mereka bertiga memilih tempat makan yang tidak terlalu jauh dari kampus agar lebih cepat kembali ke rumah.


" Cika pesanannya disamakan aja" Ujar Nayra saat Cika akan ke meja pemesanan.


" Kamu juga Ra?" Tanya Cika pada Zahra yang sedang mencari tempat duduk yang nyaman bagi mereka.


' Ia Cik disamain aja" Jawab Zahra.


Cika berjalan ke tempat pemesanan, sedangkan Nayra dan Zahra pergi ke arah meja di pojokan yang kosong.


Selesai memesan makanan Cika kembali ke tempat duduk yang sudah dipilih Nayra dan Zahra.


Hampir satu jam mereka menikmati makan siang di lanjutkan dengan membahas acara makan malam nanti.


" Ra ntar skalian aja ijin nginap di rumah, apa mau aku temani ngomong sama mama kamu?" Cika memberikan saran.mengingat pasti makan malam nanti akan sampai larut malam dan kasihan.jika Zahra harus pulang sendirian di tengah malam.


" Baiklah nanti aku aja coba ngomong sama mama" Balas Zahra setuju ia juga sebenarnya takut jika harus pulang terlalu malam.


Mereka bertiga keluar dari rumah makan, dan kembali ke rumah menggunakan kendaraan mereka masing-masing.


Zahra belok berlawanan arah dengan Nayra dan Cika.


Nayra mengikuti Cika dari belakang mobilnya sampai masuk dalam pekarangan rumah.


" Aku mau mandi dulu, gerah bangat badan ku sudah lengket karena keringat" Nayra berjalan mendahului Cika yang baru turun dari mobil.


" Nay" Panggil Cika sebelum Nayra menghilang di balik pintu.


" Ada apa" Nayra menoleh ke arah Cika.


" Apa bang Darel belum menghubungimu?" Tanya Cika penuh harap.


" Belum Cik nanti kalau telpon aku kasih tahu" Balas Nayra berlalu pergi.


Nayra beristirahat sebentar setelah selesai mandi, ia tiduran sambil memainkan ponselnya hingga matanya terpejam.


Arah jarum jam menunjukan pukul 17:15 namun Nayra masih lelap dalam tidurnya.


Hingga bunyi ponselnya berdering tanda panggilan masuk.


" Halo Nay"


(Terdengar suara Zahra di sebrang)


^^^"Ia Ra ada apa?"^^^

__ADS_1


" Kamu masih tidur Nay?"


^^^" Mmmm jam berapa emang?^^^


" Sudah mau jam enam Nay bangun buruan"


^^^"Iya iya"^^^


Zahra mengakhiri panggilannya, kebiasaan Nayra kalau tidur lupa sama segalanya. Nayra bangun dari tempat tidur meregangkan badannya, setelah kesadaran pulih sepenuhnya baru berjalan ke kamar mandi membasuh wajahnya.


" Kamu ikutkan Nay?" Tanya Cika saat Nayra duduk disampingnya ikut menonton tv.


" Ikut dong " Nayra mengambil toples berisi cemilan kesukaannya, memakan cemilan sambil nonton adalah kebiasaannya.


" Jam tujuh ya kita berangkat sama-sama" Jelas Cika matanya masih terus serius nonton drama.


Nayra hanya menganggukan kepalanya tanda setuju.


Malam Hari


Ciko, Nayra dan Cika sudah rapi sedang menunggu pak Gio dan bu Fani.


" Berangkat sekarang" Ujar pak Gio menghampiri anak-anaknya.


" Okey pa" Balas Ciko mereka keluar dengan menggunakan dua mobil, pak Gio dan bu Fani menggunakan mobil sendiri karena tahu akan ada Zahra yang nanti ikut pulang bersama mereka.


" Nay coba telpon Zahra" Ujar Ciko melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah.


" Iya kak" Nayra mengeluarkan ponselnya, melakukan panggilan ke nomor Zahra.


Tut......


Tut......


( Jawab Zahra dari seberang)


^^^" Kamu dimana Ra?"^^^


" Nih udah di jalan Nay"


^^^" Okey, sampai ketemu di sana ya"^^^


" Bye"


^^^" Bye"^^^


Nayra menutup telpon.


" Zahra sudah dijalan kak" Jelas Nayra memasukan kembali ponselnya dalam saku celananya.


Ciko kembali fokus menyetir mengikuti mobil orang tuanya. Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit akhirnya mereka masuk dalam area restoran disana sudah ada Zahra yang menunggu.


" Maaf lama menunggu sayang" Bu Fani menyapa Zahra yang datang menghampiri mereka dan menyalami kedua orang tua Ciko.


" Ngga kok tante aku juga baru nyampe" Balas Zahra dengan tersenyum pada bu Fani dan om Gio.


Hal yang sangat di sukai oleh orang tua Ciko pada calon mantu mereka yaitu sopan dan santunnya Zahra yang susah didapat pada anak di jaman ini.


Mereka masuk kedalam restoran, saat manager restoran melihat Ciko dan keluarganya masuk dia langsung datang menghampiri dan mengantar mereka ke meja yang sudah di pesan Ciko dari siang.


" Silakan tuan, jika ada keperluan atau tambahan bisa langsung menghubungi kami" Manager mempersilakan tamu VIP nya menikmati makan malam yang sudah mereka sajikan.


" Terima kasih" Balas Ciko dan pak Gio bersamaan dan yang lain tersenyum ramah pada sang Manager.


Suasana makan malam berlangsung hangat, Zahra yang awalnya merasa sungkan dan grogi merasa sangat bahagia karena di terima dengan ramah oleh kedua orang tua Ciko.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam mereka bersiap untuk pulang berjalan bersama ke parkiran.


" Kalian pulang duluan, mama sama papa masih singgah di supermarket mau belanja sebentar" Ujar bu Fani saat sampai di tempat parkir.


" Ia ma" Jawab Ciko kemudian masuk kedalam mobil.


" Ra depan aja aku sama Nayra di belakang" Cika membuka pintu belakang dan duduk bersama Nayra.


" Ia Cik" Zahra masuk dan duduk di samping Ciko, Ciko tersenyum melihat sang kekasih duduk di sebelahnya.


Nayra dan Cika yang melihat adegan romantis di depan mereka secara serentak pura-pura batuk agar kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu sadar jika mereka berdua juga berada disana.


Ciko yang tahu sindiran halus dari kedua adiknya itu langsung berbalik dan menyalakan mobilnya, keluar dari halaman restoran menuju ke rumah.


" Nay aku ikut tidur di kamar kamu ya, jadi kita bertiga" Cika yang sejak awal menyukai Zahra sangat senang saat Zahra diijinkan nginap dirumahnya.


" Ia Cik kan besok libur jadi sekalian kamu bisa bebas curhat sama calon kakak ipar mu" Balas Nayra yang sudah tahu apa isi kepala Cika.


" Kamu terbaik Nay" Cika langsung memeluk Nayra dengan sangat erat sampai Nayra tidak bisa bergerak.


" Ngga usah lebai deh Cik, lepas ngga, atau aku kunci kamarku biar kamu ngga bisa masuk" Nayra berusaha melepaskan pelukan Cika. Ciko yang melihat tingkah kedua adiknya hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.


" Abaikan mereka sayang nanti kamu ketularan sifat mereka berdua" Ujar Ciko pada Zahra yang juga sedang tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya, Cika dan Nayra yang mendengar ucapan Ciko menatap tajam ke arah Ciko.


" Kami berdua adalah yang terbaik kak ingat itu" Ujar Cika melepaskan pelukannya dari Nayra, membuat Ciko kembali tertawa mendengar jawaban sang adik.


Dan perdebatan panjang yang konyol berlangsung sepanjang jalan hingga sampai ke rumah.


" Istirahatlah kakak pasti cape" Ujar Zahra saat mereka sudah turun dari mobil, Cika dan Nayra yang tidak mau menjadi obat nyamuk sudah masuk terlebih dahulu kedalam.


" Kamu ngga pa-pa?" Jawab Ciko memegang tangan Zahra masuk ke dalam rumah.


" Memangnya aku kenapa?" Balas Zahra mengkerut kan keningnya.


" Kakak pikir kamu ingin berduaan dengan kakak" Jawab Ciko dengan percaya diri.


" Ih apaan sih kak, ngga usah aneh-aneh deh mikirnya kejauhan" Balas Zahra tertawa mendengar ucapan kekasihnya.


" Ya sudah istirahatlah jangan terlalu malam bobonya " Ciko mengusap lembut pucuk kepalan Zahra, dijawab dengan anggukan kepala oleh Zahra kemudian naik ke atas ke kamar Nayra.


" Mau mandi?" Tanya Nayra saat Zahra masuk ke dalam.kamar.


" Boleh Nay aku pinjam baju kamu ya" Zahra membuka sweater yang di pake.


" Ada di lemari pilih aja Ra" Balas Nayra yang baru selesai mandi kilat ala-ala Nayra.


Saat Zahra masuk ke dalam kamar mandi tiba-tiba ponsel Nayra berbunyi. Nayra berjalan ke tempat tidurnya mengambil ponsel, melihat siapa yang menelpon......


*


.


*


*


Terima kasih buat semua dukungannya readrs 🙏🙏


Mana semangatnya buat author? 😁😁😁😁


Daaannnn untuk semua pembaca setia Darel dan Nayra mampir ke novel terbaru author yuuuuuukkkk


👇👇


__ADS_1


__ADS_2