Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 27


__ADS_3

Selesai berganti Nayra berjalan ke arah Luisa yang sedang melakukan pemanasan, meletakkan tasnya kemudian ikut melakukan pemanasan.


" Baru sampai Nay" Tegur Ciko diikuti Brian dari belakang dan seseorang yang Nayra hindari.


" Ayo kita mulai" Ajak Brian


" Isa kamu bisa berhadapan dengan Ciko, dan kamu Nay cobalah tamu yang hari ini mampir kesini" Lanjut Brian menunjuk Darel yang sudah lengkap dengan pakaian latihan yang entah di dapat dari mana.


Darel tersenyum penuh kemenangan melihat Nayra yang kesal, Ia berjalan mengikuti Nayra ke matras yang berada ditengah ruangan.


Nayra kini berhadapan dengan Darel, Nayra mengarahkan tendangan pertamanya namun Darel dengan mudah menghindar, Nayra yang semakin kesal melanjutkan dengan pukulan Darel yang sudah siap menangkap tangan Nayra, menarik tubuh Nayra hingga menempel di dada bidangnya.


" Jangan pernah hadapi musuhmu dengan amarah" Bisik Darel ditelinga Nayra.


Nayra yang sedang mengumpulkan tenaganya mengaitkan kakinya ke Darel kemudian kembali menarik tubuh Darel kemudian membanting di atas matras. Nayra yang mengunci tubuh Darel dari atas mendekatkan wajahnya ke telinga Darel.


" Jangan pernah terlena dengan sebuah kemenangan, karna keadaan bisa saja berubah" Bisik Nayra


Nayra melepaskan Darel kemudian kembali berdiri untuk melanjutkan, Darel yang sudah bangun tersenyum kearah Nayra, senyum tidak dapat diartikan.


Darel menunggu serangan dari Nayra, Nayra yang tahu Darel tidak akan menyerangnya terlebih dahulu maju dengan menendang ke arah perut Darel.


Darel mundur satu langkah tendangan yang nyaris mendarat dengan sempurna di perut Darel. Nayra melanjutkan dengan melayangkan pukulan tepat di wajah Darel. Darel yang merasa Nayra benar-benar ingin menghajarnya akhirnya menyerang kembali dengan membanting tubuh Nayra( Dengan menahan tenaganya agar Nayra tidak merasa sakit).


" Apa kamu puas? " Ujar Darel ada darah segar yang mengalir di ujung bibirnya.


" Belum" Nayra membalikan posisi


Nayra menguci tubuh Darel dengan kedua kakinya, dan menarik tangan kiri Darel, Darel menepuk-nepuk lantai menandakan ia menyerah.


" Sudah ku ingatkan jangan terlena dengan kemenangan" Nayra berjalan meninggalkan Darel yang masih mengurut lengannya yang kesakitan.


Jangan salahkan aku Nayra Adipta kamu yang memaksa aku . Gumam Darel dalam hati


Darel pamit ke Ciko untuk pulang bersama Nayra. Ciko yang bisa melihat ada sesuatu antara Darel dan Nayra hanya mengangguk.


" Jaga Nayra, aku percayakan Nayra padamu" Ujar Ciko penuh penekanan


" Aku janji kak, aku akan menjaganya" Darel mengerti apa yang di maksud oleh Ciko.


Nayra keluar dari gedung latihan, karna emosinya ia lupa berpamitan pada Ciko dan yang lain, ia berjalan ke parkiran dengan langkah yang cepat tanpa mempedulika sekitarnya.


" Aku yang akan membawa motor" Darel menarik kunci motor ditangan Nayra dari belakang.


" Kembalikan" Ujar Nayra dingin dan menatap tajam ke arah Darel


" Jika tidak? " Balas Darel


" Kembalikan" Nada suara Nayra berubah seperti sedang memohon.


Darel yang mendengar perubahan suara dan wajah Nayra yang sudah memerah langsung menarik Nayra dalam pelukannya. Nayra yang awalnya membrontak perlahan gerakannya melemah, hingga Darel merasakan bajunya yang basah.


Apa aku menyakitinya sesakit itu. Batin Darel

__ADS_1


Darel menyalakan motornya membawa tangan Nayra memeluk perutnya, menarik gas motor keluar dari halaman parkir. Nayra yang melihat arah motor bukan menuju kerumah ingin melepaskan tangannya dari tubuh Darel.


" Tenanglah kita hanya pergi sebentar" Ujar Darel kembali menarik tangan Nayra.


Dua puluh menit kemudian Darel menghentikan motor di tepi jalan yang dekat dengan pantai. Nayra turun dari motor, berjalan ke bibir pantai diikuti Darel.


Sunset... Itu yang ada pikiran Nayra saat melihat matahari yang akan tenggelam di ujung samudera terlihat sangat indah.


" Maaf "


Nayra yang mendengar ucapan Darel tetap diam tidak ingin menjawab.


" Aku akui aku salah" Lanjut Darel menatap Nayra yang sedang menikmati sunset.


" Tidak apa-apa, kita memang tidak berjodoh bang" Nayra tersenyum menatap Darel.


Ucapan Nayra bagaikan bilah pisau yang tajam menyayat hati Darel.


" Terlalu banyak perbedaan antara kita" Sambung Nayra.


" Aku sudah minta maaf Nay" Ujar Darel.


" Aku trima maafmu bang, sebagai tanda tidak ada permusuhan diantara kita. Hubungan kita akan baik-baik saja sebagai seorang kakak dan adik"


" Aku tidak ingin menjalin hubungan sebagai seorang kakak dan adik" Balas Darel.


" Tidak ada alasan untuk aku bertahan" Nayra menarik nafasnya dalam-dalam seolah ingin melepaskan beban dihatinya.


Darel memeluk Nayra dari belakang.


Apa sesakit ini untuk bisa bersamamu? maafkan aku yang tidak bisa menerima keadaan ini. Nayra menguatkan hatinya.


Darel membenamkan wajahnya menghirup aroma rambut dan tubuh Nayra, kemudian mencium pundak Nayra.


Nayra melepaskan tangan Darel dari tubuhnya saat Darel ingin membalikkan tubuhnya.


" Sudah hampir gelap bang, ayo pulang" Ajak Nayra


" Apapun keputusanmu Nay bagiku kamu hanya milikku dan tidak akan pernah menjadi milik orang lain" Ucapan Darel membuat Nayra menghentikan langkahnya.


Nayra membalikkan tubuhnya menghadap Darel.


" Putuskan hubunganmu dengan semua wanita itu" Balas Nayra


Darel mengeluarkan poselnya, memencet sebuah no.


" Halo bang"


Darel membesarkan speaker ponselnya


^^^" Ia....ada yang ingin akau bicarakan"^^^


" Ia bang, bicaralah"

__ADS_1


^^^" Kita akhiri hubungan ini"^^^


" Apaan sih bang, ngga lucu ah becandanya"


^^^" Aku serius, aku sudah menemukan^^^


^^^seseorang yang aku cintai" Darel^^^


^^^menatap mata Nayra^^^


" Tapi bang... Aku mencintaimu"


terdengar suara tangisan di sebrang.


^^^"Maaf" mengakhiri panggilan^^^


Darel menarik tangan Nayra meletakkan ponselnya di tangan Nayra.


" Tetaplah di sampingku apapun yang terjadi" Darel memperingati Nayra, ia menarik Nayra dalam pelukannya, di balas oleh Nayra.


" Berjanjilah tidak akan melihat wanita lain selain aku, aku benci pengkhianatan dan rasa sakitnya" Ujar Nayra mengangkat wajahnya menatap Darel.


Darel yang melihat Nayra menatapnya mengecup bibir Nayra dengan lembut. Nayra memejamkan matanya beberapa saat dan membuka kembali matanya saat tidam merasakan apa-apa lagi.


" Ayo pulang, buang pikiranmu yang kotor itu" Darel menyentil pelan kening Nayra.


Dasar laki-laki aneh, tidak bisakah dia bersikap romantis seperti oppa oppa korea itu. Rutuk Nayra mengikuti Darel dari belakang.


Darel yang diam-diam tersenyum melihat sikap Nayra merasa senang karna kembali memenangkan hati Nayra. Tidak sia-sia tadi ia rela di hajar Nayra saat di tempat latihan. Darel yang sebenarnya menguasi beladiri militer sengaja membiarkan dirinya menerima serangan dari Nayra.


Seandainya Nayra tahu lelaki yang didepannya itu adalah prajurit dengan keahlian terbaik dibidang beladiri, mungkin Nayra akan sedikit menciut nyalinya.


Satu jam perjalanan akhirnya Darel dan Nayra sampai rumah. Mereka masuk ke dalam namun terlihat sangat sepi.


" Bi, tante sama om kemana? " Tanya Nayra saat melihat bibi didapur.


" Itu non, tuan sama ibu lagi menghadiri undangan teman kerja tuan" Jelas bibi


" Oia bi, makasih ya" Balas Nayra


" Bang aku mandi dulu ya" Pamit Nayra pada Darel


" Ia, Nay" Jawab Darel.


Nayra menuju ke kamar untuk membersihkan tubuhnya.


*


*


*


*

__ADS_1


Makasih dukungannya teman-teman 🙏🙏😍😍


Tinggalin jejaknya di episode ini agar makin semangat up nya 😁😁


__ADS_2