
Hari ini Cika akan berangkat ke kampumg bersama Candra dan Darel. Candra memasukan barang-barang yang akan di bawa ke bagasi. Sedangkan Darel terlihat gelisah karna tidak melihat Nayra dari tadi.
Apa dia masih tidur? atau dia sengaja tidak ingin menemuiku karna sesuatu. Darel asal menebak dalam hatinya.
" Sudah siap semuanya? " Tanya ayah Gio
" Siap sudah pak" Jawab Candra
" Hati-hati dijalan, Candra aku titip putriku" Pesan ayah Gio
" Siap pak" Jawab Candra.
Mereka berpamitan pada ayah Gio dan bu Fani, Ciko telah ke kantor setelah selesai sarapan karena ada meeting hari ini di kantornya. Darel masih Gelisah karna tidak melihat Nayra, ia sangat ingin melihat wajah Nayra sebelum pergi.
Sedangkan dikamarnya Nayra yang melihat mobil Cika telah pergi akhirnya keluar dari kamar menuju ke dapur. Nayra sudah bangun sejak pagi tadi namun Nayra yang sengaja menghindari Darel memilih tetap dikamar sampai mereka berangkat.
Nayra melihat ponselnya ada pesan masuk di sana.
" Nay sore ini Luisa tanding"
^^^" Aku akan menontonnya nanti kak"^^^
" Baiklah sampai ketemu disana"
^^^" Apa aku sebaiknya mengajak Zahra? "^^^
" Ajaklah jika ia mau"
^^^" Okey kak" Nayra menyimpan kembali ponselnya^^^
Selesai sarapan Nayra menghubungi Zahra, dan Zahra setuju untuk ikut. Nayra kembali kekamarnya untuk bersiap-siap setelah itu, Nayra melajukan motornya untuk menjemput Zahra.
" Kak.... " Panggil Nayra saat sampai di gedung olahraga
" Hai Nay... Ra" Balas Luisa
" Siap kak? " Tanya Nayra
" Siap Nay, Kalian berdua saja yang kesini? " Tanya Luisa
" Ntar lagi k Ciko sampai, masih di perjalanan katanya"
" Samangat kak Luisa" Zahra memberi semangat pada Luisa
" Makasih Ra" Luisa tersenyum
Luisa melakukan pemanasan di temani Nayra dan Zahra, selesai melakukan pemanasan Luisa dan yang lainnya berjalan ke dalam karena akan segera di mulai.
Nayra dan Zahra duduk di tempat duduk tribun yang dekat arena tanding agar lebih dekat menyemangati Luisa, Ciko yang baru sampe mencari keberadaan Nayra.
" Kak" Nayra memanggil Ciko dengan melambaikan tangan saat melihat Ciko sedang mencarinya.
Ciko berjalan ke arah Nayra dan Zahra, Nayra menggeser duduknya agar Ciko duduk di sebelah Zahra.
" Sudah mau mulai Ra? "
" Ia kak" Jawab Zahra dengan senyum menunjukkan kedua lesung pipinya.
Ciko menggenggam tangan Zahra, kembali melihat ke dalam arena. Luisa yang sudah siap ditemani Brian, saat mendengar aba-aba persiapan semua penonton mulai ramai dengan bersorak maupun menyanyikan yel-yel mereka.
Ponsel Nayra berdering, saat melihat layar ponselmya Nayra memilih untuk menolak panggilan tersebut dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jaketnya. Selang 5 menit kemudian ponselnya kembali berdering Nayra yang merasa terganggu dengan panggilan dari nomor yang telah ia hapus semalam akhirnya menonaktifkan ponselnya.
Nayra kembali menonton Luisa yang sedang tanding, hingga selesai, dan akhirnya Luisa memenangkan pertandingan itu.
" Selamat kak" Nayra dan Zahra memberikan selamat
" Makasih" Balas Luisa
__ADS_1
" Kita kembali ke Beskem ya ada yang mau aku bahas" Ujar Brian saat semua sedang kumpul.
" Okey" Jawab mereka serentak
Nayra menyuruh Zahra ikut bersama mobil Ciko. Nayra sengaja agar Zahra bisa lebih dekat dengan Ciko, melihat Ciko melajukan mobilnya Nayrapun menarik Gas motornya menuju gedung latihan, Brian dan Luisa yang sudah terlebih dahulu sampai bingung melihat motor yang memasuki halaman gedung, saat Nayra membuka helm baru mereka mengenalinya.
Tak lama kemudian Ciko masuk. Mereka masuk ke dalam gedung, Brian mulai membahas strategi untuk kompetisi selanjutnya, hampir 1jam akhirnya selesai.
" Nay Ponselmu tidak aktif?" Tanya Ciko
" Oh ia kak, ada apa? nih Darel ingin bicara" Ciko memberikan Ponselnya
"Halo Nay"
^^^" Ia" Jawab Nayra dingin^^^
" Apa kamu yang menghapus nomormu
di ponsel abang"
^^^" O itu,,, ia aku yang hapus"^^^
" Apa maksudnya? "
^^^" Menurut aku tidak ada lagi^^^
^^^yang harus dibahas bang"^^^
" Beri aku alasan, trus kenapa
kamu memblokir nomorku"
^^^" Tanyakan pada dirimu"^^^
^^^Jawab Nayra dengan dingin^^^
Kemudian Nayra mengakhiri panggilan dan mengembalikan ponsel Ciko.
Aku tidak akan melepaskanmu Nayra Adipta. Batin Darel mengacak-acak rambutnya.
" Kak Nayra dluan ya, tolong antar Zahra pulang" Ujar Nayra pada Ciko
" Hati-hati Nay" Zahra memperingati Nayra melihat wajah Nayra yang tidak seperti biasanya Zahra sedikit khawatir.
Nayra hanya menganggukkan kepalanya, kemudian pergi meningggalkan halaman parkir. Kecepatan motor Nayra di atas rata-rata, Nayra tidak peduli dengan beberapa pengendara yang mengumpatnya saat Nayra menyalip mereka dengan motornya.
Sesampainya di rumah Nayra langsung menuju ke kamarnya, membuka jaket dan membuangnya di atas sofa. Nayra mengaktifkan ponselnya dan melihat begitu banyak panggilan masuk dan pesan masuk.
Nayra mengabaikannya, ia masuk ke kamar mandi dan menenangkan pikirannya dengan berendam, selama 30 menit Nayra merasa sudah mulai baikan, keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaian.
" Ia Cik" Nayra menjawab panggilan dari Cika
^^^" Nay aku ingin bicara, tolong jangan dimatikan"^^^
Nayra hanya diam mendengar suara di sebrang sana
^^^" Nayra"^^^
" Bicaralah"
^^^" Aku butuh penjelasan sikapmu"^^^
" Bukankah sudah kukatakan,
tidak ada yang perlu dijelaskan bang"
^^^" Maksudmu?"^^^
__ADS_1
" Kita tidak perlu melanjutkan hubungan
ini"
^^^" Kamu ingin mengakhirinya?"^^^
" Ia" Jawab Nayra dingin
^^^" Kamu yakin"^^^
" Yakin" Jawab Nayra datar mengakhiri panggilan
Darel sungguh di buat frustasi oleh sikap Nayra yang tidak peduli padanya.
Tidak ada wanita yang pernah menolakku bahkan mereka dengan suka rela menyerahkan diri mereka hanya untuk tidur denganku? tapi dia dengan yakin menolak ku, yang benar saja. Batin Darel
Nayra akhirnya naik ke ranjang dan tertidur dengan pulas, hingga melewatkan makan malamnya. Bu Fani yang tidak melihat Nayra saat makan malam menanyakan pada Ciko. Ciko yang melihat Nayra tadi tidak bersemangat meminta pada bu Fani agar tidak mengganggu Nayra, bu Fani hanya mengangguk tanda mengerti.
Tok
Tok
Tok
" Nay.... " Bu Fani memanggil Nayra saat melihat Nayra yang melewatkan sarapan pagi ini
" Ia Tante" Nayra membuka pintu kamarnya
" Kamu mau ikut ke acaranya Candra? "
" Tidak tante, Nayra ada latihan nanti" Nayra memberi alasan
" Baiklah, kamu ngga pa-pakan di tinggal sendirian? "
" Ia tante, Nayra ngga pa-pa" Jawab Nayra dengan tersenyum pada tantenya
" Kamu sakit Nay? "
" Tidak tante. Nay sehat kok, hanya lagi datang bulan makanya Nayra sedikit malas" Jawab Nayra tidak bersemangat
" Ya sudah, tante siap-siap dulu... tante usahakan malam langsung kembali, kalo ngga besok pagi tante sama om langsung balik" Ujar tante Fani.
" Ia tante, hati-hati di jalan, sampaikan salamku buat bang Candra"
" Ia Nay nanti tante sampaikan" Bu Fani berlalu meninggalkan Nayra
1jam Kemudiam om Gio melajukan mobil meninggalkan pekarangan rumah. Nayra tinggal bersama bibi menghabiskan waktunya dengan laptop kesayangannya.
Keesokan harinya.
Nayra menghabiskan seharian dengan menonton drama korea dan begadang semalaman di depan laptopnya.
Sinar matahari yamg menembusi jendela kamar tidak membuat Nayra terbangun Ia masih terlelap di ranjangnya. Karna ini hari libur sehingga Nayra enggan untuk beranjak dari sana. Sedangkan di ruang keluarga bu Fani dan ayah Gio sudah kembali.
Ciko yang masih di jalan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karna ingin menikmati pemandangan yang jarang ia temui dikota.
" Kita mampir sebentar ke kantorku ya bang" Ujar Ciko
" Ia "
*
*
*
*
__ADS_1
Makasih dukungannya, aku tambah semangat up nya 😊😊
Jangan lupa votenya buat author ya 🙏🙏