Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 25


__ADS_3

Nayra yang sudah merasa puas tidur beranjak dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi. Selesai mandi Nayra turun menuju ke dapur, ia ingin membuat nasi goreng untuk sarapannya.


" Pagi non" Sapa bibi.


" Pagi bi...oia bi ada bahan nasi goreng ngga? " Tanya Nayra.


" Ada non mau bibi buatkan" Tawar bibi.


" Ngga usah bi, biar Nayra aja, kebetulan Nayra lagi libur bi" Jawab Nayra tidak ingin membuat bibi repot.


" Baiklah kalo begitu non" Balas bibi dengan perasaan yang canggung karna Nayra yang mau masuk ke dapur, sangat berbeda dengan nona mudanya yang tidak pernah menginjak dapur walau hanya sekedar berdiri sesaat.


Nayra mulai membuat bumbu untuk nasi gorengnya, setelah itu mengiris sawi dan beberapa sosis, tiga puluh menit kemudian Nayra sudah selesai. Ia menyiapkan dimeja makan.


" Sepertinya enak" Suara dari belakang mengagetkan Nayra yang hendak makan.


" Eeehh ia bang" Nayra salah tingkah melihat sosok yang tiba-tiba muncul dihadapannya.


" Apa tidak ada lagi?"


" Mmmm itu bang, maksudnya ada bang" Nayra semakin salah tingkah karna kini Darel berada satu langkah di depannya.


" Aku belum sarapan tadi saat pulang"


" Duduklah aku ambilkan buat abang" Jawab Nayra meninggalkan Darel , kemudian berjalan menuju dapur.


" Ini bang" Nayra memberikan sepiring nasi goreng ke Darel.


" Makasih Nay" Nayra hanya menjawab dengan anggukan.


Darel dan Nayra makan dengan suasana yang hening baik Nayra maupun Darel tidak ada yang berbicara. Nayra yang penasaran kenapa Darel bisa ada di hadapannya meresa gengsi jika harus bertanya. Sedangkan Darel tidak ingin berbicara apapun karna perutnya yang benar-benar lapar. Tadi ia sengaja menolak ajakan Ciko untuk sarapan karna ingin segera bertemu Nayra.


Selesai makan Nayra membereskan piring makannya dan Darel, ia mencucinya di dapur. Nayra menolak bibi yang ingin membantunya, Nayra hanya tidak ingin menganggu pekerjaan bibi.


" Sudah selesai" Tegur Darel yang dari tadi memperhatikan Nayra.


" Sudah" Nayra sudah bisa mengendalikan kegugupannya menghadapi Darel


" Aku kekamar dulu bang" Pamit Nayra.


Darel menarik tangan Nayra menyandarkan tubuh Nayra ke tembok di samping kulkas.


" Apa alasanmu mengakhiri semuanya? " Tanya Darel


Nayra menatap dingin pada Darel


" Aku tidak pernah mau di sebut perebut kekasih orang" Jawab Nayra.


" Jadi benar kamu membaca semua isi ponselku?"


" Siapa yang memulai? " Balas Nayra datar


Darel melepaskan tangan Nayra, mengambil ponsel dalam saku celananya.


" Terserah mau kamu apakan mereka, jangan pernah mengakhiri sesuatu yang kamu sendiri belum mencoba memulainya " Darel menarik tangan Nayra meletakan ponselnya ditangan Nayra kemudian meninggalkan Nayra.


Nayra yang masih bingung dengan kata-kata Darel berdiri terpaku dengan ponsel ditangannya. Beberapa saat kemudian Nayra yang sadar dari kebingungannya berjalan ke ruang keluarga mencari Darel ingin mengembalikan ponselnya. Karna tidak menemukan Darel di ruang keluarga Nayra menuju kekamar tamu yang biasa Darel dan Candra tempati kalau libur.


Tok


Tok


Tok


" Kenapa" Tanya Darel saat membuka pintu

__ADS_1


" Aku mau mengembalikan ponsel abang" Nayra menyerahkan ponsel Darel


" Jika ponsel itu sampai di tanganku maka tidak akan selamat aku akan menghancurkannya" Jawab Darel


Nayra yang mendengar hanya menarik napas dalam-dalam, memilih pergi meninggalkan Darel dengan ponsel yang masih di tangannya.


Dasar laki-laki aneh, kenapa jadi dia yang marah-marah, bukankah seharusnya dia itu menjelaskan, kenapa memberikan ponselnya padaku? Batin Nayra sambil berjalan ke kamarnya


Sesampainya di kamar Nayra membuka ponsel Darel, memeriksa hingga detail, membersihkan segala sampah. Nayra menemukan foto wanita yang ada dalam chat, membacanya sampai Nayra tertidur.


Satu jam Nayra tertidur, bunyi ponsel membangunkan Nayra dari tidurnya. Saat membuka mata Nayra kaget karena melihat panggilan dilayar ponsel Darel. Nayra berlari keluar mencari Darel.


" Bang ada telpon" Nayra memberikan ponsel ke Darel saat mendapati Darel sedang nonton


" Siapa"


" Ibunya abang" Jawab Nayra


" Kenapa ngga di angkat? jawab aja" Perintah Darel


Nayra melototkan matanya mendengar ucapan Darel dan sikapnya.


" Ngga ah abang jangan aneh-aneh" Ujar Nayra menyerahkan ponsel Darel secara paksa.


Darel menerima ponselnya, dan secepatnya menarik tangan Nayra duduk di sebelahnya sebelum Nayra berbalik dan ingin pergi.


" Halo"


^^^" Ia ma" Jawab Darel^^^


" Kenapa lama sekali angkatnya? "


^^^" Ponselnya tadi ada sama Nayra ma"^^^


Sarap ni laki-laki dia yang kasih ponselnya sama aku, malah salahin aku sekarang. Rutuk Nayra dalam hati


^^^" Ooo itu ma Calon mantunya mama"^^^


mendengar ucapan Darel Nayra rasanya ingin menenggelamkan diri di laut lepas.


" Jadi mama sudah punya mantu sekarang? "


^^^" Mama mau kenalan? "^^^


" Boleh"


Darel menyerahkan ponselnya pada Nayra, Nayra merasa gugup dan tidak tau harus bicara apa.


^^^" Ha...hhaalo, selamat siang tante"^^^


" Siang, jangan panggil tante, panggil mama aja"


^^^" Eehh.... iya tante, maaf maksudnya Mama"^^^


^^^Nayra semakin gugup sedangkan^^^


^^^Darel terlihat sedang menertawakan^^^


^^^tingkah Nayra^^^


" Mama titip Darel ya nak, tolong jagain Darel


jangan sampai Dia mabuk-mabukan dan


melakukan hal-hal bodoh lainnya"

__ADS_1


^^^" Iya ma" Jawab Nayra singkat^^^


" Yaudah mama tutup ya, lanjutkan


berdua sama Darel"


^^^" Iya ma" Jawab Nayra lagi^^^


Tuutt tuuuttt mama Darel mengakhiri panggilan.


Nayra hanya dengan kesal melihat Darel yang sedang menertawakannya.


" Gak Lucu tau" Nayra berdiri meninggalkan Darel.


" Mau kemana? " Darel kembali menarik tangan Nayra duduk disampingnya.


" Apa sih.... "


" Ni bawa ponselnya, kamu pegang"


" Ngga mau" Jawab Nayra.


" Aku serius sayangnya sama kamu Nay" Darel serius menatap Nayra.


Ada apa dengan hatiku, kenapa rasanya seperti ini? wajah itu kenapa aku selalu tidak bisa berbuat apa-apa saat berhadapan dengannya. Batin Nayra.


" Abang yang menghilangkan kepercayaanku" Ujar Nayra.


" Dia teman sekolah abang, dan setelah abang lulus tentara dia yang menghubungi abang sebelum abang mengenal kamu" Jelas Darel.


" Aku ngga peduli, bukan urusanku"


" Jangan pernah mengakhiri hubungan kita tanpa persetujuan abang, apapun alasannya"


" Itu namanya penindasan"


" Lakukan jika kamu sudah siap menerima resikonya" Ancam Darel


.


" Maksud abang? " Nayra menatap tajam ke Darel


Darel memajukan wajahnya tepat di depan Nayra hingga hampir tidak ada jarak.


" Cobalah maka kamu akan tahu" Darel mengecup bibir Nayra


Nayra yang kaget mendapat kecupan singkat dari Darel langsung membeku dan bisu, tidak mampu menggerakan tubuhnya.


" Jangan bilang itu ciuman pertamamu" Darel menebak karena Melihat ekpresi Nayra.


Nayra yang wajahnya sudah merah seperti Udang rebus segera berdiri berlari ke kamarnya. Sampai di dalam kamarnya Nayra memegang dadanya takut jantungnya akan melompat keluar.


Ciuman pertamaku, kenapa jadi seperti ini, kenapa tidak seperti di drama korea yang aku nonton terlihat sangat romantis. Batin Nayra memegang bibirnya yang masih merasakan kecupan Darel yang hanya beberapa detik.


Sedangkan di ruang keluarga Darel malah senyum-senyum sendiri membayangkan wajah Nayra yang sangat menggemaskan menurutnya saat mendapatkan kecupan darinya.


Apa benar itu ciuman pertamanya? yang benar saja gadis seusianya belum pernah melakukan itu. Gumam Darel dalam hati.


*


*


*


*

__ADS_1


Maaf ya teman-teman baru up 🙏🙏


Next tiap hari ya up nya 😊😊


__ADS_2