
Pagi hari di kediaman Pitterss
" Mukanya kenapa begitu sayang "
" Abang kabarin Cika ya kalo da nyampe" Ucap Cika yang sedih melepaskan kepergian kekasihnya
" Ia dek.... pasti abang telpon" Hawab Candra
" Sudah siap bang" Tanya Ciko
" Berangkat sekarang kak" Ajak Candra
" Bu pamit ya, Nay... " Pamit Candra pada bu Fani dan Nayra yang juga mengantarnya kedepan rumah
" Sayang.....abang berangkat ya" Ucap Ciko sambil mengacak rambut cika
" Hati-hati bang" Jawab Cika melepaskan kepergian sang kekasih
Ciko melajukan mobil kebandara untuk mengantar calon adik iparnya.
" Kak kompetisinya nanti di adakan dimana" Tanyanya Candra yang masih penasaran dengan percakapan semalam di meja makan
",Disini bang, di Gor Propinsi" Hawab Ciko serius
" Semoga menang ya kak" Candra menyemangati Ciko
" Amin... amin bang, doain" Balas Ciko semangat.
Setelah sampai di bandara Ciko menemani Candra sebentar dan kembali ke rumah saat Candra sudah cek in.
Sesampainya di rumah
" Sudah mau brangkat Nay? " Tanya Ciko
" Ia kak, tadi liat teman Nay ngga di depan?"
" Nggak ada..." Jawab Ciko kemudian duduk di seblah Nayra
" Temannya cakep nggak Nay? " Tanya Ciko dengan senyum penuh arti
" Jelek kak, rambutnya di kuncir dua, pake kacamata sebesar kaca nako...... trus ada tompel di pipinya" Jawab Nayra dengan serius menyembunyikan tawa yang ditahan
Ciko yang tadinya bersemangat ingin berkenalan langsung menekuk wajahnya.
" Kakak apaan seh udah punya k Dea juga,,,masih lirik yang lain" Nayra mengingatkan
" Kaka udah nggak sama Dea lagi Nay"Jawab Ciko dengan ekpresi yang datar
FLASH BACK
" Dengar dulu penjelasan aku sayang"
" Sudahlah Ciko, gua cape dan nggak mau dengar penjelasan apapun.....yang gua liat udah jelas" Ucapan dea seketika membuat Ciko diam mematung
__ADS_1
" Loe nolak jalan sama Gua dan lebih memilih boncengan sama cewe murahan itu"
" Tutup mulutmu Dea....baik jika itu maumu" Ujar Ciko penuh amarah yang ditahan....tidak terima sepupunya dikatakan murahan. Dea yang baru pertama kali melihat amarah Ciko seketika menunduk dalam diamnya ia yakin gadis itu sungguh dicintai oleh Ciko. Dea berlari menjauh dengan air mata yang ia tahan dari tadi.
Seandainya kamu tahu dia sepupu ku Nayra... maafkan aku karna belum mengenalinya padamu. Gumam Ciko
Dea melihat Nayra saat menjemput Ciko waktu itu, karna diam-diam Dea mengikuti Ciko yang menolak diantar olehnya.
FLASH BACK OFF
" Maaf non Nayra ada teman non di depan" Bibi memberi tahu Nayra, Zahra datang menjemputnya
" Oia bi.... m'ksh ya" Jawab Nayra, beranjak kedepan dengan sebelah tangan yang menarik tangan Ciko, awalnya Ciko menolak dengan menahan kembali tangannya
" Ayolah kak... Nay kenalin sama temannya Nay" Ciko pasrah tak bersemangat mengikuti Nayra
Ia kalo temannya cantik Nay, masa dikenalin sama teman yang culun gitu sama kakak. Batinnya
" Maaf ya nunggu lama Ra..... " Ujar Nayra saat melihat Zahra yang duduk di ruang tamu
" Ga pa-pa Nay....." Balas Zahra
" Oia Ra kenalin ini kak Ciko, sepupuku" Lanjut Nayra saat sadar Ciko yang tak melepaskan pandangannya dari Zahra dan membuat Zahra malu
" Zahra.... " Ucap Zhara memperkenalkan diri.
" Kak.... " Nayra mencubit pinggang Ciko yang masih diam entah kesambet apa sodaranya ini
Nayra tega sekali kamu mengerjai kakakmu ini.... ternyata dia begitu cantik. awas aja nanti akan kaka balas. Gumam Ciko melihat ke arah Nayra
" Kak Nayra pamit ya" Ucap Nayra langsung berlalu pergi, menghindari tatapan Ciko yang ingin menelannya
" Hati-hati Nay" Teriak Ciko mengantarkan kepergian Zahra dan adiknya
**
Nayra dan Zahra tiba di kafe, sekedar nongkrong dan memesan minum untuk menemani mereka berdua. tanpa mereka sadari mereka berdua menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung pria yang juga sedang nongkrong dan kumpul bersama teman-teman. Dua gadis dengan penampilan yang berbeda namun tidak mengurangi kecantikan mereka. Zahra yang feminim dan begitu manisnya dengan rambut yang di gerai, Nayra seperti biasa nyaman dengan gaya tomboynya membuat dia terlihat cantik dan menawan.
" Nay kamu sudah lihat jadwal kuliahmu? " Tanya Zahra
" Belum Ra... emang sudah ada ya? "
" Mmmm... berapa NIM kamu biar aku cek"
Nayra menyebutkan NIM " 1******* "
" Kita Jadwal kuliahnya sama Nay" Ujar Zahra senang setelah membuka aplikasi yang disediakan oleh kampus khusus untuk mahasiswa dan mengecek jadwal kuliah Nayra berdasarkan nim
" Baguslah kalo gitu, berarti kalo ada tugas kerjanya berdua ya Ra" Sambung Nayra dengan tersenyum tipis
",Siiip.... " Balas Zahra
Puuumm
__ADS_1
Puummm
Tiba-tiba terdengar bunyi tembakan dari luar membuat semua yang berada dalam kafe kaget, dan melihat ke arah sumber suara. Dua orang pria lari menuju ke dalam kafe dan menarik salah satu pengunjung wanita yang berada di meja dekat pintu masuk kafe
" Semuanya jongkok....kalo tidak saya pecahkan kepala kalian" Perintah pria yang sedang menodongkan senjata ke wanita itu. Semua pengunjung yang ada serta karyawan di kafe itu langsung berjongkok penuh ketakutan. Suasana berubah menjadi hening
15 menit berlalu
" Nay...... " Panggil Zahra hampir tak terdengar saat berada di bawah meja dan berhadapan dengan Nayra
" Tenang ya Ra, ga akan terjadi apa-apa" Nayra menenangkan sahabatnya yang sudah gemetaran karna takut
Nayra menoleh sebentar ke arah luar lewat dinding kaca yang tembus, melihat mobil polisi yang sudah terparkir disana namun tidak ada yang berani masuk karna ancaman para pria itu yang akan membunuh sandera jika polisi berani masuk.
Ppaamm
Bunyi tembakan yang mendarat ke dinding kafe saat ada handphone salah satu pengunjung yang berbunyi.
" Matikan semua Ponsel kalian jika tidak ingin ada korban" Perintah pria itu lagi
Sial...sepertinya mereka tidak main-main. Batin Nayra yang bukan menonaktifkan ponsel, Nayra hanya meng silent ponselnya.
Sesaat kemudian Nayra melihat sosok yang begitu ia kenal di luar sana....
Jarak Nayra dengan penjahat itu 3 meja dari tempat pria itu berdiri dan temannya berada di pintu untuk mengawasi keadaan di luar. Nayra sibuk mengetikan pesan di ponselnya. Lima menit kemudian Nayra tersenyum setelah mendapatkan balasan.
Polisi memberikan peringatan kepada para penjahat bahwa mereka telah dikepung dan tidak akan lolos. Salah satu orang tua yanh anaknya juga berada didalam kafe menawarkan sejumlah uang yang tidak sedikit agar mereka mau melepaskan semua sandera, namun tidak ditanggapi para penjahat.
" Apa yang kalian inginkan?" Nayra berdiri dan membuat para pengunjung lain menatapnya dan Zahra hampir pingsan saat melihat sahabatnya yang begitu nekat
" Heeeiiii bocah bosan hidup loe? " Tanya pria yang menawan pengunjung wanita
" Apa yang kalian inginkan?" Tanya Nayra dengan wajah yang dingin dan suara yang tajam membuat penjahat itu mulai ragu
Kini jarak Nayra dengan si penjahat tinggalah beberapa langkah, Nayra menghentikan langkahnya saat si penjahat mencengkram tubuh sanderanya
" Satu langkahmu menentukan hidupnya" Pria itu mengalihkan senjatanya ke kepala wanita dalam cengkramannya
Nayra menatap ke arah wanita itu...Nayra baru sadar tidak ada ketakutakan dalam wajah wanita itu. Mereka saling menatap tajam, seolah mengerti maksud Nayra wanita itu menganggukan sedikit kepalanya.
" Bosssss polisi mendekat" Teriak teman pria itu dari depan pintu
" Siaalll ta......" Sebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya
*
*
*
*
Jangan lupa tinggalin jejak ya guys 🙏🙏😇😇
__ADS_1