Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 30


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 06:00 WIB pagi Nayra yang sudah lengkap dengan stelan olahraganya menuruni anak tangga, Nayra ingin joging pagi ini. Candra yang melihat Nayra menghampiri Nayra.


" Mau kemana nay?"


" Mau joging di taman bang" Jawab Nayra


" Bentar ya abang ikut" Tanpa menunggu jawaban Nayra Candra pergi ke kamar mengganti bajunya.


Lima Menit Candra kembali lengkap dengan sepatu dan baju olahraganya.


" Ayo Nay" Ajak Candra.


Mereka Berdua berlari kecil saat keluar dari halaman rumah menuju ke taman kompleks. Disana sudah ramai dengan orang yang berolahraga, Nayra dan Candra berlari memutari taman, Candra menjadi pusat perhatian beberapa remaja puteri yang mengaggumi ketampanannya di tambah postur tubuh yang atletis.


Nayra berhenti setelah tubuhnya sudah basah kuyup oleh keringat, Candra berlari kecil ke arah kios yang menjual minuman membeli beberapa botol minuman kemasan.


" Ini Nay" Candra memberikan minuman pada Nayra.


" Makasih ya bang" Nayra menerima dan langsung menghabiskannya.


" Kamu sering joging disini? " Tanya Candra


" Sekali-sekali bang kalo lagi pengen seperti sekarang" Jawab Nayra.


Seandainya kamu yang bertemu denganku pertama kali Nay, aku tidak akan menyia-nyiakanmu. Aku akan mengikatmu menjadi milikku seorang. Batin Candra melihat Nayra yang duduk di sampingnya.


" Balik yu bang, sudah mulai panas" Ajak Nayra.


Mereka berdua berjalan santai menuju rumah, bercerita beberapa hal, sikap Candra pada Nayra mulai berubah perlahan. Candra seolah-olah ingin menunjukkan pada Nayra jika Ia menyukai Nayra.


" Abang kok joging ngga ajak aku" Protes Cika saat melihat Nayra dan Candra masuk.


" Abang ngga ada rencana Cik, kebetulan tadi pas liat Nayra ya udah abang ikut aja" Jawab Candra.


Cika tampak cemberut, karna tidak diajak Candra dan Nayra. Candra mengabaikan Cika dan memilih menuju kekamar untuk mandi sebelum Cika semakin kesal..


Darel yang yang baru datang dari halaman samping menghampiri Nayra.


" Kenapa tidak bilang kalo mau joging" Ujar Darel.


" Nayra ngga tahu kalo abang juga mau" Jawab Nayra berjalan ke dapur diikuti Darel.


" Buruan mandi, Abang ajak ketemu sama leting abang hari ini kita lagi ngumpul" Darel mengajak Nayra.


" Emang ngga pa-pa aku ikut? " Tanya Nayra.


" Ya nggalah Nay, cepat sana, Nay ini pertama dan terkakhir kali ya kamu berkeringat didepan Candra" Bisik Darel kemudian meninggalkan Nayra yang masih berdiri bingung disana.


Kenapa dia lebih seksi saat berkeringat seperti itu. Batin Darel berjalan ke kamar.


" Can, sebentar ada kumpul di xxx sama yang lain" Darel memberitahukan pada Candra yang sedang mandi.


" Okey siap" Jawab Candra dari dalam kamar mandi.


Darel duduk di sofa menunggu Candra yang masih mandi.

__ADS_1


" Kamu ajak Cika?" Tanya Darel saat Candra keluar.


" Ia, kebetulan Cika masih libur kuliahnya" Jawab Candra.


" Okey" Jawab Darel menuju kekamar mandi untuk mandi.


Satu jam kemudian Darel dan Candra sudah siap. Candra menemui om Gio untuk meminta ijin mengajak Cika dan Nayra ikut bersama mereka. Setelah diijinkan Candra kembali ke ruang keluarga menunggu Cika.


Cika terlihat sangat Cantik dengan drees mininya di padukan dengan sepatu kets rambut yang dibuat kriwil membuatnya terlihat seperti boneka. Darel dan Candra dibuat terpesona dengan penampilannya. Darel memalingkan wajahnya sebelum Cika menyadari sedang diperhatikan. Dan Candra tersenyum melihat penampilan kekasihnya.


Mereka bertiga menunggu Nayra yang belum turun, dan dikamarnya Nayra yang baru selesai memakai sepatu mengoles sedikit lipcream kebibirnya agar wajahnya tidak terlihat pucat. Nayra mengambil kunci motor di atas nakas kemudian berjalan ke bawah.


Cika yang melihat Nayra turun dari tangga tersenyum melihat penampilan Nayra, yang tidak pernah berubah.


Berbeda dengan Darel yang tersenyun bahagia Melihat Nayra yang mengenakan Jeans panjang dan baju kaos putih lengan panjang.


Dia memang selalu berbeda, menarik dengan dirinya sendiri. Batin Darel.


Dan sepasang mata lain yang selama ini menyukainya diam-diam, terus menatap Nayra.


" Bang pake motor Nayra ya" Nayra memberikan kunci motornya ke Darel.


" Kenapa ngga bareng aja Nay? " Tanya Cika.


" Aku lagi pengen di gonceng Cik" Jawab Nayra dengan tersenyum manis.


Mereka berempat keluar dari halaman rumah, mobil yang di bawa Candra mengikuti Darel belakang. Satu jam perjalanan mereka sampai di sebuah kafe yang berada dipinggir pantai. Semua mata melihat kearah motor yang di bawa Darel, entah karna bunyi motor yang agak berisik atau karena mereka penasaran siapa yang menunggangi kawasaki hitam itu.


Nayra turun dari motor membuka helmnya, Darel juga mebuka helm dan menyimpannya di atas motor. Nayra mengikuti Darel berjalan ke arah teman-temannya disana sudah ada beberapa teman Darel bersama kekasih mereka.


" Kenalin dong masa di diamin" Goda temannya yang lain.


" Nay kenalin, itu Bagus, Raka, Dwi, Agus, Kris, Imam, Edward, Edi, Tomi dan Robi" Darel menunjuk satu persatu temannya.


" Aku Nayra bang" Nayra mengenalkan dirinya


" Haiiiii Nayraaaaaa" Sapa Agus yang sejak awal sudah cerewet, Nayra hanya tersenyum.


" Maaf lama" Ujar Candra masuk bersama Cika.


" Kita baru sampe kok" Balas Darel.


" Cik bidadari dari mana yang lo culik" Agus kembali berulah. Membuat pipi Cika memerah karena malu.


" Oh iya kenalin ini Cika tunanganku" Candra mengenalkan Cika.


Semua terlihat berpasangan, kecuali Agus yang memang masih jomblo.


Mereka saling mengenal saat bercerita. Darel terus mengawasi Nayra walaupun sedang asyik bercerita bersama temannya. Mereka duduk secara terpisah para pria duduk di luar kafe, dan para wanita berada di dalam. Cika yang menarik perhatian beberapa mengunjung lain terlihat menikmati acara kumpul-kumpul itu.


" Hai cantik.... boleh minta no hp?" Seorang pria datang menghampiri meja mereka dan berdiri disamping Cika.


" Maaf, kak" Cika menjawab dengan sopan matanya melihat ke arah Nayra yang duduk sebelahnya.


" Cuma no hp kok cantik, ayolah jangan pelit"

__ADS_1


" Sekali lagi maaf ya kak" Cika kembali menjawab dengan sopan.


" Jangan jual mahal gitu, aku mampu bayar berapapun tinggal kaaaaa......." Sebelum selesai bicara.


Buukkkk


Sebuah tendangan mendarat tepat di kepala pria itu. Cika yang kaget langsung berdiri di balik tubuh Nayra.


" Sialan cari mati lo " Teriak pria itu pada Nayra menghapus bekas tendangan Nayra.


" Pergilah sebelum aku hancurkan mulut sampahmu" Ucapan Nayra yang dingin membuat yang lain merasa aura yang berbeda.


Darel yang melihat Nayra sedang berdiri berhadapan dengan seorang pria dan tampak Cika dan yang lainnya yang ketakutan berjalan ke arah mereka.


Pria itu tertawa membuang ludahnya ke sembarang arah.


" Apa kamu mau menggantikannya, kamu terlihat lebih tertantang" Nayra mengepalkan tangannya mendengar ucapan pria itu.


" Aku tidak berselarah dengan manusia bau tanah seperti mu, ada piaraanku dirumah jika kamu mau" Balas Nayra.


" Sialan" Pria itu maju dengan mengarahkan pukulannya.


Nayra menarik Cika dibelakangnya kemudian mendorong ke tempat kosong untuk menghindar.


Bbuuukkkk tendangan Nayra lagi-lagi mendarat di perut pria itu.


Darel yang berlari cepat menghampiri Nayra.


" Kamu ngga pa-pa Nay"


" Bajiangan cari mati ya" Teriak Darel


Nayra menahan tangan Darel.


"Jangan buat masalah bang, bukankah abang masih diawasi batalyon? aku bisa menanganinya"


"Jangan kotori nama baik abang " Lanjut Nayra


Darel yang tidak peduli ucapan Nayra menarik kerak pria itu keluar dari dalam kafe, Darel membawa pria itu melalui pintu samping agar tidak dilihat teman-temannya.


"Tetaplah disini" Perintah Nayra pada Cika kemudian mengikuti Darel. Nayra tidak ingin Darel berbuat hal yang bodoh, yang akan mengancam karirnya.


*


*


*


*


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya teman-teman😊


Kalau banyak jejak, up lagi deh sebentar. πŸ˜‰


Terima kasih πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2