
Selesai makan malam Nayra dan Darel duduk di halaman samping rumah. Entahlah karna kejadian kemarin siang Darel selalu ingin didekat Nayra.
" Nih abang tinggalin ponselnya sama kamu" Darel memberikan ponselnya pada Nayra.
" Abang bawa aja deh, lagian gimana kalo misalnya ada telpon dari sodara atau orang tua abang?" Tanya Nayra.
" Jawab aja, mamakan sudah kenal sama kamu" Jawab Darel.
Nayra diam, menatap lekat wajah Darel. Darel yang menyadari Nayra sedang menatapnya membalas tatapan Nayra. Mata Nayra yang sayu membuat Darel sangat nyaman saat melihat wajah itu.
" Apa abang benar mencintaiku? " Tanya Nayra tanpa melepaskan tatapannya dari Darel.
Mendengar pertanyaan Nayra membuat hati Darel merasa teriris dengan kepolosan Nayra. Darel hanya menganggukan kepalanya, karna tidak mampu menjawab.
" Tapi mengapa abang masih berhubungan dengan mereka? "
Bagai di sambar petir pertanyaan Nayra membuat wajah Darel memucat. Dari mana Nayra bisa mengetahuinya padahal Darel telah menyembunyikannya serapi mungkin.
" Aku hanya berusaha memutuskan mereka dengan cara yang baik-baik agar tidak ada yang tersakiti" Jawab Darel setenang mungkin.
" Berpetualanglah jika itu membuat abang bahagia, aku akan tetap disini" Ujar Nayra.
" Maaf" Hanya kata itu yang mampu Darel ucapkan
" Kelak jika aku lelah menunggu, jangan salahkan aku bang karna aku sudah berusaha semampuku" Nayra memberikan senyuman terbaik miliknya saat Darel menatapnya.
Darel tenggelam dalam pikirannya, ada dua orang gadis selain Nayra yang ia pacari sebelum Nayra. Gadis teman masa sekolahnya dan seorang gadis lagi yang sekampung dengannya. Terdengar seperti seorang bajingan memang, namum Darel enggan melepaskan mereka. Viola Gadis Cantik blasteran yang di pacari Darel sejak SMA dan Sanny Gadis yang membuat Darel jatuh hati saat pulang kemarin kekampung.
" Nay maafkan abang, jika belum bisa memilih" Suara Darel terdengar seperti memohon.
" Aku tidak akan memaksa abang untuk memilih, belum ada ikatan antara kita bang, abang masih bebas mencari yang terbaik" Jawab Nayra dengan tersenyum getir menahan sakit di hatinya.
" Sebaiknya kita masuk sudah larut" Darel mengalihkan perhatian Nayra.
" Ia,,,, ini ponsel abang aku tidak ingin membawanya" Nayra mengembalikan ponsel Darel.
" Bawalah, kembali ke markas juga ponselnya tidak akan aktif karna harus dikumpulkan" Jawab Darel kemudian berjalan mendahului Nayra.
Nayra berjalan masuk mengikuti Darel. Di dalam ruangan sudah sepi, sepertinya semua sudah beristirahat. Nayra berjalan kekamarnya membawa ponsel Darel.
Nayra menyimpan ponsel Darel di atas nakas, dan merebahkan tubuhnya diranjang. Saat ingin menutup mata Nayra teringat akan sesuatu, lalu mengambil ponselnya dan menelpon seseorang
" Haloo Nay" Terdengar suara dari sebrang
^^^" Vic.... kamu jadi pindah kesini"^^^
" Jadi Nay"
^^^" Ya sudah aku hanya memastikan"^^^
" Jadi kamu nelpon malam-malam
cuma buat nanya itu? " Vicki kesal karena
tidurnya terganggu oleh ulah Nayra
^^^" Ya ialah, emang salah"^^^
^^^Jawab Nayra tanpa rasa bersalah^^^
Tuutttt tuuuutttt Vicki mengakhiri panggilan.
" Tu anak kenapa tiba-tiba marah sih, lagi datang bulan kali ya" Gerutu Nayra melihat layar ponselnya.
Dasar gadis tak punya akhlak, ganggu tidur orang aja apa tidak punya jam weker ya dikamarnya. Batin Vicki kesal kemudian kembali melanjutkan tidurnya.
__ADS_1
Darel yang masuk kekamar melihat Candra yang masih memainkan ponselnya.
"Can apa kamu yang cerita ke Nayra tentang Viola dan Sanny?" Darel masih penasaran dari mana Nayra mengetahuinya.
" Kamu pikir aku kurang kerjaan? " Balas Candra.
" Lantas dari mana Nayra tau kalo aku masih menjalin hubungan bersama mereka" Darel bicara pada dirinya sendiri.
" Nayra adalah mahasiswa IT, dan dia adalah lulusan terbaik dari sekolahnya, jangan menganggap Nayra bodoh sama seperti wanita-wanitamu yang lain" Jelas Candra.
Darel terdiam mendengar penjelasan Candra.
***
Setelah Darel dan Candra kembali ke markas Nayrapun kembali sibuk dengan kuliahnya, sebentar lagi akan ada ujian tengah semester.
" Nayrraaaaaa" Teriakan yang membuat Nayra menghentikan langkahnya.
" Raaa....... "
" Kaangeeeennnnn" Zahra memeluk erat Nayra.
" Lama amat liburannya" Nayra membalas pelukan Zahra.
" Aku bawain kami sesuatu" Zahra melepaskan pelukannya mengambil sebuah paperbag dari dalam mobilnya.
" Makasih Ra" Nayra senang mendapat hoddie dan sebuah topi dengan merek terkenal.
" Ia sama-sama Nay, masuk yu sebentar lagi kuliah dimulai" Ajak Zahra.
Nayra dan Zahra mengikuti kuliah hingga selesai. Mereka pulang dengan tumpukan tugas yang harus diselesaikan.
" Ntar aku telpon yah kalo ngga ngerti" Ujar Zahra saat akan masuk ke mobil.
" Siip" Nayra mengangkat Jempolnya.
" Baru pulang Nay" Tanya bu Fani.
" Ia Tante" Jawab Nayra
" Mandi dulu tante buatkan susu ya" Ujar bu Fani.
" Ia, makasih tante" Nayra menuju kekamar membersikan Tubuhnya.
Tiga puluh menit kemudian Nayra sudah kembali ke bawah.
" Nay susunya tante simpan di ruang tengah sama punya kak Ciko" Bu Fani memberitahukan pada Nayra.
" Kak Ciko sudah pulang tante? "
" Ia lagi mandi" Jawab bu fani
Nayra berjalan ke ruang keluarga duduk menikmati susu dan cemilan sambil menonton tanyangan di tv.
" Serius amat Nay" Tegur Ciko.
" Seru kak filmnya, oia kak Zahra sudah pulang liburan" Ujar Nayra saat Ciko duduk di sebelahnya.
" Baguslah kalo begitu, berarti besok boleh dong kakak ke kampus kamu?" Nayra hanya mengangguk mendengar pertanyaan Ciko, Ia tahu Ciko sedang rindu berat sama sahabatnya itu.
" Nay Ponselmu di kamar dari tadi berdering" Cika yang baru turun dari kamarnya memberitahukan pada Nayra.
" Oia Cik" Nayra berlari menaiki tangga ke kamarnya.
Ternyata ponsel Darel yang berbunyi dari tadi ada puluhan panggilan disana. Nayra menelpon balik ke nomor mamanya Darel.
__ADS_1
" Halo Darel"
^^^" Maaf tante ini Nayra"^^^
" Maaf, mama mengira kamu
Darel, apa dia sedang bersama kamu?"
^^^" Tidak ma, apa ada perlu sama bang Darel?"^^^
" Nayra tolong sampaikan pada
Darel papanya meninggal"
^^^" Ia ma Nayra mengerti"^^^
" Nay, sampaikan pelan-pelan ya biar
Darel tidak syok"
^^^"Baik ma"^^^
Nayra meraih jaketnya kemudian berlari ke bawa, mencari Ciko.
" Kak tolong antarin Nayra ke markas bang Darel" Nayra terlihat sedikit panik.
" Ada apa Nay" Om Gio yang mendengar Nayra meminta Ciko mengantarnya ke markas menghampiri Nayra.
" Om.... papanya Bang Darel meninggal, dan ponselnya kemarin ditinggalin sama Nayra" Jelas Nayra
" Om yang antar kamu kesana" Om Gio kekamar mengambil kunci mobilnya.
Nayra mengikuti om Gio keluar dari rumah. Mobil di lajukan dengan kecepatan di atas rata-rata oleh om Gio.
Tiga puluh menit mereka sampai, Om Gio berjalan ke pos penjagaan depan markas menyampaikan tujuan mereka. kemudian kembali duduk bersama Nayra di lopo yang di siapkan untuk yang datang bertamu.
Sepuluh menit kemudian Darel datang bersama Candra, berjalan ke lopo tempat duduk Nayra dan om Gio.
" Sore Pak" Sapa Darel dan Candra
" Duduklah ada hal penting yang ingin Nayra sampaikan" Ujar om Gio.
" Ada apa Nay" Tanya Darel yang merasa penasaran apa yang membuat Nayra sampai datang menemuinya malam-malam.
" Itu bang" Nayra tidak tahu harus memulai dari mana.
" Tenanglah, aku akan mendengarkannya" Darel memegang tangan Nayra.
" Besok abang harus pulang" Ujar Nayra
" Pulang? kemana? " Darel bingung dengan ucapan Nayra
" Tadi mama telpon, menyuruh abang harus segera pulang" Lanjut Nayra.
Perasaan Darel mulai tidak tenang ia mulai merasa ada sesuatu yang terjadi. Darel mengambil ponselnya ditangan Nayra menelpon mamanya.
*
*
*
*
Jangan lupa vote ya teman-teman 😊😊
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏