Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 36


__ADS_3

Nayra masuk kedalam rumah, melewati ruang tengah yang ramai. Nayra terus berjalan mengabaikan orang-orang di ruang tengah, ia tidak tertarik untuk bergabung atau hanya sekedar menyapa mereka.


" Sudah pulang Nay? " Tanya bu Fani saat melihat Nayra akan menaiki tangga.


" Ia tante baru sampai" Jawab Nayra


" Mandi gih, sebentar lagi makan malam" Bu Fani mengingatkan Nayra.


" Tante,,,,, Nayra ngga ikut makan ya tadi sudah makan sama Vicki" Jawab Nayra Ragu.


" Iya ngga pa-pa Nay" Jawab bu Fani dengan tersenyum.


" Kalo gitu Nayra mandi dulu tante" Bu Fani mengangguk dan berjalan ke dapur membantu bibi menyiapkan makan malam.


Nayra baru selesai mandi, melihat gelas minum yang biasa diisinya kosong, kemudian berjalan turun ke bawah untuk mengambil air.


" Nay ngga ikut makan?" Tegur Cika saat Nayra melewati meja makan.


" Ngga Cik, tadi sudah sama Vicki" Jawab Nayra terus melangkah ke dapur.


Saat kembali mengambil minum Nayra terus melewati meja makan, tidak ada bu Fani dan om Gio disana sehingga Nayra mengabaikan Candra, Darel dan teman-temannya. Nayra tidak memalingkan wajahnya walaupun hanya sekedar tersenyum atau basa basi.


" Kalian lagi perang? " Tanya Candra pada Darel.


" Ia memutuskan hubungan kami" Jawab Darel.


Candra hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Darel.


" Kamu akan menyesal" Ujar Candra.


Darel melanjutkan makannya dan tidak ingin menanggapi ucapan Candra. Selesai makan mereka semua memilih duduk dihalaman samping rumah karena malam ini langit sangat terang, dengan adanya bulan purnama membuat suasana malam sangat indah.


Apa kali ini semua benar-benar berakhir? ada apa dengan hatiku? kenapa terasa sangat sakit saat di abaikan olehnya. Batin Darel saat melihat ke arah kamar Nayra yang lampunya masih menyala, bertanda sipemilik kamar belum tidur.


Nayra yang mulai jenuh meninggalkan laptopnya sebentar, ia berdiri dan menuju ke balkon kamarnya. Nayra menutup matanya mengirup udara malam dan menghembuskannya berharap suasana hati akan membaik dan bersahabat dengan keadaan yang sedang dihadapinya.


Tanpa Nayra sadari Darel yang melihat ke arah kamarnya saat ini sedang menatap dirinya dari halaman. Darel menatap Nayra tanpa mengedipkan matanya, wanita yang ia rindukan belakangan ini hanya mampu ia lihat dari kejauhan.


Nayra membuka matanya karena mendengar suara dari halaman, saat Nayra melihat kesana ia baru sadar jika ada sepasang mata yang sedang mengawasinya, mereka beradu tatap, hingga Nayra memutuskan kontak mata dan kembali masuk kekamar.


" Ada yang ingin aku bicarakan" Candra menghampiri Darel.


Darel mengikuti langkah Candra menjauh dari yang lainnya.


" Ada apa?" Tanya Darel setelah mereka duduk di bangku.


" Aku telah memutuskan hubunganku dengan Cika" Jawab Candra.

__ADS_1


" Apa ada masalah? " Tanya Darel.


" Cika memilih pria lain untuk bersamanya, ia tidak sanggup jika harus selalu ditinggal" Candra terlihat sedih.


" Yang kuat bro" Darel menguatkan Candra.


" Maaf, jika memang kamu telah tidak ada hubungan dengan Nayra lagi aku ingin meminta ijinmu untuk melamarnya" Lanjut Candra serius.


Darel kaget mendengar ucapan Candra, ada rasa sesak didalam dadanya yang coba ia tahan.


" Aku akan membicarakannya pada pak Gio, agar di percepat sebelum kita berangkat tugas" Lanjut Candra.


" Apa Nayra sudah menyetujuinya" Tanya Darel datar.


" Belum, tapi aku yakin di akan setuju jika pak Gio dan bu Fani yang memintanya" Jawab Candra yakin.


" Aku akan menjaganya dan tidak akan pernah melukainya" Lanjut Candra penuh penekanan.


Membuat Darel semakin terpuruk, Darel mengepalkan tangannya, ingin sekali ia menghajar Candra jika mereka tidak sedang berada disini. Darel berjalan masuk ke dalam rumah berusaha mengendalikan. emosinya, ia tidak mempedulikan Candra yang sedang tersenyum puas menatapnya.


Keesokan harinya


Sejak semalam Nayra sudah bertekad akan menghadapi segalanya dan tidak ingin menghindari Darel apapun yang akan terjadi nanti, ia akan menguatkan hatinya. Nayra bangun lebih pagi karena besok akan mengikuti turnamen Nayra ingin joging pagi ini untuk mengatur stamina tubuhnya tetap vit.


Seperti biasa Nayra berlari memutari taman komplek, pagi ini taman terlihat sepi hanya beberapa orang saja yang berada disana, mungkin karna bukan hari libur.


" Abang ngagetin Nayra aja"


" Kamu terlalu serius sampai-sampai tidak menyadari aku sudah berlari di sampingmu dari tadi" Jawab Candra.


" Serius? " Tanya Nayra memelankan langkahnya.


" Iaa" Jawab Candra.


" Kenapa semalam tidak ikut makan bersama?" Tanya Candra.


" Malas aja bang" Jawab Nayra sekenanya.


" Bukan karna menghindari Darelkan? "


Nayra terdiam sesaat mendengar pertanyaan Candra sebenarnya ia enggan untuk menjawab.


" Abang pasti sudah tau jadi janganlah berpura-pura" Ujar Nayra tersenyum lirih menatap ke depan.


Nayra melanjutkan larinya diikuti Candra memutari taman hingga Nayra merasa benar-benar lelah. Mereka beristrahat di bangku taman, Candra menatap wajah Nayra yang yang dipenuhi keringat.


Apa kamu bisa mencintai aku seperti kamu mencintai Darel? bantin Candra.

__ADS_1


" Pulang yu" Ajak Nayra setelah beberapa saat istirahat. Candra yang tersadar dari lamunannya. mengikuti Nayra meninggalkan taman.


Candra dan Nayra berjalan santai menuju kerumah, memasuki halaman. Darel yang melihat Candra dan Nayra berjalan kedalam rumah, menatap Nayra dengan tatapan yang tajam. Walaupun Nayra menyadari Darel sedang melihatnya Nayra memilih untuk mengabaikan Darel.


" Makasih ya Nay untuk olahraga paginya" Candra sengaja memanasi Darel.


" Okey bang" Jawab Nayra dengan senyuman khasnya yang manis, kemudian berjalan kekamar untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat.


Nayra turun kedapur untuk sarapan setelah selesai olahraga kampung tengahnya minta diisi.


" Bibi lagi masak apa?" Nayra menghampiri bibi.


" Sop non, nih sudah matang tinggal di angkat" Jawab bibi.


" Bibi tau aja Nayra lapar jadi pas bangat" Ujar Nayra.


" Bibi siapin buat non Nayra ya" Bibi dengan senang hati menyiapkan sarapan untuk Nayra.


" Yang lainnya sudah sarapan bi? " Tanya Nayra.


" Sudah non tadi bibi buatkan nasi goreng" Jawab bibi.


Nayra hanya mengangguk, kemudian mulai menghabiskan sarapannya. Selesai Sarapan Nayra membereskan piring kotornya seperti biasa.


Nayra ingin kembali ke kamar namun saat melihat Cika yang sedang menonton drama kesukaannya Nayra ikut nonton bersama Cika.


" Serius amat Cik" Tegur Nayra.


" Kamu yang buat aku ketagihan nonton si babang tampan" Jawab Cika masih terus menatap layar tv.


Selesai menonton film Nayra berjalan ke dapur karena tenggorokannya yang kering. Nayra meneguk habis minuman yang diambilnya dari kulkas. Kemudian mengisinya lagi dan berniat kembali ke ruang tengah namum sebelum sampai di ruang tengah....


" Selamat ya" Suara dari belakang yang membuat Nayra kaget dan hampir menjatuhkan gelas di tangannya.


Nayra melanjutkan langkahnya mengabaikannya, namun langkahnya berhenti dengan sebuah tarikan oleh tangan yang kokoh membuat Nayra akhirnya harus berbalik.


*


*


*


*


Makasih buat teman-teman yang selalu setia menunggu kelanjutannya 🙏🙏


Ingat vote dan dukung aku terus ya 😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2