Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 37


__ADS_3

" Lepaskan tanganku" Ujar Nayra


Tangan Nayra ditarik menuju kesamping rumah, Nayra yang tidak melawan.


" Apa sebenci itu kamu sama aku? sampai tidak ingin melihat wajahku? "


" Bukan membenci, lebih tepatnya menjaga jarak" Jawab Nayra.


" Apa cara itu membuatmu bahagia? " Tanya Darel


" Ya" Jawab Nayra memalingkan wajahnya.


" Aku minta maaf" Ucapan Darel hampir tak terdengar.


Nayra menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya. Ia berbalik menghadap pada Darel menatap wajah Darel.


" Aku maafkan bang, mungkin kita memang tidak berjodoh" Jawab Nayra.


Darel menatap gadis di depannya dengan wajah penuh penyesalan. Nayra yang di balas tatapannya oleh Darel segera memalingkan wajahnya, ia takut hatinya akan berubah karena tatapan Darel.


" Lihat aku Nayra, dan katakan jika kamu tidak mencintaiku lagi" Ujar Darel.


Nayra tersenyum lirih mendengar ucapan Darel.


" Perasaanku biarlah itu menjadi urusanku bang" Jawab Nayra.


" Apa kamu akan menerima Candra sebagai tunanganmu?" Darel terlihat gelisah.


" Tunangan? " Nayra balik bertanya tidak mengerti maksud Darel.


" Candra akan melamarmu sebelum kami pergi melakasanakan tugas perbatasan" Jelas Darel.


" Baguslah kalo begitu, semoga aku bisa secepatnya melupakan abang" Jawab Nayra sekenanya.


Darel mengepalkan tangannya mendengar jawaban Nayra. Nayra yang melihat perubahan pada wajah Darel merasa puas membuat Darel marah.


" Aku masuk ya bang" Pamit Nayra kemudian meninggalkan Darel.


" Nayra Adipta" Nayra menghentikan langkahnya mendengar panggilan Darel.


" Kamu hanya akan menjadi milikku" Lanjut Darel


Nayra melanjutkan langkahnya, hatinya senang mendengar ucapan Darel, namun rasa bencinya jauh lebih besar sehingga membuat Nayra enggan untuk kembali pada Darel.


Nayra berjalan ke kamarnya, mengambil kunci motor dan kembali ke bawah.


" Cik tante sama om?" Tanya Nayra.


" Mama lagi ikut papa kegiatan tadi Nay" Jawab Cika.


" Ooo ya udah aku keluar bentar ya" Nayra menuju kegarasi.


Darel yang melihat Nayra akan pergi mengikuti Nayra, saat Nayra mengambil helmnya Darel sudah lebih dulu naik ke atas motor, dan menyalakan motor Nayra.


"Ku mohon ini yang terakhir kalinya" Pinta Darel sebelum Nayra bicara.


Nayra diam dan duduk di belakang boncegan Darel. Darel tersenyum dalam helmnya merasa sangat senang karena Nayra yang tidak membantah.


Darel melajukan motor dengan kecepatan tinggi yang membuat Nayra akhirnya harus memegang ujung jaket Darel. Nayra tahu kemana Darel akan membawanya, karena hanya itu tempat satu-satunya yang Darel tahu dikota ini.


" Biarkan hari ini menjadi kenangan untuk kita" Ucap Darel saat mereka berdua duduk pinggiran pantai.


Nayra tidak ingin menjawab ia lebih senang menikmati aroma pantai dan pemandangannya dari pada harus berdebat dengan Darel.

__ADS_1


" Jangan pernah lupakan aku dalam hidupmu Nayra, walaupun sebagai kenangan burukmu" Lanjut Darel Menatap wajah Nayra yang sedang melihat ke arah lautan lepas.


" Baiklah" Jawab Nayra singkat.


" Apa tidak ada kesempatan untukku memperbaiki segalanya? " Nayra menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Darel.


Darel memalingkan wajahnya melihat kedepan. Mereka diam dengan pikiran mereka masing-masing,


Entah apa yang sedang mereka berdua pikirkan, membuat mereka tidak menyadari hari yang telah menjelang sore.


" Bisa antarkan aku kembali ke markas? " Tanya Darel.


" Baiklah" Jawab Nayra.


Nayra mengantar Darel, kemudian kembali ke rumah untuk beristirahat karena besok pembukaan turnamen.


Keesokan harinya


Nayra yang sudah siap-siap turun dari kamarnya.


" Tante, mau kemana?" Tanya Nayra melihat bu Fani yang sudah rapi dengan stelan olahraga.


" Tante ada kegiatan Nay" Jawab bu Fani.


" Oia tan, Nayra pamit dulu ya tante Nayra juga ada kegiatan" Pamit Nayra.


Nayra melajukan motornya keluar dari halaman menuju lokasi yang di share oleh Indri. Saat sampai dilokasinya Nayra kaget dengan begitu banyaknya orang memenuhi lapangan yang besar didepannya


Nayra mengambil ponselnya menelpon Indri, karena ia tidak mungkin harus mencari di antara sekian banyak orang di lapangan luas ini.


" Halo Nay" Jawaban dari sebrang.


^^^"Kak aku sudah di lapangan"^^^


^^^" Disudut lapangan kak yang ada taman^^^


^^^bermain anak-anak"^^^


" Tunggu disana aku jemput"


^^^"Okey"Nayra mengakhiri telpon^^^


Indri datang menemui Nayra dan mengajak Nayra menuju tempat Timnya berkumpul.


" Sebentar kita main pembukaan ya melawan ibu-ibu dari batalyon xxx" Ujar Oficial


Nayra kaget mendengar tim yang akan mereka lawan.


Bukankah itu batalyon bang Darel dan bang Candra? Batin Nayra melihat ke arah kumpulan ibu-ibu dan abang-abang yang sedang berkumpul dekat truk tentara.


Beberapa menit kemudian terdengar suara dari pengeras suara yang menyuruh para peserta lomba untuk mengambil bagian di dalam lapangan karena upacara pembukaan segera dimulai.


Nayra yang masih mengenakan jaket dan celana training berjalan bersama timnya ke dalam lapangan.


Upacara berlangsung kurang lebih 20menit.


Kini Nayra dan timnya sedang melakukan pemanasan di pinggir lapangan karena ibu-ibu persit dari batalyon xxx sedang pemanasan di dalam lapangan.


Ada beberapa pasang mata yang mengawasi Nayra dari tadi tanpa Nayra sadari, Zahra yang berada disana terus menyemangati Nayra saat kedua tim dipanggil ke dalam lapangan Volly untuk mencoba lapangan.


Nayra dan teman-temannya mempasing bola di lapangan sebelah kiri dan lawan mereka dari sebelah kanan.


Lifrik ditiup panjang tanda pertandingan akan segera dimulai.

__ADS_1


Sore itu Nayra lagi-lagi menjadi bintang lapangan, kostum volly yang pas ditubuh Nayra dengan celana yang pendek dan alas lutut yang menutupi pahanya membuat Nayra terlihat berbeda dari penampilan biasanya.


" Nay..." Nayra melihat kearah suara yang memanggil namanya.


" Tante"


" Kenapa ngga bilang kamu juga ikut turnamen ini? " Tanya bu Fani.


" Maaf tan, Nayra kira kegiatannya beda sama tante" Jawab Nayra.


" Itu ada Darel sama Candra juga disana jadi sporter ibu-ibu tadi" Bu Fani menunjuk ke arah Darel dan Candra yang sedang berdiri bersama om Gio.


" O ia tante"


" Nay.... minumnya" Zahra menghampiri Nayra dan bu Fani.


" Makasih Ra" Nayra menerima botol minum dari Zahra.


" Sore tante... " Sapa Zahra.


" Sore nak Zahra" Balas bu Fani dengan senyum hangatnya.


" Ayo kita kesana" Ajak bu Fani.


" Ia tante dluan sama Zahra ya nanti Nayra nyusul, Nay pamit dulu sama teman-teman" Ujar Nayra.


Nayra pamit ketimnya.


" Sampai ketemu besok ya nay" Teriak Indri.


" Siap kak" Jawab Nayra yang sudah menjauh.


Nayra kembali dengan membawa tas di pungunggunya menuju ketempat bu Fani dan yang lainnya sedang duduk.


" Nay ternyata bisa Volly juga ya" Ujar Candra saat Nayra sudah bergabung bersama mereka.


" Ngga juga kok bang kebetulan bisa mukul bola aja" Jawab Nayra.


" Kebetulan tapi bolanya smashnya sebagus itu" Lanjut Candra di sambut senyum oleh Nayra.


"Multi talent ya Nay" Lanjut Candra memberikan jempol ke arah Nayra.


" Abang udah deh, mujinya jangan ketinggian ntar tabrakan sama pesawat loh" Canda Nayra membuat semua tertawa.


Darel hanya diam karena sedikit tidak suka melihat kostum yang Nayra pake, dengan raut muka yang hanya dimengerti oleh Nayra.


"Ra mobil kamu parkir dimana? " Tanya Nayra.


" Tuh " Tunjuk Zahra ke arah mobil yang ia parkir tidak terlalu jauh.


" Pinjam kunci ya aku ganti baju dimobil kamu aja" Bisik Nayra.


Nayra kemudian mengganti trening dan jaket, setelah itu kembali ke tempat duduk.


*


*


*


*


Maaf ya baru up teman-teman 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2