
Hari-hari Nayra lalui seperti biasanya, dua bulan berlalu. Besok adalah hari yang Nayra dan Ciko nantikan, yaitu hari Nayra akan mengikuti kompetisi bersama Ciko. Zahra yang sudah beberapa kali ikut latihan bersama Nayra sangat bahagia karna bisa menguasai beberapa gerakan dasar yang bisa ia gunakan untuk menjaga diri.
" Yah besok upacara pembukaan kompetisi, Nayra akan bertanding untuk pembukaan nanti" Ciko meberitahukan Ayahnya saat mereka sedang makan malam.
" Baiklah Ayah dan Ibu akan ikut besok" Jawab ayah Gio
" Kamu sudah siap Nay? " Tanya bu Fani
" Siap tante" Jawab Nayra dengan tersenyum
Selesai makan bu Fani, ke kamar Nayra membawakan vitamin dan cemilan kesukaan Nayra. Bu Fani yang tau Nayra suka ngemil selalu membuatkan Nayra cemilan, beda dengan Cika yang tidak menyukai cemilan atau snack Nayra selalu menghabiskan Cemilan buatan tantenya.
" Nay ni ada vitamin, tadi om Gio nyuruh tante buat ngasih ke kamu. Di minum sebelum tidur ya, biar besok badannya segar dan vit" Bu Fani memberikan vitamin ke Nayra
" Makasih tante" Nayra menerima vitamin dan air yang dibawa bu Fani
" Ya sudah, istirahatlah jangan begadang" Pesan bu Fani sebelum meninggalkan kamar
" Tante... makasih juga cemilannya" Ucap Nayra sebelum tantenya menutup pintu.
Nayra menyalakan laptopnya dan seperti biasa Nayra selalu asyik dengan hal yang hanya dia sendiri pahami. Hampir 1 jam akhirnya Nayra selesai, menutup laptop dan menuju ke ranjangnya untuk beristrahat.
Keesokan Pagi
Nayra yang sudah menyiapkan segala perlengkapan di ransel berjalan keluar dari kamar ke meja makan. Ciko dan bu Fani sudah ada di sana.
" Pagi Nay " Sapa Ciko melihat Nayra yang berjalan ke arahnya
" Pagi kak" Balas Nayra
" Sudah siap Nay? "
" Sudah kak" Jawab Nayra duduk berhadapan dengan Ciko.
Bu Fani menyiapkan sarapan untuk Ciko dan Nayra terlebih dahulu karena mereka berdua akan segera berangkat. Selesai sarapan Ciko dan Nayra pamit. Ciko melajukan mobilnya ke gedung latihan, semua akan berkumpul disana dan akan berangkat bersama-sama ke Gedung Olahraga. Semua sudah berkumpul saat Ciko dan Nayra tiba.
" Gimana Nay sudah siap" Tanya Luisa saat Nayra berdiri di sampingnya.
"Siap kak" Nayra menjawab dengan senyum di bibirnya
" Hai Nay" Sapa Brian yang sudah berada disana juga
__ADS_1
" Ia kak"
" Semangat ya" Brian memberi semangat pada Nayra
" Siip kak" Nayra mengangkat jempolnya ke arah Brian
Setelah selesai evaluasi beberapa hal akhirnya semua bersiap untuk menuju gedung olahraga. Butuh waktu 1 Jam untuk sampai disana, gedung olahraga sudah ramai Brian dan timnya berjalan ke ruangan yang di khususkan untuk para atlet.
Nayra sedang meregangkan otot-ototnya di temani Luisa. Nayra melakukan split( membuka lebar kedua kakinya hingga sejajar dengan lantai), setelah itu mencium lutut dan sedikit pemanasan lainnya. Merasa cukup dengan pemanasan Nayra duduk sebentar di merenggangkan ototnya.
" Apa kamu gugup Nay" Ciko menghampiri Nayra
" Sedikit kak" Jawab Nayra
" Ayah dan yang lainnya sudah di depan, bersiaplah 5 menit lagi akan segera di mulai upacaranya" Ciko memberitahukan pada Nayra dan di anggukan kepala oleh Nayra tanda mengerti.
Upacara pembukaan berlangsung lancar, Nayra yang sedang siap-siap untuk tanding mencari-cari keberadaan om Gio dan tante Fani. Nayra yang terbiasa di semangati ayah Hadi kini mencari ayah Gio sebagai ganti ayahnya.
Om Gio mengangkat tangan ke arah Nayra, melihat om Gio dan bu Fani yang sedang melambaikan tangan padanya Nayra langsung tersenyum bahagia dan membalas dengan mengangkat tangannya.
" Pelajari gerakannya Nay, lawanmu adalah yang terbaik setelah Luisa " Ciko memberitahukan pada Nayra
Wasit memberi aba-aba tanda siap dimulai, kedua atlet masuk dalam arena dan saling memberi hormat. Saat wasit memberi kode tanda di mulai Nayra mengambil kuda-kuda, tapi lawan Nayra yang tidak ingin membuang waktu langsung melepaskan tendanga pertamanya ke kepala Nayra, karena tidak menyangka akan langsung menerima serangan Nayra akhirnya terjatuh.
Sorak-sorai penonton mebuat ramai gedung olahraga siang ini. Ayah Gio terlihat sangat tegang begitupun dengan bu Fani, sedangkan Ciko terus menyemangati Nayra dari luar arena.
Awal yang menyenangkan. Gumam Nayra dalam hati kemudian berdiri.
Lawan Nayra sangat cepat saat Nayra yang berdiri menanti serangannya dengan senang hati ia berlari dan memberikan tendangan dengan melompat, kali ini Nayra dengan mudah menghindar dan melepaskan dua kali tendangan beruntun di pundak dan kepala pada lawannya. Mendapatkan serangan beruntun lawan Nayra terjatuh jauh ke belakang, Nayra berlompat-lompat kecil menunggu lawannya bangun.
Luisa yang tau Nayra tidak akan melepaskan lawannya tersenyum penuh kemenangan.
Nayra tidak memberikan kesempatan pada lawannya untuk menyerang lagi karna Nayra terus melepaskan tendangan maupun pukulan, hingga waktu berakhir Nayra memenangkan pertandingan dengan hanya memberikan 1 poin pada lawannya.
Ciko memeluk Nayra saat Nayra keluar dari Arena, di ikuti Luisa dan saat Brian yang ingin mendekat memeluk Nayra langsung mendapatkan tatapan membunuh dari Ciko. Akhirnya Brian hanya memberi selamat pada Nayra.
" Jahat lo Nay masa hanya ngasih dia 1 poin" ujar Luisa melepaskan pelukannya
" Salahnya sendiri membuat adikmu jatuh di awal pertandingan" Jawab Ciko membantu Nayra membuka perlengkapannya.
" Maaf membuat kaka khawatir di menit pertama" Ucap Nayra
__ADS_1
" Kereenn Nay untuk penampilan perdananya, aku suka" Puji Brian
" Makasih kak" Balas Nayra
Nayra pamit ke ruang ganti untuk mengganti bajunya yang sudah basah. Selesai ganti Nayra kembali ke tempat Ciko dan teman-temannya menonton tanding selanjutnya.
" Nay ayo balik" Ajak Ciko beberpa menit kemudian
" Ia kak" Nayra berdiri mengikuti Ciko
" Bro gua dluan ya" pamit Ciko pada Brian dan teman-temannya yang lain
Saat sampai di depan gedung sudah ada Ayah Gio dan yang lainnya disana menunggu Ciko dan Nayra.
" Selamat ya Nay, tapi tante sempat panik kamu jatuh" sambut tante Fani.
" Ia tante, begitulah" Jawab Nayra
"Nayyyyyy........ kamu buat aku sama bang Candra sport jantung tahu" Ujar Cika
Mendengar nama Candra yang di sebut Nayra mencari-cari orang yang disebut Cika.
" Bang Candra sama bang Darel lagi ke toilet" Sambung Cika saat melihat mata Nayra melihat sekeliling.
"Ya sudah om sama tante dluan ya" Ujar ayah Gio
" Makasih om, sudah menyempatkan waktu buat kesini" Nayra bahagia karna om dan tantenya yang sangat peduli padanya.
" Om sangat menikmati pertunjukannya Nay" Om Gio mengarahkan jempolnya pada Nayra dan berlalu pergi sama bu Fani. Nayra tersenyum puas dengan pujian om Gio.
" Apa harus kita rayakan kemenangan Nayra" Suara dari belakang mengagetkan Nayra
*
*
*
*
Dukung terus ya teman-teman dan ingat vote sebanyak-banyaknya. Makasih 😊😊🙏🙏
__ADS_1