Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 26


__ADS_3

Matahari sudah kembali ke peraduannya, berganti datangnya malam. Didalam kamarnya Nayra tampak masih betah dengan laptop di hadapannya berselancar ke dunia yang ia gemari.


" Nay..... " Suara teriakan dari balik pintu kamarnya Membuat Nayra mengakhiri aktifitasnya.


" Ia tante " Jawab Nayra setelah membuka pintu.


" Ayo turun, makan dulu" Ajak bu Fani.


" Ia tante" Nayra menutup pintu kamar berjalan mengikuti bu Fani.


Sampai di meja makan Nayra berusaha mengendalikan dirinya yang gugup berhadapan dengan Darel.


" Betah amat di kamar Nay" Tegur Ciko saat Nayra sudah duduk.


" Ada sedikit tugas yang Nay selesaikan kak" Jelas Nayra.


" Oooo..... kapan kamu tanding? " Tanya Ciko lagi.


" Lusa kak"


" Okey"


Mereka menghabiskan makan malam dengan tenang, selesai makan semua berkumpul di ruang keluarga. Nayra yang serius melihat acara di tv tidak menyadari jika semua orang sudah pergi beristrahat meninggalkannya bersama Darel.


Ponsel Darel yang berdering mengaggetkan Nayra dari keseriusannya menatap layar tv.


" Kenapa ngga diangkat" Tegur Nayra karena melihat Darel yang tampak ragu menjawab telponnya. Nayra mengambil ponsel di tangan Darel melihat siapa. yang menelpon.


" Jawablah, apa karna ada aku? " Tanya Nayra lagi melihat panggilan video yamg masuk.


" Bukan, aku hanya tidak ingin" Darel meletakkan ponselnya di atas meja.


Nayra memilih cuek dan tidak ingin peduli, walaupun hati kecilnya tidak bisa berbohong ada perasaan yang menyakitkan disana melihat sikap Darel yang tidak bisa tegas.


Beberapa menit kemudian ponsel Darel kembali berdering karena panggilan video yang masuk, masih dengan penelpon yang sama.


Nayra mengambil ponsel Darel, memencet tombol Hijau untuk menjawab.


" Hai "


^^^" Halo malam"^^^


" Kamu... " Wajah disebrang sedang


memperhatikan Nayra di layar ponselnya


" Ooooo jadi kamu Adiknya teman bang Darel itu? "


^^^"Ia"^^^


"Bang Darelnya ada?"


^^^"Ada" Jawab Nayra melihat le arah Darel^^^


^^^yang mulai panik^^^


" Boleh aku bicara"


^^^" Bang Darel lagi tidak ingin bicara"^^^


" Masa seh? " Tanya wanita itu Curiga.


^^^" Ia" Jawab Nayra dingin.^^^


Tuutt..... tuuutttttt


Wanita itu mengakhiri panggilan dengan wajah yang kesal.


" Adik dari teman? " Tanya Nayra dengan mengangkat sebelah alisnya.


" Ngga usah dibahas, blokir aja nomornya selesai Nay" Jawab Darel cuek.


" Gampang ya kalo ngomong" Balas Nayra

__ADS_1


" Trus maunya gimana Nay? "


"Abang seharusnya bertanggung jawab, menjelaskan dan menyelesaikannya" Jawab Nayra dengan kesal.


" Nanti abang jelaskan" Darel tidak ingin melanjutkan perdebatan itu.


Nayra dan Darel sama-sama diam tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Tv adalah obyek satu-satunya yang mengalihkan pikiran Nayra. Sedangkan Darel lebih memilih menatap Nayra yang sedang Asyik nonton.


Apa yang menarik darinya sehingga membuatku sulit melepaskannya, sedangkan wanita-wanitaku yang lain aku akan meninggalkan mereka sesuka hatiku, bahkan tidak peduli saat mereka menangis untuk memintaku kembali walaupun mereka tahu mereka bukan satu-satunya dihatiku. Batin Darel.


" Jangan terlalu melihatku, nanti benar-benar jatuh Cinta" Ujar Nayra masih melihat ke arah tv.


" Sudah malam, istrahatlah" Balas Darel


Nayra yang ingin berdiri berhenti karna bunyi nontifikasi di ponsel Darel yang masih di tangannya. Nayra melihat isi pesannya sebuah foto dan isi pesan yang membuat Nayra jijik.


Nayra tersenyum ke arah Darel, mengembalikan ponsel Darel.


" Urus wanitamu dan berhentilah mengangguku sebelum kesabaranku habis" Nayra pergi meninggalkan Darel yang sedang melihat foto wanita yang memakai pakaian kurang bahan, dan beberapa kata rayuan.


Darel frustasi karna terjebak dalam permainannya sendiri. Berada dalam situasi yang tidak pernah ia hadapi sebelumnya.


Nayra yang sudah berada dikamar merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ada beberapa butiran bening yang lolos membasahi pipinya.


Ada apa dengan hati ini, jangan membiarkan aku merasakan sakit ini. Aku tidak ingin merasakannya aku ingin hatiku yang dulu, yang selalu bahagia. Batin Nayra


Nayra tertidur dengan air mata yang masih ada dipipinya.


Keesokan Harinya


Bunyi ponselnya membangunkan Nayra dari tidurnya, tangannya beraba-raba di atas bantal mencari keberadaan ponselnya.


" Haloo"


^^^"Sayang"^^^


" Ia ma"


" Ia Nayra bangun"


^^^" Kamu sakit Nay"^^^


" Nggak ma, Nayra sehat"


^^^"Suaramu"^^^


" Nayra sedang pilek ma" Nayra berbohong


" Ada apa tumben mama nelponya pagi-pagi? "


^^^" Ngga pa-pa dari semalam perasaan^^^


^^^mama ngga enak aja khawatir kamu sakit"^^^


" Ngga kok ma Nayra sehat"


^^^"Ya sudah buruan mandi, anak gadis^^^


^^^kok jam segini masih ditempat tidur"^^^


" Ia ma...daaa....Nayra sayang mama"


^^^" Mama juga Nay"^^^


^^^Mama Anya mengakhiri panggilan.^^^


Nayra melihat jam diponselnya sudah jam 09:30. Nayra beranjak dari ranjangnya menuju ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Satu jam kemudian Nayra telah selesai, melihat dirinya dikaca Nayra baru sadar matanya terlihat sedikit bengkak.


" Nay sore kamu ikut latihan? " Tanya Ciko saat Nayra duduk di sampingnya


" Ia kak" Nayra mengangguk

__ADS_1


Darel yang berada di sofa sebelah hanya melihat Nayra yang berbeda pagi ini karna memakai kacamata.


" Nay tadi mama telpon? " Tanya bu Fani menghampiri Nayra


" Ia tante, tumben mama nelpon pagi-pagi"


" Mungkin lagi kangen sama kamu" Balas bu Fani


" Ia tante"


Nayra kembali menonton acara di tv. Ciko dan Darel juga serius menonton.


Ponsel Nayra tiba-tiba berdering.


" Hai Vic"


"........"


"Serius?"


"......."


" Okey aku kesana sekarang"


Nayra mengakhiri telpon.


" Tante Nayra keluar sebentara ketemu teman sekolah Nayra lagi liburan disini" Nayra meminta ijin pada bu Fani.


"Hati-hati ya, jangan pulang malam" Pesan bu Fani


"Siap tante....kak ntar sore aku langsung ke tempat latihan ya" Nayra mengabaikan Darel yang menatapnya dari tadi.


" Okey Nay"


Nayra kembali kekamar mengganti baju dan mengambil kunci motornya. Nayra mengenakan jins dan kaos tidak lupa jaket kesayangannya, ia membawa tas mengisi baju latihannya.


Melewati ruang keluarga Nayra melirik ke arah Darel yang sedang bercerita deng Ciko....Nayra terus berjalan ke bagasi dimana motornya terpakir.


Tiga puluh menit Nayra tiba dikafe tempatnya janjian bersama Vicki.


" Sudah lama nunggu Vic"


" Lumayan, tapi ngga pa-pa Nay aku bisa cuci mata juga" Balas Vicki dengan tawanya


" Dasar..... tu kepala isinya ngga pernah di ganti dari dulu" Ledek Nayra


" Emang kamu pikir galon isi ulang di ganti" Balas Vicki


Mereka berdua tertawa lepas menghabiskan waktu dikafe dengan bertukar cerita konyol mereka melepaskan rasa rindu mereka.


" Vic sampai ketemu besok ya, aku pamit awas kalo ngga datang aku pecat jadi sahabat" Ancam Nayra


" Siap bos aku pasti datang, emang sejak dulu pernah aku melewatkan tandingmu? "


" Ya yaaa.......Da...... " Nayra melambaikan tangannya meninggalkan Vicki menuju ke gedung latihan.


Nayra memasuki halaman latihan, memarkirkan motornya disamping mobil Ciko. Kemudian berjalan memasuki gedung.


" Baru sampe Nay" Tegur Luisa


" Ia kak... aku ganti dulu ya" Balas Nayra.


*


*


*


*


Terima kasih dukungannya teman-teman 😊


Jangan lupa vote dan tinggalin jejak ya 😉

__ADS_1


__ADS_2