
Selesai mandi Nayra keluar dari kamar menuruni tangga, berjalan ke meja makan ada Cika disana.
" Hai Cik" Sapa Nayra.
" Nay, bang Darel nelpon kamu ngga?" Tanya Cika.
" Ngga emang napa?" Balas Nayra duduk berhadapan sama Cika.
" Sama bang Candra juga, no nya juga ngga aktif lagi" Ucap Cika memainkan ponselnya asal, karena sedang kesal.
" Ya sudah tunggu aja Cik, mungkin mereka lagi sibuk disana" Ujar Nayra.
" Iya Nay" Jawab Cika merebahkan kepalanya di atas meja.
" Om sama Tante keluar?" Tanya Nayra.
" Iya, lagi janjian makan di luar sama rekan-rekan papa" Jawab Cika lagi.
" Tapi k Ciko masih mandi kita di suru tunggu" Lanjut Cika. Nayra hanya menganggukan kepalanya mengerti.
Sambil menunggu Ciko, Nayra mengeluarkan ponselnya kemudian mengotak atik beberapa aplikasi yang dia buat untuk tugas semester pendek yang di ambil.
" Lama ya" Ucap Ciko duduk di samping Nayra.
" Ngga juga kak" Jawab Nayra.
" Kenapa?" Tanya Ciko melihat ke arah Cika yang masih menaruh kepalanya di atas meja.
" Lagi galau gundah merana" Jawab Nayra tertawa melihat tingkah Cika yang merajuk.
" Cik, ayo makan " Sambung Nayra .
Cika mengangkat kepalanya, melihat ke arah Ciko dan Nayra.
" Sabar Cik itulah resiko atas apa yang kamu pilih" Ujar Ciko.
" Iya kak" Jawab Ciko.
Mereka menikmati makan malam dengan obrolan ringan tentang kuliah dan tugas-tugas yang sedang mereka selesaikan.
Selesai makan, Ciko dan Nayra kembali ke kamar karena harus menyelesaikan tugas mereka.
Ciko yang sebentar lagi akan wisuda sedang mempersiapkan semua berkas yang akan di masukan sebagai persyaratan wisuda.
Dan skripsinya yang sudah fix siap naik dalam meja sidang.
Sedangkan Nayra yang bergulat dengan mata kuliah yang dobel harus bisa mempergunakan waktunya sebaik mungkin. bahkan akhir-akhir ini Nayra sudah jarang ke tempat latihan karna kesibukannya.
Cika yang memilih kuliah dengan santai dan menjalani masa mudanya dengan bahagia kini duduk di taman samping rumah menikmati malam yang bertaburan bintang dan di hiasi bulan sabit yang sangat indah.
Apa sekarang abang juga melihat langit yang indah ini?. Batin Cika
Aku Rindu bang. Cika memejamkan matanya kemudian menarik napasnya dalam-dalam.
Ditempat yang berbeda namun di bawah langit yang sama di dalam hutan belantara Candra sedang melakukan hal yang sama. Memandang langit malam yang indah, pikirannya tidak bisa di tebak siapa sekarang yang sedang masuk dalam pikirannya karena hati dan pikirannya tidak sinkron dan tidak bekerja sama memikirkan siapa yang harus ada disana.
Ponsel Nayra berdering tanda panggilan masuk.
Halo Nay
^^^Malam kak^^^
Sedang apa?
^^^Nih lagi menyelesaikan^^^
^^^tugas kampus kak.^^^
__ADS_1
Kamu baik-baik saja kan?
^^^Iya Nay baik-baik aja^^^
Syukurlah kalau begitu.
^^^kakak apa kabar?^^^
Sama.... kakak baik, ya sudah kakak
tutup ya Nay....
^^^Iya kak^^^
Nayra merasa aneh Fabian yang tiba-tiba telpon menanyakan keadaannya setelah sekian lama tidak pernah menghubunginya.
Ada apa? apa terjadi sesuatu sama bang Darel?. Batin Nayra
Semoga apapun itu yang terjadi adalah hal yang baik, Amin. Doa Nayra dalam hati.
Tidak ingin larut dalam prasangka yang belum pasti Nayra lanjut menyelesaikan tugasnya, Ia tidak ingin pikiran itu mengganggu konsentrasinya.
*
*
" Nay ntar ke kampus kak Ciko ya" Ujar Ciko.
" Emang ada apa kak?" Tanya Nayra.
" Hari ini kakak Ujian Skripsi, doakan berjalan lancar" Jawab Ciko menghabiskan sarapannya.
" Aku pasti datang kak" Balas Nayra mantap.
" Mama ngga di suru ke kampus juga kak?" Tanya bu Fani.
" Becanda kak" Balas bu Fani tersenyum manis.
" Mau masakin apa kak atau kita makan di luar?" Lanjut bu Fani.
" Makan diluar aja ma, nanti Ciko info tempatnya" Balas Ciko.
" Baiklah" Jawab bu Fani.
" Ciko berangkat ya" Pamit Ciko setelah sarapannya selesai.
" Semangat kak" Ujar Nayra dan Cika yang hampir bersamaan.
" Kalian berdua memang adiknya kak Ciko" Ucap Ciko berlalu meninggalkan ruang makan.
" Nanti telpon aku Nay kalau kamu sudah menunju ke kampus biar kita sama-sama ke ruang ujian kak Ciko" Ujar Cika.
" Okey" Balas Nayra.
Selesai menghabiskan sarapan Cika dan Nayra pun berpamitan pada bu Fani.
Nayra sampai di kampus memarkirkan motornya, sudah ada Zahra yang menunggunya disana.
" Lama nunggunya?" Tanya Nayra melepaskan helm.
" Sama aku baru sampe juga kok Nay" Jawab Zahra.
" Jam dua temani aku ya ke kampus kak Ciko?" Lanjut Nayra saat mereka menuju ke kelas.
" Kak Ciko ujian ya" Tanya Zahra yang sebenarnya sudah tahu.
" Mulai muncul amnesianya" Balas Nayra yang membuat Zahra cengengesan karna ulahnya sendiri.
__ADS_1
" Kita cari buket sebelum pergi ke kampus kak Ciko ya" Ujar Zahra.
" Siip, nanti pas mau ke sana biar sekalian carinya" Jawab Nayra.
Nayra dan Zahra mengikuti kelas hari ini seperti biasanya hingga selesai.
" Ra temani aku ngumpulin tugas bentar ya, setelah itu baru kita cari buket" Ajak Nayra.
" Hayo" Zahra berjalan mengikuti Nayra.
Selesai menyerahkan tugas dan projek kerjanya Nayra dan Zahra kini melajukan kendaraan ke sebuah toko buket di pertokoan.
Zahra memilih buket yang berwarna hijau dikombinasikan dengan warna kuning gold serta ucapan yang diukur dalam susunan bunga tersebut.
Nayra memilih bunga mawar berwarna merah dan hitam yang lebih simpel karena hanya beberapa tangkai.
" Sudah?" Tanya Nayra pada Zahra saat melihat Zahra sudah mendapatkan apa yang dicari.
" Hhhmm sudah, bagus kan?" Tanya Zahra.
" Cantik seperti yang milih" Balas Nayra.
" Bisa aja" Jawab Zahra mendengar pujian sahabatnya.
Nayra dan Zahra berjalan ke meja kasir untuk membayar, kemudian menuju ke kampus Ciko dan Cika.
Cika sudah menunggu Nayra dan Zahra depan fakultas Ciko, melihat kendaraan Zahra dan Nayra yang masuk area parkiran membuatnya tersenyum menyambut mereka.
" Maaf ya lama" Ucap Zahra
" Santai aja ngga pa pa kok, kak Ciko masih dalam ruang ujiannya ayo kita tunggu di depan ruangannya" Ajak Cika.
Kedatangan Nayra dan Zahra menarik perhatian beberapa mahasiswa bahkan sahabat-sahabat Ciko yang sedang menunggu di depan pintu pun ikut mengalihkan pandangan mereka ke arah tiga orang gadis yang sedang berjalan ke arah mereka.
" Hari ini kita kedatangan gadis cantik" Ujar salah satu sahabat Ciko yang langsung di jitak kepalanya.
" Kedatangan gadis, mau di hajar Ciko lu" Balas sahabat Ciko yang lain.
" Pagi kak" Sapa Cika sopan pada sahabat kakaknya.
" Pagi Cika" Jawab mereka bersamaan.
" Ciko masih di dalam duduk aja dulu sambil nunggu" Salah satu sahabat Ciko mempersilakan mereka bertiga duduk di tempat duduk panjang yang ada depan ruangan.
" Terima kasih kak" Balas Cika.
Mereka bertiga duduk sambil mendengarkan sahabat Ciko yang selalu asyik berdebat.
*
*
*
*
*
Terima kasih buat semua dukungannya readrs 🙏🙏
Mana semangatnya buat author? 😁😁😁😁
Daaannnn untuk semua pembaca setia Darel dan Nayra mampir ke novel terbaru author yuuuuuukkkk
👇👇
__ADS_1