
Seminggu berlalu, hari ini Nayra sudah mulai kuliah begitupun dengan Cika. Semua tengah menikmati sarapan pagi ini dengan suasana yang tenang, tak ada pembicaraan dimeja makan hanya terdengar ketukan piring dan sendok yang beradu disana. 30 menit berlalu
" Bu Ciko pamit ya hari ini Ciko ada kelas pagi" Pamit Ciko
" Bu, Cikaaa juga... kaaaaakkkkk tunggu" Cika langsung berlari mengikuti Ciko
Ibunya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan anak gadisnya.
" Nayra blum kuliah ya?" tanya bu fani saat melihat Nayra masih asyik dengan sarapannya
" Ada tante 2 mata kuliah tapi ntar jam 1 siang sampe jam 5" Nawab Nayra
" Istirahatlah setelah sarapan agar tidak ngantuk dikelas" Ujar bu Fani, mengingat jam kuliah Nayra merupakan jam paling pas buat tidur siang
" Ia tante" Jawab Nayra singkat
" Om Gio kemana tante, nggak ikut sarapan? " Sambung Nayra karna tidak melihat omnya dari tadi
" Om Gio tadi pagi-pagi sudah berangkat karna ada urasan penting" Jawab bu Fani
" Oia tante....kalo gitu Nayra dluan ya" Pamit Nayra
" Ia Nay"
Nayra kembali ke kamarnya, sesampainya di kamar Nayra melihat pemberitahuan chat di ponselnya
" Nay kekampus bareng ya"
^^^" Aku pake motor Ra....ntar kamu^^^
^^^kemalaman karna harus^^^
^^^mengantarkan aku pulang"^^^
" Okeylah kalo begitu, tapi pas berangkatnya kabarin aku ya biar sama-sama sampe kampusnya" Zahra
^^^" Siip nanti aku kabarin kamu" Balas Nayra^^^
Nayra melemparkan ponselnya ke ranjang, menuju ke lemari mempersiapkan baju untuk ia pake. Selesai memilih baju Nayra beristirahat sebentar, namun sebelum tidur ia menyetel alarm terlebih dahulu Nayra takut keasyikan tidur dan melewati jadwal kuliahnya di hari pertama.
Jam 12 tepat Nayra sudah rapi dengan wajah yang ceria karna hari ini ia telah menjadi mahasiswi, dengan wajah yang senang Nayra menuruni tangga sambil bersiul kecil
" Aduhhh ni anak Gadis tante ternyata bisa bersiul" Ujar bu Fani saat melihat siapa yang bersiul karna ini kali pertama ia mendengar ada yang bersiul di rumah
" Heheheeee maaf tante, Nayra nggak sengaja, spontan aja tadi" Jawab Nayra cengengesan
" Ia,,, ngga pa-pa Nay"
"Brangkat sekarang? " Tanya bu Fani saat melihat ponakannya sudah rapi
__ADS_1
" Ia tante, Nayra berangkat dulu ya... " Pamit Nayra
" Hati-hati ya Nay, jangan ngebut" Pesan bu fani
" Siap tante" Jawab Nayra
Bu fani tersenyum melihat Nayra yang sudah menghilang dari pandangannya. Ia melanjutkan membuat cemilan untuk anak-anaknya, mengingat Nayra dan Ciko yang menyukai cemilannya bu Fani pun semakin semangat.
Di kampus
" Ra... "
" Haiiii Nay.. " Zahra berjalan ke arah Nayra
" Ayoo" Ajak Nayra dan diikut Zahra yang langsung menggandeng tangan Nayra
Saat memasuki lingkungan kampus Nayra dan Zahra menjadi pusat perhatian, Zahra yang sangat Cantik dan imut bersama Nayra yang manis dengan gayanya yang cuek tapi terlihat keren dimata mereka. Beberapa mahasiswa bahkan dengan berani menggoda Zahra tapi hanya di balas senyuman oleh Zahra.
Saat sampai di kelas Nayra dan Zahra memilih duduk di dekat jendela, mengikuti kuliah dengan serius hingga selesai. Masih ada waktu 30 menit lagi untuk mata kuliah yang ke 2.
" Nay ke kantin yukk" Ajak Zahra
" Boleh ayo" Balas Nayra dan mereka berjalan menuju kantin
" Zahraaa"
" Mau ke kantin?"
" Ia kak"
" Aku ikut ya....aku traktir gimana?"
" Serius kak? kita berdua ini makannya banyak loh kak" Zahra menjawab dengan tersenyum
" Hahaahahhahhahha......kalian berdua boleh deh skalian pesan sama mba yang punya kantin untuk bawa pulang"
" Kak Damar bisa aja" Balas Zahra membuatnya dan Nayra tertawa mendengar candaan Damar.
Damar merupakan mentor kelompoknya Zahra saat ospek. Mereka bertigapun ke kantin dan Damar hanya mengelengka kepalanya saat meilhat Zahra dan Nayra yang ternyata tidak berbohong soal porsi makan mereka.
" Kalian berdua tidak takut gendut makan sebanyak itu?" Tanya Damar serius
" Tenang kak kami berdua ngga akan gendut, dari sononya badan kita memang sudah gini-gini aja walaupun makannya banyak" Jelas Zahra panjang lebar
" Ehhhhh tunggu.... tunggu jangan bilang klo kak Damar ngga mau bayarin makanan kita" Tanya Nayra curiga
" Tenang Nay, kan tdadi aku sudah janji,....mau di bawa skalian tu mbanya?" Ucap Damar sambil menunjukan seorang wanita yang tengah sibuk melayani mahasiswa lain
" Okey kak aku percaya, oia kak kami tinggal ya mata kuliah ke 2 sudah mau dimulai" Zahra pamit, berdiri menarik tangan Nayra kemudian berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Damar
__ADS_1
Masih ada wanita yang tidak menjaga gengsi seperti mereka berdua, cantik-cantik tapi tidak jaim. Gumam Damar dengan senyuman di bibirnya
Mata kuliah kedua berakhir lebih cepat, karna di awal pertemuan dosennya hanya memperkenalkan diri dan meminta mahasiswa/i memperkenalkan diri satu per satu.
" Baiklah kita akan memulai masuk dalam materi kuliah mulai bulan depan, dan saya tidak mentoleransi mahasiswa yang 3 kali tidak hadir dalam kuliah saya tanpa keterangan yang tidak jelas" Jelas sang dosen
"Paham" lanjutnya
" Paham pak" Jawab semuanya serentak
" Sampai bertemu minggu depan" Ucapnya meninggalkan kelas
Nayra dan Zahra berjalan ke tempat parkir sambil asyik bercerita melewati lapangan yang di penuhi para senior yang sedang berolahraga disana. ada yang sedang bermain futsal, dan voly
" Nay kita nonton k Darma main Futsal sebentar yu" Ajak Zahra sambil menunjuk ke arah Darma di dalam lapangan. Nayra hanya mengangguk mengikuti Zahra
Saat duduk Nayra lebih fokus pada senior putri yang asyik bermain voly sedangkan Zahra melihat ke lapangan futsal dan sesekali melihat ke lapangam Volly
" Ra pulang yu" Ajak Nayra satu jam kemudian
" Yuuu" Balas Zahra menggandeng tangan Nayra.
Nayra mulai terbiasa dengan kebiasaan sahabatnya itu, sedangkam Zahra entah kenapa sejak kejadian di kafe waktu itu dia selalu merasa nyaman bersama Nayra.
" Ra hati-hati ya" Pesan Nayra saat akan berpisah dengan Zahra
" Ia... kamu juga ya, ingat kabari aku kalo sudah sampe" Pesan Zahra juga.
" Ra kamu udah kaya kekasihku tau ngga" Ejek Nayra sambil tertawa
" Iiiihhhhhh Nay apaan seeeeh, aku tuh perhatian tauu" Balas Zahra dengan wajah yang memelas
" Ia ia ia....aku becanda kok, udah sana buruan" Usir Nayra
" Daaaaaa Nayraaaa" Zahra melambaikan tangannya, kemudian berjalan ke mobilnya.
Zahra anak tunggal sama seperti Nayra, bedanya Nayra masih bisa merasakan punya saudara seperti Ciko dan Cika sedangkan dirinya semua sepupunya tinggal diluar negri. keluarganya menetap di kota ini karna sang ibu, ayahnya berasal dari negara P. sejak berkenalan dengan Nayra, Zahra sudah menganggap Nayra sebagai saudara karna sikap Nayra yang begitu ramah dan baik.
*
*
*
*
Jangan lupa tinggalin jejak ya teman-teman 😊😊
Makasih 🙏🙏
__ADS_1