Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 41


__ADS_3

Darel melajukan motor dengan sedikit mengurangi kecepatan, membuat Nayra merasa lega. Lima menit berlalu Nayra baru menyadari jika Darel tidak membawanya pulang kerumah.


" Kita mau kemana" Tanya Nayra.


" Kamu akan tahu nanti" Jawab Darel terus melajukan motor.


Nayra mulai merasa gelisah, lagi-lagi tidak ada pilihan bagi Nayra selain pasrah. Darel memasuki halaman yang cukup luas menghentikan motor didepan garasi.


" Rumah siapa ini?"


" Abangku" Jawab Darel memegang tangan Nayra masuk ke dalam.


" Akhirnya datang juga" Sapa seorang wanita dengan ramah.


" Ia kak" Jawab Darel.


" Ini pasti Nayra" Tebak wanita itu menatap Nayra


" Ehhh iya...Nayra" Nayra menyalim tangan wanita itu memperkenalkan diri.


" Fara, aku kakak sepupu Darel" Sambut Fara memperkenalkan dirinya.


Fara mengajak Darel dan Nayra ke ruang keluarga untuk bersantai disana.


" Abang kemana kak?" Tanya Darel.


" lagi dinas Rel" Jawab Fara.


" Kalian mau minum apa kakak buatkan" Tawar Fara.


" Apa aja kak" Balas Darel mengambil remot tv di atas meja.


" Aku temani kakak buatin minum" Ujar Nayra berdiri dari duduknya, Fara tersenyum dan mengajak Nayra ke dapur.


" Sudah lama mengenal Darel" Tanya Fara saat berada di dapur.


" Belum, kak" Jawab Nayra dengan senyum di bibirnya.


" Oh ya.....kamu istimewa karena Darel memperkenalkanmu ke keluarga" Ujar Fara menatap Nayra.


" Kaka bisa aja, Ada wanita lain yang lebih istimewa dari aku kak" Balas Nayra.


Fara hanya tersenyum mendengar apa yang Nayra katakan, dan mengerti mengapa tadi Darel menghubunginya untuk menginap disini malam ini.


Fara yang baru mengenal Nayra merasa senang karena sifat sopan Nayra membuatnya nyaman berada bersama dengan gadis itu. Apa lagi sikap Nayra yang menghargainya sebagai kakak Darel.


Orang tuamu pastilah orang tua yang hebat karena mampu mendidik putri mereka dengan baik. Batin Fara


Jarang gadis seusia Nayra yang santun dalam berbahasa dan sopan dalam bersikap pada jaman sekarang. Apalagi Nayra bukanlah gadis biasa, ia lahir dari keluarga yang cukup mampu bahkan bisa dikatakan lebih.


Fara dan Nayra kembali ke ruang tengah membawa minuman. Fara duduk di samping Darel dan Nayra memilih duduk di sofa single yang dekat dengan tv, mereka bercerita hingga terdengar bunyi ponsel Fara.


" Lanjutkan ya aku trima telpon dulu" Pamit Fara.


" Ia kak" Jawab Nayra.


" Jangan menunggu aku kembali karna akan lama menerima telpon" Lanjut Fara sebelum berlalu pergi.


Tinggal Darel dan Nayra diruang tv, Nayra tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Menonton hanya itu yang ada dipikirannya, untuk menghindari Darel.


" Eehhhhemmm" Deheman dari Darel sengaja membuat Nayra untuk berbalik. Bukannya berbalik Nayra semakin serius menonton.


" Apa aku harus kesana dan duduk memangkumu?" Suara Darel berhasil mengalihkan perhatian Nayra.


Apa mengancam adalah hobinya sekarang. Rutuk Nayra dalam hati.


" Katakanlah" Ujar Nayra berbalik menatap Darel.


Darel menepuk sofa disebelahnya memberi kode agar Nayra pindah ke samping. Tidak ingin membuat drama yang panjang akhirnya Nayra berdiri mengikuti keinginan Darel.

__ADS_1


" Apa hubunganmu dengan Fabian?" Selidik Darel, saat Nayra sudah duduk di sampingnya.


" Tidak ada" Jawab Nayra singkat.


" Apa aku terlihat seperti orang bodoh yang harus percaya?" Balas Darel.


" Tidak penting penjelasanku, bukankah smuanya sudah berakhir?" Ujar Nayra tepat membuat Darel geram.


" Jangan mengalihkan pembicaraan" Ucapan Darel membuat Nayra tersenyum sinis menatap Darel.


" Berhentilah, aku lelah dengan smua yang terjadi" Balas Nayra menahan sesak didadanya.


" Aku tidak pernah menganggap smuanya berakhir" Ujar Darel menatap lekat wajah Nayra.


Nayra terdiam tidak ingin menjawab ucapan Darel, ia hanya ingin mendengar enggan untuk membalas. Karena apapun yang ia katakan tidak akan berlaku bagi Darel.


" Kamu hanya milikku dan selamanya tetap seperti itu" Lanjut Darel karena Nayra yang tidak membalas ucapannya.


" Mau dikemanakan wanitamu, apa yang mereka rasakan jika tahu saat ini kekasihnya sedang merayu gadis lain"


" Apa itu penting bagimu untuk mengetahui perasaanya?" Tanya Darel.


" Aku hanya kasihan, pada mereka karena mencintai laki-laki sepertimu" Balas Nayra lagi dengan senyum mengejek.


Bunyi ponsel Nayra menghentikan perdebatannya dengan Darel, Nayra menatap layar ponselnya nama Fabian muncul disana.


" Siapa?" Tanya Darel melihat Nayra yang ragu menjawab.


" Bukan siapa-siapa" Nayra mengabaikan telpon Fabian, namun ponselnya kembali berdering dan nama Fabian lagi kembali muncul dilayar ponsel.


" Trimalah sepertinya penting" Ujar Darel.


" Halo"


^^^" Ia kak"^^^


" Apa kamu baik-baik saja?"


" Istrahatlah, kamu berhutang sesuatu denganku"


^^^"Hhhmmm"^^^


" Apa terjadi sesuatu?"


^^^" Tidak"^^^


" Ya sudah....bye"


Tut tut tut Nayra mengakhiri panggilan, disambut tatapan tajam oleh Darel.


" Kekasihmu" Tanya Darel


" Aku tidak punya hubungan apa- apa dengan kak Fabian" Jawab Nayra


" Oooh jadi Fabian" Balas Darel.


Nayra seperti pencuri yang tertangkap, hanya terdiam tidak membalas tebakan Darel.


" Jangan pernah menguji kesabaranku" Ujar Darel


" Lantas aku harus bagaimana? aku harus bahagia dan terus tersenyum walaupun kamu sakiti? aku harus tertawa saat wanita s*****n mu memaki ku dengan tuduhan merebutmu, aku harus tetap tersenyum saat tahu kamu sedang bermesraan dengan wanitamu dan harus menerimamu saat datang kembali.....aku seperti seorang pemulung yang memungut sisa-sisa wanita-wanitamu atau aku malah terlihat seperti gadis murahan yang selalu berharap kamu untuk kembali pada ku sebagai pelampiasan saat kamu jauh dari mereka?" Nayra mengeluarkan semua yang tertahan didadanya hingga membuat bibirnya bergetar menahan butiran bening di bola matanya agar tidak keluar.


Darel yang pertama kali melihat amarah Nayra diam seribu bahasa, lidahnya terasa keluh bahkan tenggorakannya tidak mengijinkannya untuk menelan salivanya.


" Aku cape, aku lelah dengan smuanya" Lanjut Nayra


" Apa aku menyakitimu terlalu dalam? maaf,maafkan aku" Darel menarik Nayra dalam pelukannya. Tangis Nayra pecah saat wajahnya tenggelam dalam pelukan Darel.


" Aku tidak sadar jika kamu sesakit itu, maafkan keegoisanku" Darel mencium kening Nayra mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


" Aku membencimu" Hanya ucapan itu yang keluar dari mulut Nayra disela-sela tangisnya.


" Bencilah, aku menerimanya bencilah aku tapi jangan pernah pergi tinggalkan aku, karena kamu hanya akan menjadi milikku" Bisik Darel sambil mengusap lembut kepala Nayra.


Darel membiarkan Nayra menangis sepuasnya, ada rasa menyesal telah membuat gadis polos dalam pelukannya ini terluka hingga membuatnya merasakan sakit yang sama saat tangisan Nayra tadi.


Aku berjanji tidak akan membuatmu menangis lagi, aku akan menjadikanmu milikku, hanya milikku. Batin Darel.


Dua puluh menit berlalu, Nayra masih berada dalam pelukan Darel.


" Darel, Nayra kenapa?" Tegur Fara yang baru selesai menerima telpon dari sang suami.


" Tidak pa-pa" Jawab Darel.


" Apa Nayra pingsan?" Tanya Fara lagi, membuat Darel langsung mengangkat wajah Nayra.


" Dia tertidur kak" Ujar Darel yang baru menyadarinya.


" Tidurkan Nayra dikamar tamu, kakak sudah merapikannya " Ujar Fara.


Darel menggendong tubuh Nayra perlahan agar Nayra tidak bangun, membawanya kekamar. Fara hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sepupunya yang terkenal playboy itu takluk pada gadis sepolos Nayra.


" Kak....." Panggil Darel saat kembali dari kamar.


" Yaaaa " Jawab Fara.


" Ijinkan aku malam ini menemaninya" Ujar Darel.


" Dia gadis yang baik Rel, jangan aneh-aneh" Tegur Fara


" Kak percayalah aku tidak akan menyakitinya, dan hanya dia yang aku kenalkan pada kakak sebagai calon pendampingku"


" Apa aku bisa mempercayaimu?" Fara mencari kejujuran didalam tatapan Darel.


" Aku janji" Ucap Darel tulus.


" Baiklah"


Darel yang mendapatkan ijin kakaknya berjalan kekamar. Membuka pintu dengan perlahan agar tidak membangunkan Nayra. Darel mengambil selimut dan menutupi tubuh Nayra, kemudian ia melangkah ke sofa dan membaringkan tubuhnya disana.


*


*


*


*


...VISUAL...



Darel Saat Lagi Dinas



Darel



Nayra Dengan Senyum Manisnya



Saat Pergi Latihan ...


Kurang lebih seperti ini imajinasi author, jika teman-teman punya imajinasi sendiri untuk Darel dan Nayra silakan.....😊😊


Ingat Vote dan hadiahnya yah.....🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa masukannya juga buat author agar tetap semangat up nya 😉😉


__ADS_2