Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 08


__ADS_3

Kediaman Pitterss


Tiinnnggg


Bunyi notifikasi di ponsel Nayra


" Sore Nay"


^^^" Sore juga Ra... "^^^


" Lagi ngapain ?"


^^^" Ni lagi nunggu wa dari kamu"^^^


" Iiiiiiiii Nayraaaaaa, apa'an seh"


^^^" Hahahahhahahha Zahraaaaaa"^^^


" Besok kamu sibuk ga Nay? "


^^^" Nggak, di rumah aja"^^^


" Jalan yu..."


^^^" Boleh"^^^


" Aku jemput ya besok" balas Zahra mengakhiri chat


Nayra menyimpan ponselnya di atas nakas dan berjalan keluar kamar.


Nayra berjalan ke halaman samping rumah, disana ada kolam dan taman yang di tata rapi......


Nayra mengambil makanan ikan yang ada di samping kolam dan melemparkan ke dalam kolam..... ikan koki dengan warna yang indah-indah berebutan ke arah makanan.


" Ngapain Nay"


" Kak Ciko.... ni lagi liatin ikan"


" Kapan mulai kuliahnya?"tanya Ciko


" Minggu depan kak" jawab Nayra kembali melihat ikan koki yang berenang kesana kemari dikolam


" Nay kamu ikut latihan beladiri ya?"


" Iya bang buat jaga diri aja kok bang" jawab Nayra merendah


" Mau ikut kaka latihan ga? kebetulan 2 bulan lagi ada kompetisi" kata Ciko


Nayra nampak berpikir sebelum menjawab ia ragu bisa membagi waktu kuliah dan latihannya


" Jangan takut Nay, nanti kaka bantu carikan lawan yang aman" ucap Ciko melihat wajah Nayra yang ragu


" Kapan mulai latihannya kak? "


" Lusa kamu boleh gabung" ujar Ciko


" Okey kak"


" Nanti perginya bareng kaka" lanjut Ciko lagi


" Lagi omongin apa seh serius skali ni berdua"


" Eeeh ibu.....ni bu, Ciko lagi ajak Nayra ikut kompetisi yang akan diadakan 2 bulan lagi" jelas Ciko pada bu Fani

__ADS_1


" Oooo..... ni ibu bawakan minum sama cemilan kita duduk disana sambil ngobrol ya" ajak bu Fani yang membawa nampan besar berisi minum dan beberapa cemilan.


Bu Fani sangat bahagia karna semenjak ada Nayra rumah mulai ramai, Ciko yang biasanya asik bekerja hingga pulang larut malam kini sore sudah berada di rumah, dan Cika yang biasanya keluyuran dengan teman-temannya mulai betah di rumah.


" Boleh gabung bu" suara dari belakang


" Boleh nak..... ayo sini duduk" bu Fani memberikan tempat duduk pada Candra


" Cika mana bu" tanya Ciko yang baru sadar tidak melihat Cika dari tadi


" Paling di kamar" jawab bu Fani


" Nak Candra besok berangkat jam berapa? " lanjut bu Fani saat menuangkan minuman di gelas Candra


" Makasih bu.... brangkatnya pagi bu jam 08 pagi bu" jawab Candra menerima teh jahenya


" Setelah itu kapan balik lagi bang? " tanya Ciko penasaran


" Bulan depan sudah bergabung ke kesatuan kak" jawab Candra


" Besok biar aku yang antarin abang ke bandara" tawar Ciko


" Apa gak ngerepotin kak? tanya Candra


" Santai aja bang kebetulan besok aku lagi ga ada jadwal kuliah" balas Ciko


" Baiklah kak klo begitu" ucap ciko


Sesaat kemudian ponsel Ciko berbunyi ada panggilan masuk, Ciko menekan tombol hijo dan menjawabnya.


Nayra memilih diam karna tidak tahu harus ngomong apa, sedangkan bu Fani telah kembali ke dalam rumah meninggalkan mereka bertiga.


Candra yang melihat Nayra asyik dengan ponsel nya tak mengalihkan pandangannya pada gadis itu.


" Emang nanti abang balik lagi kesini? "bukannya menjawab Nayra malah balik bertanya


" Ia sepertinya abang ditugaskan ke kesatuan sini" jawab Candra sambil menghabiskan teh di gelasnya


" Apa aja deh bang pasti Nayra suka kok" jawab Nayra dengan senyuman khas yang begitu manis


" Okey, ntar abang bawakan sebongkah berlian" ujar Candra yang membuat Nayra tertawa


" Emang abang pikir Nayra bang toyib... " jawab Nayra dengan masih menahan tawanya


" Eh iya juga ya Nay" balas Candra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" Abbaaanggg" teriakan Cika yang membuat Nayra dan candra berbalik ke aranya


" Ia dek..... abang belum tuli" ucap Candra saat Cika sudah duduk di sampingnya


" Abang Cika cari kemana-mana eeee taunya disini" balas Cika dengan wajah yang cemberut membuat Candra gemas ingin mencubit pipinya, namun di tahan karna Nayra yang masih berada disitu.


" Ia abang tadi kesini saat ngeliat ibu, kak Ciko dan Nayra yang asyik bercerita, jadi abang gabung aja" jelasnya


" Oooo gitu.... "ucap Cika menganggukkan kepalanya menerima penjelasan Candra


" Oia aku ke dalam dulu ya Cik....bang" pamit Nayra yang tak ingin berlama-lama disana karna ia yakin akan menjadi obat nyamuk jika bertahan lebih lama lagi.


***


Malam hari


Saat tiba makan malam semuanya telah duduk di meja makan dan sambil bercanda mereka menikmati makan malamnya....

__ADS_1


" Om...." ucap Nayra saat telah menghabiskan makannya


" Ia Nay, ada apa" tanya ayah Gio


" Mmmmm...... Nayra mau minta ijin besok kluar sama Zahra om" Nayra nampak ragu meminta ijin pada Ayah Gio


" Ingat pulangnya jangan sampe malam ya Nay" jawab ayah Gio mengijinkan


" Benar boleh om;?" tanya Nayra lagi meyakinkan


" Ia boleh" jawab ayah Gio menatap keponakannya.itu


" Makasih om" ucap Nayra senang


Ayah Gio merasa bahagia karna ponakannya meminta persetujuaannya untuk pergi.... beda dengan putrinya Cika yang selalu sesuka hatinya pergi tanpa sepengatahuannya. Fani yang tau apa yang dipikirkan suaminya tersenyum melihat ponakannya yang begitu senang mendapat ijin untuk kluar rumah.


Kak Hadi...kamu mendidik putrimu dengan sangat baik. dia begitu manis dengan sikapnya yang dewasa. batin Bu fani


" Yah 2bulan lagi Nayra akan ikut kompetisi beladiri" ujar Ciko


" Memangnya Nayra bisa beladiri" Tanya Ayah Gio melihat ke arah Nayra


" Nayra jago bangat yah, waktu itu Cika hampir di tampar sama orang mabuk, tapi dengan skali gerakan Nayra langsung melumpuhkan laki-laki itu" sambar Cika semangat menceritakan kejadian waktu di mall


Semua yang di meja makan terdiam mendengar penjelasan Cika yang panjang lebar, kecuali Ciko yang rasanya ingin sekali ia menggendong cika dan membuang ke dalam kolam biar jadi makanan ikan koki kesayangan ibunya.


Apalagi tatapan sang ayah yang tajam membuat Ciko pengen masuk ke kolong meja kalau saja Candra tidak ada di meja makan bersama mereka.


" Benar itu Nay....? " tanya bu Fani mencari kebenaran pada Nayra


" Ah Cika bisa aja, itu hanya kebetulan Tante....." lagi-lagi Cika tidak ingin memuji dirinya


" Benar bu..... makanya kalo jalan sama Nayra & k Ciko gak perlu takut" sambar Cika lagi


" Latihanlah untuk kompetisi itu, tapi jangan sampai mengabaikan kuliahmu" suara yang berat dan berwibah itu mencairkan ketegangan Ciko dan Nayra.


" Makasih ayah" jawab Ciko dengan tatapan yang tak percaya jika ayahnya mengijinkan Nayra setelah mendengar apa yang Cika katakan.


" Kamu,,, bertanggung jawab atas Nayra, sampai Nayra kenapa-kenapa kamu akan berhadapan sama ayah" ucapan dari sang ayah langsung di anggukan oleh Ciko


" Siap ayah, Ciko nggak akan kecewakan ayah" ujarnya


Ayah Gio awalnya kaget mendengar Cika yang hampir di tampar, namun setelah mendengar kelanjutan ceritanya ayah Gio lega.


Selesai makan Ciko mengikuti ayahnya ke ruang kerjanya


" Yah..... maaf" kata Ciko


Ia tahu betul sifat ayahnya yang akan meminta penjelasan atas smua kejadian itu.


" Kamu seorang kakak dan kini punya dua orang adik yang harus kamu lindungi, seharusnya kamu lebih sigap membaca situasi. Kenapa kamu jadi lalai...... jika sampai terjadi sesuatu pada mereka" ayah Gio tidak melanjutkan kata-katanya


" Ciko Janji yah.... itu yang pertama dan terakhir. tidak akan terulang" tegas Ciko


" Ayah pegang ucpanmu"


" Ciko pamit yah" Cikopun kembali ke kamarnya


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa ninggalin jejak ya reads 🙏🙏🙏


__ADS_2